
Setelah berhasil membujuk Istrinya kaysan pun berangkat ke kota xx, Meskipun ia sendiri merasa khawatir meninggalkan istrinya yang tengah hamil muda, Namun ia yakin jika kedua wanita hebat yang selalu mendukung Mereka (Mama Dina dan Mama Risa), Akan menjaga Istrinya.
"Sayang. sudah ya! Aku perginya hanya 1 hari loh." bujuk kaysan sekali lagi karna sedari tadi kaira terus memeluknya erat. Sampai sampai sopir yang akan membawanya ke bandara harus menunggu lama.
"Sayang. sini sama mama . " Layaknya Anak kecil yang akan ditinggal oleh Ayahnya Mama Dina terus membujuk kaira Agar bisa melepaskan pelukannya dari Suaminya.
perlahan pelukan itu lepas ,masih menatap wajah suaminya dengan mata berkaca-kaca Membuat kaysan menarik nafasnya dalam dalam. Ia pun merasa sangat berat meninggalkan istrinya dengan raut wajah seperti itu. Namun pekerjaannya kali ini tidak bisa diwakili oleh Asisten pribadinya
Hingga beberapa saat kemudian setelah drama perpisahan Antara kaysan dan kaira kini kaira sudah merasa tenang didampingi oleh Mama dina dan Mama Risa.
****
Keesokan harinya kaira bersama Mama Dina pergi ke dokter kandungan untuk cek up. Mama Dina Nampak tersenyum lebar mendengar ucapan dokter jika calon cucunya tumbuh dengan baik didalam kandungan kaira.
Selesai cek up Mama Dina mengajak menantunya singgah kesebuah butik khusus yang menjual Baju ibu hamil Namun begitu turun dari mobil seorang laki laki berbadan tinggi besar menghadang jalan mereka detik itu juga Baik mama Dina maupun kaira sudah tak sadarkan diri.
Mereka di bawa ke sebuah rumah kosong tak berpenghuni.
Sementara kaysan dikota xx urin uringan sedari tadi ia tidak bisa menghubungi istrinya begitu pun Mama Dina Membuat kaysan jadi khawatir.
__ADS_1
kaysan lalu menghubungi Mama Risa, hanya dengan satu kali panggilan, ponsel terhubung.
"Hallo mah. " sapa kaysan dalam sambungan telpon
"Kaysan.!
"Kaira Ada mah ?" Tanya kaysan dengan raut wajah khawatir
" Belum Nak.!" Sahut Mama Risa
"Hp nya gak Aktif mah, Mama Dina juga gak Aktif "lirih kaysan.
kaysan pun mengakhiri sambungan telponnya dan menunggu kabar dari Mama Risa.
Papa Danu serta Abigail sudah berada di kediaman kaysan mencoba menghubungi semua teman teman Mama Dina Namun tak satu pun yang tau.
Abigail terlihat sedang menghubungi seseorang untuk mencari keberadaan kaira dan Mama Dina. ia menyuruh dan Anak buahnya Memeriksa seluruh CCTV disepanjang jalan.
Begitu juga dengan Papa Danu terlihat sibuk menelpon semua bodyguard nya untuk melacak keberadaan istri dan menantunya. Papa Danu bisa melacak keberadaan mereka melalui cincin pernikahan yang Mama Dina pakai.
__ADS_1
"Apa Om yakin.?? Tanya Abigail Nampak heran karna informasi yang ia dapat dari Anak buahnya berbeda dengan pencarian Dari anak buah dari Papa Danu.
"Iya . Om yakin jika mereka di bawa kesebuah hutang. Sahut Papa Danu
"Baiklah, Aku akan persiapkan Semuanya Malam ini Saya Akan kesan." kata Abigail penuh keyakinan.
"Sebaiknya kita tunggu sampai kaysan datang, " Timpal papa Danu.
"Baik om.!
***
Tepat pukul satu dini hari kaysan datang dengan langkah lebar menghampiri Papa Danu dan Kakak iparnya yang sudah berkumpul di ruang keluarga, terlihat disana Mama Risa sudah terisak Mengkhawatirkan Putrinya.
"Pah. "Sapa kaysan dengan raut wajah khawatirnya,
*
*
__ADS_1
*
*