Duda Penasaran

Duda Penasaran
Asal kau bisa menjaganya untukku


__ADS_3

Setelah dirawat selama beberapa hari kaira pun di perbolehkan pulang, sedari tadi kaysan mendengus kesal merasa di abaikan oleh ketiga perempuan yang ada didepannya itu. Bagaimana tidak kaysan tidak dibiarkan dekat dekat dengan Istrinya, Mama Dina kini menguasai kaira dan tidak ia biarkan kaysan mendekati Istrinya.


"Ma.."Kesal kaysan dengan sikap mamanya yang berusaha menjauhkannya dengan istrinya


Namun mama Dina tidak mengindahkan permohonan putranya ia terus mengajak kaira bercanda tanpa mau mendengar rengekan putranya.


Bahkan mama Dina mengajak kaira tidur siang di kamar tamu dan bukan di kamar pribadi kaysan, itu yang membuat kaysan merasa Geram akan sikap mamanya yang menurutnya berlebihan.


"Sayang.." Rengek kaysan pada Istrinya yang sedari tadi pun mendiaminya


"Sudah...sudah..gak usah lebay gitu, kamu kekantor saja kaira mau istirahat dulu" ketus mama Dina


Kelakuan antara mama Dina dan kaysan sedari tadi jadi perhatian dari mama mertuanya yang senyum senyum sendiri melihat tingkah Ibu anak itu yang tidak pernah Akur, Mama Risa pun merasa sangat bahagia melihat Anaknya sudah mendapat kebahagiannya di sayangi oleh mama mertuanya membuat mamanya merasa terharu


"Dengan langkah gontai kaysan menuju dapur, Mencari sesuatu yang bisa menghilangkan kekesalannya pada mamanya, Dibukanya pintu kulkas dan mengambil Air minum kemudian meneguknya hingga tandas untuk mengurai rasa kering di tenggorokan nya.


"Kamu mau makan kay..??"Suara mama Risa mengagetkan nya.


Ia lantas mengambil posisi duduk yang nyaman di kursi meja makannya lalu menatap serius wanita paruh baya itu yang sudah ia anggap mamanya sendiri


"Ma..boleh kaysan ngomong sesuatu..?" pinta kaysan penuh harap


Mama Risa kemudian duduk dihadapan menantunya itu dengan sorot mata nya mama Risa dapat menyimpulkan jika menantunya ini ingin mengatakan hal serius.


"Katakan saja."ujar mama Risa


" Bagaimana jika Aku menemui mereka mah, Aku akan memohon agar dia bisa membantu untuk kesembuhan kaira" usul kaysan


Diam tak ada sahutan, Mama Risa larut dalam pemikirannya sendiri, ia tidak ingin melibatkan kaysan dalam masalah keluarga nya, karna ia pun tau bagaimana kejamnya keluarga suaminya itu.


Kaysan melihat mama mertuanya diam pun mengerti tidak mudah baginya untuk menghadapi keluarga papa mertuanya dan ini akan menyangkut keselamatan Istrinya sendiri jika ia nekat menemui mereka.

__ADS_1


"Mama tidak perlu khawatir aku akan jaga kalian semampuku, tidak akan terjadi apa apa diantara kalian, Biar bagaimanapun Mereka harus tau jika kaira saat ini sangat membutuhkan mereka." lirih kaysan dengan sorot mata memancarkan nada permohonan terhadap mama mertuanya


" Kamu yakin nak akan menemuinya.."imbuh mama Risa dan di jawab anggukan kepala oleh kaysan


Mama Risa terlihat menarik nafas kasarnya guna untuk mengurangi sesak didadanya yang selama ini menjadi beban di dalam dirinya dan ia merasa beruntung memiliki menantu seperti kaysan yang tak pantang menyerah untuk kesembuhan putrinya.


Mama Risa kembali menarik nafas panjang lalu ia mengiyakan permintaan menantunya.


****


kaysan tercengang menatap tak percaya kearah pria yang berdiri di hadapannya itu dengan gaya Coll Nya, ia mengucek matanya beberapa kali meyakinkan dirinya jika yang ia lihat bukanlah khayalan Namun memang benar nyata. seperti orang bodoh kaysan berusaha mendekati pria itu hanya untuk sekedar menyakinkan dirinya kembali


Belum sepenuhnya kesadarannya kembali pria itu malah balik memberi tamparan kecil dipipi kaysan karna terlalu geram melihat tingkah Adik iparnya yang kurang ngajar menurut-nya, hingga laki laki setengah bodoh itu tersadar.


