Dzarl : After 800 Year'S

Dzarl : After 800 Year'S
Chapter 1.2 : Agharta City


__ADS_3

Sebuah kabupaten di Jawa barat yang bernama Purwakarta terjadi sebuah kekacauan. Sebuah virus menyebar melalui air kemasan yang membuat orang menjadi monster.


Semua berawal dari sebuah penemuan terbaru dari perusahaan T.X. Sebuah perusahaan yang mengembangkan bahan kimia menjadi menjadi alat pembantu kebutuhan manusia.


Mereka berkerjasama dengan perusahaan terkenal seperti Every Water dan H.Y Corp (walaupun hanya sebentar) serta beberapa perusahaan lainnya.


Mereka membuat sebuah penemuan, Air minum yang dapat mengubah manusia menjadi ideal. Maksudnya disini, manusia dapat menutupi kekurangannya dengan sebuah air minum yang bernama HTQ.


HTQ, Sebuah air kemasan yang dapat mengubah orang menjadi kuat. Mencampurkan DNA hewan dan Dzarl yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia melalui minuman.


Manusia yang meminum itu dapat berubah menjadi Gate Dzarl, namun dalam kategori dapat dikendalikan.


Awalnya itu ditentang karena mengubah manusia menjadi monster, namun setelah beberapa lama akhirnya ide itu diterima setelah mengetahui kalau itu sudah teruji tak berbahaya.


Kalau kalian tak tahu apa itu Gate Dzarl, jadi itu adalah manusia yang memakai obat atau serum yang dapat mengubah dirinya menjadi monster. Pemerintah menyuntikkan serum Gate Dzarl ke beberapa tentara untuk kepentingan perang, ada juga menggunakannya untuk kepentingan diri sendiri.


HTQ, dibuat untuk membantu memudahkan manusia untuk menjalani kehidupannya, terutama memudahkan untuk para pekerja berat.


Jika kita hanya bisa mengangkat beban maksimalnya 15 kilo sekali angkat, jika kita menggunakan HTQ kita dapat mengangkat jauh lebih berat dari itu.


Karena ini seperti obat kuat, oleh karena itu diwajibkan sudah menginjak usia 18 tahun untuk memakainya, karena dikhawatirkan dapat membahayakan anak dibawah umur.


Awalnya penemuan itu berjalan lancar, namun setelah beberapa bulan sejak kemunculan penemuan HTQ ini dimasyarakat luas. Mulai terjadi efek buruk dari obat tersebut.

__ADS_1


Para orang-orang yang sudah bergantung pada obat itu mengalami efek sampingnya, ada berbagai macam efek sampingnya antara lain lumpuh, tak sadarkan diri, bahkan ada yang over dosis dan menyebabkan meninggal.


Ada juga yang tak kalah parahnya, yaitu menjadi monster. Ya. Karena jika memakai HTQ itu mereka akan berubah menjadi monster.


Mereka kehilangan akal sehat setelah over dosis dari minuman kemasan itu. Mereka mengamuk dengan menghancurkan apapun yang ada didekatnya bagaikan monster, bahkan tak sedikit pula ada yang meninggal karena amukan itu.


PaPDI yang ada di garda depan langsung bertindak, mereka yang sudah terlanjur berubah menjadi Gate Dzarl harus dihabisi. Mereka juga mengimbau orang-orang untuk berhenti mengunakan HTQ agar tetap baik-baik saja.


Namun, karena ada banyak pengguna HTQ di Indonesia saja membuat PaPDI tak dapat mengurus mereka. Mereka lalu berfikir untuk mengumpulkan semua Gate Dzarl di satu tempat.


Oleh karena itu daerah Purwakarta yang sebagai pusat pengumpulan Gate Dzarl, Disana langsung ditutup dibatasi dengan dinding kokoh agar tetap ada disana.


Setelah, semua monster dikumpulkan disatu titik yang sama. Mereka berencana untuk mengebom daerah tersebut.


Bom lalu diluncurkan dan jatuh tepat ditengah-tengah kota. Bagaikan air yang tenang dilemparkan batu, semua Gate Dzarl langsung mati disana.


Pengeboman berhasil berjalan dengan lancar, semua dapat bernafas lega atas semua Gate Dzarl telah tiada. Mereka yang kehilangan keluarganya karena telah berubah menjadi Gate Dzarl, PaPDI meminta maaf karena telah menghabisi mereka, bagaimanapun PaPDI harus mengambil pilihan pengeboman ini karena ini langkah satu-satunya.


Namun, dibalik itu semua jika kita lihat Purwakarta kini, Ini benar-benar sudah berbeda. Tepat di tengah-tengah kota terdapat sebuah lubang besar bekas pengeboman.


Walaupun masih bisa ditempati dibagian sisi-sisi daerah, namun mereka yang dahulu bermukim di tempat pengeboman itu harus memulai kembali kehidupan, karena barang-barang mereka sudah hangus dan juga tanah milik mereka telah hilang.


Namun, sebuah perusahaan yang berkerjasama dengan T.X, bernama H.Y Corp. Langsung membeli lokasi tanah yang terkena bom itu ke para masyarakat yang sebelumnya memiliki tanah tersebut.

__ADS_1


Hal itu diatas dasari atas permintaan maaf dari perusahaan H.Y Corp. atas penghancuran tempat tinggal mereka.


Setelah itu, tak beberapa lama kemudian perusahaan H.Y Corp mengeluarkan sebuah produk baru bernama E-trash dan Pandora.


E-trash sebuah penemuan Energi listrik yang dihasilkan dari sampah plastik.


Jika kalian bertanya memangnya bisa, tentu saja itu bisa.


Jadi plastik akan melalui proses dulu, lalu dicampurkan suatu bahan biotik sebelum akhirnya diubah menjadi energi listrik.


Tentu saja bukan hal yang langsung jadi begitu saja, penemuan ini sudah diteliti hampir 30 tahun lebih hingga akhirnya bisa ditemukan.


E-trash dijual secara per-kaleng, satu kaleng E-trash seharga Rp 10.000. cukup murah.


Kemudian Pandora, sebuah kotak untuk menampung dan penyalur energi listrik e-trash ini. Bentuknya seperti sebuah microwave atau rice cooker.


Guna ini seperti token listrik biasa, namun lebih praktis. Harga barang ini seperti token listrik biasa. Ya, tahu lah.


Jadi begitulah, perusahaan T.X dihentikan karena bangkrut mereka lalu menghilang.


Lubang besar hasil pengeboman dijadikan bendungan, karena Jatiluhur juga masuk ke wilayah kena bom juga, jadi itu seperti Jatiluhur yang diperbesar.


Selain sebagai PLTA untuk beberapa daerah dan kabupaten, Jatiluhur juga di gunakan sebagai tempat wisata. Oleh karena itu H.Y Corp memperindah bendungan itu seindah mungkin.

__ADS_1


Btw, nama dari bendungan itu adalah Agharta. Dan oleh karena itu juga Purwakarta menjadi sering dipanggil nama menjadi Agharta City.


__ADS_2