
Setelah mereka berdamai, Aldi memberitahu tentang kedatangannya itu. Bahwa dia kesana untuk mencari bukti-bukti tentang motiv Pak Supri.
Awalnya Aldi kira Rikka akan menolak, namun ternyata dia setuju, malah dia ingin membantu mencari bukti-bukti.
Setelah beberapa lama mereka mencari, Rikka menemukan sobekan kertas yang ternyata itu adalah struk bukti transaksi. Dia langsung memberikan ke Aldi.
Aldi lalu menerimanya, dia memeriksa itu benar atau salah itu bukanlah struk biasa.
Setelah diteliti ternyata itu benar adanya, itu adalah struk transaksi. Aldi lalu memasukannya ke dalam sakunya.
Mereka lalu mencari lagi bukti-bukti disana. Dan singkat cerita akhirnya mereka menemukan lagi bukti-bukti lain.
Aldi berterima kasih kepada Rikka karena sudah membantu dan juga berkerjasama. Mereka lalu pamit untuk pulang.
Mereka sudah sampai di rumah Aldi. setelah Heru mengantarkan Aldi, dia langsung pamit untuk pergi ke rumah kosong dekat stasiun.
Saat sudah masuk ke rumah, disana Aldi langsung menyusun barang bukti tersebut. Mencari tebakan kronologi dari barang itu dan juga siapa lagi yang terkait dengan kasus ini. Dia juga mencari di internet tentang penjualan obat perangsang berkedok batu akik.
Aldi lalu menemukan petunjuk. Setelah dia search di internet mencari penjualan ilegal, dia dapat masuk ke situs tersebut dengan mudah begitu saja. Ya, dia bisa masuk begitu saja karena itu hanya cukup dia tekan link situs.
Dia menemukan bukti bahwa salah satu jasa penderek mobil yang menjual obat tersebut, bahkan Aldi menemukan obat aneh lainnya.
(Tokk...tokk...) Suara pintu diketuk.
Bersamaan dengan itu Aldi menghampiri pintu dan membukanya. Disana sudah ada Heru berdiri, dia sudah menemukan bukti kah.
"Aku sudah menemukan bukti." ucap Heru dengan menunjukan USB ke Aldi.
Heru lalu masuk, dia langsung memasukan USB itu ke laptop Aldi. Disana Heru langsung menyodorkannya ke Aldi, mencoba menunjukan petunjuk yang ada.
Sebuah rekaman cctv, yang memperlihatkan dua orang sedang bertransaksi secara ilegal. Mereka adalah Pak Supri dan Pak Nurdin.
Heru langsung menjelaskan di bagian sudah bertransaksi, Pak Nurdin pergi dan dia masuk ke mobil berlogo jasa angkut kendaraan.
Aldi juga lalu menunjukan situs penjualan obat perangsang yang tadi dia dapatkan. Sudah tak diragukan lagi oleh mereka bahwa itu adalah tempat perdagangannya.
Tanpa basa-basi mereka langsung pergi ke tempat penjualan obat ilegal berkedok jasa angkut kendaraan, setelah mereka mendapatkan informasi alamat tempat itu.
#
Mereka sampai di sebuah lokasi berbatu dan juga banyak tumpukan mobil-mobil yang sudah rusak.
Disana terdapat rumah berlantai dua yang kemungkinan besar itu adalah kantornya.
Tanpa basa-basi, setelah Heru memarkirkan motornya, dia langsung mengetuk pintu.
Pintu lalu dibuka oleh seorang laki-laki berusia sekitar tujuh belas tahun. Dia langsung mundur saat melihat mereka berdua.
Ada beberapa orang muncul dari atas lantas turun kebawah. Karena mereka penasaran siapa yang datang.
__ADS_1
Saat mereka datang, Heru langsung pergi ke sebuah lemari di pojok sebelah kanan. Dia langsung membuka lemari itu.
Saat dibuka, lemari itu penuh berisikan obat-obatan yang terbungkus oleh plastik.
"Sungguh, disini kalian menyembunyikan obatnya?"ucap Heru tersenyum ke arah orang yang berada di sana.
Satu orang menghampiri Heru, dia langsung menantang Heru karena sudah berani-beraninya membongkar rahasia tanpa izin.
"Kau ingin mati disini?" Tanya satu orang yang sedang meregangkan otot-otot siap menghabisi Heru.
"Tidak, karena aku tak akan mati disini." jawab dengan santai Heru.
