
Tertulis nama Rikka Anisa dari sampul buku itu. Karena penasaran, Aldi lalu membukanya.
Wajahnya langsung terkejut saat membacanya, dia juga terlihat tersentuh dengan isi dari buku tersebut.
Isi catatan :
[19 April 2014. Seorang malaikat kecil terlahir ke dunia ini. Dia sangatlah cantik, lembut, dan bersih.]
[Banyak hal yang aku ingin utarakan untuk seorang malaikat kecil, namun itu pastilah akan memakan teramat panjang lembaran kertas yang ditulis.]
[ Mei 2014. Akhirnya sudah 40 hari dia malaikat kecilku hidup di dunia ini. Saatnya aku menamakannya. ]
[ Sudah ku mencari nama yang cocok untuknya, terus mencari nama yang pantas diberikan untuk malaikat ku. Dan sampai akhirnya aku menemukannya. ]
[ RIKKA ANISA. Berasal dari kata " RIKA" dan " NISA ". Dalam bahasa Jepang, penyebutan salju bisa " Yuki " dan " Rika ". Karena malaikatku memiliki kulit putih dan lembut dan juga ada alasan lain yaitu, orang-orang mengatakan bahwa tak akan ada dua salju yang sama, mereka semua unik, mereka semua istimewa dan tak tergantikan. Itu sebabnya aku menamainya " Rikka " yang artinya salju putih yang cantik dan istimewa.
Lalu aku juga terpikirkan malaikat cantikku yang manis nan lembut, aku memasukan nama belakangnya " Anisa " yang artinya perempuan cantik. Jadi " RIKKA ANISA " memiliki arti " seorang perempuan cantik seputih salju yang istimewa dan tak tergantikan ". ]
Aldi terus membaca catatan itu, hingga dia sampai ke halaman terakhir.
Disana tertulis, [ 26 Mei 2020. Tak terasa malaikat kecilku kini telah tumbuh dewasa. Dia kini sudah berusia 7 tahun, saatnya dia untuk mengenal dunia barunya, yaitu sekolah.
Aku ingin istriku melihat pertumbuhannya, karena kini dia telah tumbuh dewasa. Aku ingin melihat apa yang akan diekspresikan olehnya jika dia melihat ini. ]
Dan ada bagian halaman terakhir yang dia tulis, ada huruf yang memenuhi satu lembar buku itu.
[ 19 Februari 2021. Tak terasa malaikatku Rikka sudah akan menginjakki usia delapan tahun, saat ku bertanya apa yang dia inginkan untuk hadiah ultahnya, dia hanya menjawab. " Aku ingin ayah selalu menemaniku. ", Jujur aku langsung terharu mendengarnya. ]
Aldi langsung tersentuh dengan membaca buku catatan itu.
' kenapa aku melakukan hal sekejam itu.' Dalam hatinya.
"Hei, Aldi." panggil seseorang.
Aldi lalu menengok ke arah depannya, seseorang berjaket hitam sedang berjalan menghampirinya. Itu adalah Pak Sandi.
Dia langsung mencoba untuk menyembunyikan buku catatan itu ke belakang punggungnya.
" Terima kasih atas kerjanya." Ucap Pak Sandi dengan menepuk pundak Aldi. " Sekarang kau pulang dan istirahat, sisanya serahkan pada kami. "
Aldi hanya mengangguk dan langsung pergi dengan memasuki salah satu mobil disana.
Setelah dia sampai di kantor pusat dia langsung mengambil motor Vario merahnya dan pergi.
Diperjalanan dia terus mengingat halaman terakhir yang ada di buku catatan tersebut.
Dia terus berfikir, kenapa aku bisa melakukan hal sekejam itu pada seseorang sepertinya. Dia terus memikirkannya hingga dia akhirnya sampai dirumah.
Dia terus memikirkan hal tersebut dengan duduk termenung di sofa coklatnya dengan badannya diselimuti. Dia terus memikirkan hal itu hingga tak terasa sudah melewati tengah malam dia terus duduk termenung di sana, tak bergerak sama sekali.
" Merasa bersalah? " ucap seseorang yang muncul dari belakangnya.
" Kau... " Aldi langsung menengok kearah belakang, seseorang dengan baju kaos abu dan celana panjang hitam, dia adalah Heru. " B–bagaimana kau bisa masuk? " Ucap Aldi keheranan.
" Hmmm, itu tidaklah penting." Jawab Heru.
" Untuk apa kau datang kemari, hah? " tanya Aldi dengan nada tak slow.
"Terkadang hal yang menurut kita baik belum tentu itu memang baik, begitu juga sebaliknya." ucap Heru melangkah ke meja depan.
"Hah?" Aldi tak paham dengan apa yang Heru katakan.
