Dzarl : After 800 Year'S

Dzarl : After 800 Year'S
Chapter 24 : Dzarl laba-laba


__ADS_3

Heru menjentikkan jarinya, itu membuat kedua asisten dibelakangnya itu langsung diam dan berdiri tegap di posisi.


Itu adalah salah satu kekuatan Heru, dia mempelajari tentang hipnotis dan oleh karena itu, dia bisa melakukannya.


"Jadi, apa yang kalian ketahui tentang ini?" Tanya dengan wajah yang serius dari Heru.


"Yang kami ketahui adalah, bahwa amplop itu adalah benda milik yayasan kami..." Ucap salah satu asisten.


"Ya aku mengetahui itu!" ucap Heru kesal.


"Amplop itu adalah bukti transaksi antara salah satu anak buah Tuan Ghani dengan Pak Supriyadi. Begitu saja yang kami ketahui." ucap asisten tersebut.


"Umm, siapa nama anak buahnya itu?"


"Dia adalah seorang tukang cukur, namanya Noerdin, itu adalah nama panggilannya bukan nama asli." jawab Asisten wanita itu.


"Dimana lokasi tempat transaksi itu?"


"Di rumah kereta api di...." Ucap Asisten itu memberikan lokasi.


"Apakah ada bukti lain disana?"


"Saya kurang tahu."


"Benarkah?"


"Ya."


"Oh, yaudah" Heru lalu menepuk kedua pundak Asisten itu, mereka lalu kembali tersadar. Disana mereka melihat Heru sedang membakar amplop kuning tersebut.


"Hmm apa?" Tanya Heru pura-pura hal tadi tak pernah terjadi.


Tak beberapa lama mereka kembali masuk ke GOR kecuali Heru, dia ada keperluan di luar. Dia pergi ke suatu tempat.


***********


Kalian masih ingat dengan Pak Ridwan yang sedang menangani pasiennya yang waktu itu.


Kini pemeriksaan pada pasiennya itu sudah selesai, tinggal tahap penyimpulan keluhan dari pasiennya.


Nama dari pasien wanita itu adalah Yuri, kita panggil saja mbak Yuri ke dia.


"Jadi begini, mbak." Pak Ridwan duduk di kursi akan menjelaskan semua hasil pemeriksaan.


"Mbak mengalami mengalami over dosis di tubuh, jadi badan anda itu mencoba mengeluarkan bahan yang membuat anda over dosis ini." penjelasan dari Pak Ridwan.


"Oh gitu, Dok." tanggap mbak Yuri.


"Kalau boleh tahu, beberapa hari ini anda sering makan apa?" Tanya Pak Ridwan.


"Mmm, saya sedang menjalani diet dok, jadi cuma makan sayuran kangkung dan wortel." jawab Mbak Yuri.


"Umm.." Pak Ridwan berfikir sejenak. ' jadi masalahnya obat diet. ' batin dia.


"Nama obat yang anda konsumsi buat diet namanya apa ya kalau boleh tahu?" Tanya dengan sopan Pak Ridwan.


"Dietlyn" jawab Mbak Yuri.


"Oh gitu." Jawab Pak Ridwan.

__ADS_1


"Umm" mbak Yuri mengangguk pertanda mengiyakan. "Tapi itu atas petunjuk dokter" tambah dia dengan mencoba memperjelas.


"Fuhhh, baiklah" Pak Ridwan menghela nafasnya, dia lalu beranjak dari kursinya. "Kalau begitu, aku kasih obat nanti minum ya!" Perintah Pak Ridwan.


Dia lalu berjalan kebelakang untuk mengambil obat yang nantinya diberikan kepada Mbak Yuri.


"Ini, minum 2×1 hari, ini buat menetralkan racun didalam tubuh!" ucap Pak Ridwan memberikan obat yang ada di genggaman. "Lalu, ini obat buat program langsing, jangan pakai itu lagi, lebih baik pakai saja obat pelangsing bermerk. ganti pakai ini!" ucap Pak Ridwan memberikan satu obat lagi.


"Terima kasih." Mbak Yuri lalu menerimanya, kemudian dia akan berpamitan dengan Pak Ridwan.


"Kalau begitu, mari Pak?" Ucap Mbak Yuri.


"Oh iya, silahkan." respon Pak Ridwan.


Mbak Yuri lalu berjalan ke pintu, saat sudah ada disana langkahnya berhenti dengan tangan ada didepan menggenggam erat botol obat itu hingga hancur. Obat didalamnya pun tumpah kebawah.


"Ada apa, mbak?" Tanya Pak Ridwan.


"Tidak ada." Jawab Mbak Yuri. Dia lalu berbalik ke Pak Ridwan.


Secara tiba-tiba delapan tangan laba-laba keluar dari belakang badan Mbak Yuri, disana dia tersenyum Jahat ke Pak Ridwan.


Pak Ridwan terkaget dia berjalan mundur kebelakang dengan kaki gemetaran.


Mbak Yuri semakin senang melihat Pak Ridwan ketakutan, dia maju perlahan ke arah Pak Ridwan yang sampai saat ini dia mundur perlahan.


Saat dia akan menusuk Pak Ridwan dengan tangan laba-labanya itu, Pak Ridwan sudah ketakutan dia menunduk dan mengangkat tangannya untuk melindungi kepalanya, mata dia sudah di pejamkan.


Namun, tiba-tiba sebuah peluru sudah lebih dulu tertembak dari belakangnya. Mbak Yuri menoleh ke belakang, disana ada seorang berjas putih sudah menodongkan pistol kecil kearahnya dan juga dialah yang meluncurkan peluru tersebut.


