
Seorang laki-laki berkemeja putih dan celana panjang biru ala siswa SMP sedang berlari dengan tergesa-gesa.
Dia terus berlari tanpa memperdulikan orang-orang yang ada didepannya, bahakan sudah berkali kali dia hampir menabrak orang didepannya.
"Hati-hati nak." Ucap orang yang baru saja hampir dia tabrak.
Anak muda itu tak memperdulikannya dia masih tetap berlari. Pandangannya bahakan tetap di kedepan.
Setelah beberapa saat dia berlari, dia langsung berbelok ke sebuah gedung apartemen yang sudah dipenuhi orang-orang.
Apartemen itu terlihat sudah dilumuri api yang amat besar, disana bahkan ada polisi dan juga damkar yang sedang memadamkan api.
Dia langsung menerobos masuk ke dalam walau sudah ditahan oleh petugas damkar, dia masih tetap ngotot ingin masuk.
Saat tangannya lepas dari genggaman petugas dia langsung berlari masuk kesana.
Sontak petugas itu langsung mengejar dia, namun dari depan pintu jatuh bongkahan sedang dilahap api hingga menutupi jalan masuk.
#
"Mama, Ayah...!" Panggil anak muda itu mencari keberadaan mereka.
Dia terus memeriksa ruangan-ruangan yang dapat dia buka. Namun tetap saja disana dia menemukan kedua orang tuanya.
Sudah beberapa menit dia berada di sana, dia terus mencari walau nafasnya sudah kehabisan. Bahkan asap sudah mengotori baju seragamnya.
Sesaat kemudian, dia sepertinya mendengar dialog dua orang. Satu suara wanita dan satunya lagi pria.
Mendengar itu dia langsung berlari ke arah yang diperkirakan mereka ada disana.
Saat dia sudah sampai di lokasi menurutnya tempat itu dialog yang dia dengar.
Dia lalu melangkah masuk ke dalam ruangan itu. Saat dia masuk, sontak dia langsung terkejut dengan situasi yang ada disana.
Seorang Pria berkaos hitam dan juga celana pendek sedang berdiri di depan seorang wanita yang sudah tergeletak penuh darah di dasternya.
Di tangan Pria itu sudah ada pisau yang dilumuri dengan darah.
"A-ayah... Apa yang lakukan." Ucap Pemuda itu.
"Faisal, ini tak seperti yang kau lihat, nak." Ucap Pria itu langsung mendekati dia.
Namun dia tak mempercayai Pria atau ayahnya itu, dia langsung mundur perlahan.
"Nak, nak, bukan seperti itu. A-ayah...'' belum selesai berbicara, Dia langsung kabur dari sana.
Namun, saat dia berlari ditangga secara tak sengaja anak muda itu terpeleset hingga terus terguling di tangga.
(Bukk...) Suara anak muda itu jatuh menempa lantai.
***********
"Permisi." Seseorang menepuk Faisal dari belakang. Sontak Faisal langsung terkaget.
__ADS_1
Dia masih berada di depan wastafel dengan tangannya yang sedang disemburi air kran.
Dia lalu menoleh kebelakang, ingin tahu siapa yang mengagetkan dia itu.
"Boleh saya tahu sekarang jam berapa?" Tanya Pria itu.
"Ahh, jam 22.47." jawab Dia setelah melihat jam tangannya.
"Oh gitu, makasih kak." Ucap Pria itu, setelah itu dia pergi.
Begitu juga dengan Faisal, tak beberapa lama setelah pria itu pergi diapun pergi.
#
(Kleek...) Pintu dibuka.
Faisal masuk kembali ke ruangan autopsi, disana masih ada Pak Fajar yang sedang duduk memainkan ponselnya.
Faisal lalu duduk disamping tak terlalu jauh dari Pak Fajar. Pak Fajar disana tak memperdulikannya, dia masih fokus ke ponselnya.
"Ku kira kau sudah pulang." Ucap Pak Fajar yang masih fokus ke ponsel.
"Mmm, jam kerjaku masih belum selesai." Jawab Faisal.
