
Seminggu berlalu suasana masih berkabung atas meninggalnya Mama Dina, Bahkan serin saat ini sedang dirawat di rumah sakit karna kacapean dan banyak pikiran. Untung kandungannya kuat jadi kaira baik baik saja.
Kaysan tak pernah meninggalkan sedikitpun istrinya selalu menemaninya, selalu setia membujuk kaira Agar mau makan. Semenjak kepergian Mama Dina kaira seolah kehilangan semangat hidupnya, Orang yang menyayanginya melebihi Anak kandungan nya sendiri membuat kaira merasa sangat kehilangan sosok Mama Dina.
" Sayang kamu makan ya..?" Bujuk kaysan
Kaira menggeleng, merasa tak ada Nafsu makan teringat terus Akan mama Dina
"Jika kamu tidak Makan Dedek yang ada dikandungan kamu Tidak sehat sayang, Mama Dina akan kecewa jika sampai cucunya kenapa Napa.
Mendengar kata Mama Dina, kaira pun langsung ingin Makan dengan di suapin oleh suaminya.
Kaysan tersenyum, Sekarang gampang membujuk Istrinya cukup bilang Mama Dina ia pasti nurut.
"Kak. Aku rindu sama Mama Dina" lirih kaira dengan mata berkaca-kaca.
Kaysan Menarik nafas panjang, Jika boleh jujur kaysan pun sangat merindukan Sosok Mama Dina yang selalu memarahinya.
"Kita doakan saja Mama Dina sayang, Semoga Mama tenang di Alam sana." ucap kaysan sembari memeluk istrinya setelah selesai menyuapi makan malam nya
jika keluarga kaysan masih berduka Atas meninggalnya Mama Dina lain halnya dengan Abigail yang sudah beberapa hari ini berusaha mendapatkan hati Zakila kembali.
Tiap hari Abigail mendatangi Zakila Namun selalu ditolak oleh Zakila, ia selalu menghindar jika melihat Abigail, Seolah tak saling mengenal Zakila berlalu begitu saja saat melihat Abigail menunggunya tepat di depan gerbang sekolah.
Abigail merasa Geram melihat pemandangan didepannya dimana Zakila sedang berbincang dengan teman laki lakinya sambil tertawa lepas.
Ia lantas turun dari mobilnya dan langsung menghampiri mereka tanpa Basa basi Abigail menarik tangan Zakila menjauh dari teman nya menuju mobilnya. Abigail membukakan pintu mobil untuk Zakila, kemudian menyusulnya masuk Detik itu juga mobil Mewah Abigail meninggalkan halaman sekolah.
Sedari tadi Zakila hanya diam tak memberontak Ataupun mengucapkan kata hanya diam tanpa kata menatap heran pria didepannya itu
__ADS_1
Masih sama sama diam Abigail terus melajukan mobil nya kerumah pribadinya.
Zakila yang dari tadi diam tiba tiba protes saat Abigail menyuruhnya untuk turun dari mobilnya
kini mobil sudah terpakir tepat didepan pintu rumah mewah Abigail.
"Ayo turun." Titahnya
" Merasa tak ada sahutan, Abigail pun menyeret Zakila pelan untuk masuk kerumah mewahnya.
"Om Zakila mau dibawa kemana." ucap Zakila Nyaris tak bersuara
Seakan tau kekhwatiran Zakila , Abigail pun meyakinkan Zakila jika dirinya tidak akan berbuat Macam macam
"Kamu tenang saja Aku bukan pria seperti apa yang ada dipikiran mu saat ini." Ketus Abigail merasa jengkel jika Zakila selalu beranggapan jika dirinya seorang pria brengsek
*
*
*
*
Duduk diam tanpa satu kata pun sejak beberapa menit yang lalu mereka duduk disebuah sofa yang ada di ruang keluarga.
"Om. Zakila mau pulang, Nanti ayah cariin Zakila." lirih Zakila pelan Hampir tak terdengar
"Jangan khawatir Aku sudah menghubungi Ayahmu." Sahut Abigail santai Menatap gadis didepannya yang sudah membuatnya hampir gila selama beberapa hari ini
__ADS_1
Zakila tak menyahut lagi ia kembali terdiam meremas ujung bajunya pikirannya saat ini sedang dilanda rasa kecewa terhadap pria didepannya.
Abigail mengubah posisi duduknya menghadap ke arah Zakila yang kini duduk bersebelahan dengannya. Tangannya meraih jemari Zakila kemudian menggenggam nya, Menatap Nya lekat membuat jantung Zakila berdetak kencang seakan mau copot.
"Zakila.!"Panggilnya Pelan Matanya terpejam Memikirkan kata yang tepat untuk mengungkapkan perasaannya kepada gadis polos didepannya Agar bisa mengerti ungkapan hati nya .
Sementara Zakila sudah deg deg tak karuan, Berada didekat pria dewasa yang ada didepannya. Darah nya mendesir merangkak naik kewajah nya saat Abigail semakin mendekat ke arahnya.
"Om..!!" Suara Zakila tercekat saat Abigail sudah berada tepat didepannya dengan jarak beberapa senti saja.
"Zakila, kenapa kamu Menghindari ku. " Tanya Abigail
"Bukankah om sudah memiliki pacar, Aku tidak ingin jadi pelakor merebut Om dari Tante Tante itu." Sahut Zakila dengan polosnya
"Sekali kali jadi pelakor kan gak Apa apa." Abigail malah menggoda Zakila, Membuat gadis itu cemberut memanyungkan bibirnya Membuat Abigail jadi gemes sendiri.
" Om kok mau sih sama Tante Tante tua itu, Bajunya aja kurang bahan gitu, sudah dilirik semua cowok pula, masa om mau sih."cibir Zakila masih posisi yang sama berjarak beberapa senti saja dengan Abigail hingga hembusan Nafas pria didepannya ia rasakan.
Abigail terkekeh geli melihat tingkah polos Zakila, " Sayang jika dilewatkan begitu lah kira kira pikiran Abigail saat ini, hingga detik itu juga ia melayangkan sebuah kecupan singkat dikening Zakila membuat gadis itu mematung di tempatnya matanya membulat sempurna menatap Abigail yang sudah tersenyum manis disana.
"Om..!" Zakila tak melanjutkan ucapannya lidahnya keluh tak mampu berkata apa-apa lagi karna terlalu syok serangan mendadak yang di lakukan oleh Abigail
*
*
*
*
__ADS_1