
Kaira mengurai pelukan Suaminya untuk memastikan apa yang ia liat didepan matanya, Seolah meyakinkan dirinya Bahwa ini nyata, kaira tercengang tak mampu berkata apa-apa lidahnya keluh, masih membisu, tak ada kata apapun yang bisa ia lakukan. hanya terperangah menganga dan bisu bersaing menguasai mulutnya.
mamanya berdiri diambang pintu yang menghubungkan antara ruang keluarga dan ruang Tamu.
"Risa.."Seru mama Dina melihat besannya sudah berdiri kokoh di depannya dengan senyum mengembang
"kaira masih tak menyahut, matanya sudah berkaca-kaca ,orang yang sudah sangat ia rindukan sekarang sudah berada didepannya.
Ia menatap sekilas kearah suaminya yang sudah tersenyum hangat seolah meyakinkan dirinya bahwa ini nyata kemudian dengan sisa sisa keterkejutan nya kaira melangkah dengan sangat pelan seakan belum sepenuhnya mempercai semuanya.
"Mama.."Satu kata yang mampu membuat kaira merasa nyaman
"Tangannya terulur untuk meraih tangan mamanya melayangkan berkali kali ciuman di punggung tangan mamanya.detik itu juga kaira berada di dekapan mamanya.
"Ma..."lirih kaira
****
Setelah acara pertemuan yang cukup mengharukan kini mereka sudah berkumpul di meja makan untuk makan siang, senyum yang terukir sejak tadi di bibir kaira menandakan jika gadis itu sedang dalam metode bahagia.
Bahkan Nafsu makan yang selama dua hari ini mendadak hilang, kini terlihat kaira menyantap makanannya dengan lahap.
Ada rasa haru menyelimuti hati gadis itu mana kala ia melihat mamanya hadir ditengah tengah mereka.
"Mbak Dina. Terimah kasih sudah menerima kaira dengan baik disini." Ucapan mama Risa membuat mama Dina menghentikan kegiatan makannya membalas tatapan besannya, tersenyum hangat
" jangan seperti itu kaira juga Anakku sekarang dia sudah menjadi bagian keluarga kami, jadi jangan sungkan." Ucapan mama Dina membuat kaira hanyut dalam rasa haru. Betapa tidak mama mertuanya itu bagai penyelamat dalam keluarganya yang selama ini hidup dalam kesusahan.
Meskipun keluarga besarnya orang berada Namun nyatanya mama Risa tidak memanfaatkan keadaan ia berjuang sendiri membesarkan putrinya ditengah penyakit menggerogoti tubuh putrinya.
Mama Risa mengusap ujung matanya yang sudah dibasahi oleh cairan bening yang jatuh tanpa permisi di pipinya
kaira pun ikut terharu ucapan mama Dina bagaikan langit cerah menghujani seluruh bumi Begitu lah gambaran hati kaira saat ini terlalu bahagia sehingga ia tidak tau lagi Bagaimana caranya mengucapkan terimah kasih kepada yang maha kuasa atas segala yang ia berikan kepadanya.
__ADS_1
*
*
*
*
kaysan duduk di atas ranjang sambil memainkan ponselnya menunggu istrinya keluar dari kamar mandi. ada perasaan Aneh yang menjalar di tubuhnya meminta untuk disalurkan sekarang juga, selama 2 hari merindukan istrinya ingin rasanya ia mengarungi lautan percintaan bersama istrinya.
kaira keluar dari kamar mandi dengan pakaian sedikit terbuka, pakaian haram pemberian mama Dina waktu mereka shopping di mall kemaren.
"Begitu kaysan pulang nanti, pakailah baju ini, jika ingin melihat suamimu merasa bahagia " Bisikan tak berakhlak dari mama mertuanya terus terngiang di benaknya, kaira seakan tidak peduli dengan harga dirinya saat ini, saat ini ia hanya ingin sedikit memanjakan suaminya,
Kaysan masih serius memainkan ponselnya hingga tak menyadari jika kaira sudah berdiri didepannya dengan membawa senyum penuh dengan cinta.
kaysan mengangkat pandangannya menatap kearah Istrinya yang sudah tersenyum malu malu dihadapannya.
Ia tercengang melihat pemandangan didepannya bahkan lidahnya keluh untuk mengeluarkan sepatah katapun. Diam tanpa kata mengamati penampilan istrinya malam ini. bahkan ponsel yang dipegang pun jatuh kelantai tanpa sadar.
"Sa-sayang.." semakin gugup kaysan rasakan saat kaira sudah duduk diatas pangkuannya jemari lentiknya sudah meraba masuk kedalam baju kaosnya mengusap usap dada bidang Suaminya.
Kesadarannya Belum sepenuhnya kembali, hingga kaysan merasakan sensasi yang luar biasa saat kaira mulai memberinya kecupan kecupan di bagian tubuhnya. ia memejamkan matanya menikmati hangatnya sentuhan istrinya
Kaysan diam tak bergerak sama sekali. ia masih mengamati pergerakan Istrinya, ia ingin melihat sejauh mana kaira bisa mematahkan pertahanan nya.
kaira mencium suaminya dengan sangat lembut melepaskan segala rasa rindunya selama dua hari ini.
Kaysan hanya menikmatinya dalam diam, matanya terpejam kuat menikmati getaran hebat yang merasuki kedalam tubuh nya, ingin rasanya ia yang memimpin permainan ini , Namun ia masih ingin melihat kenakalan istri kecilnya itu
Kaira hanya ingin memanjakan suaminya malam ini, Meskipun rasa malu masih ia rasakan saat tatapan mata suaminya seakan ingin menyerangnya detik ini juga.
Dengan gerakan cepat ia merebahkan tubuh mungil istrinya diatas ranjang empuk milik mereka, kini kaysan yang akan memimpin permainannya.
__ADS_1
"Kamu Nakal sayang." ucapan kaysan membuat Semburan merah di pipi kaira, kaysan semakin tak tahan lagi untuk segera melahap istrinya
" kaira hanya tersenyum malu-malu membalas tatapan suaminya seakan dunia ini hanya milik mereka yang lain pada ngontrak ðŸ¤
"
"Terimah kasih sayang, "kaysan mengecup kening istrinya begitu selesai ritual Malam panasnya, Kau seksi sayang" ucapnya masih disela sela nafasnya yang memburu" kau sungguh luar biasa" puji nya lagi dan sedikit menggoda Istrinya sambil mengecup kening istrinya berkali kali
*
*
*
*
*
kaira menggeliat membuka matanya saat cahaya matahari masuk di cela cela jendela kamarnya sudah menerpa wajah cantik nya, kaira lantas bangkit dari tidurnya mengumpulkan sisa sisa tenaga yang ia miliki sekarang Akibat pergumulan panas mereka semalam yang menguras tenaganya
" Kau sudah bangun sayang?" Suara serak dan masih setengah kesadarannya untuk membuka matanya kaysan menghadiahi senyuman menggoda kearah Istrinya nakalnya itu.
Jika kaira berpikir kaysan akan melupakan kegiatan mereka semalam maka ia salah nyatanya kaysan masih saja menggodanya.
"Kau luar biasa sayang. Aku suka ' Kaysan tersenyum menggoda hingga semburan merah di pipi kaira Nampak jelas terlukis indah di sana.
*
*
*
* Revisi lagi hadddeh padahal tidak terlalu vulgar loh😤
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya mak, like, komentar, vote biar tambah semangat up nya ,