
Di malam yang sunyi dan santai ditemani lagu yang slow didalam mobil taksi membuat Aldi yang sedang menumpanginya mulai mengantuk.
Tak ada pembicaraan antara Aldi dengan supir, mereka hanya saling terdiam masing-masing.
Bukan tanpa alasan Aldi menaiki taksi. Dia sebenarnya sedang ditugaskan untuk mengintrogasi salah satu supir taksi online "BerANGKAT " bernama Supriyadi Yadi.
Beberapa hari yang lalu, viral sebuah mayat tak utuh ditemukan disebuah terowongan. Banyak yang beranggapan bahwa ini adalah ulah Dzarl.
Pak Supriyadi ini kemungkinan adalah seorang saksi yang melihat Dzarl yang sedang menghabisi korban.
Karena Pak Supri ini memilki rute jalan melewati terowongan itu. Dan juga, pada perkiraan waktu penghabisan itu berlangsung, ada catatan kalau Pak Supri ini ada melewati terowongan tersebut.
Oleh karena itu kemungkinan dia melihat sesuatu disana.
Oleh karena itu, para polisi berkerjasama dengan tim PaPDI, akan menangani kasus ini .
Tim polisi berkerjasama dengan tim PaPDI di sektor setempat, yaitu tim bagian yang dipimpin oleh Pak Sandi.
Aldi terpilih berkontribusi dalam menanyakan keterangan tentang kesaksian Pak Supri.
Dia akan dipromosikan untuk naik pangkat, oleh karena itu dia akan diuji ke tugas yang cukup serius dan berpengaruh.
Kembali ke Aldi yang sedang menjalankan misinya. Jam sudah menunjukan jam 20. 04 dan dia masih belum memulai pembicaraan apapun, bahkan dia belum menanyakan apakah benar dia adalah Pak Supriyadi itu.
Dengan rasa sedikit mengantuk dia melihat sekitaran dia. Sekat yang sebagai pembatas mereka, satu sabuk pengaman yang dia pakai dan satunya masih rapih ditempatnya.
Dia terus menunggu waktu yang tepat untuk menanyai perihal kesaksian dia, apakah dia melihat sesuatu saat itu.
Aldi terus memandangi luar dan sesekali melihat supir itu yang berpakaian putih dengan tulisan berwarna hijau dan topi putih juga masker putih.
Setelah beberapa saat kemudian, dia menemukan waktu yang tepat untuk memulai misinya.
Aldi menarik nafas dalam-dalam untuk memulai pembicaraan dan juga mencoba untuk tenang karena ini misi tunggal dia, biasanya dia selalu mendapatkan misi tim.
Dia lalu mendekatkan diri ke Pak supir tersebut.
" Ini Bapak suka mulai jam berapa sampai jam berapa? " tanya Aldi.
Supir itu mengalihkan pandangan ke cermin untuk melihat Aldi dibelakang, tak berlangsung lama supir itu kembali ke pandangan asalnya kedepan.
" Biasanya dari jam 08-nan pagi sampe jam sembilan malam, tapi kalo masih ada customer ya, bisa sampe tengah malem juga "
" Ohhh, Bapak namanya Supriyadi kan? "
" I... Iya, emang kenapa Mas? "
" Enggak... Ada kenalan saya, katanya dia tetangganya supir taksi ini. Terus namanya Pak Supriyadi "
" Tetangga? Oh maksudnya Kang Dadang ? "
" Iya itu " ucap Aldi yang bahkan dia tak mengenal siapa kang Dadang itu.
" Mas kenal sama dia "
" Iya, dia kerabat saya " ucap Aldi. ' Kang Dadang siapa? ' gumam dalam hati Aldi.
" Ohh begitu. Kang Dadang orangnya baik yah, kalau punya apa-apa suka dibagi-bagi ke tetangganya... " Ucap panjang lebar Pak Supriyadi.
Dia terus berbicara tentang Kang Dadang yang bahkan Aldi tak mengenalnya. Disana Aldi hanya tersenyum dengan jawaban" iya " dan " iya ".
Merekapun saling mengobrol dengan santai. Hingga pada saat mobil taksi itu memasuki terowongan, pada saatnya Aldi langsung memulai menanyakan kesaksian Pak Supri.
__ADS_1
" Oh iya, kalau enggak salah baru-baru ini, disini ada kasus yang menyeramkan sampai masuk TV ,tempat TKP nya disini lagi"
" Yang mana Mas? "
" Itu... Yang katanya ada mayat yang ditemukan dalam keadaan tak wajar "
" Oh. Iya, serem ya mas! " Ucap Pak Supri.
Aldi lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celana, sebuah lencana langsung disodorkan ke arah Pak Supri.
" Mohon kerjasamanya " ucap Aldi. " Jadi, hanya satu pertanyaan dari ku yaitu, apa yang anda lihat saat itu? " Tambahnya dengan mengambil buku kecil dari dalam tasnya.
Disana, terlihat Pak Supri langsung menunjukan ekspresi wajah tegang saat Aldi menunjukkan lencananya.
" Aku yakin bapak tau kan tentang hal ini "
" Maksudnya gimana ya? " Ucap Pak Supri yang sudah mengeluarkan keringat dingin.
" Tenang saja, anda aman. Kami akan melindungi siapapun saksi " ucap Aldi. " Jadi apa yang anda lihat saat anda melewati terowongan ini pada saat itu " tanya Aldi dengan sudah siap sebuah buku catatan.
