Duda Penasaran

Duda Penasaran
Perjuangan kaysan


__ADS_3

kaysan memandangi pantulan dirinya di depan cermin, sambil bersenandung kecil Rambutnya yang masih sedikit basah dibiarkannya begitu saja hingga kata perfect keluar dari bibirnya,


"Kaira I'm coming...!! Teriaknya sambil beranjak keluar dari ruang ganti di kamar hotel yang ia tempati seraya melempar sisir ke atas tempat tidur nya.


Diliriknya sekilas jam pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7 malam, kaysan bergegas meninggalkan hotel itu .


membelai jalan raya yang tidak terlalu padat, kaysan sudah sampai di depan rumah sederhana yang kaira tempati . Dengan berbekal serlok dari Desi Akhirnya kaysan sampai di kediaman kaira


kaysan masih berada di dalam mobilnya mengatur napasnya berharap kaira masih ingin menemuinya,


Kaysan mencoba mengetuk pintu rumah kaira hingga ketukan ke tiga barulah mama Risa membuka pintu Nya


"Assalamualaikum" Tante. " sapa kaysan ramah


"Walaaikumsalam" eh nak kaysan, Mari masuk nak


kaysan duduk di sofa panjang sambil tersenyum sendiri saat melihat foto kaira terpajang di dinding Ruang tamu dengan gaya imutnya.


"Maaf tante. Bisa ketemu dengan kaira.?"


"Kaira..? " ulang mama Risa, karna ia tidak tau jika anaknya sudah mengenal kaysan anak dari Mba Dina.


"Iya" Tante.


" Tunggu nak . biar Tante panggilkan sebentar" Ucap mama Risa yang kemudian beranjak meninggalkan kaysan di ruang tamu,


Kaysan memandangi setiap sudut ruangan yang ada di rumah kaira, terlihat sangat sederhana bahkan Kursinya pun sudah tua, Namun masih layak dipake, Ia kembali memandangi foto kaira yang memegang piala disamping ada seorang anak laki laki yang terlihat menatap dirinya. Ada rasa kesal menjalar di sekujur tubuh nya, rasa ketidak sukaannya jika kaira berdekatan dengan laki laki yang bukan dirinya.


Mama Risa keluar dengan wajah lesuh, dibenaknya ia sudah menyimpulkan hubungan Anaknya dengan pria yang duduk di sofa ruang tamu itu,


Keira menolak untuk bertemu dan itu yang membuat mama Risa semakin yakin jika mereka memiliki hubungan

__ADS_1


"Maaf nak kaysan. Kaira nya lagi istirahat, "Sesal mama Risa, Merasa tidak enak dengan pria didepannya itu


Ada rasa kecewa yang tersirat di wajah pria yang sudah berstatus duda tersebut, ia sangat yakin kaira sengaja tidak ingin menemuinya .


Dengan langkah kecil kaysan keluar dari rumah kaira, dengan segenap rasa penasaran di benaknya,


"Ada apa dengan kaira? kenapa tiba tiba dia tidak ingin menemuinya. "pertanyaan itu terus bersarang di otaknya.


Dengan sedikit rasa kecewa kaysan meninggalkan Rumah kaira dan menuju Rumah Desi sepupunya.


Kaysan tengah duduk berhadapan dengan Desi yang sudah berulang kali memohon agar mau membantunya untuk mempertemukan nya dengan kaira


" Des..! Kakak mohon ."lirih Kaysan yang sudah tidak tau lagi harus berbuat apa, ini kali pertama nya merasakan mencintai seseorang, membuat nya sedikit prustasi


"Kak.Apa kakak yakin? Desi menjedah ucapannya menatap lekat kearah kakak sepupunya itu , mencari keseriusannya disana karna biar bagaimanapun kaira juga sepupunya dari Ayahnya kalau kaysan sepupu dari mamanya. Mereka sama sama saudaranya. Desi tidak ingin mereka saling menyakiti nantinya.


"Kaira mengidap penyakit kanker darah kak, Apa kakak bisa menerimanya, kakak tau kan? penyakit itu." Desi terus mengingatkan kakak sepupunya itu


"Aku tidak peduli! Aku ingin membawanya berobat karna Aku yakin dia bisa sembuh , " ucapnya penuh serius untuk menyakinkan Adek sepupunya


"Baiklah kak.!" Akhirnya Desi ingin membantu nya.