Aww...kenapa kamu menamparku "Kaysan meringis merasakan sakit dipimpinnya. kemudian ia menatap pria itu yang berlalu begitu saja masuk keruangannya tanpa permisi.


"Begini kah cara kamu menyambut kakak iparmu.?" Cibir pria itu dengan mata menyipit.


Kaysan belum sepenuhnya mengerti apa yang terjadi saat ini, Orang yang ingin dia temui tiba tiba saja datang sendiri kepadanya.


Pria itu mendengus lalu ia, membalas tatapan adik iparnya itu.


"Apanya yang bagaimana."Sahut pria itu duduk dengan gaya sombongnya, kakinya bertumpu pada kaki yang satunya tangan terlipat di depan dadanya, jangan lupakan tatapan intimidasi kepada kaysan


"Aku baru saja ingin menemuimu, "ungkap kaysan, yang masih tak percaya jika kakak iparnya tidak seperti yang ia bayangkan. nyatanya kakak kaira baik dan meskipun sedikit menyebalkan.


"Aku sudah tau. " jawaban pria itu membuat mata kaysan membulat sempurna tercengang menatap kearah pria yang baru saja ia temui itu. "Bagaimana mungkin dia bisa mengetahui semuanya" pikir kaysan dalam hati


"Kau seorang duda ditinggal mati saat malam pertama dan Apesnya lagi mengetahui istrimu hamil dengan laki laki lain, Mamamu menjodohkan mu tanpa tau kalau perempuan yang akan dia jodohkan denganmu sudah berbadan dua "Ujar Abigail Kakak kaira dengan senyum mengejek


kaysan sampai melotot tak percaya, benar benar luar biasa bukan? kakak iparnya ini mengetahui semuanya sedetail mungkin tentang dirinya. Menolong kaysan

__ADS_1


"CK...kamu kira aku akan biarkan Adikku menikah dengan orang yang salah.?" Aku sudah menyelidiki semua latar belakangmu," imbuhnya lagi melihat keterkejutan kaysan


"Baiklah. "Kaysan menghela nafas panjang lalu kembali menatap Abigail dengan serius, dari sorot matanya mengatakan jika dirinya benar benar berharap agar Kakak iparnya itu mau menolong istrinya.


"Saya mohon. cuma kamu yang bisa menolong kaira, saya sudah tidak tau lagi mau Bagaimana dengannya, " kaysan terlihat sendu menundukkan kepalanya menutup matanya seolah ingin menyembunyikan kesedihannya di depan Kaka iparnya itu.


"Saya sudah tau, dan saya bersedia untuk mendonorkannya. "Abigail lantas berdiri bersiap meninggalkan ruangan kerja kaysan, Namun sebelum sampai diambang pintu ia berbalik kembali menatap kearah kaysan yang masih mematung ditempatnya.


"Asal kau bisa menjaganya untuk ku." Tambahnya lagi sampai benar benar menghilang dibalik pintu.


Kaysan yang masih berusaha mencerna kata kata Abigail tiba tiba tersadar hendak menyahuti perkataan kakak iparnya Namun sayang Abigail sudah tak nampak di tempat Nya.


"Aku bahkan belum menanyakan nomor ponselnya" Gerutu kaysan pada dirinya sendiri


Apa dia tidak ingin menemui mama Risa dan kaira sampai sampai pergi tanpa menyimpan nomor ponselnya,? kaysan Menolog seorang diri.


Datang tak diundang Pulang tak diantar." kaysan menggerutu sepanjang jalan menuju kursi kebesarannya," Jelangkung kali" kaysan terkekeh kecil.


Ia meraih ponselnya lalu ia menelpon Istrinya melalui sambungan video call.


"Assalamualaikum" salam kaysan begitu sudah melihat wajah cantik yang selalu ia rindukan sepanjang hari


"Walaaikumsalam" Jawabnya dengan binar mata memancarkan kebahagiaan


"Udah makan sayang?" Tanya kaysan saat melihat istrinya sedang duduk di sofa ruang keluarga


"Udah kak, "jawab kaira


"Mama sudah pergi kan..?? Tanya kaysan setengah berbisik dengan gaya melemahnya, seakan tak bersemangat jika membahas mamanya itu.


Terlihat kaira terkekeh geli melihat tingkah Suaminya.

__ADS_1


"Aku mendengarnya Kay.! "Sahut mama Dina didalam telepon


"Waddoh mampus dah.!


__ADS_2