Dzarl : After 800 Year'S

Dzarl : After 800 Year'S
Chapter 1 : Character


__ADS_3

1.1 : Wirianata Syarif


Pagi hari, dihari Senin.


(Krrrrrinnnngggg.....)


Bunyi alarm yang berdering.


Seseorang terbangun dari kasurnya, matanya masih tidak membuka walaupun dia ada di posisi duduk di ranjang.


"Huuuaahh..." Dia menguap.


Dia lalu meraba-raba meja pinggir kasur, mencoba mencari sesuatu disana. Dia sedang mencari ponselnya.


Saat sudah menemukan benda yang ia cari, dia langsung membuka layar ponselnya.


Jam menunjukan pukul 05.40. Dan juga ada pesan masuk di ponsel.


Tertulis nama pengirim pesan tersebut, Ayah.


Dia lalu membuka isi pesan tersebut.


| Selamat pagi, Yan |


| Maaf ayah tak bisa lama-lama Dirumah |


| Ayah juga kayaknya nggak bisa pulang satu pekan ini |


| Maaf Ayah jarang sekali ada waktu luang buat kamu, nak |


| Jadi jaga diri baik-baik, jangan lupa jadi orang yang mandiri, jangan nyusahin orang lain, dan yang terakhir jangan boros pengeluaran |


| Oh iya, besok guru privat baru kamu datang |


| Sebenarnya Ayah mau ngomong banyak, tapi ternyata Ayah sudah sampai di depan kantor |


| Ya sudah kalau begitu, dadah Baik baik di rumah tanpa Ayah |


" Ya ampun, panjang sekali, lagi pula Ayah memang sering tak ada di rumah " Aku pun menaruh ponselku di atas meja dapur. " Mengapa dia merasa jarang melakukan hal itu " Imbuh ku.


Sebenarnya tak ada hal yang menarik di sini, hanya saja aku ingin memperkenalkan diriku sebagai MC di cerita ini.


DZARL : After 800 year


Sebentar, aku akan memperkenalkan diriku ini sembari aku membersihkan diri di kamar mandi.


Hai, perkenalkan namaku, Wirianata Syarif. Panggil saja, Rian.


Aku lahir di Pekalongan, 19 January 2006.


Jadi usiaku 15. Di tahun ini.


Aku adalah anak tunggal dari seorang pendiri sekaligus Presdir perusahaan Knight of Fantasi.


Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang hiburan, seperti Game, Musik, ya. Dan beberapa hal menyangkut lainnya.

__ADS_1


Golongan darah. A.


Agama. Mmm... kurasa aku tak perlu memberi tahu kalian. Itu tidaklah penting untuk kalian, kan.


Aku sekolah di SMP 1 Agharta City. Sebuah sekolah swasta modern di Kota AGHARTA ini. Btw, ini bukanlah sebuah sekolah elit, ya.


Dan aku siswa kelas IXE di sekolah itu. Ya. Entah mengapa aku dimasukan ke kelas E, kelas dimana hidupnya murid nakal. Walaupun tak semuanya murid kelas E adalah murid nakal sih.


Ciri-ciri fisikku, Tinggi badan, 163 cm. Berat, 58 kg, badanku kurus, memiliki rambut hitam dengan poni agak panjang, mata hitam coklat, kulit putih langsat.


Warna kesukaan, abu, putih, biru, hijau, hitam, dan beberapa warna yang aku suka bagaimana dengan moodnya.


Ya. Sepertinya hanya segitu yang harus aku katakan tentangku, karna aku juga sudah menyelesaikan mandi. Sebenarnya ada banyak yang ingin aku beritahu tentangku tapi, sepertinya cukup segitu saja.


Dadah. Sampai jumpa di chapter berikutnya.


#Ilustrasi Wirianata Syarif. Source : Kimizuka kimihiko, Light Novel Tantei wa mou shindeiru.



#\=\=\=#


1.2 : Akarina Risa


"Akarina Risa" panggil seorang wanita ke orang yang sedang ada di balik jeruji besi.


Dia memakai kemeja dan rok pendek dengan gaya sekretaris.


"Ya" jawab hambar seorang gadis yang ada di dalam jeruji besi.


Kunci jeruji dibuka, gadis itu pun keluar dengan wajah tetap memasam.


