
( Kring... kring... ) Bel berbunyi pertanda jam pelajaran dimulai.
" Baik anak-anak kita akan mulai pelajarannya " ucap pria berkemeja putih yang sedang berada di depan para murid, dia adalah seorang guru. Namanya Niras.
" Baik, Pak " jawab semua murid, mereka lalu mengeluarkan LKS dan buku paket masing-masing.
" Oke, kita lanjutkan materi yang kemarin disampaikan tentang sejarah pembentukan bumi ini bagian makhluk hidup " ucap guru itu.
" Jadi, tidak hanya ada manusia saja yang hidup di bumi ini, kita kita hidup berdampingan dengan makhluk hidup yang lain. Ayo, apa saja sih makhluk yang hidup di bumi ini? " Ucap Pak guru itu, dia mencoba untuk menunjuk seseorang untuk menjawabnya.
" Rafdi, ayo sebutkan makhluk apa saja yang hidup di bumi! " Dia lalu menunjuk seorang murid laki-laki yang duduk di paling depan.
Rafdi langsung terkaget saat dia ditunjuk oleh pak Niras. " Eeee, manusia... Tumbuhan... Binatang... Da-dan... " Rafdi sulit untuk menjawab pertanyaan itu, mungkin dia kaget sekaligus tegang karena semua tertuju pada Rafdi.
" Baiklah, terima kasih Rafdi " Pak guru lalu berjalan menghadap ke papan tulis. " Jadi di bumi ini ada 4 jenis makhluk hidup, Manusia, Dzarl, Hewan dan tumbuhan " Guru itu lalu menuliskannya di papan tulis.
" Kita pasti sudah tahu kan apa itu manusia, jadi kita akan lanjut saja ke Dzarl. buka halaman berikutnya " dia mengambil nafas sebentar sebelum lanjut. " Jadi, apa itu Dzarl? Apa definisi mereka? Ya. Kita pasti tahu, kan. Mereka adalah makhluk yang memakan manusia.
Jadi, Dzarl adalah makhluk yang menyerupai manusia, tangan, kaki, kepala, badan dan yang lainnya sama.
Tapi, mereka memiliki suatu alat predator alami yang mereka punya bernama Pusaka.
Setiap jenis Dzarl memiliki Pusaka yang berbeda-beda, ada banyak jenis Pusaka yang Dzarl miliki, tapi kita cukup tau 4 saja Pusaka yang umum dijumpai, yaitu antara lain ;
Yang pertama ada Slave, sebuah Pusaka Dzarl yang paling sering ditemukan, bentuknya seperti tangan belalang sembah atau kadang seperti gading gajah jika mereka sudah berevolusi yang berada di tangan atau belakang kaki Dzarl.
Populasinya ada sekitar 53.3% dari populasi Dzarl saat ini.
Yang kedua ada Kaput, Pusaka Dzarl yang memiliki bentuk jarum besar, Pusaka itu berada di punggung Dzarl jenis ini, biasanya ada 6 jarum yang mereka punya.
Populasinya ada sekitar 19.0% dari populasi Dzarl.
Yang ketiga ada Ssario, adalah Pusaka berbentuk susunan tulang yang menjejer seperti buntut kalajengking, Pusaka ini berada di belakang mereka atau lebih tepatnya di bagian tulang buntut.
Populasinya mereka ada sekitar 11.1 % untuk keseluruhan populasi Dzarl saat ini.
Dan yang terakhir ada Nedla atau Needell, adalah Pusaka yang memiliki bentuk jarum sebesar 5 cm, pusaka ini berada di bagian pergelangan tangan Dzarl.
Populasi mereka sekitar 4.0 % dari keseluruhan Dzarl.
Dari sini kalian faham? " Tanya Pak Niras.
""Paham"" jawab semua murid.
"Oke kita lanjutkan, kebagian selanjutnya, tentang asal mereka.
Jadi kita belum tahu informasi tentang asal mereka dari mana, tapi ilmuan dengan sejarawan terkenal sudah sepakat kalau mereka sudah ada sebelum manusia diturunkan dari surga ke bumi.
Kalian tahu kenapa banyak mereka berpendapat seperti itu?" Tanya Pak Niras ke para murid.
""Tidak tahu pak""
" Jadi kenapa mereka berpendapat seperti itu, karena fosil tengkorak dan tulang-belulang Dzarl yang paling tua memiliki usia jauh lebih tua dari fosil manusia yang paling tua di temukan hingga saat ini"
" Oke sampai disini saja, ada yang mau bertanya?"
