
"Hiks...hiks...hiks..." Seorang anak gadis sedang menangis.
Dia sedang berada di balik lemari kayu. Gadis itu tak sendirian, dipinggirnya ada nenek tua sedang memeluknya.
"Sssttt... Jangan berisik nanti kita ketahuan." Ucap nenek itu.
Gadis itu pun mulai mengecilkan suaranya walau dia masih menangis.
Di luar kamar tempat mereka bersembunyi, terlihat orang-orang tergeletak dilantai tak bernyawa. Ada sekitarnya belasan mayat yang tergeletak disana.
Darah sudah mewarnai dinding-dinding dan lantai disana. Mayat-mayat disana semua memiliki luka tusukan bertubi-tubi di dada dan perut mereka.
Dan juga disana terlihat ada beberapa orang bertopeng monyet sedang berjalan-jalan memeriksa keadaan sekitar. Di tangan mereka ada pedang yang sudah dilumuri darah.
"Ayo, sepertinya di luar aman." Ucap nenek itu menepuk punggung anak perempuan.
Mereka lalu berjalan melangkah ke jendela kamar disana dengan perlahan dan hati-hati.
Sesudah sampai di jendela, nenek itu langsung menarik penyangga untuk membuka jendela itu.
Tak beberapa lama akhirnya mereka berhasil membuka jendela tersebut. Terlihat mereka sudah senang saat melihat jendela berhasil terbuka.
"Ayo." Ucap nenek itu menyuruh gadis itu duluan pergi dari sana.
Gadis itu mengangguk dan langsung melangkah melewati jendela.
(Bruk..) Gadis itu menjatuhkan diri ke bawah.
Kemudian gadis itu mendongak ke atas melihat nenek tersebut untuk ikut turun.
"Nenek kayaknya nggak bisa." Ucap nenek itu pelan.
"Nenek pasti bisa." Jawab gadis.
Nenek itu mencoba meyakinkan diri. Setelah dia yakin, dia melangkah melewati jendela.
(Bruk...) Nenek itu jatuh.
"Ahhkk!!" Nenek merintih kesakitan. Namun dia terlihat senang karena bisa kabur dari sana. "Ayo sekarang." Nenek itu langsung menuntun untuk pergi.
Saat mereka sudah beberapa langkah dari sana. Satu orang bertopeng berhasil menemukan mereka.
"Mau kemana hah!" Orang bertopeng itu melangkah mendekati mereka dengan perlahan.
"Risa lari!" Nenek itu langsung mendorong gadis itu kebelakang menyuruhnya lari.
Gadis itupun berbalik dan lari, namun ini memang bukanlah keberuntungannya.
Dari arah sebaliknya pun sama, satu lagi orang bertopeng ada di arah sebaliknya.
Mereka berhasil dikepung. Sudah tak ada kesempatan lagi untuk mereka tetap hidup.
Nenek itu langsung melukai diri dan mengeluarkan darah lalu merubahnya menjadi pedang, setelah itu ditodongkan ke arah orang bertopeng.
"Hahahaha!!" Seseorang tertawa, bukan dari dua orang bertopeng itu tapi dari belakang orang bertopeng dari arah depan gadis.
Seorang berjubah hitam datang ke mereka, dari wajahnya terlihat dia tak asing.
Kalian masih ingatkah dengan Pak Ghani atau si tuan raja? Nah, pria berjubah itu adalah dia.
Pak Ghani maju menghampiri Risa perlahan, disana Risa mundur ketakutan.
Namun, langkahnya sia-sia. Saat Pak Ghani sudah ada di depannya. Pak Ghani langsung memegang dagu Risa.
"Gadis yang cantik." Ucap Pak Ghani.
"Habisi si Nenek!" Perintah Pak Ghani.
"Siap!" Jawab orang bertopeng.
(Sringgg..) Suara tebasan pedang.
Belum sempat nenek itu melawan, sebuah tebasan menghampirinya dan memotong kepalanya.
(Bruk...) Kepala nenek itu jatuh dan tergeletak.
"Nenek!!" Teriak Risa yang berlari ke neneknya.
"Nenek, nenek, Nenek, NENEK!!!" Teriak Risa.
__ADS_1
"Dia sudah tewas, bodoh." Ucap Pak Ghani.
Dia lalu jongkok dipinggir Risa. Menoleh ke arahnya.
"Sekarang kau adalah milikku." Ucap Pak Ghani.
Dia lalu mengelus-elus rambut Risa. Namun, Risa tak menyukainya dia langsung menepis tangan Pak Ghani.
"Jauhkan tanganmu dari ku!" Ucap Risa.
Pak Ghani terkaget, setelah itu dia tertawa.
"Ini paksaan, jika tidak kau..." Pak Ghani menunjuk ke arah orang bertopeng.
Orang bertopeng itu langsung mengeluarkan tebasannya dan menebas pinggir Risa. Angin dari tebasan itu terasa dan berasa menakutkan.
"Kau akan mati." Ucap Pak Ghani sebelum di tertawa lepas.
*****
Mata Risa terbuka, dia langsung disambut dengan atap langit-langit berwarna putih.
"Kau sudah bangun?" Ucap seseorang.
Risa lalu menoleh ke pinggir. Saat dia menoleh, matanya langsung melihat Rian yang sedang duduk disampingnya itu.
Dia mencoba bangun lalu duduk disana, namun kekuatannya masih belum pulih jadi dia tak bisa melakukannya, dia tak memiliki kekuatan cukup untuk menopang badannya.