Terlihat rona bahagia di wajah pria itu.


"Aku merasa kaira sengaja menghindari kakak, semenjak di opname kemaren dia banyak diam, seperti nya dia kecewa terhadap kakak, Aku sangat mengenalnya, aku tau jika dia menunggu kakak ."Ucapan Desi membuatnya merasa sangat bersalah.


"Bukan tidak tau, Aku tau kalian beberapa hari kemaren waktu Acara nikahan kak Robi kalian sempat dekat, bahkan Aku liat kakak menyelinap ke kamar kaira,Desi terkekeh disana melihat wajah kaysan yang sudah memerah karna malu.


"Maaf, kemaren kakak benar benar tidak bisa tinggalkan kerjaan kakak, makanya aku suruh mama gantiin aku melihat kondisinya sampai benar benar membaik," sesal kaysan.


*****

__ADS_1


Hari berikutnya kaysan meminta Desi untuk mengajak kaira makan siang diluar , kaysan ingin berbicara serius dengan kaira, terlepas kaira menolaknya atau tidak kaysan tetap ingin menikahinya, dia benar-benar sudah jatuh cinta dengan wanita itu. wanita yang baru ia kenal namun mampu membuatnya merasa nyaman.


Diusianya yang sudah kepala tiga buka tidak ada yang suka bahkan banyak yang menginginkan menjadi istrinya Namun laki laki itu tidak pernah meladeninya baginya perempuan seperti mereka hanya menginginkan hartanya saja termasuk Clara yang selalu terobsesi dengan nya


"Siang ini Desi berhasil membujuk kaira untuk makan siang diluar, Dengan berbagai syarat dari mama Risa tidak boleh terlalu jauh, tidak boleh terlalu lama. Desi pun mengiyakannya.


Saat ini mereka sudah berada di sebuah kafe dekat rumah kaira


"Des..Aku dengar kak kaysan kerumah mu semalam," Desi mulai bertanya hanya untuk mencari tahu tentang perasaan nya terhadap kakak sepupunya.


Kaira Nampak diam Namun beberapa detik kemudian ia Akhirnya membuka suara, bahkan Desi sudah siap menaruh ponselnya diatas meja tanpa sepengetahuan kaira yang sudah terhubung dengan kaysan.


"Aku bingung Des.., kak kaysan terlalu sempurna untukku, Aku takut dia akan kecewa jika tau penyakit ku ," lirih kaira sambil memainkan makanan di depannya mengaduk aduk tanpa ingin memakannya.


"Gimana kalau kak kaysan menerima kamu apa Adanya ." Desi menatap kaira penuh harap.Berharap kaira menarima sepupunya itu


kaira hanya tersenyum masam, lalu menyeruput jus jeruk nya hanya sekedar untuk menyegarkan tenggorokan nya .


Kaira Menatap gadis cantik yang ada dihadapanya, gadis yang selalu ada di setiap ia kesulitan, selalu menyemangatinya disaat menjalani pengobatan.


"Itu tidak mungkin Des..,"lirih Kaira sampai Seperkian detik ia mendengar suara dari arah belakang suara laki laki yang sudah mencuri hatinya selama ini.


"Bagaimana jika itu mungkin, bagaimana jika laki laki itu menerimamu apa Adanya," kata kaysan yang terus melangkah menuju kemeja Kedua perempuan itu.


Diam, itulah yang dilakukan oleh kaira, tak mampu berkata ataupun sekedar untuk menoleh kebelakang, sementara Desi menatap keduanya bergantian .


" kalian harus bicara, Aku hanya ingin yang terbaik untuk mu, ikuti kata hatimu jika itu harus kenapa tidak. kamu harus percaya diri yakinlah bahwa Allah bersama kita dan akan menolong setiap umat nya, jangan karna penyakit mu kau lupa dengan kebahagiaanmu sendiri, Desi terlihat menggenggam tangan sepupunya itu. "Kau akan sembuh kai," lirih Desi entah sejak kapan air mata itu keluar begitu saja di kelopak matanya.


Kaira pun Nampak berkaca kaca, kemudian ia menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan.


Setelah mengatakan itu Desi berlalu meninggalkan mereka , membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya, ia hanya berharap mereka akan bahagia selamanya

__ADS_1


__ADS_2