
"aaaakh...
Suara kaira menggema didalam kamar mereka saat hantaman benda tumpul membobol masuk ke dalam Didin rahim nya
kaysan terpejam kuat merasakan hangatnya dinding rahim kaira, dengan perlahan penuh gairah kaysan memacu gerakan pinggulnya memompa dengan ritme cepat. Hingga erangan panjang dari keduanya mengakhiri permainan mereka
Kaysan mencium kening istrinya kemudian menjatuhkan dirinya disisi kaira dengan nafas tak beraturan Akibat pertempuran panas mereka.
*
*
*
*
Sementara ditempat lain Abigail berusaha untuk menjauhi gadis yang selalu mengganggunya. Dengan berbagai cara Agar Zakila menjauhinya. dan sekarang terlihat Abigail menggandeng tangan seorang wanita berparas cantik dan seksi Memasuki sebuah kafe tempat dimana ia janjian dengan Zakila.
Mata Zakila berkilat marah menatap kearah pintu masuk, Zakila berdiri dari tempat duduknya menyambut mereka yang terlihat sangat mesra. dada gadis berbalut hijab dikepalanya itu bergemuruh menahan sesak bagaimana tidak dari mulai masuk sampai mereka tiba di depan Zakila tak sedikitpun Abigail melepaskan genggaman tangan nya.
__ADS_1
"Sudah lama? " Tanya Abigail basa basi Namun sorot matanya dapat merasakan tubuh gadis didepannya bergetar menahan tangisnya.
"Om..." lirih Zakila menatap lekat kearah pria yang selama ini membuatnya nyaman.
" Kenalkan ini Mira"
"Hai. saya Mira kekasih Abigail
Duaar....
Hati Zakila bagai disambar petir disiang hari mendengar perkataan perempuan didepannya. Namun ia berusaha menutupi nya dengan senyum terpaksa.
Diam tak ada sahutan dari pria yang Berdiri didepan nya, membuat Zakila sudah menyimpulkan jika mereka memang ada hubungan.
Mereka sama sama diam beberapa saat. Hingga suara Zakila membuat wanita didepannya menjadi geram sendiri.
"Apa wanita ini menggoda om..Atau dia sudah memberikan yang om inginkan?" Atau...
" Zakila..!!! " sentak Abigail sebelum gadis didepannya melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
"Kenapa. Itu kan yang om mau, yang tak bisa Saya kasih. "ketus Zakila
"Iya. Kami bahkan sudah melakukannya." Sahut wanita itu Asal, menatap sinis kearah Zakila yang sudah terlihat syok mendengar bahkan ia membekap mulutnya matanya membulat sempurna menatap Abigail tak percaya.
"Mira..!! Pekik Abigail tak habis pikir dengan sikap Mira yang seenaknya, ia hanya meminta menemaninya saja Agar Zakila menjauhinya bukan untuk mengatakan hal yang tidak masuk akal seperti ini.
" Dasar kalian memang Murahan saya menyesal bisa mengenal Om." Teriak Zakila dengan mata berkaca-kaca Menahan Air matanya yang siap untuk jatuh.
Zakila berlari keluar dari kafe meninggalkan mereka, Ada rasa sesal didalam diri Abigail melihat reaksi dari Zakila.
Dan ia baru Menyesal saat Zakila berlalu pergi meninggalkan nya. Ia baru menyadari perasaannya saat melihat gadis itu berusaha menahan tangisnya Ada rasa sakit didalam dirinya saat ini.
Ia lantas pergi begitu saja meninggalkan Mira seorang diri membuat wanita itu mendengus kesal, bagaimana tidak Sejak kuliah ia sudah mengejar cinta Abigail Namun pria itu seolah tidak peduli dengan nya bahkan tak pernah meliriknya.
Abigail Menggerutu sepanjang jalan mengendarai mobil nya, ia Mengutuk dirinya sendiri Niat ingin menjauh dari gadis itu Malah Ia sendiri yang merasa kehilangan
"Aaaaaakh.!!! Sial " umpatnya frustasi, Ia kemudian menghentikan mobilnya dipinggir jalan memukul pelan setir mobilnya menumpahkan segala rasa kesalnya sembari mengusap wajahnya kasar.
"Zakila..."Teriaknya menjambak rambutnya
__ADS_1
Sementara di tempat lain Sejak tadi sudah 2 jam lamanya Zakila Mengurung diri didalam kamar membuat Ayah dan Bundanya khawatir terhadap putrinya karena sedari tadi Mereka sudah mengetuk pintu berulang kali Namun tak ada sahutan sama sekali.