
(Tokk... Tokk... Tokk...) Seseorang mengetuk pintu kamar pasien rawat inap.
" Silakan masuk " ucap penghuni kamar.
Orang yang tadi mengetuk pintu itu langsung membuka pintu kamar pasien itu.
( Klleeeekkkkk ) bunyi suara pintu yang dibuka.
Terlihat seorang lelaki berkemeja putih lengkap dengan dasi dan jas hitam serta sepatu pantofel, masuk kedalam.
" Saya diperintahkan oleh Pak Haya untuk menyampaikan ini" ucap lelaki itu sembari menyodorkan bunga dan amplop.
Kemudian, dia memberikan suatu surat dan sebuah bunga berwarna merah tersebut.
" Ahh iya terimakasih " ucap penghuni kamar tersebut dengan menerima kedua benda itu. Dia adalah Aldi.
" Kalau begitu saya permisi " lelaki itu membungkukkan badan lalu pergi.
Setelah lelaki itu pergi, Aldi hanya bisa melihat keheranan bunga dan surat yang diberikan itu.
Aldi tak mau memikirkannya, oleh karena itu dia lalu menaruh bunga dan surat ke meja pinggirnya.
Saat dia menaruh kedua benda itu dia tersadar dengan sebuah kotak kado kecil berpita merah.
Karena penasaran, dia mengambil kotak itu lalu membukanya dengan niat ingin tahu apa yang ada di dalamnya.
Setelah itu dibuka, dia diperlihatkan sebuah jam digital hitam mirip dengan jam yang diberikan oleh Pak Haya ke Rian.
" inikan... " Ucap Aldi dengan mengambil jam itu dari kotak kecil.
Lalu setelah itu, dia memakaikan jam itu ke tangannya. Tak beberapa lama, sebuah cahaya putih langsung menyambar dia. Karena reflek dia memejamkan matanya dan mengangkat tangannya ke depan untuk melindunginya.
Tak ada yang terjadi disana. namun, saat dia membuka mata dia sudah berada di sebuah tempat hitam dan juga ada beberapa tulisan kode.
0101010101010101010101010101010101010010101010101010100101010100101010010101010010101
di latar tempat tersebut.
[Selamat datang]
[Memulai tutorial dalam 5 detik]
Disana dia langsung diperlihatkan sebuah tutorial cepat namun dia memahaminya disini.
Setelah 5 detik berlalu dia langsung tersadar kembali, dia masih berada di kasur sedang duduk diselimuti selimut putih dibagian kakinya.
" I-itu hebat sekali, aku langsung memahami cara penggunaan jam ini " ucap Aldi sembari melihat jam tersebut.
" Selamat kau memiliki mainan baru " ucap seseorang yang bersumber di jendela.
Aldi langsung menoleh kearah jendela melihat siapa yang ada disana. Saat dia menoleh kearah itu, dia terkejut.
__ADS_1
Seorang lelaki berkaos abu dan celana panjang hitam sedang duduk di jendela. Anehnya, sejak kapan dia ada disana dan bagaimana dia ada disana, bahkan Aldi tidak ingat kalau ada seseorang yang masuk ke ruangannya.
" Kau... Sejak kapan kau ada disana? " Ucap Aldi dengan menunjuk ke arah Heru. " Dan siapa kau? " Lanjutnya.
" Yo. Kita bertemu akhirnya " ucap dia dengan turun dari jendela dan berjalan menghampiri Aldi.
Ternyata dia tidaklah menuju menghampiri Aldi, tetapi dia menghampiri ke bunga yang ada di meja pinggirnya Aldi.
"Sungguh, dia seharusnya meminta maaf langsung, memberi kau uang yang besar. Sungguh tidak laki" ucap Heru sesudah mengambil bunga tersebut.
Heru lalu melihat ada beberapa alat-alat kedokteran yang berbentuk seperti TV yang berada di samping Aldi, dan juga wadah plastik yang berisi air yang dibawahnya ada selang yang menusuk tangan Aldi.
" Jadi, Kau tanyakan siapa aku... Mmm, baiklah namaku Heru, ingat itu " ucap dia.
Dia lalu menghampiri wadah infus yang dibawahnya ada sebuah selang yang menyambung ke tangan Aldi. Dengan begitu, dia langsung *******-***** wadah infus tersebut.
