Duda Penasaran

Duda Penasaran
kebenaran yang sesungguhnya


__ADS_3

Kaysan Masih setia menemani istrinya yang sudah terlelap kembali. pikirannya terus terngiang akan perkataan Robi ditelpon beberapa saat yang lalu, Seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar, sekeras apapun ia berusaha untuk meyakinkan dirinya Namun tetap saja


Dengan sisa sisa tenaga yang ia miliki kaysan bangkit dari duduknya kemudian melangkah keluar menuju ke ruang kerja Papanya.


kaysan masuk saat mendengar sahutan papanya dari dalam.


kaysan duduk dikursi tepat di depan papa danu. Menatap kearah papanya butuh jawaban atas semua berita yang ia dapat dari sepupunya Robi.


"Pa..benarkah Ayah kaira belum meninggal?? " Kaysan seakan tercekat saat itu juga, lidahnya kelu hanya untuk sekedar mengucapkan sesuatu, kabar yang sangat mengejutkan bagi dirinya, dan tidak dapat ia bayangkan jika istrinya mengetahui ini semua bahkan kakak kaira pun ada bersama Ayah kaira saat ini, ini benar benar tidak masuk akal, mama mertuanya selama ini mengira jika Suaminya telah meninggal dalam sebuah kecelakaan maut, dan kakak yang Ia pikir diculik sama sekali bohong.


kaysan menghela nafas dalam-dalam, istrinya hidup dalam kesederhanaan bersama ibunya sementara Ayah dan kakaknya hidup dalam kemewahan." kaysan terus berperan dalam benaknya


"kau harus merahasiakan ini jika ingin melihat istrimu selamat. "Ucapan papa Danu membuat kening kaysan mengerut, ia belum sepenuhnya mengerti apa yang papanya katakan.


"Maksud papa.?!" kaysan kembali serius menatap kearah papanya menunggu jawaban yang selama ini menjadi teka teki bagi kehidupan kaira.


" Papa juga tidak begitu yakin Namun papa dapat menyimpulkan jika Ayah kaira sengaja melakukan ini semua untuk melindungi istri dan anaknya sehingga dia merencanakan penculikan anaknya serta kecelakaan yang menimpa dirinya sendiri.


Kaysan kembali terhenyak mendengar ucapan papanya sekilas ia menatap ke map berisi riwayat hidup papa kaira yang sampai sekarang hidup di negara orang bersama kakak kaira.


"Pa.. Apa yang harus kaysan lakukan" lirih kaysan dengan menghela nafas frustasinya


" Tidak mungkin kamu mendatangi mereka sementara kondisi istrimu seperti ini"


Tangannya terkepal kuat Rahangnya mengeras, kemarahan yang terpancar di wajahnya setelah mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, istrinya yang malang.


***


kaysan kembali kekamarnya setelah perbincangan nya dengan papa Danu, sebisa mungkin ia akan bersikap Baisa didepan istrinya


Kaysan berjanji akan menjaga dan memberinya kebahagian yang melimpah untuk Istrinya.


kaysan masuk kekamarnya dan mendapati istrinya duduk diatas ranjang dengan posisi bersila


"Kamu sudah bangun sayang?"

__ADS_1


Kaira hanya membalasnya dengan senyuman manis kearah suaminya.hingga detik itu juga Kaysan mendekap sangat erat Istri nya, membuat kerutan di kening kaira.


"Kakak kenapa..?" Tanya kaira melihat raut wajah Suaminya tak seperti biasanya


"Aku hanya takut jika kamu sakit lagi," Lirih kaysan dalam dekapan istrinya


Kaira membiarkan suaminya memeluknya erat, mungkin saat ini suaminya terlalu memikirkan dirinya," pikir kIra


Hingga merasa tak ada sahutan lagi dari suaminya kaira pun melonggarkan pelukannya melihat suaminya yang sudah terlelap dengan tenang dipelukannya , ada senyum terukir disana sebuah senyuman tulus untuk suaminya


kaira bersyukur karena memiliki suami seperti kaysan yang selalu setia dirinya di saat kaira membutuhkan seseorang untuk bersandar, untuk berbagi dengan penyakit yang setiap saat akan merenggut nyawanya.


