
Pagi yang terlihat cerah, Kaira menggeliat saat ada tangan kekar yang melilit di pinggang nya Namun rasa kantuknya, Kaira lantas memejamkan matanya kembali. lelah, itulah yang dirasakan kaira setelah Melakukan ritual malam pertama dengan suaminya itu.
Kaira mendesah saat bibir suaminya sudah bermain nakal di kedua gundukan bukit kembarnya,
"Aaaakh...Aku Masih capek kak.," Rengek kaira manja
Hati nya menolak namun tubuhnya berkata lain ingin meminta lebih.
"Ayo bangun, mau sampai kapan kamu akan tidur seperti kerbau." kata kaysan sambil terkekeh kecil melihat wajah kesal Istri nya.
Kaysan tidak ingin membuat Istrinya kelelahan, Maka dari itu ia tidak ingin melanjutkan pertempuran nya pagi ini.
Kaira terbangun dari tidurnya, ia segera bangkit dari tempat tidur nya, pertempurannya semalam masih menyisakan rasa sakit di pangkal pahanya membuat gadis itu meringis .
Ada senyum yang terbit disudut bibirnya mengingat keganasan suami mesumnya semalam, Seolah menyimpulkan dalam benaknya jika suaminya itu pernah melakukan dengan wanita lain sebelumnya.
" Jangan menyimpulkan sesuatu yang belum tentu ada benarnya, hilangkan pikiran kotor itu dari kepalamu"Ucapan kaysan membuat bola mata kaira membulat sempurna, Bagaimana bisa suaminya tau Isi pikirannya saat ini.
kaira mengerucutkan bibirnya, membuat kaysan terkekeh melihat tingkah lucu Istrinya
lalu kaira meninggalkan suaminya itu dengan perasaan kesal dan masuk kedalam kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.
sementara kaysan masih Menampilkan senyum di bibirnya, bagaimana tidak, pertempuran nya semalam masih terbayang jelas di benaknya.
***
Hari ini Mereka akan terbang kekota Xx tempat tinggal kaysan, Namun tak ada rasa bahagia terpancar di wajah cantik itu, saat ingin mengajak mama nya untuk pindah kekota tempat tinggal kaysan mamanya menolaknya secara halus.
Dengan bujukan sang Suami dan berjanji akan membawa mamanya ikut pindah bersama mereka, Akhirnya kaira pun setuju meninggalkan mamanya.
__ADS_1
Sampai di dalam pesawat pun kaira masih murung memikirkan mamanya. Sejak lahir hingga kini sudah beranjak dewasa tidak pernah sekalipun ia berpisah dengan mamanya, itu yang membuat kaira merasa sedih karna akan berpisah dengan mamanya,
"Udah dong sayang. jangan cemberut terus, Ntar cantiknya hilang loh." Goda kaysan berusaha mencairkan suasana hati istrinya
Kaira menyandarkan kepalanya di dada bidang Suaminya mencari kenyamanan disana, Kaysan mengelus elus kepala kaira dengan sayang.
"Kak.. Bagaimana jika Aku kangen sama mama,"Lirih kaira masih dalam dekapan suaminya
"Kita boleh menjenguk nya sayang, kapanpun kamu mau.!"Sahut kaysan yang masih berusaha menenangkan istrinya
Setelah melakukan perjalanan jauh Akhirnya mereka pun sampai di kediaman orang tua kaysan, kaira disambut hangat oleh kedua orang tua kaysan, layaknya Anak sendiri kaira diperlakukan sangat baik.
"Selamat datang di Rumah barumu Sayang,"Sapa mama Dina Antusias menyambut menantunya itu
Mama Dina cipika-cipiki bersama menantunya seraya melirik sekilas kearah anaknya yang nampak tak suka, pasalnya kaysan ingin tinggal di rumah yang sudah ia persiapkan untuk Istrinya Namun mamanya memaksa untuk tinggal bersamanya.
Ia lalu Duduk tanpa ingin mengganggu kedua wanita itu, ia lebih memilih ikut bergabung dengan Ayahnya dibanding Meladeni tatapan mengejek sang mama.
kaysan menyeruput minumannya yang baru saja di bawa oleh pelayan dirumahnya, masih dengan kekesalannya ia menatap sang mama yang Asik mengobrol dengan menantunya.
Kaysan terlihat menarik nafas panjang pasrah akan tinggal bersama kedua orangtuanya.
"Sayang. Ayo mama Antar kekamar kamu." Kata mama Dina bangkit dari duduknya di ikuti oleh kaira, Namun tatapan mengejek mama Dina terus ia layangkan kearah Putranya itu, seolah ia berkata lewat tatapan nya , "Rasain emang enak di Cuekin" mama Dina terkekeh seraya menuntun menantunya itu menuju kamar kaysan.
"Tidak usah cemberut begitu, "Seakan tau kekesalan Putranya Ayahnya sedari tadi diam kini angkat bicara
"Tapi yah, aku juga pengen mandiri, membangun rumah tangga sendiri." ucap kaysan melemas
Ayahnya terkekeh geli, " Bukan ingin membangun rumah tangga sendiri tapi kamu pengen menjauhkan mama mu dengan istrimu karna takut istrimu di kuasai oleh mamamu ," seperti sekarang.!" Sahut Ayahnya mengoda kaysan.
__ADS_1
"Ayah liat kan..??" Belum Apa apa juga mama sudah menguasai nya." kaysan semakin kesal saat Istrinya pun ikut Cuekin dirinya
Tak berselang lama mama Dina keluar bergabung dengan mereka setelah mengantar menantu kesayangannya untuk istirahat. ia duduk di sisi suaminya yang masih serius dengan laptopnya dipangkuanya.
"Istrimu sedang istirahat, jangan kau mengganggunya. jika kamu mengganggunya kamu berhadapan dengan mama."Ancam mama Dina
Tambah kesal lah si Mantan Duda itu, melihat mamanya super over protektif terhadap istrinya.
"Kemaren Clara kesini dan mencari mu, Selesai kan urusanmu dengannya, Mama tidak mau kalau sampe mantu mama salah faham." Ucapan tegas mamanya Membuat kaysan menjadi Takut
"Apanya yang mau diselaisai kan, Aku tidak ada hubungan dengan dia, " Protes kaysan saat mamanya seolah mengatakan klau mereka ada hubungan
"ya, Kamu tau sendirikan bagaimana Clara itu sama kamu, bahkan dia sudah mengumumkan status kalian ke media."
kaysan kembali menarik nafas berkali kali, Clara memang Nekat meskipun ia Sudah memberinya peringatan Namun tetap saja dia tidak peduli.
*
*
*
*
Kaysan menghampiri Istrinya kekamar setelah berbincang dengan kedua orang tua nya, moodnya seakan hilang dengan membahas perempuan gila itu. Namun Rasa takutnya pun memenuhi pikirannya bagaimana jika Clara benar benar nekat dan menyakiti istrinya.
Kaysan membuka pintu kamarnya, Melihat Istrinya yang sudah terlelap di dalam balutan selimut ,iapun mengambil posisi ternyaman nya saat status mereka sudah menjadi suami istri. Kaysan selalu memeluk istrinya dari belakang mendekapnya sangat erat sambil menghirup Aromah tubuh istrinya itu yang sudah menjadi candu baginya.
Mereka terlelap bersama, Baik kaysan maupun kaira merasa sangat lelah setelah melakukan perjalanan yang cukup menguras tenaganya ditambah perjalanannya dari bandara menuju Rumah kaysan yang membutuhkan waktu satu jam membuat mereka kelelahan.
__ADS_1