
Mereka sarapan dalam diam Meskipun Antara kaysan dengan Abigail tak ada Akur akurnya, Namun mereka selalu kompak dalam satu hal.
Mah aku berangkat dulu. Pagi ini aku ada meeting penting."Pamit kaysan tak lupa ia layangkan kecupan singkat dikening istrinya membuat Abigail mendengus kesal, pria itu selalu saja Risih jika melihat Adegan Romantis secara Live.
"Kakak ipar jika tidak punya kerjaan tolong jaga mereka untukku ya."Ucapan kaysan yang bernada sindiran itu membuat pria itu jadi kesal sendiri. Kaysan cengengesan melihat wajah kesal kakak iparnya, Ada senyum mengejek disana
"Kaysan meninggalkan mereka yang masih di meja makan, Kaira mengantar suaminya sampai kedepan pintu
"Hati hati kak." ucap nya setelah mencium punggung tangan suaminya dan dibalas kecupan di kening nya.
"Iya. SayanG!
Kaira masuk dan menghampiri mama dan kakaknya yang sudah terlibat perbincangan serius terlihat Mama Risa bergetar menahan tangisnya.
"Mama..Kaira menghampiri Mamanya kemudian kaira memeluk Mamanya seraya melirik kearah kakaknya yang tertunduk seolah menyesali sesuatu, kaira belum sepenuhnya mengerti situasi sekarang.
"Ma.."Lirih Abigail sedikit Memohon.
"Kak. Ada apa ini."Tanya kaira melihat Mamanya yang berubah menjadi sedih
"Ayah ingin bertemu dengan Mama."Timpal Abigail
"Bukankah Ayah sudah menikah lagi?"Pertanyaan kaira membuat Mamanya semakin terisak.
Tak dapat ia bayangkan, bahkan suami yang sangat ia cintai mengkhianatinya.
__ADS_1
"Ini tidak seperti yang kalian pikirkan"Abigail berusaha meyakinkan mereka tatapan penuh harap.
Alis kaira bertautan membalas tatapan kakaknya meminta penjelasan.
"Ayah terpaksa," Lirih Abigail " Ayah melakukan ini Demi keselamatan kalian." Tambah Abigail dengan suara pelan
Mama Risa terlonjak kaget mendengar perkataan Putranya seakan ingin menyakinkan dirinya semoga saja apa yang suaminya lakukan semata mata demi melindunginya.
"Lalu bagaimana Ayahmu setelah hidup dengan pilihan orang tuannya." Kini mama Risa sedikit lebih tenang.
Terlihat Abigail menarik nafas berat berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata sialannya.
"Ayah tidak pernah Akur dengan istri barunya baginya istri nya Hanya satu yaitu Mama. Meskipun berada dalam satu atap Nyatanya Ayah tidak pernah sekamar perempuan itu. Hidupnya sangat kacau, hanya minuman keras yang menemani nya setiap hari.
"Mama ingin menemuinya Tapi..Mama Risa menghela nafas panjang lalu menatap kembali putranya seolah menyimpan banyak pertanyaan di benaknya tentang kondisi Suaminya saat ini
"Bawa dia kesini! " Tambahnya lagi
"Mulut Abigail melengkung membentuk sebuah senyuman, dalam hatinya terus bersumpah akan mempersatukan kedua orang tuanya kembali.
*****
Siang itu kaysan disibukkan oleh beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan sekarang juga, padatnya pekerjaannya membuat tak punya waktu untuk sekedar menelpon atau mengabari istrinya lewat pesan.
"Tuan.! Satu jam lagi kita akan menemui klien disebuah Restoran xx kaysan,"Reno datang menghampiri tuannya dan membacakan jadwal selanjutnya.
__ADS_1
Kaysan Nampak menghela Napas panjang hari ini benar benar pekerjaannya menumpuk. ia lantas Menutup laptop yang ada di depannya lalu berdiri merapikan jasnya setelah itu ia keluar bersama sang Asisten pribadinya.
Kaysan sampai di restoran tempat bertemunya dengan klien di sebuah Room privat, Reno membuka pintunya untuk Tuannya, Namun belum juga terbuka sepenuhnya mata kaysan melotot sempurna bahkan kesadarannya belum sepenuhnya kembali, keterkejutannya membuatnya menjadi bodoh, kaku tak bergeming ditempatnya. ingin masuk Namun Ragu untuk melangkah Melihat perempuan yang ada di depannya bersama seorang laki laki paruh baya berlenguk manja di dekatnya.
"Selamat siang Tuan kaysan..??" Sapa orang tua itu dengan ramah.berdiri menyambut kedatangan kaysan sambil menggandeng tangan wanita diseblahnya
Namun tatapan kaysan terus tertuju pada wanita itu, yang memberinya senyum seakan mengejeknya. Menyimpan banyak pertanyaan dibenaknya bagaimana mungkin bukankah ia masih didalam penjara.? Pertanyaan itu terus bersarang di otak kecil nya.
"Siang Tuan fajar." Balas Kaysan tak kala ramahnya.
Merekapun memulai meeting nya, sampai pak pajar Berdiri ingin ke toilet.
"Maaf pak saya permisi dulu ingin kebelakang. " pria itu lantas meninggalkan tempat itu Yang hanya ada kaysan dan Clara.
Tatapan mereka bertemu Namun bukan tatapan saling mengagumi, kaysan tau betul perempuan di depannya ini bisa melakukan segala cara untuk melakukan keinginan nya.
"Katakan Apa yang ingin kamu rencanakan." Ucap kaysan langsung to the poin, dengan sorot mata yang dingin menatap kearah Clara
Sementara Clara hanya tersenyum menyeringai kearah kaysan seolah menyimpan dendam mendalam terhadap laki laki didepannya itu.
"Tuan jangan suka berpikir terlalu banyak, Saya datang hanya ingin menemani kekasih saya saja. Ucapan Clara tak membuat kaysan menjadi terkejut, ia sangat tau seorang Clara bisa mendapatkan yang ia mau. Bukan tidak tau kaysan sangat hafal wanita seperti apa di depannya itu.
Tak berselang lama pria itu sudah kembali, kemudian duduk diantara mereka, dengan gaya sok manjanya Clara menatap kaysan dengan tatapan sinis, Namun kaysan seolah tak peduli
"
__ADS_1