Duda Penasaran

Duda Penasaran
Modus


__ADS_3

siang harinya kaysan sudah ada di kediamannya.kaira sedikit heran melihat suaminya yang pulang cepat. Tatapannya beralih kearah buket bunga mawar ditangannya,Senyum terlukis indah disudut bibirnya, melihat suaminya berjalan menghampirinya.


"Sayang kok kamu cepat pulang Nya." Tanya kaira


" Aku kangen sama kamu sayang." Bisik kaysan ketelinga kaira Membuat rona merah terpancar di wajah gadis itu


" Ini buat kamu." kaysan menyodorkan buket bunga yang ia bawa tadi


Dengan senyum terlukis di wajahnya Kaira meraihnya dan mencium Aroma harum bunga itu.


"Mama sudah pulang kan?" tanya kaysan kembali dengan Nada sangat pelan


Belum juga kaira menjawab suara mama Dina sudah mengagetkan mereka.


"Ada apa kamu Mencariku ."ledek Mama Dina karna ia tau putranya berharap jika dirinya sudah pulang.


" Eh. Mama! "tidak apa apa kok mah" kiku kaysan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"kamu berharap mama sudah pulang kan?" sindir mama Dina sambil memicingkan matanya kearah putranya

__ADS_1


" Apaan sih mah, Mama selalu saja berprasangka buruk sama Aku" keluh kaysan dengan wajah melemahnya.


Ia lantas menggandeng tangan Istrinya untuk menjauh dari Mamanya, ia tahu betul jika Berdebat dengan mama nya tidak akan ada habisnya.


" Ayo sayang. Badan kamu pasti capek Aku pijitin ya.?" ujar kaysan menuntun Istrinya kekamar sebelum Mamahnya berulah lagi.


" Modus !


Tanpa mengindahkan perkataan Mamanya kaysan menggandeng istrinya kekamar mereka, sampai didalam, kaysan menarik Nafasnya. jika bertemu dengan Mamanya entah kenapa ia merasa selalu dipojokkan oleh mama nya.


kaysan kemudian menarik istrinya kedalam pelukannya menyesap Aroma tubuh istrinya yang selalu menjadi candu baginya


kaira hanya diam menikmati setiap sentuhan tangan suaminya yang sudah menjalar kemana mana ke dalam mini dress nya.


Tangan kaysan terus meremas kuat kedua tonjolan kenyal didalam baju kaira. Membuat kaira menggigit bibirnya menikmati sensasi yang selalu membuatnya melayang.


kaysan mulai mencium bibir istrinya yang sedari tadi Sudah menggodanya, mereka berciuman penuh dengan gairah menyesap dan saling bertukar Saliva,


kaysan terus ******* bibir kaira, menuntun kaira menuju ranjang tanpa melepas pangutan nya. kaysan duduk ditepi ranjang sementara kaira duduk diatas pangkuannya

__ADS_1


Tangannya mengelus punggung serin, lama kelamaan menelusup masuk kedalam baju mini dress yang sudah menggodanya tadi.


Nafas mereka tersengal-sengal seakan kehabisan oksigen didalam tubuhnya, tanpa melepas kening nya yang masih menempel kaira mengatur Nafasnya. Dengan sangat mudah ia melepas pengait bra. Kemudian melepas pangutan nya sejenak menatap bibir kaira yang sudah bengkak karena ulahnya.


Aku lepas ya." Pinta kaysan yang sudah dikuasai oleh kabut gairah.


Kaira mengangguk pelan, dan kaysan Pun membuka mini dress putih kaira hingga kedua gundukan bukit sintal terpampang jelas Tanpa penutup Apapun. Bahkan kaysan sulit menelan Saliva nya saat ini


kaira tertunduk menahan malu, darah nya mendesir merangkak naik ke wajah.


"Apa Aku boleh melakukannya sekarang,? " Tanya kaysan yang sudah menahan hasratnya.


Dengan anggukan pelan kaira membuat kaysan tersenyum merasa mendapat Angin segar dari istrinyanya.


kaysan kembali Memangut bibir ranum kaira, sedikit lebih lembut dari yang tadi hingga kaira merasakan sensasi yang luar biasa didalam tubuhnya.


Kini ciuman itu turun kedua tonjolan bukit kembar kaira memainkan ujungnya dengan lidah hingga suara d*s*h*n kaira mendayu Dayu ditelinga kaysan membuat kaysan semakin menggila ia terus menyesap kedua bukit kembar Kaira memainkan nya seperti Anak bayi yang terus menyesap Nya


Kaira menggeliat masih berada di pangkuan kaysan Tangannya meremas kuat kepala Refan dan mendorong kuat menuntun untuk memperdalam .

__ADS_1


Detik itu juga suara merdu kaira terdengar sangat indah ditelinga kaysan yang Semakin memperdalam permainan nya.


__ADS_2