
Kaysan menuruni anak tangga dengan menggandeng tangan istrinya membuat semua pasang mata yang ada di meja makan menatap mereka dengan penuh tanda tanya sebab Baik kaysan maupun kaira senyum senyum sendiri seperti orang kesetanan
"Kalian kenapa senyum senyum" ucapan mama Dina membuat keduanya diam, sejenak saling melirik. sambil tersenyum simpul.
" Mereka kan sedang kasmaran Tante." Celetuk Desi menatap kedua sepupunya itu
kaysan mendengus kesal menatap Desi seolah mengejeknya sementara kaira tersenyum malu malu, rona merah terkuras dari wajahnya,
Merekapun Duduk bergabung di meja makan, mereka sarapan dengan diam, Sampai ucapan kaysan membuat kedua orangtuanya terkejut mendengar nya,. pagi ini kaysan mengutarakan niatnya untuk pindah ke rumah yang sudah ia siapkan sejak lama untuk dirinya bersama istrinya.
Mama Dina menatap sendu Anak dan menantunya di depannya, Keputusan mendadak kaysan yang ingin tinggal di rumah sendiri membuat mama Dina merasa sedih .
Melihat raut wajah mertuanya yang tiba tiba sendu pun kaira berusaha meyakinkan mertuanya bahwa mereka akan sering sering berkunjung kerumah ini.
Dengan segala bujuk dan menyakinkan nya akhirnya mama Dina pun mengiyakan menyetujui keinginan Putranya untuk pindah. Namun masih dengan persyaratan yang harus di penuhi oleh kaysan tentu nya.
"Kaira harus sering sering berkunjung kerumah mama. " Ucapan mama Dina penuh penekanan dan seolah tak bisa di ganggu gugat lagi..
Mama Risa hanya tersenyum bahagia melihat besannya benar benar memperlakukan putrinya seperti Anaknya sendiri.
Terpaksa kaysan pun mengiyakan permintaan mama Dina, ia tidak ingin membuat mamanya merasa sedih .
*****
Siang itu juga Kaysan membawa mama Risa beserta istrinya untuk pindah kerumah barunya. kaysan tersenyum melihat rona bahagia terpancar di wajah cantik istrinya, tak ada yang lebih membahagiakan ketika melihat istrinya tersenyum.
Mereka sampai disebuah rumah mewah yang Sudah kaysan siapkan, Kaira terperangah menatap Rumah yang akan ia huni, Rumah yang cukup besar dan mewah, Tak ada bedanya dengan rumah mertuanya.
"Ayo sayang. Suara kaysan membuyarkan keterkejutan kaira melihat rumah mewahnya.
Mama Risa pun sama tak bisa berkata apa-apa lagi selain tercengang menatap takjub Rumah mewah yang ada di depannya itu.
__ADS_1
Kaysan menaruh kopernya lalu mengajak mertuanya untuk melihat kamar yang akan ia tempati, di rumah itu sudah ada pelayan yang akan membersihkan serta menyiapkan makan untuk mereka.
Setelah mengantar mama mertuanya melihat lihat isi kamarnya sekarang giliran kaysan mengajak istrinya untuk melihat kamar yang akan mereka tempati.
"Kak.."Kaira tercengang takjub melihat isi kamarnya, lebih mewah dari pada kamar yang ia tempati di rumah mama mertuanya.
" Apa kau suka?" kaysan datang menghampiri istrinya yang masih mematung diambang pintu kamar,
Kaira membalasnya dengan seulas senyum terukir di bibir mungil nya seraya menganggu kan kepalanya pelan.
"Ini sangat mewah kak.."Lirih kaira yang beralih menatap foto Pernikahan Mereka terpajang di dinding kamar
"Ini tidak seberapa sayang dibanding cinta yang kamu berikan untukku," kaysan menggenggam tangan Istrinya sejenak mata mereka bertemu, dari tatapan mata mereka menyiratkan cinta yang begitu besar di keduanya.
Semua terasa mimpi bagi kaira, bertemu dengan seorang pria dewasa yang mampu membuat dirinya merasa nyaman dan merasa terlindungi. disaat ia membutuhkan sosok seorang Ayah. Kaysan datang memberikan nya sejuta cinta yang begitu besar sehingga ia sendiri masih belum percaya jika dirinya dicintai sebesar ini.
