Dzarl : After 800 Year'S

Dzarl : After 800 Year'S
Chapter 8 : Dunia alam bawah sadar


__ADS_3

" Sunyi sekali. "


" Entah kenapa, hatiku menjadi tenang disini. "


" tapi, dimana aku. "


" Kenapa semua berwarna putih disini "


Rian terbangun dari tidurnya di sebuah tempat berlatarkan putih yang bahkan terlihat tanpa ujung.


Dia bingung dengan kenapa dia ada disana, dan dimana dia. Lalu Rian berdiri melihat sekitaran yang yang semuanya berwarna putih.


" Kau sedang ada di alam bawah sadarmu sendiri. " ucap seseorang bersuara berat.


Rian langsung menoleh kearah suara tersebut, suara itu berasal dari dibelakangnya.


Disana, seseorang berjubah serba hitam berdiri tepat beberapa meter dari tempat Rian berdiri.


Wajahnya tertutup oleh tudung jubah tersebut, dari tingginya sepertinya usianya sedikit di atasnya.


" Alam bawah sadarku? "


" Ya "


" Lalu ... siapa kau? "


Walau wajah laki-laki itu tertutup, namun Rian bisa tahu kalau dia tersenyum saat mendengar kata yang diucapkan Rian.


Perlahan dia melangkah maju mendekati Rian. Melihat hal itu, Rian sedikit takut dan mundur secara perlahan dari lelaki berpakaian serba hitam itu.


" Tenang saja aku tak akan menggigit. " Ucap lelaki itu.


Mendengar itu, Rian berhenti dari langkah mundurnya. Langkahnya berhenti didepan Rian sekitar sejengkal dari tempatnya.


" Kesadaranmu sedang aku ambil alih. "


Tangan kanan nya langsung memegang bahu milik Rian. Setelah itu, tangan kirinya membuka tudung yang menutupi kepalanya.


" Ambil alih ? "


" Ya, Aku adalah diri lain dari dirimu "


Saat tudung sudah dibuka wajah dari orang itu terlihat. Disana Rian hanya bisa terdiam saat melihat wajah dari lelaki itu, lelaki dihadapannya adalah diri lain dari dirinya. Ya, wajahnya memiliki kemiripan persis dengan Rian. Apa maksudnya ini?


" Mm-maksudnya?. "

__ADS_1


" Delapan ratus tahun yang lalu aku hidup sebagai pendahulumu. " lelaki itu masih tersenyum kecil. " Lihatlah mataku " Imbuhnya dengan menatap Rian serius.


Saat Rian melihat mata orang itu, dia langsung terbawa ke ingatan masalalu delapan ratus tahun yang lalu.


Dia melihat Seorang raja yang menyebabkan sebuah kehancuran dimana-mana, api berkobar bagaikan lautan, debu dan asap merajalela di sana sini, suara tangisan terdengar dimana-mana, jeritan terdengar dari orang-orang yang ketakutan, pekikan kuda terdengar dari orang-orang yang sedang berperang.


Seorang dengan sebuah jubah hitam sedang berjalan di tengah peperangan, sesekali orang yang ingin menyerangnya, langsung dia dengan mudah hempaskan dengan satu tangan saja.


Dan orang itu adalah dia Rian . Rian disana memakai sebuah jubah hitam dengan perhiasan aksesoris yang menempel di garis berwarna emas, Tampangnya terlihat sangatlah kejam. Dan dibagian akhir dia tertawa jahat di suasana yang dipenuhi lautan api.


"Huuaaaahhahahah" tertawa dia yang terdengar sangatlah menakutkan.


***********


Kembali ke Rian yang sedang menusuk Dzarl berkepala kuda.


Kini Rian sangatlah berbeda dengan biasanya, asap keluar dari tubuhnya, wajahnya memperlihatkan kepribadian lain, aura iblis jahat terasa walau jika jarakmu 100 meter, aura itu akan masih tetap terasa dari dirinya.


" Beraninya kau menghajarku! " Ucap Rian. Dia lalu menarik kembali Katana yang ditusukkan ke Dzarl itu.


Disana Dzarl itu kena tarikan karena Katana yang ditarik itu, dari luka tusukan keluar darah berwarna hitam. Dzarl itu langsung jatuh kesakitan memegangi diperutnya.


