
Sudah seminggu ini komonikasi Kaysan dan kaira hanya lewat sambungan telpon, kaysan yang setiap harinya di sibukkan dengan pekerjaannya selalu menyempatkan dirinya melakukan sambungan video call hanya sekedar ingin melihat wajah malu malu kekasihnya.
Seperti saat ini di sela sela kesibukkan nya sebelum masuk keruang meeting kaysan menyempatkan menelpon sang pujaan hati
"Assalamualaikum" Sayang."sapa kaysan saat sambungan telponnya tersambung
"walaaikumsalam" kak.
Wajah cantik yang selalu ia rindukan sudah nampak dilayar ponselnya, gadis yang selalu membuatnya dimabuk cinta.
"kamu sudah makan sayang? obatnya jangan lupa diminum." perhatian kecil keysan membuat kaira merasa sangat dicintai
"udah kak. kakak sendiri udah makan belum? "
"udah sayang, tapi Kiss nya belum di kasih," kaysan terkekeh kecil melihat wajah kekasihnya sudah bersemu.
"Kak..!!! protes
"ya udah kalau gitu Aku mau meeting dulu,"
"Iya ,kak..!
Kaysan pun mengakhiri obrolannya dan langsung menuju ruang meeting.
Sementara di tempat lain, kini Kaira jadi bahan ledekan dari sepupunya Desi, saat mereka sedang melakukan sambungan video call Desi mendengar semuanya hingga gelak tawwa Desi terdengar saat sambungan telponnya sudah terputus
"Udah ngeledek nya." ketus kaira menatap kearah sepupunya itu yang terus tertawa
__ADS_1
"Sumpah baru kali ini aku melihat kak kaysan so sweet banget."Seru Desi
"Kamu gak tau aja kakak sepupumu itu mesumnya kebangetan" Batin kaira
"jadi gimana kamu jadi gak kuliah ." tanya Desi setelah tawanya sudah reda.
" Gak, mama melarang aku kuliah," Ucapnya sendu padahal ia ingin sekali Kuliah sama seperti Nak anak lainnya
"ya. udah gak apa apa, mungkin Tante ada alasannya,
"Oh, iya. kamu kuliah dimana.??
" Rencana mau kuliah dikota tempat tinggal kak kaysan mama Dina manggil aku tinggal di rumahnya katanya dia kesepian ," sahut Desi lagi
"Kaira hanya ber Oh ria saja tanpa mau menanggapi perkataan Desi lagi
Kaysan duduk di ruang keluarga bersama kedua orang tuanya. mama Dina terus memperhatikan wajah ceria putranya yang tak pernah ia tampakkan sebelumnya,
Semenjak bertemu dengan kaira hidupnya jadi berwarna, senyuman itu seakan tidak pernah lepas di bibirnya.
"Ma.." Panggil kaysan
"Mamanya cuma menyahut"ya" tanpa menoleh kearah Anaknya itu ia masih fokus dengan tontonan nya.
"Jika aku menikahi kaira apa mama sama papa akan setuju.??
"Jika memang itu pilihanmu kenapa tidak. mama akan merestui kalian. kaira Anak yang baik ,sopan dan mama suka itu
__ADS_1
tapi kembali lagi sama kamu, kamu harus ingat penyakit kaira bukan penyakit biasa kamu harus siap dengan segala baik buruknya kondisi kaira.
"Aku mencintainya ma, Aku tidak peduli dengan penyakitnya, Aku bisa merawatnya dengan baik, "ujar kaysan menerawang jauh saat kebersamaan Nya dengan kaira.
Kini kaysan sudah berada di dalam kamarnya sedang melakukan panggilan video Dengan sang pujaan hati.
Terlhat kaira yang terus malu malu saat kaysan menggodanya,
"Sayang..!" panggil kaysan dengan nada serius
"iya, kak.
" Setelah menikah nanti kita akan tinggal di sini ya..??"
kaira terlihat ragu, ia belum bisa meninggalkan mama nya sendiri terlebih mamanya tidak bisa jauh dengannya.
"Kenapa diam. Hmm..!
"Tapi,kak. Mama sendiri disini,"Ucap kaira sendu
kaysan tersenyum melihat kekasihnya itu."kita Ajak mama Risa tinggal disini, kamu mau kan??"
" Kaira pun mengangguk pelan , merasa sangat malu jika kaysan membahas tentang pernikahan.
"Kamu kenapa sayang.!
"Ah. tidak Apa apa.." kaira salah tingkah wajahnya memerah seperti tomat...
__ADS_1