*
*
*
*
Kaysan membeku ditempatnya saat menerima telpon dari mama mertuanya mengabarkan jika istrinya jatuh pingsan. dengan segala kepanikannya kaysan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,
Mengintari jalan yang begitu pada kaysan mendengus kesal diantara Pengandara lainnya.ingin rasanya segera sampai di kediamannya, dan melihat kondisi Istrinya Namun sayang kaysan harus menelan kekecewaan karna padatnya pengendara.
Ia lantas menelpon orang tuanya untuk membawa istrinya terlebih dahulu ke rumah sakit karna dirinya masih terjebak macet. setelah mengiyakan kaysan pun melajukan mobilnya langsung menuju rumah sakit
40 menit menempuh perjalanan yang sangat padat. kini kaysan sudah berada di rumah sakit dimana Istrinya di rawat.
__ADS_1
"Mama...Panggil kaysan saat melihat kedua wanita paru baya yang kini tengah diliputi oleh perasaan khawatir di raut wajahnya.
"Bagaimana keadaannya Ma."Tanya kaysan tak kala khawatirnya
" Masih ditangani oleh dokter." Ucap mama Risa sendu
kaysan menarik nafas dalam-dalam guna menghilangkan rasa sesak didalam dadanya. kemudian menatap pintu ruangan tempat kaira di tangani oleh dokter.
Kaysan menyeka keringat dingin membasahi keningnya dengan tangan gemetar, Rasa takut terlukis diwajahnya saat ini, keinginan yang begitu besar untuk kesembuhan istrinya.
Melihat Dokter keluar dari ruangan, dengan gerakan cepat kaysan menghampiri dokter itu.
"Dok.."Panggil kaysan dengan wajah paniknya, ia mengumpulkan sisa sisa tenaga nya untuk melangkah menghampiri Dokter paru baya itu
"Bagaimana keadaan Istri saya dok!" kaysan menatap dokter didepannya dengan harapan begitu besar atas kesembuhan istrinya.
" Alhamdulillah sampai sejauh ini tidak ada yang perlu di khawatir kan, pasien hanya mengalami ke lahan saja." Ucapan dokter sontak membuat mama Dina melayangkan tatapan tajam kearah putranya seolah minta penjelasan.
"Katakan kau apakan menantuku sampai kelelahan sepeti ini.! "Mama Dina berkilat marah menatap kearah kaysan dengan tatapan sengitnya
kaysan terjebak dalam perbuatannya sendiri, ia cukup mengerti yang di maksud oleh mamanya, Tiap malam ia tidak pernah Absen meminta haknya sebagai seorang suami
Kaysan terdiam sesaat kemudian Menatap mamanya dengan raut penyesalan.
"Maafkan aku mah."Sesal Kaysan
ini memang murni kesalahannya yang tak bisa mengontrol dirinya jika sudah bersama istrinya.
Dengan penuh penyesalan yang mendalam, kaysan melangkah masuk Menghampiri istrinya yang terbaring lemah diatas Ranjang rumah sakit.
Tangannya terulur menggenggam tangan Istrinya, Ada penyesalan di raut wajahnya, kelopak matanya mulai berembun Menatap wajah pucat istrinya. karna kebodohannya membuat Istrinya seperti ini.
__ADS_1
"Maafkan aku sayang." Lirih kaysan menyesali semuanya. dikecup berkali kali punggung tangan Istrinya sejenak pikirannya melayang mengingat kakak kaira yang masih hidup ada secercah harapan, meskipun harapan itu terasa sulit untuk dipenuhi karena saat ini mereka sudah berada jauh di sana dan sulit untuk di jangkau.
kedua wanita paruh baya itu menunggu diujung sofa panjang, mereka sudah merasa lega sekarang mendengar ucapan dokter, mama Risa Nampak memikirkan sesuatu seandainya kakak kaira ada disini mungkin saat ini kaira ada harapan untuk sembuh. " mama Risa berperan dengan pikirannya sendiri...