Kau tahu kan itu pasti siapa, ya benar dia adalah Pak Fajar.


"Ciss, sial!!" Mbak Yuri mengumpat kesal.


"Itu adalah peluru khusus yang dapat langsung membunuh Dzarl." ucap Pak Fajar setelah dia meniup lubang peluru.


"Cihh sialan kau!!" Mbak Yuri kembali mengumpat kesal.


Tak lama kemudian, dia terjatuh dan langsung mati ditempat. Disana Pak Fajar terlihat senang.


Dia menghampiri mayat mbak Yuri atau lebih tepatnya Dzarl laba-laba tersebut. Dia juga memanggil pria kekar botak yang selalu ada bersamanya.


Lelaki kekar itu menghampirinya, Pak Fajar lalu menyuruh untuk membawa mbak Yuri.


"Bob, bawa dia!" Perintah Pak Fajar.


"Baik." pria botak kekar itu menghampiri mbak Yuri yang sudah terkapar, dia lalu mengangkat mbak Yuri.


Pak Fajar lalu menoleh ke Pak Ridwan, dia lalu melambaikan tangannya. " Kalau begitu, dadah." ucap Pak Fajar. Dia lalu pergi dari sana.


Pak Ridwan menanggapinya dengan kembali melambaikan tangan ke Pak Fajar.


Pak Fajar sedang berjalan dilobi, banyak orang-orang melihat dia aneh. Tentu saja itu karena dia membawa seorang wanita yang digendong oleh pria berotot dan botak.


Dia tak memperdulikan mereka, dia hanya menganggap itu hanyalah angin yang berhembus.


Tak beberapa lama mereka keluar lewat pintu lobi ke garasi. Mereka langsung menghampiri mobil mereka yang terparkir diantara sejajaran mobil lainnya.


Setelah sampai di mobil, asisten pria yang waktu itu juga ada, dia langsung membukakan pintu untuk Pak Fajar masuk ke kursi belakang.

__ADS_1


Sedangkan Pria berotot dan juga botak itu membuka bagasi mobil lalu memasukan mbak Yuri ke dalamnya. Setelah itu dia juga masuk ke mobil dibagian kursi belakang, pinggir Pak Fajar.


Asisten laki-laki langsung menyalakan mesin dan beberapa detik kemudian, mobil itu memulai jalan melaju pergi dari rumah sakit.


Saat sudah ditengah jalan Pak Fajar merilekskan badan, dia yang dari tadi memegang pistol langsung diberikan ke asisten kekar di pinggirnya itu.


"Akhirnya aku mendapatkan dia." ucap Pak Fajar menunjuk kebagasi.


"Iya pak." jawab asisten berotot dengan suara berat.


"Kau tahu? kekuatan apa yang dimiliki oleh Dzarl jenis Omuk!" Tanya Pak Fajar ke asisten gendut.


"Tidak Pak, apa itu?" Dia menggelengkan kepalanya dan ingin tahu.


"Dzarl jenis Omuk atau sering dikenal dengan Dzarl laba-laba itu memiliki kemampuan untuk mengkloning tubuhnya. Mereka dapat membuat salinan mereka dengan menggigit nadi makhluk lain." Ucap Pak Fajar.


Asisten berotot itu menganggukkan kepala untuk menanggapi Pak Fajar.


"Aku ingin membuat eksperimen mengkloning tubuhku ke manusia menggunakan DNA Dzarl itu.


Jika itu berhasil, aku ingin mengkloning tubuh manusia lainnya. Hei kau ingin jadi eksperimen ku yang kedua?" Tanya Pak Fajar dengan menoleh ke asisten berotot itu memakai tatapan mengharap.


"Maaf tidak Pak, terimakasih." jawab Dia.


"Ya sudah."Pak Fajar lalu mengusap-usap dagunya, berfikir untuk melakukan eksperimen gila lainnya.


"Hei, bagaimana jika aku mengeksperimen manusia yang sudah mati. Atau bagaimana eksperimen orang matinya adalah tokoh jenius seperti, Albert Einstein atau Sir. Isac Newton?" Suara Pak Fajar mulai terlihat aneh, dia terdengar seperti orang gila.


"Atau bagaimana dengan tokoh negeri kita, Bpk. H. B.J. Habibie?" Ucap dia mulai seperti orang gila. " Bukankah itu bagus, aku akan dikenal sepanjang sejarah. Namaku terpampang di buku pelajaran. Hahahaha..." Imbuh dia yang sudah terdengar lebih gila.


Dia lalu menoleh kebelakang, ke arah mbak Yuri disimpan. Dia lalu tersenyum kegirangan.


"Sa jiken no hajimemarimasu. ( ya, ayo kita mulai eksperimen nya)." Ucap Pak Fajar.


-


-


-


-


-


∆\=\=\=∆


Akhirnya selesai sudah kasus di chapter 2. Mbak Yuri itu adalah Dzarl laba-laba yang menginfeksi Pak Tono menjadi Gate Dzarl. Pak Fajar akhirnya mendapatkan Dzarl laba-laba yang dia cari.


&


Mohon maaf jika ceritanya terlalu rumit, sulit dimengerti atau juga nggak jelas.


Mohon maaf juga jika ada banyak kekurangan.


Jika ada penulisan yang typo mohon maklum.


Jan lupa like jempolnya, share bagikan, tinggalkan komentar anda dan kalau bisa vote serta jadikan favorit.


Follow juga.

__ADS_1


Ya.


Terimakasih.


__ADS_2