
Jam sudah menunjukkan pukul 4 Sore kaysan baru tiba dari rumah, derap langkah kakinya menuju ke kamarnya terdengar sangat lambate, ia Mengintari setiap sudut ruangan melihat keberadaan istrinya Namun Semua Nampak sepi, istrinya yang selalu menyambutnya dengan senyuman manisnya kini tak terlihat, dibenaknya bertanya-tanya ada apa dengan istrinya.?
kaysan semakin melebarkan langkahnya menuju kamarnya dengan rasa paniknya, begitu sampai diambang pintu, kaysan menarik nafasnya mengumpulkan oksigen di dalam paru paru nya,habis berlari kekamarnya.
pintu terbuka..
Deg..
kaysan tertegun ditempatnya Menatap kearah Istrinya yang saat ini duduk dilantai dengan darah keluar dari hidungnya, ,matanya Nampak berkaca kaca Bau Amis menyeruak hingga kepintu kamar. kaysan masih mematung ditempatnya belum tersadar dengan apa yang dilihatnya. langkahnya terhenti ketika mendengar teriakan Istrinya.
"Jangan mendekat..!!"Teriak kaira Menatap suaminya dengan nada memohon.
kaysan berhenti, tepat diambang pintu, menatap sendu kearah istrinya dengan sangat menyedihkan, bahkan saat ini istrinya basah kena p*p*s nya.
"Sayang..."kaysan berusaha menenangkan istrinya perlahan-lahan ingin melangkah menghampiri istrinya Namun tetap kaira menahannya.
"keluaaar....!!!!Teriaknya dengan lantang hingga suaranya terdengar sampai kekamar Mama Risa.
__ADS_1
Mama Risa datang dengan segudang rasa panik diraut wajahnya setelah mendengar teriakan Anaknya.
"Nak Kay..??" Ada apa..? Tanya mama Risa heran karna menantunya masih berdiri di ambang pintu," Bukannya masuk malah diam mematung di ambang pintu kamarnya" Pikir mama Risa
"Mah...Tolong kaira didalam..
Belum juga selesai kaysan mengucapkan kalimatnya, terdengar dari dalam Kaira memangil manggil mamanya.
sama seperti kaysan Mama Risa pun Panik melihat anaknya yang terduduk di lantai dengan keadaan basah dan hidungnya mengeluarkan darah.
kaysan hanya menunggu diluar sampai kaira selesai membersihkan dirinya, Ada rasa sedih melihat istrinya tak berdaya Namun tak bisa berbuat apa apa. kaysan mengusap wajah kasarnya untuk mengurai rasa prustasi nya.
Hingga beberapa menit berlalu kaysan masih diam ditempatnya berdiam diri didepan pintu kamarnya pikirannya Nampak kacau saat beberapa menit yang lalu Mama Risa keluar, Memberitahu kaysan jika kaira saat ini tidak ingin bertemu dengan siapapun termasuk dirinya. kaira memilih duduk termenung sembari menundukkan kepalanya sesekali menyeka air matanya yang sedari tadi tak berhenti mengalir.
Larut dalam kesedihannya,kaysan melangkah menuju sofa panjang dekat tangga dan membaringkan tubuh lelahnya, kaysan tidak ingin menjauh dari istri nya berharap istrinya tidak bersikap seperti ini terhadapnya. kaysan akan menerima kaira Apapun keadaannya.
Sedih. tentu saja itu yang dirasakan kaysan saat ini, istrinya seolah tak mengharapkannya, tak menganggapnya Ada, kaysan larut dalam kesedihannya hingga tepukan lembut dipundaknya membuyarkan lamunannya. pria itu bangkit dan duduk dihadapan mertua dengan mata sendu nya.
__ADS_1
Seolah tau dari tatapan sendu menantunya Mama Risa pun berusaha menguatkan hati menantunya
"Kamu yang sabar Nak. Saat ini kaira hanya butuh waktu untuk menyendiri, Mungkin kaira malu melihat keadaannya sendiri" Ucapan mama Risa membuat kaysan menyadari bahwa dirinya tidak boleh egois hanya mementingkan perasaannya saja tanpa harus memikirkan perasaan Istrinya.
kaysan Mengusap wajah kasarnya, sudut matanya terasa panas seolah menahan Air matanya yang sejak tadi ingin jatuh.
*
*
*
*
*
Jangan lupa dukungannya, like, komentar, vote, biar Author tambah semangat up nya 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1