"Lihat saja, ini" Heru membuka halaman di sebuah catatan yang tadi Aldi buka dan buka.
"Di sini, kau tahu kenapa istri Pak Supri meninggal?" Tanya Heru.
"Dia dibunuh oleh seseorang." jawab Aldi, dia sudah membaca bagian itu.
__ADS_1
"Orang itu adalah PaPDI." jawab terus terang Heru.
"Hah? Apa maksudmu." Aldi menghampiri Heru.
"Istri Pak Supri juga adalah Dzarl, dia dihabisi oleh tim PaPDI pada saat sebuah pasar digrebek, pasar itu diduga tempat penjualan daging manusia." ucap Heru.
"Disana istri Pak Supri sedang berbelanja, namun naas dia tertangkap oleh tim PaPDI dan dia langsung dihabisi." lanjut Heru.
"Hah? Dari mana kau tahu tentang itu." tanya Aldi tak percaya.
"Ini." Heru memberikan sesuatu kepada Aldi. Disana Aldi cukup curiga dengan benda itu, jadi dia tak menerimanya.
" Tenang saja. ini! " Heru lalu melemparkan sesuatu pada Aldi.
" Apa ini? " dia melihat sebuah kertas putih berisikan alamat suatu rumah, terlihat dari pendetailan alamat rumah itu yang sangatlah mendetail.
Aldi menengok kearah Heru untuk bertanya untuk apa ini, Saat Aldi menengok ke arah Heru tadi, kini orang itu sudah tidak ada.
" Hah, lupakanlah. " tanpa pikir panjang, Aldi langsung melemparnya ketempat sampah dekat dengan sofa.
Sesudah itu, dia menarik selimutnya dan dia mencoba untuk merebahkan badannya di sofa untuk tidur.
Paginya.
Dia terbangun dari sofa tidur seperti biasa, lalu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Saat dia sedang mandi, dia masih teringat dengan apa yang diberikan oleh Heru kemarin malam, sebuah kertas yang berisi alamat rumah.
Dia juga penasaran dengan cerita tentang Heru yang menceritakan istri Pak Supri yang dihabisi oleh tim PaPDI. Karena dia juga pernah mendengar tentang operasi penggerebekan pasar berapa tahun yang lalu sebelum dia bergabung di organisasi.
Karena penasaran, setelah dia keluar dari kamar mandi dan mengeringkan diri, dia lalu pergi ke wadah sampah tempat kertas itu di buang olehnya.
Dia lalu mengambilnya dan mencoba untuk melihat-lihat tujuan alamat itu. Saat dia mencoba memerhatikan lokasi itu, dia merasa tidak asing dengan alamat tersebut.
" Tunggu... " Aldi lalu langsung pergi ke kamarnya dan mengganti pakaian, memakai pakaian rapih.
Dia langsung pergi mengendarai motornya, menuju suatu tempat. Tak lama akhirnya, dia sampai ditempat tujuannya. Kantor PaPDI.
Saat dia masuk ke dalam, suasana disana normal seperti pada umumnya, orang-orang berlalu lalang kesana-kemari untuk kesibukan mereka masing-masing.
Aldi tak menghiraukan hal itu, dia hanya cukup menghindar agar tidak menghalangi jalan siapapun. Aldi berjalan ke arah sebuah bangku dengan banyak tumpukan buku.
Setelah dia sudah ada disana, dia mengambil salah satu kertas yang ada di tumpukan kertas. Dia juga mengambil sesuatu dari tas yang dari tadi ia bawa. Itu adalah alamat yang diberikan oleh Heru kemarin malam.
Setelah dia mengambilnya, dia lalu duduk di kursi tersebut dan membuka ponselnya, membuka apk go*gle maps dan mencoba untuk mencocokkan kedua alamat tersebut.
Saat dia sedang melakukannya, dia sedikit menduga kalau alamat dari kertas yang dia ambil dari meja tersebut itu dan alamat yang diberikan oleh Heru memiliki tujuan arah rumah yang sama.
Setelah mencocokkannya, dia pun akhirnya mengetahui kalau kedua alamat itu memiliki tujuan rumah yang sama, hanya saja alamat yang diberikan oleh Heru memiliki perincian lokasi yang mendetail.
Alamat yang dia ambil dari meja tersebut itu diberikan oleh Pak Sandi saat dia akan mengambil misi untuk mengintrogasi Pak Supri yang diduga sebagai saksi, walaupun kini dia sudah masuk ke list tersangka.
" Hei, Aldi." Pak Sandi menghampiri Aldi. " Ini. " setelah Pak Sandi sudah ada di depan meja Aldi, dia memberikan sebuah USB berwarna biru.