Salah satu orang langsung melancarkan tinju. Namun Heru cukup menghindar saja, dia lalu berkata.
"Let's Tatakae." ucap Heru. (Segera mulai pertarungan.)
"Aaaaaa!!" yang lainnya langsung menyerang Heru dengan keroyokan. Mereka semua berjumlah sepuluh orang jika dihitung dengan orang yang pertama menyerang.
Aldi hanya bisa melihat Heru yang sedang bertarung, sebenarnya dia ingin membantu Heru, tapi Heru mengatakan sesuatu saat di jalan. Bahwa dia tak perlu membantunya untuk bertarung.
Heru terlihat senang dengan hal ini, dia terus menikmati pertarungan walau dia sudah kalah jumlah. Tapi itu tidaklah menutup kemungkinan Heru yang akan menang.
Beberapa saat kemudian, Heru memenangkan pertarungan itu. Semua orang-orang yang bertarung ke Heru semuanya sudah K.O.
Aldi lalu menelpon polisi, suruh tangkap mereka atas tuduhan penjualan ilegal.
#
Aldi menjelaskan semua kronologi tentang kasus Pak Supri ke hadapan para atasannya.
Dia begitu luwes dalam menyampaikan, walau dalam hati dia sangatlah gugup karena ini berpengaruh kepada masa depannya.
Dia menjelaskan semua hasil pencarian dia tentang kasus ini. Yang dia aspirasi adalah, menjelaskan tentang kronologi yang terjadi.
"Pak Supri melakukan ini kemungkinan adalah masalah ekonominya yang ada di bawah rata-rata.
Jadi, ada seseorang yang memanfaatkan Pak Supri untuk membunuh Irawan( korban yang viral dibunuh).
Karena bayaran yang besar dan juga dia adalah seorang Dzarl, oleh karena itu dia menerima tawaran itu.
Dia diberikan obat khusus seperti narkoba yang dapat membuatnya hilang kesadaran." Aldi lalu menunjukan Cincin yang sudah diwadahi.
"Ini dia, obat yang membuat kesadaran Pak Supri hilang." ucap Aldi. Dia lalu melanjutkan penjelasannya.
"Jadi begitu. Pak Supri memang salah, tapi dia melakukan itu atas keterpaksaan.
Dia melakukan itu bukan karena dia orang jahat, jadi kita tak boleh menyalahkannya.
Sekian terima kasih." Aldi pun selesai beraspirasi.
__ADS_1
"dan juga, menurutku Dzarl itu tak semua jahat!" Tambah Aldi dengan wajah bangga.
#
Setelah beberapa Minggu akhirnya Aldi diangkat pangkatnya. Tentu saja bayarannya akan lebih besar lagi saat dia mendapatkan kasus lagi.
"Baiklah." ucap Aldi dengan menghirup udara sedar.
"Kasus tuduhan tersangkanya Pak Supri ditutup!!" Ucap Aldi setelah dia pergi dari kantor pusat dan menaiki motornya itu. "Saatnya mewawancarai salah satu orang saksi lagi." tambah dia dengan antusias.
Belum selesai lagi. Kita masih belum menemukan siapa yang menyuruh Pak Supri untuk membunuh. Kita baru saja menemukan penjual obat terlarang, belum siapa dalang pelaku semua ini.
-
-
-
-
-
∆\=\=∆
"Hei, eN_ bukankah ini tidak adil" ucap Rian.
"Kenapa?" Jawabku.
"Masa secondary cerita ini dapat cerita tentang dia sebanyak 10 chapter. Dan juga aku kan MC kenapa sampai sekarang nggak muncul disana?!!"
"Ahhh maaf Rian aku kira tidak akan sepanjang ini ceritanya"
"Halah alesan" Rian lalu pergi.
Mohon maaf aku kira cerita ini cuma bakal nyelesain beberapa chapter, tapi ternyata malah sampai sepuluh gini.
Mohon maaf sebanyak-banyaknya dari saya.
&
Mohon maaf jika ceritanya terlalu rumit, sulit dimengerti atau juga nggak jelas.
Mohon maaf juga jika ada banyak kekurangan.
Jika ada penulisan yang typo mohon maklum.
Jan lupa like jempolnya, share bagikan, tinggalkan komentar anda dan kalau bisa vote serta jadikan favorit.
Follow juga.
__ADS_1
Ya.
Terimakasih banyak.