Duda Penasaran

Duda Penasaran
Kedatangan mama Risa


__ADS_3

Kini kaysan sudah berada di Rumah mama mertuanya, Mama Risa sampai keheranan melihat kedatangan menantunya tanpa memberitahu nya terlebih dahulu.


"Maaf ma, Aku datangnya mendadak begini, "Ucap kaysan yang kini tengah duduk diruang tamu bersama mama mertuanya


"Apa kaira baik baik saja.??" Terlihat dari raut wajahnya sangat mengkhawatirkan Anaknya.


" Alhamdulillah Kaira baik ma."Sahutnya melirik kearah mama mertuanya sekilas ,


kaysan diam mencari kata yang tepat untuk memulai pembicaraan Nya dengan mama mertuanya ia tidak ingin jika mama mertuanya syok mendengar nya.


Ia kembali menyeruput minumannya sambil menatap sebuah figuran di depannya, foto keluarga yang masih utuh waktu kaira masih berumur sekitar 10 tahun . kaysan berharap keluarga istrinya bisa berkumpul kembali.


"Ma..! Panggil kaysan sambil menatap manik mata mama mertuanya dengan serius


"Iya. kenapa nak." Sahut mama Risa


Kaysan jadi kikuk tak tau harus memulai dari mana, kaysan tak tega jika sampai mama mertuanya mengetahui yang sebenarnya. dengan Menarik nafas panjang kaysan pun memberanikan diri untuk menceritakan semuanya


"Ma.. Maaf jika kaysan sudah lancang mengungkit kembali luka lama mama tapi...Kaysan menjedah ucapannya kemudian kembali menarik nafas yang seakan habis karna rasa gugupnya.


Mama harus tau semuanya, Semua yang terjadi pada keluarga mama.


Alis mama Risa mengerut keheranan apa yang di maksud menantunya itu.


kaysan bangkit dari duduknya dan pindah kesamping mama mertuanya yang masih dalam kebingungannya.


kaysan menggenggam tangan wanita paru baya itu yang sudah ia anggap sebagai mamanya sendiri,ada rasa kasian terhadap wanita paruh baya itu , berjuang seorang diri membesarkan kaira dengan penuh perjuangan.


"Katakan saja mama tidak apa apa," mama Risa membalas tatapan menantunya itu, ia dapat simpulkan bahwa menantunya mengetahui sesuatu tentang nya.

__ADS_1


" Ayah dan kakak kaira masih hidup.,"


"Duaaar...


Bagai disambar petir disiang bolong mendengar perkataan menantunya itu. berusaha meyakinkan dirinya namun tetap tak bisa mama Risa seakan tidak tau harus bersikap, bagaimana menanggapi perkataan menantunya itu, ia ingin mencoba meyakinkan dirinya jika Suami dan anaknya masih hidup Namun itu semua tidaklah mungkin ia sendiri melihat kecelakaan yang merenggut nyawa suaminya meskipun wajahnya sudah tidak bisa dikenali lagi Namun postur tubuhnya mengatakan memang benar jika itu suaminya serta pakaian yang ia kenakan pun sama.


Mama Risa tak bisa membendung air matanya, tubuhnya bergetar hebat, ia terus menumpahkan rasanya lewat Air matanya.


"Maafkan Aku mah." sesal kaysan


kaysan menyodorkan sebuah map berisi riwayat hidup suami dan Anaknya yang kini sudah mengganti Namanya.


Tangan mama Risa gemetar saat meraih map berwarna biru tua itu, matanya tak henti hentinya meneteskan air mata, Saat membuka map itu, beberapa foto puteranya yang kini sudah berubah menjadi laki laki dewasa yang sangat tampan


"Putraku..."Lirih mama Risa mengusap foto putranya dengan penuh haru.


Kaysan pun menceritakan semuanya,suaminya melakukan ini semua hanya untuk melindunginya dengan kaira.


Sudah dua hari kaysan berada di kota xx , sudah meluruskan semua masalah dikeluarga kaira bahkan Kaysan sudah berhasil membujuk mama Risa untuk tinggal dikota xx bersama dengannya.


Ini akan menjadi kejutan untuk kaira nanti. " kaysan menolong sendiri


Menempuh perjalanan yang cukup lama Akhirnya merekapun sampai DiBandara kota tempat tinggal kaysan.


kaysan menyeret koper kecil miliknya dan koper berukuran sedang milik mama Risa, Dari kejauhan ia sudah melihat Asisten pribadinya Reno sedang menunggunya di lobi.


Reno mengambil alih koper yang di pegang kaysan kemudian mereka menuju parkiran.


Sepanjang perjalanan menuju kediaman kaysan, Mama Risa hanya diam pikirannya masih melayang mengingat suaminya yang sudah ia anggap tiada ternyata sampai sekarang masih hidup sulit dibayangkan, memikirkan semuanya saja membuat kepalanya jadi pusing sendiri.

__ADS_1


mereka tiba dikediaman Kaysan mereka turun bersamaan dengan mama Risa yang sedari tadi masih saja diam, menatap bangunan yang lebih mirip dengan istana bahkan lebih besar dari kediaman keluarganya di kota xx


Para pelayan sudah menyambut mereka dengan hangat mempersilahkan majikannya untuk masuk, didalam sudah ada mama Dina bersama Desi dan kaira, mereka belum tau kepulangan kaysan hari ini, kaysan ingin membuat kejutan untuk Istrinya.


Kaysan masuk seorang diri dan menyapa mereka, kaysan diam ditempatnya Menatap kearah wanita yang sudah ia rindukan selam dua hari ini.


"kamu sudah pulang Kay?" Tanya mama Dina saat melihat putranya


kaysan hanya mengangguk pelan tanpa mengalihkan pandangannya kearah istri tercintanya


Meletakkan koper kecil miliknya kemudian melangkah Menghampiri istrinya yang masih mematung di tempatnya.


"Kau tidak senang aku pulang.?" kaysan tersenyum mengejek melihat istrinya masih diam tak beraksi Apapun.


Hingga detik berikutnya kaira berhambur kepelukan suaminya. kaira memeluknya dengan erat , pelukan yangsudah dua hari ini ia rindukan, tak mempedulikan kedua wanita yang tengah berdiri di dekatnya itu, Seolah dunia hanya milik mereka yang lain hanya ngontrak


Mama Dina sudah sedari menggerutu tak jelas melihat kedua pasangan didepannya tidak tau tempat.


Masih dalam memeluk tubuh suaminya. seakan tak ingin melepaskan pelukannya Menghirup Aroma tubuh suaminya yang sudah menjadi candu baginya.


"Peluk aja teros...Anggap kami patung kami tidak melihat kalian.," Sindir Desi terkekeh geli melihat tingkah mereka


Kaira Merasa malu sendiri ia tidak menyadari apa Yang ia lakukan, Tadi ia reflek langsung memeluk suaminya tanpa mempedulikan mama mertuanya dengan Desi yang masih berada di depannya.


Kaysan tersenyum melihat wajah istrinya yang sudah bersemu merah karna malu.


"Oh iya. sayang aku punya kejutan buat kamu, kaysan melonggarkan pelukannya kemudian menatap wajah istrinya.


Mama Dina dan Desi hanya diam melihat mereka berdua.

__ADS_1


"Tak lama kemudian Mama Risa masuk kedalam rumah dengan senyum mengembang menatap kearah putri yang sudah ia rindukan.


"Mama...


__ADS_2