Duda Penasaran

Duda Penasaran
Hamil


__ADS_3

"Mama..."Lirih kaysan dengan Suara nyaris tak terdengar.


Mama Dina menghampiri menantunya dan langsung memeluknya berulang kali, membuat kening kaira mengerut keheranan.


Masih diam tak bergeming dalam dekapan mertuanya, kaira melirik suaminya seolah meminta penjelasan Namun kaysan hanya mengangkat kedua bahunya tanda tdk tau.


"Kaira sayang. kita ke dokter ya?" Ajak mama Dina Antusias saat melepas pelukannya


Kaira masih diam menatap Mama mertuanya dengan kerutan keningnya, "Tadi Suaminya sekarang Mamanya yang mengajaknya ke dokter" kaira berperan dalam pikirannya sendiri


"Mah..kaira baik baik saja kok." tolak kaira.


"Sayang. Mama yakin kamu Hamil sayang." seru Mama Dina Antusias


"Apa...!! Ha-hamil.?" Guman kaysan kini ia melangkah menghampiri mamanya yang masih berdiri didekat Istrinya.


Mama Dina hanya mengangguk sambil tersenyum bahagia.


Kaysan hampir tak percaya mendengar ucapan Mamanya, ia lantas menghampiri istrinya dan memeluknya erat." kita kerumah sakit sekarang."


*


*


*


*


Mereka sudah berada di rumah sakit dan kini kayra sudah diperiksa oleh dokter kandungan, Mama Dina Menatap layar monitor yang ada didepannya, Matanya Nampak berkaca kaca saat dokter menjelaskan jika calon bayinya sudah tumbuh di rahim menantu ya.

__ADS_1


"Alhamdulillah" ucapanya lalu memeluk putranya penuh haru.


"Mah.. kaysan akan jadi Ayah.! seru kaysan dengan Mata berkaca-kaca


" Dan mama Akan menjadi Nenek, " Sahut Mama Dina.


Selesai di periksa mereka pun pulang dengan membawa sejuta kebahagian. Mama dina tak henti hentinya bersyukur. kehamilan kaira membawa kebahagiaan tersendiri bagi keluarga kaysan begitu juga keluarga kaira.


Mereka sampai dikediaman Kaysan , mereka masuk dengan disambut ramah oleh mAma Risa, . kaira berlari ke kamar mandi membekap mulutnya dengan tangan, Aroma masakan mama Risa membuat perutnya bergejolak ingin muntah.


Hoek...


Mama Dina menghampiri menantunya mengelus dengan sayang punggungnya. begitupun kaysan yang sudah panik melihat istrinya Muntah-muntah.


"Sayang. kau tidak apa apa?" Tanya kaysan seraya menyeka keringat dipelipis nya


Kaira hanya membalasnya dengan sebuah gelengan kepala, tak ingin membuat suaminya Mengkhwatirkan Nya, kaira menyusup ke dalam baju suaminya menghirup dalam dalam Aroma tubuh suaminya yang seakan menjadi candu baginya


Ada rasa bahagia yang kini dirasakan oleh kaysan perasaan yang sulit dijabarkan setelah kesabarannya untuk memiliki momongan kini terwujud berkat doa nya. setitik air mata jatuh di kelopak matanya,


Lewat air Matanya kaysan menumpahkan segala Rasa syukur Nya yang tak henti hentinya ia ucapkan.


Melihat istrinya yang sudah terlelap ia kembali melayangkan kecupan singkat dikening dan dibibir Istrinya. kemudia ia berlalu masuk ke kamar mandi.


*


*


*

__ADS_1


*


Sementara ditempat lain Abigail kerepotan menghadapai gadis yang selalu bertingkah konyol, entah kenapa hidup Abigail semenjak bertemu dengan gadis bar bar itu seakan membuat dirinya merasa ada Yang beda didalam dirinya Yang bahkan Abigail sendiri tak tau.


Abigail terdiam menatap gadis didepannya, Sejak 15 menit kedatangan gadis itu Abigail hanya diam tanpa ekspresi.


Alisnya terangkat mana kala gadis didepannya membawakan bekal makan siang untuknya dengan gaya centilnya.


Abigail mengusap wajahnya kasar., entah Kenapa jika bertemu dengan Makhluk yang satu ini membuat dirinya merinding sendiri.


Zakila bersungut-sungut tak jelas karna melihat tak ada reaksi dari laki laki didepannya.


Hingga rengekannya pun tak di hiraukan. Zakila tak patah semangat ia lantas naik kemeja kerja Laki laki itu menyingkirkan semua berkas yang ada diatas meja kemudian Naik keatas, duduk bersila didepan Abigail.


"Hai...Apa yang kamu lakukan.!!! Bentak Abigail tak habis pikir dengan kelakuan gadis ini


Namun Zakila tak menanggapinya ia mengambil kotak makan yang ia bawa kemudian membukanya, Aroma masakan Zakila membuat rasa lapar Abigail mengalahkan segalanya, perlahan ia menerima suapan dari gadis bar bar didepannya sementara tatapannya tak lepas dari gadis itu hingga rasa hangat tertanam didalam hatinya.


Saat akan menyuapinya lagi, Abigail menahannya dengan menggenggam tangan gadis itu," Apa kau sering melakukan ini terhadap laki laki lain.?" Tanya Abigail penuh selidik Namun dibalas gelengan kepala oleh Zakila.


"Tidak.! Om yang membuatku seperti ini, selalu ingin dekat dekat dengan om. " lirih Zakila seraya menundukkan kepalanya.


Hingga tangan Abigail menuntunnya untuk mengangkat kepalanya menatap kearahnya, tatapan mata mereka bertemu Abigail seakan terhipnotis akan kecantikan gadis didepannya Abigail reflek ingin mencium gadis itu Namun Zakila dengan cepat menutup bibirnya dengan tangannya.


"Om jangan cium Zakila, Dosa tau om ciuman yang belum halal. kalau Om ingin mencium Zakila Halalin dulu." Celetuk Zakila Menatap kearah Abigail.


Sudut bibir Abigail tertarik membentuk sebuah senyuman, gadis bar bar dengan tingkah konyolnya ternyata bisa menjaga dirinya. Abigail Merutuki kebodohannya sendiri.


Zakila kembali menyuapinya sampai makanan itu habis, gadis itu tersenyum tulus kearah Abigail.

__ADS_1


Deg..


Jantung Abigail berdetak lebih kencang dari biasanya, senyum gadis didepannya mampu menghipnotis dirinya


__ADS_2