Dibelai wajah tampan suaminya Ada setitik air mata bahagia disana, Ada rasa tidak rela jika Allah mengambil nyawanya saat ini juga.


*


*


*


*


Kaira menatap haru kearah mama mertuanya yang begitu perhatian terhadap nya.


"Ma.."Lirih kaira menatap sendu mama mertua merasa di perhatikan


"Ada apa sayang," mama Dina lantas Menghampiri menantunya setelah meletakkan nampan berisi makanan itu keatas meja yang ada di dalam kamarnya


Mama Dina menggenggam tangan menantunya seakan ia tau kegundahan hati menantunya itu.


" Kamu harus sehat, biar mama ada temannya untuk menghabiskan uang suami kamu," mama Dina terkekeh kecil Menatap wajah kaysan cemberut memanyungkan bibirnya


Mama jangan mempengaruhi otak istriku dengan hobby mama yang tak berfaedah itu, belanja seperti orang kesetanan tanpa memikirkan berapa mama menghabiskan uang dalam sehari.


Terlihat mama Dina mendengus kesal menatap sengit kearah putranya. membuat Kaira terkekeh kecil melihat suami dan mama mertuanya yang tak pernah akur

__ADS_1


"Kau jangan dengarkan kata suamimu nak, Suamimu memang pelit. Biar mama yang belanjakan kamu tidak usah minta uang sama suami durjannamu itu.


" Kaysan bersungut-sungut tak jelas ,jika berdebat dengan mamanya tidak akan ada habisnya.


"Biar aku saja ma yang suapi kaira, " kaysan hendak mengambil piring di tangan mamanya namun ditepis oleh mama Dina.


"Gak usah. biar mama saja" tolak mama Dina


Melihat itu kaysan seakan tak percaya melihat keakraban antara istri dan mamanya, ada seulas senyum tipis disudut bibir kaysan


"Kamu kenapa senyam senyum tidak jelas seperti itu" Lamunan kaysan buyar saat mama Dina memergoki nya tersenyum sendiri sepeti maling tertangkap basah.


kaysan nyengir kuda, tatapan mata mamanya membuatnya sedikit kikuk pasalnya mama Dina terus saja melempar tatapan tajam kearahnya seakan ingin menelan nya hidup hidup.


kaysan keluar dan membiarkan kedua perempuan itu berdua saja Ia berusaha mengalah demi kelangsungan hidup nya" begitu pikir kaysan


Malam semakin larut Namun nyatanya kaysan harus menelan kekecewaan saat sang mama meminta untuk tidur dengan istrinya, kaysan seakan tidak rela jika ia harus berbagi dengan mamanya


"Ma...kaira istriku." ucapan kaysan membuat kerutan di kening mama Dina


" Yang bilang kaira bukan istrimu siapa..!?" Sahut mama Dina tanpa dosa


" Kaysan mendengus kesal, mamanya seolah tidak peduli dengannya yang terus memohon kepada-nya


" kaira kamu keberatan jika Mama tidur berdua dengan kamu??" Kaira jadi kikuk tidak tau hrs menjawab apa melihat wajah melemas suami ia merasa kasian sendiri Namun ia juga tidak tega jika harus menolak permintaan mama Dina.


"Tidak ma. Mama boleh kok tidur disini," lirih kaira menatap sekilas ke arah Suaminya yang terus menggerutu tak jelas


"Mama Dina tersenyum mengejek kearah putranya, dari sorot matanya menggambarkan bahwa mama Dina merasa senang melihat Putranya seolah tak rela berbagi dengan nya


"Mama kan ada papa yang harus di Nina boboin, Kaysan masih tak rela jika mamanya tidur dengan istrinya berusaha membujuk sekali lagi mamanya.


"Terus kamu mau di Nina boboin sama kaira begitu.! "Ketus mama Dina menatap tak suka kearah putranya


Kaysan menarik nafas frustasi, tak habis pikir dengan mamanya yang masih saja dengan tingkah laku yang selalu ingin menang sendiri

__ADS_1


"Ayo sayang kita tidur jangan dengarkan suamimu itu."


Tambah kesal, ingin rasanya ia menculik istrinya malam ini semoga mama malam ini tidur dengan nyenyak hingga ia bisa menculik Istrinya " kaysan terus berperan dalam pikirannya mencari cara bagaimana memisahkan mereka.


__ADS_2