" Apa ini? " Tanya Aldi dengan menerima USB tersebut.
" Data Pak Supriyadi yang telah kami kumpulkan, sisanya aku serahkan padamu. " Ucap Pak Sandi.
" Hmm! " Angguk Aldi.
Tanpa basa-basi, Aldi langsung memasukan USB itu ke komputer dipinggir meja dia berdiri dan mencoba untuk membaca yang telah didapatkan saat ini.
" Baiklah, jika kau butuh bantuan mintalah pada kami seniormu. " Ucap Pak Sandi sebelum dia pergi meninggalkan Aldi ditempat.
"Ee, Pak." Ucap Aldi.
"Iya?" Pak Sandi menoleh kearahnya.
__ADS_1
"Apa bapak ingat tentang operasi penggerebekan pasar beberapa tahun yang lalu?" Tanya Aldi.
"Iya, memangnya kenapa?" Tanya Pak Sandi.
"Bolehkah saya mendapatkan informasi tentang hal itu?" Tanya Aldi.
"Ya. Tentu saja." jawab Pak Sandi.
"Baik pak terimakasih." Aldi lalu menundukkan kepalanya.
Pak Sandi pergi dan tak lama kemudian dia kembali dengan sebuah map biru yang berisikan data tentang op penggerebekan pasar tersebut.
Setelah Aldi menerimanya, dia langsung menelaah semua isi dari informasi tersebut. Alasan kenapa organisasi melakukan operasi itu, terus kenapah organisasi bisa tau hal itu, dan juga list data para Dzarl yang ditemukan dan sudah dihabisi.
Disana tertulis Nama Eim Amaliah. Semua data seperti biasanya, namun isi dari bagian status keluarga tertulis dia menikah dan nama dari suaminya adalah Supriyadi.
Semua data tentang istri Bu Eim ini sama dengan data Pak Supriyadi yang ada di lembaran kertas yang diberikan Pak Sandi.
Dari sana dia yakin bahwa dia adalah istri Pak Supri. Dan juga dia yakin dengan apa yang dikatakan oleh Heru kemarin.
Oleh karena itu, tanpa sepengetahuan Pak Sandi dan yang lainnya. Aldi nekat akan mendatangi anak Pak Supri, dia ingin tahu bagaimana keadaan Rikka ini. Dia memiliki perasaan bersalah dengan Rikka karena dia sudah menghabisi orang terpenting bagi dia.
Aldi lalu langsung membaca semua informasi yang telah didapatkan saat ini. Wajahnya sangatlah serius, mungkin dia juga tak boleh diganggu saat ini.
" Oke baiklah. " setelah itu dia pergi dari kantor, dan kembali mengendarai motor.
Berbeda dengan arah kerumahnya, kini dia pergi ke arah sebaliknya dari rumahnya. Dia pergi ke suatu tempat yang cukup asing untuk dirinya, rumah-rumah disana semua memiliki halaman kebun kecil, entah itu disengaja atau semua pemikiran penduduk sana sama.
Dia berhenti di depan rumah dengan cat kuning, rumah itu memiliki ukuran sedang, memiliki penampilan yang beda karena dipinggirnya tak ada kebun kecil melainkan langsung rumah. Aldi berhenti disana dan turun lalu jalan menghampiri rumah bercatkan kuning tersebut.
' Baiklah, aku disini memiliki dua tujuan, satu aku harus menyelidiki motiv kejahatan Pak Supri, kedua aku harus dapat mendapatkan informasi berguna untuk pengumpulan data informasi tentang Dzarl dan yang terakhir, aku akan meminta maaf sebesar mungkin kepada keluarganya karena telah melakukan hal yang diluar batas ' ucapnya dalam hati.
[ Tokk... Tokk... Tokk ]
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam " sahut dari dalam rumah tersebut, suara seorang anak perempuan.
[ Kleek ... ]
Pintu itu pun dibuka, seorang anak perempuan berkerudung berwarna coklat, kulit putih juga lembut, mata besar kehitaman, dan juga tingginya normal seperti gadis seusianya. Saat pintu itu dibuka, gadis itu langsung melihat Aldi dengan mata sinis, curiga.
Aldi hanya membalasnya dengan sebuah senyuman kepada gadis kecil tersebut. Namun, gadis itu tetap menatapnya dengan curiga.
-
-
-
-
-
∆\=\=\=∆
Mohon maaf jika ceritanya terlalu rumit, sulit dimengerti atau juga nggak jelas.
Mohon maaf juga jika ada banyak kekurangan.
Jika ada penulisan yang typo mohon maklum.
Jan lupa like jempolnya, share bagikan, tinggalkan komentar anda dan kalau bisa vote serta jadikan favorit.
Follow juga.
Ya.
__ADS_1