
Semenjak kaira meninggalkan kantor kaysan urin uringan tak jelas. Bagaimana tidak ini sudah 3 jam lamanya Namun tak satupun ada pesan masuk dari Istrinya, jika sudah bersama Mamanya. kaira seolah melupakan dirinya, kaysan memijat pelipisnya, Mamanya selalu membuatnya tak berdaya.
jam Masih menunjukkan pukul 3 sore Namun kaysan memutuskan untuk pulang dan menemui istrinya yang bahkan ia sendiri tidak tau keberadaan Kaira bersama Mamanya saat ini. karna sedari tadi ponsel mereka tak ada yang Aktif "Mereka kompak sekali matikan ponselnya" Gerutu kaysan dalam hati
berjalan menuju lif dengan langkah tergesa-gesa membuat kening Reno Asisten pribadinya mengerut. dipikirannya sudah menerka Nerka "Ada apa dengan bosnya ?
Reno masih diam ditempatnya melihat bosnya keluar dengan tergesa-gesa membuat langkahnya terhenti bahkan tak berani menegur atau menyapa sang bos, Melihat raut wajah bos nya yang tampak tak seperti biasanya membuat Reno bungkam. Namun rasa penasarannya mengalahkan segalanya, ia Akhirnya mengikuti langkah bosnya yang kini sudah masuk kedalam lif.
"Tuan Mau kemana." Akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulut Nya.
"saya ada urusan sebentar, kamu selesaikan pekerjaannya, selebihnya kirim ke email saya." kata kaysan
"Baik tuan." Reno hanya membungkuk kan badangnya setelah kaysan menghilang dibalik pintu lif barulah Reno mengangkat kepalanya.
" kaysan sampai ke rumah orang tuanya setelah menempuh perjalanan selama 1 jam lamanya, karna hari sudah beranjak petang suasana jalan raya Nampak padat.
kini kaysan melangkah masuk setelah pelayan dirumah mamanya membukakan pintu untuknya. kaysan celingukan mencari keberadaan istri dan Mamanya Namun rumah yang tampak seperti kuburan tak berpenghuni bahkan Desi pun tak ada di rumah.
"Bi.."Panggil kaysan saat ia sudah kembali keruang tengah
"Iya, tuan.
__ADS_1
" Mama sudah pulang belum.' tanya nya sedikit prustasi, kaysan mengusap wajahnya kasar kemudian beralih menatap kearah Bibi antum
"Belum tuan, sedari tadi Nyonya belum pulang.
Kaysan menarik nafas panjang kemudian ia melangkah keluar tanpa mengatakan sesuatu lagi. Rasa takut terlukis di wajahnya, Mamanya paling bisa membuatnya seperti kehilangan Akal sehatnya.
Hingga malam tiba, kaysan terlihat seperti kehilangan Arah, pakaian yang masih melekat ditubuhnya masih pakaian kantor, kini ia duduk termenung seorang diri bersandar di sandaran kursi kebesarannya menatap langit langit ruangan kerja yang ada di rumah nya.
Bunyi hp menyadarkan dari lamunannya, tanpa melihat Nama pemanggil kaysan langsung mengangkat telponnya.
"Hallo.." sapanya sangat malas saat sambungan telpon sudah terhubung
"kay...!
"Mama...!"Seru kaysan "Mama.kaira mana, Apa dia baik baik saja?" kaysan terus memberondong pertanyaan pada mamanya
"Tanya nya satu satu kay." ketus Mama Dina.
"Ma..."lirih kaysan melemah
" jemput istrimu sekarang.! " Setelah mengatakan itu Mama Dina langsung mematikan sambungan telponnya tanpa menunggu jawaban kaysan.
__ADS_1
Pria itu mendengus kesal saat Mamanya langsung mematikan sambungan telponnya.' tanpa berpikir panjang kaysan beranjak dari duduknya langsung myambar kunci mobilnya segera melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumahnya.
Hanya membutuhkan waktu 40 menit keysan sampai dihalaman rumah mewah kedua orang tua nya.
kaysan membuka pintu rumah, Terlihat masih gelap tak satupun lampu menyala.
Hening tak ada suara, kaysan melangkah diantara gelap menguasai rumah mewah itu. pikirannya berkecamuk rasa takut terlukis diwajahnya. kaysan terus melangkah masuk sampai keruang tengah.
kaysan tertegun saat lampu yang ada didalam ruang tengah tiba tiba menyala Nampak istrinya berdiri kokoh dengan memegang kue berukuran sedang berdiri dihadapanya. Semua keluarga Ada disana termasuk mama mertua dan kakak iparnya.
" Selamat Ulang tahun Sayang."Ucap kaira dengan senyum Manisnya.
Diam beberapa saat, kaysan masih berperan dalam pikirannya sendiri, bahkan ia sendiri sudah lupa hari ulang tahun nya.
kaira melangkah menghampiri suaminya yang masih diam mematung ditempatnya.
" Sayang." Panggil kaira sekali lagi karna merasa suaminya masih tak bergeming.
kaysan menatap kearah Istrinya dengan senyum tulus, kaysan hanya terkejut mendengar kata "sayang" dari istrinya, ini kali pertamanya kaira memanggil nya sayang.
"Kaira mengangkat kuenya meminta kaysan untuk meniup lilinnya.
__ADS_1
Dengan satu kali tiup lilinnya padam, kaysan mengecup sayang kening istrinya."Terimakasih sayang" ucap kaysan
Mereka Yang hadir disana pun ikut bahagia melihat mereka. Mama Dina menghampiri putranya, memberinya selamat, sampai kaysan terharu. tak terasa Air matanya pun menetes di pelupuk matanya, kaysan Memeluk Mamanya. Meskipun kaysan dan mamanya tak pernah ada kata akur diantar mereka Namun ketahuilah mereka saling menyayangi satu sama lain.