Pak Fajar hanya menaikan alis dan memancungkan bibir sebagai tanggapan.
Karena sudah beberapa menit tapi masih belum ada pembicaraan diantara mereka, Faisal pun mengeluarkan ponselnya sebagai hiburan di keadaan sunyinya ini.
"Soal setengah jam yang lalu, kau menanyakan tentang "apa Dzarl bisa jatuh cinta kepada manusia", apa kau punya alasan kenapa kau menanyakan hal itu?" Tanya Pak Fajar.
"Hmm, begitu." Tanggap Pak Fajar. "Itu pasti bohong,kan." Cetus Pak Fajar.
"Hah?" Mendengar itu Faisal langsung menoleh ke pinggir melihat Pak Fajar, dia ingin tahu Kenapa Pak Fajar ini mengatakan hal itu.
"Hanya saja karena aku merasa ada suatu maksud dari pertanyaan tadi." Ucap Pak Fajar.
"Tidak ada." Jawab Faisal menyangkal.
"Tak apa-apa jika kau tak ingin menceritakan, lagi pula itu privasimu." Ucap Pak Fajar.
Faisal hanya terdiam setelah mendengar itu, dia kembali melirik kedepan dan tetap diam.
Pak Fajar juga tak memperdulikannya, dia masih tetap fokus ke ponselnya.
"Aku melihat ayahku membunuh ibuku." Ucap Faisal.
"Hmm?" Pak Fajar. "Kukira kau tak akan cerita." Tambah dia.
"Saat aku SMP, hari itu aku melihat ibu dihabisi oleh ayah."
"Lalu." Pak Fajar masih mendengarkan.
"Aku tak tahu kenapa ia melakukannya. Dan juga setelahku melihatnya, aku langsung berlari kabur keluar dari sana."
__ADS_1
"Hmm." Pak Fajar menganggukkan kepalanya.
"Lalu apa sangkut pautnya dengan pertanyaan ini." Tanya Pak Fajar.
"Ayahku seorang Dzarl, sedangkan aku dan ibu adalah manusia." Ucap Faisal.
"Jadi, kau ini sedang bertanya kenapa ayahmu jatuh hati pada manusia." Ucap Pak Fajar.
"Bagaimana anda tahu."
"Hmm, sudahlah aku tak terlalu suka mengurusi masalah orang lain. Tapi, menurutku mungkin ayahmu tak melakukan hal itu."
"Maksudnya membunuh ibu."
"Jangan pernah menilai sesuatu hanya dengan melihatnya, aku yakin ayahmu sudah melewati berbagai hal hanya untuk memiliki ibumu." Ucap Pak Fajar. "Jadi apakah dia akan membuang perjuangannya begitu saja?" Tambah Pak Fajar.
Pak Fajar menutup ponselnya, dia lalu berdiri dan setelah itu menghela nafasnya.
"Sudah sampai sana. Sekarang aku akan menunggu seminggu untuk membuktikan hasil autopsi mu ini akurat." Ucap Pak Fajar sebelum dia melangkah menuju pintu.
Saat dia sudah berada di pintu dan memegang gagang pintunya. Faisal memanggilnya yang membuat langkahnya terhenti.
"Profesor..."
"Hmm?" Pak Fajar menoleh ke belakang.
"Apakah aku harus melakukannya, mencari tahu alasan perbuatan Ayahku?" Tanya Faisal.
"Hal itu tergantung kepadamu, kau akan melakukan atau tidak semuanya ada di dalam kemauanmu." Ucap Pak Fajar.
Setelah itu dia menarik pintu lalu keluar dari sana, meninggalkan Faisal sendiri disana.
-
-
-
-
-
∆\=\=\=∆
Mohon maaf jika ceritanya terlalu rumit, sulit dimengerti atau juga nggak jelas.
Mohon maaf juga jika ada banyak kekurangan.
Jika ada penulisan yang typo mohon maklum.
Jan lupa like jempolnya, share bagikan, tinggalkan komentar anda dan kalau bisa vote serta jadikan favorit.
Follow juga.
__ADS_1
Ya.
Terimakasih.