"Ayo" ucap wanita berkemeja.


Setelah dia mengatakan itu, dia pun langsung berjalan ke lorong gelap.


Gadis itu tak menanggapinya, dia hanya ikut menyusul dari belakang wanita itu.


Mereka melewati sebuah lorong gelap, namun saat setiap mereka berjalan, obor yang semula mati menjadi menyala.


Seorang gadis yang dipanggil Akarina Risa ini, memiliki tinggi sekitar 155 cm, dengan perawakan kurus. Usianya sekitar 15 tahun


Dia memiliki rambut merah zamrud pendek sepanjang leher dengan sebuah poni hingga alis.


Mata emas kuning kehijauan dan coklat cerah. Kulit seputih susu dan juga kulit lembut seperti sutra.


Dia mengenakan Hoodie hitam, rok mini dengan di dalamnya mengenakan celana ketat.


#Ilustrasi Akarina Risa. Source : Shirayuki, Manga Akagami no shirayuki hime.


.



Mereka terus berjalan melewati lorong yang cukup memakan waktu beberapa menit semenjak mereka berjalan dari jeruji besi tadi.

__ADS_1


Tak beberapa lama kemudian, mereka menaiki anak tangga dan stelah mereka menaiki tangga tersebut, terdapat dua pintu kayu besar.


Wanita itu lalu membukakan pintu tersebut. Pintu itupun terbuka.


Saat pintu itu dibuka, di balik pintu itu adalah sebuah ruangan futsal dengan bangku-bangku diatasnya.


Dari atas duduk satu orang lelaki berjubah dan dua wanita yang mirip dengan wanita yang tadi Risa ikuti.


"Lama tak berjumpa" Ucap lelaki berjubah itu. "Akarina Risa" imbuhnya dengan memasang wajah senyuman dan memegangi dagunya.


Risa tetap menundukkan Kepalanya di hadapan lelaki berjubah itu.


Siapa dia? entahlah. Tapi itu akan terungkap di chapter selanjutnya.


#\=\=\=#


1.3 : Aldi Ardiansyah.


Seorang pria duduk di kursi besi, tepat didepan seorang laki-laki yang sudah lebih dulu duduk disana. Pria itu membawa sebuah buku map biru tipis.


Setelah dia duduk, buku yang tadi dia pegang kini dia letakan diatas meja putih yang memiliki penyangga besi. Jika dilihat lagi ini seperti sebuah interogasi, dan pria itu adalah pengiterogasi dan laki-laki yang didepannya itu ada yang diinterogasi.


"Jadi... Gini Mas Aldi" Pria itu mengeluarkan pulpen dan menekan tombol diatasnya pulpen, lalu dia langsung mengarahkan pandangan melihat kertas yang ada di map. "Saya sebutkan anda jawab, benar atau salah. Jika benar saya lanjutkan membaca CV-nya, jika salah silahkan koreksi. Mengerti?" ucap Pria itu dengan tetap melihat ke kertas.


"Baik!"jawab laki-laki itu dengan bersiap diberi pertanyaan.


"Baik kita mulai" setelah mengatakan itu, dia lalu mulai membacanya.


"Nama: Aldi Ardiansyah.


Jenis kelamin : Laki-laki


Kebangsaan : Indonesia


Tanggal lahir : 28 November 1997


Usia : 23 tahun


Gol. Darah : O


Alamat : ***(rahasia)


Benar begitu?"tanya pria itu dengan menoleh ke Aldi.


"Iya benar" jawab dengan anggukan.


"Baiklah kita lanjutkan, ... " Panjang lebar tentang Aldi. Tak beberapa lama akhirnya pria itu selesai membacakan CV dari Aldi ini.


"Oke kalau begitu, selamat anda diterima di PaPDI" ucap selamat dari Pria itu dengan menyerahkan tangan.


Mereka lalu bersalaman dan dia memperkenalkan diri. Nama dia adalah Rendi Irwan.


"Perkenalkan nama saya Rendi Irawan, ketua komisi sekaligus anggota PaPDI di sektor yang sama. Salam kenal" ucap Pria itu.


"Ahh iya" jawab Aldi dengan senyuman dan anggukkan.

__ADS_1


__ADS_2