" Hei. Apa yang kau lakukan " ucap Aldi yang kesal. "Ahhhkkk" Aldi merintih kesakitan.
" Ini menyenangkan " ucap Heru yang sepertinya dia senang akan hal ini.
" Kau ingin aku mati! " Aldi langsung marah.
Akhirnya dia berhenti melakukan itu, lalu tak beberapa lama dia langsung pergi dari ruangan itu dengan keluar dari pintu.
Aldi hanya bisa melihat Heru yang keluar dari pintu, dia masih bingung kenapa dia itu.
(Treengg... Treengg...) Bunyi deringan ponsel.
Terdapat, sebuah pesan masuk ke kontak aplikasi menukar pesan berwarna hijau miliknya. Dia lalu mengeklik pesan tersebut. Disana ada sebuah pesan bertuliskan.
|Surat ijin untuk cuti pemulihan dari sakit milikmu sudah di acc, kamu diberikan waktu satu Minggu untuk libur dari pekerjaan| begitulah isi dari pesan tersebut.
" Aku diberikan waktu satu Minggu untuk pemulihan? Memangnya aku sakit separah apa " gumam Aldi setelah melihat layar ponselnya.
***********
Masih ingat dengan Pak Fajar dan 3 asisten dibelakangnya. Mereka masih berada di rumah sakit saat itu, lebih tepatnya mereka sedang berada di ruangan dokter.
Seorang lelaki berjas dokter kembali duduk ke kursi didepan mereka berempat setelah pergi kebelakang.
" Ini adalah tes dari saudara Ardiansyah " dia memberikan sebuah gambar hitam putih berbentuk tengkorak.
Pak Fajar menerimanya dan mencoba melihat-lihat gambaran dari kepala Aldi ini.
" Dia mengalami retak dibagian dahi, itu cukup fatal jika dia adalah manusia " ucap dokter itu. " Tetapi setelah beberapa menit, tulangnya kembali sembuh, atau bisa kita bilang meregenerasi. itu sangatlah aneh " ucap dia dengan menunjukan tahapan kumpulan foto ronsen tersebut.
" Apakah dia bukan manusia? " Tanya dokter itu.
Pak Fajar hanya menanggapinya dengan tersenyum kearah dia. Ada sebuah nama Dr. Ridwan di name tag dokter itu. Kita panggil saja dia Pak Ridwan.
" Baiklah saya paham " ucap Pak Ridwan.
__ADS_1
Dan begitulah percakapan antara mereka berdua di dalam ruangan itu.
(Tokk...tokk...) Suara orang yang mengetuk pintu.
"Masuk" Sahut Pak Ridwan.
"Oke, kalau begitu aku pamit Pak Ridwan" ucap Pak Fajar beranjak dari kursinya.
Dia lalu keluar dari ruangan itu, sedangkan orang yang tadi mengetuk pintu dia masuk ke dalam.
Seorang wanita berusia sekitar 19 atau 20 tahunan. Wanita itu berpenampilan, rambut dikepang, memakai kacamata rabun, baju putih dengan ditutupi jaket ungu, dan celana panjang. Dia lalu duduk di kursi, siap untuk ditanya keluhan.
"Jadi apa keluhannya?" Tanya Pak Ridwan.
"Akhir-akhir ini aku sering bolak balik kamar mandi, entah kenapa"
"Ya. Terus"
"Apa yang sedang terjadi sama tubuh saya ya dok?" Tanya Perempuan itu.
"Hmmm, kalau begitu kita jalani pemeriksaan dulu, ya" ucap Pak Ridwan.
"Iya dokter" jawab Orang itu.
Kelanjutannya ada di chapter 26.
-
-
-
-
-
∆\=\=\=∆
Mohon maaf jika ceritanya terlalu rumit, sulit dimengerti atau juga nggak jelas.
Mohon maaf juga jika ada banyak kekurangan.
Jika ada penulisan yang typo mohon maklum.
Jan lupa like jempolnya, share bagikan, tinggalkan komentar anda dan kalau bisa vote serta jadikan favorit.
Follow juga.
Ya.
Terimakasih banyak.
__ADS_1