"Kau belum pulih, istirahatlah lagi." Ucap Rian.
"Tidak aku harus pulang." Ucap Risa lirih.
"Sudahlah." Ucap Rian menarik selimut hingga menutupi leher Risa.
Risa lalu terdiam dan lalu memalingkan wajahnya kepinggir.
"Kenapa?" Tanya Rian.
"Kau..." Ucap Risa menggantung.
"Aku kenapa?" Tanya Rian bingung.
"Kamu tidak takut padaku?" Ucap Risa. "Bukankah kau melihatku kalau aku ini bukanlah manusia." Tambah dengan gumaman.
Sontak Risa terkaget dengan ucapan Rian itu. Dia lalu menoleh ke belakang ke arah Rian.
"Kenapa?" Tanya Risa menoleh ke Rian.
"Yaa... Karena aku tak merasa takut walau sudah melihatmu." Jawab Rian.
"Hah?" Risa kebingungan.
Tapi diapun kembali membalikkan badan, dia masih tak percaya jika Rian tak takut padanya.
"Kau pasti bohong 'kan!" Ucap Risa.
"Tidak, aku tidak bohong." Jawab Rian.
"Mau kau siluman ular atau monyet jadi-jadian, aku akan tetap menganggap Risa tetaplah Risa." Tambah Dia.
"Terserah." Setelah itu Risa kembali membalikkan badannya membokongi Rian.
"Tadi kau sangatlah keren."
"Hah?" Risa membalikan badan.
"Ya. Tadi itu kau sangatlah keren sekali." Ucap Rian. "Kau bisa mengalahkan Dzarl itu dengan sekali tebasan." Tambah Rian yang terlihat dia terkagum dengan Risa pada saat itu.
"Dan juga kau bisa membuat pedang dan tusuk dengan cairan merah."
"Itu darah." Jawab Risa.
"Hee... Jadi itu darah?"
Risa menganggukkan kepalanya pertanda iya.
"Kekuatan apa lagi yang kau miliki?" Tanya Rian yang benar-benar tertarik.
Risa mengedipkan matanya, terkejut dengan pertanyaan Rian itu.
__ADS_1
Dia lalu menarik nafasnya dan menghembuskan keluar, setelah dia melakukan itu, dia tersenyum kecil.
"Aku Dzarl ras Rayblood yang memiliki kekuatan pengendalian benda cair, contohnya air dan darah." Ucap Risa.
" Rayblood? Aku pernah mendengarnya... tapi bukankah ras itu sudah tidak ada?" Ucap Rian.
"Aku adalah satu-satunya dari ras ini." Jawab Risa.
"Em..." Rian mengangguk.
"Apa kau bisa memperlihatkan kekuatanmu itu!" Pinta Rian.
"Heh?"
"Maaf, aku lupa kalau kau sedang memulihkan diri." Rian lalu berdiri.
"Tunggu..." Ucap Risa mencoba memberhentikan langkah Rian.
Langkah Rian lalu terhenti, dia lalu menoleh ke belakang menyahut panggilan Risa.
"Aku bisa menunjukkannya. Bawa segelas air Ke diriku." Ucap Risa.
Rian lalu pergi dan tak lama kembali dengan satu gelas yang diperintahkan. Setelah dia sampai, Rian memberikan gelas itu ke Risa.
Risa menerimanya, setelah dia menerima gelas berisikan air itu.
Dengan sekejap Risa langsung mengubah air itu menjadi beku. Tak disana, Risa lalu mengangkat air itu dan lalu membentuknya menjadi lingkaran beku.
"Waahhh...." Rian menepuk tangannya kagum dengan kekuatan Risa itu.
Dia lalu kembali memasukan air tersebut ke dalam gelas tadi. Lalu memberikannya ke Rian.
"Kau benar-benar hebat." Ucap Rian yang masih terkagum-kagum dengan Risa.
Risa hanya sedikit malu saat Rian benar-benar tertarik padanya.
"Sebegitu kah kau tertariknya?" Tanya Risa.
"Mmm" Rian mengangguk.
Risa lalu terdiam, dia kembali merebahkan diri ke kasur. Wajahnya kembali murung semula tadi.
"Kenapa?" Tanya Rian.
" Sebenarnya Aku tak terlalu tertarik dengan diriku sendiri." Ucap Risa. "Aku selalu berfikir kenapa aku harus terlahir seperti ini." Tambah dia.
Suasana kembali sunyi.
"Tapi kau malah sebaliknya, kau berkata menyukai rambutku ini, dan kau malah tertarik dengan kekuatan dari diriku juga." Ucap Risa.
"Sejak kau mengatakan itu, membuatku mulai menyukai diriku ini." Tambah Risa.
" Hmm..." Rian menghela nafasnya. "Bukan hanya itu saja, aku juga tertarik padamu." Cetus Rian.
Mendengar itu, Risa mendongakkan kepalanya ke atas melihat Rian.
Pipi Risa kini merona mendengar perkataan Rian itu, dan juga entah kenapa jantung Risa langsung berdetak kencang.
-
-
-
-
-
∆\=\=\=∆
Mohon maaf jika ceritanya terlalu rumit, sulit dimengerti atau juga nggak jelas.
Mohon maaf juga jika ada banyak kekurangan.
Jika ada penulisan yang typo mohon maklum.
Jan lupa like jempolnya, share bagikan, tinggalkan komentar anda dan kalau bisa vote serta jadikan favorit.
Follow juga.
__ADS_1
Ya.
Terimakasih.