" Dimana rasa hormatku kepadaku, Hah! " Ucap Rian dengan membentak.


" Akan ku beri kau waktu 10 detik untuk meminta maaf pada ku. " Imbuh Rian dengan maju perlahan menghampiri Dzarl itu.


Dzarl itu langsung ketakutan dan mencoba mundur, namun usahanya itu tak bisa ia lakukan, karena tiba-tiba kakinya tak bisa digerakkan seolah ada yang menahannya untuk tetap disana.


" 10 "


Dzarl itu tetap mencoba mundur.


" 9 "


Dzarl itu masih tetap mencoba kabur walau tak bisa.


" 8, 7, 6, 5, 4, 4⅘, 3, 2, 2⅖, 1 "


Hingga hitungan terakhir Dzarl itu tetap masih ada diposisi yang sama di tempat asalnya.


Rian lalu melesat dengan lentur seperti ular, hanya terdengar bunyi lonceng bawah gagang Katana yang saling beradu. Tiba-tiba dia sudah berada di belakang Dzarl tersebut.


Rian tersenyum jahat kepada Dzarl itu, tangannya sudah diangkat dan tak lama kemudian pedang itu langsung menebas Dzarl menjadi dua bagian. Dzarl itu langsung mati dan berubah kembali menjadi ke wujud Coal semula.


Di bagian jalan raya yang tak jauh dari lokasi mereka, sebuah sirine muncul terdengar dari mobil box dan beberapa ambulans bertuliskan PaPDI.

__ADS_1


Ternyata sudah ada seseorang yang memanggil mereka. Mobil-mobil itu langsung berhenti dengan mengepung Rian.


Semua orang yang ada di mobil itu turun dengan membawa tembakan P90 yang langsung ditodongkan ke arah Rian.


Disana juga terdapat Pak Sandi yang keluar dari mobil box, dia siap mengomando para anggotanya.


" Semuanya siap!! " Semuanya pun langsung siap siaga dengan jari yang sudah di depan pelatuk tembakan.


" TEMBAK !!! " Setelah mendengar aba-aba tembak, mereka langsung menembakkan peluru ke arah Rian.


Tembakan yang mengenainya tak terjadi dampak serius, Rian hanya terdorong oleh peluru yang diluncurkan.


Namun, salah satu tembakan mengenainya hingga peluru itu menusuk ke sikut Rian. Disana dia langsung pingsan atau bisa disebut juga tertidur.


" Bawa dia ke mobil " Ucap Pak Sandi ke beberapa anggota lain.


Ternyata peluru yang menusuk Rian itu bukanlah peluru melainkan obat bius dengan dosis kuat.


" Bawa juga Aldi " Tambah Pak Sandi.


Aldi lalu di bawa masuk ke salah satu ambulans disana. Disana juga terdapat Rendi, setelah dia menyimpan tembakan ke mobil, dia langsung menghampiri Risa.


" kau ditangkap atas tuduhan mencuri sampel penelitian di lab. FOUNDATION ( sebuah yayasan pengembangan sel Dzarl gate resmi ). " Ucap Rendi sesudah memborgol tangan Risa dan juga menunjukkan lencana nya ke hadapan muka Risa.


Setelah itu, mereka langsung pergi. Rian dan Aldi di bawa ke rumah sakit dengan ambulans. Ya, walaupun mereka sedang ada di daerah rumah sakit.


Sedangkan Risa dibawa ke kantor polisi untuk diinterogasi, karena dia dituduh melakukan pencurian di lab khusus.


"Mphh, sudah selesai" Ucap Heru yang terdengar kecewa.


Pak Sandi menyadari seperti ada seseorang yang melihat mereka dari atas gedung, dia lalu menoleh keatas.


"Ada apa,Pak?" ucap Nia, dia ikut menengok keatas setelah melihat Pak Sandi.


"Tidak lupakanlah" ucap Pak Sandi selesai menengok ke atas. Dia tak melihat siapapun disana, karena Heru sudah pergi setelah Aldi dibawa ke rumah sakit.


Pak Sandi dan yang lainnya masuk kembali ke mobil, mereka sudah menyelesaikan misi.


-


-


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2