" Ma–maaf mas, saya nggak lihat apa-apa saat itu " ucap Pak Supri yang mencoba tenang.
" Anda tak perlu berbohong, kami sangatlah membutuhkan kerjasama anda dalam misi ini " ucap Rian.
" Tapi aku benar-benar tidak melihat apa-apa pada saat itu " ucap Pak Supri kurang meyakinkan.
" Tenang saja anda aman, kok " ucap Aldi meyakinkan Pak Supri. " Kami butuh kesaksian anda sekecil apapun "
" Maaf " ucap Pak Supri.
" hah? "
Mobil berhenti ditengah jalan, maksudku di tengah terowongan tempat TKP.
" Tenang saja, anda tak perlu takut " ucap Aldi dengan mencoba menyakinkan lagi Pak Supri.
Pak mengambil botol air minum lalu meminumnya.
" Maaf mas, aku nggak bisa memberikan keterangan apapun " dia lalu menoleh kearah Aldi.
Tangan kanannya langsung diangkat, sebuah asap muncul dari badan Pak Supri.
Setelah itu, dengan tiba-tiba tangan Pak Supri langsung menerobos sekat lalu mencekik lehernya Aldi.
" Apa yang kau lakukan " Aldi mencoba untuk melepaskan cekikan dari Pak Supri.
Tak beberapa kemudian, Pak Supri melepaskan cekikan ke Aldi.
Disana, Aldi kembali bisa bernafas, dia langsung keluar dari mobil dengan batuk-batuk karena cekikan itu.
Pak Supri juga keluar dari mobil itu, tanpa basa-basi, sebuah tendangan kaki kanan dari pak supir itu langsung diarahkan ke Aldi.
Disana juga, Aldi sudah siap dan langsung menghindari serangan itu.
Aldi langsung memutar-mutar jam tangan yang diberikan oleh pak Fajar. Lalu keluar sebuah linggis kecil dari atas layar. Aldi tanpa lama-lama dia langsung memegangi linggis itu.
" Hahhh, kau pikir kau bisa mengalahkan ku dengan linggis kecil itu " sifat Pak supri berubah, kini dia terlihat seperti orang jahat, dia menunjuk linggis yang Aldi genggam.
" Ya, aku yakin bisa mengalahkan mu dengan ini " Balas Aldi yang sudah berdiri sambil memegang erat-erat linggis.
" Terserah kau " Tangan Pak supri berubah menjadi sebuah bentuk tajam bergigi, mirip seperti tangan dari belalang sembah.
__ADS_1
Dia langsung meluruskan serangannya ke Aldi mencoba untuk menusuk perutnya.
Aldi menangkisnya dengan linggis itu. Namun, sebuah tinju dari tangan sebelah Pak Supri mengenai wajah Aldi.
Aldi langsung terhempas oleh sebuah tinjuan yang cukup keras tenaganya.
" Ahhhkkk " Aldi terbatuk dengan darah yang keluar dari batuk itu.
" Bagaimana sakit kah? " ledek Pak Supri sambil menghampiri Aldi perlahan.
" Ti...dakhj...ini...tak...sakit " Ucap Aldi yang mencoba bangun.
" Kalau tak sanggup tak perlu kau berpura-pura kuat " Ucap Pak Supri.
Setelah sampai tepat didepan Aldi, Pak Supri langsung menendang Aldi dengan kuat. Badan Aldi terhempas hingga dia tertahan oleh tembok terowongan.
" Akkkhh " keluar lagi cipratan darah dari mulutnya.
Pak Supri terus menendang Aldi berkali-kali perutnya hingga darah mengalir dari mulut dan hidung Aldi.
Setelah itu Pak Supri jongkok tepat didepan kepala Aldi, dan tanpa menunggu lama rambut Aldi langsung dijambak oleh Pak Supri.
" Mukamu masih halus sepertinya " disana Pak Supri langsung menonjok muka Aldi hingga keluar bunyi sebuah hantaman bogem mentah yang keras.
Setelah itu, dia berpindah menduduki punggung Aldi lalu mengambil salah satu tangan milik Aldi dan langsung mematahkan jari-jari Aldi dengan kejam.
" Akkkhhhhh!!!!!! " Saat proses itu berlangsung Aldi benar-benar berteriak keras kesakitan.
Kemudian, setelah itu Pak Supri berdiri dan pergi ke sebuah linggis yang tadi Aldi jatuhkan.
Dia langsung mengambilnya dan kembali ke tempat asal atas punggung Aldi, kini dia berposisi berdiri.
Dengan memegang linggis itu dengan erat, dia mengangkatnya keatas dan menghempaskan ke kepala Aldi.
Terus dia melakukan hal itu berulang-ulang hingga Aldi benar-benar tak berdaya bahkan tak memiliki tenaga sedikitpun untuk teriak. Aldi hanya bisa pasrah dengan rasa sakit itu.
Hingga akhirnya Aldi mulai kehilangan kesadarannya. Mata mulai membayang, gelap mulai memenuhi penglihatannya yang berada di kepala Aldi.
Dan diapun pingsan.
-
-
-
-
-
∆\=\=\=∆
Mohon maaf jika ceritanya terlalu rumit, sulit dimengerti atau juga nggak jelas.
Mohon maaf juga jika masih banyak kekurangan.
Jika ada penulisan yang typo mohon maklum.
Jan lupa like jempolnya, share bagikan, tinggalkan komentar anda dan kalau bisa vote serta jadikan favorit.
Follow juga. Pliss.
__ADS_1
Ya.
Terimakasih banyak.