Salah satu murid mengacungkan tangan, dia adalah Rafdi yang tadi tak bisa menyebutkan nama makhluk hidup, bisa tapi mungkin dia tegang saat itu.
Semua murid langsung mengarah pandangan ke Rafdi dengan keanehan, Selama tiga tahun ini di SMP, dia tak pernah sama sekali bertanya apapun tentang pelajaran yang dia pelajari, namun kali ini dia mengajukan pertanyaan, itu bukan lagi aneh tapi impossible.
"Apa dia kerasukan?" Gumam salah satu murid disana.
"Iya, Rafdi apa pertanyaan mu itu?" Pak Niras langsung meladeni Rafdi dengan antusias.
"Enggak pak, saya cuma mau izin ke toilet"
Semua murid yang tadinya menatap serius ke Rafdi langsung mereka tertawa.
"Ada apa?" Rafdi kebingungan dengan mereka yang langsung saja tertawa.
"Oh iya silahkan" hanya Pak Niras tak tertawa akan hal itu.
Rafdi lalu pergi keluar kelas untuk pergi ke toilet. Entah itu benar atau perasaan mereka saja, tapi Rafdi seperti sedang gelisah saat dia melangkah keluar.
"Oke jadi kita lanjutkan.
Disini ada contoh beberapa tokoh dunia yang diperkirakan kalau mereka adalah Dzarl.
Ada, Nikola Tesla,
Sir. Isak Newton,
Erno Rubik,
Charlie Chaplin,
Khalid Barrossa,
Dan sebagainya, kalian baca selengkapnya ya. Itu pasti akan ada di soal ujian."
Pak Niras melihat jam-nya. "Oke, baik anak-anak... Materinya kita tutup disini"
""Iya pak"" jawab seisi kelas.
__ADS_1
"Assalamualaikum" dia lalu pergi melangkah keluar kelas.
""Waalaikumsalam"" jawab seisi kelas.
***********
Ke sisi Rafdi dia tidaklah pergi ke toilet, tapi dia pergi keluar sekolah dengan memanjat pagar. Apa yang dia lakukan, entahlah.
Dia menjatuhkan badannya ke tanah, lalu dia bangun dan langsung berlari dengan cepatnya meninggalkan sekolah sembari melepas dasi dan bajunya yang didalamnya ada kaos.
Tak lama kemudian, akhirnya dia berhenti di sebuah alun-alun kota yang sedang membangun tenda-tenda pasar didalam alun-alun tersebut. Mungkin mereka akan mengadakan pasar malam disana.
Seorang pria gendut berkumis menghampirinya, tadi dia terlihat baru saja memarahi orang-orang yang sedang duduk santai sembari nyembat.
"Datang juga kau, cepat bantu!" Ucap pria berbadan besar itu.
"Baik pak" tak lama setelah mengatakan itu dia pergi meninggalkan pria gendut berkumis itu.
***********
Bel istirahat kedua berbunyi, terlihat guru-guru keluar dari setiap kelas.
Seseorang melangkah menghampiri Rian, seorang gadis berkacamata dengan buku dipegangnya.
"...Rian" panggil gadis itu dengan suara kecil dan terlihat malu.
Rian mendongakkan kepala ke arah panggilan itu, dia melihat seorang gadis sedang berdiri di samping mejanya.
"Ya. Ada apa Syifa?" Tanya Aldi dengan bingung ada keperluan apa dia.
"Ak-ku dengar kamu sakit be-beberapa hari yang lalu?" Ucap Gadis yang dipanggil Syifa itu. "Kamu udah baikan,kan?" Tanya Syifa, tatapan matanya masih menghadap kebawah menghindari tatapan mata Rian.
"Umm, iya tapi aku udah sembuh, kok" tak lama setelah ia menganggukkan kepala lalu tersenyum ke arah Syifa.
"Makasih udah khawatir" Tak lama kemudian dia bangun dari kursinya dan melangkah pergi keluar kelas.
Deg. Jantung Syifa langsung berdegup kencang saat mendengar kata yang terakhir dilontarkan oleh Rian. Mukanya memerah tersipu malu saat dia mendengar hal itu.
Rian menyusul temannya Herman dan Uji yang sudah mendahuluinya saat Syifa ingin berbicara dengan Rian tadi.
Mereka berjalan di koridor kelas untuk menuju ke kantin, mereka berjalan di tengah-tengah kerumunan siswa siswi yang sedang berada di lorong itu.
Tak beberapa lama kemudian mereka sampai di kantin, ada banyak murid di sana, ada yang sedang mengantri, sedang duduk di meja, pokoknya tempat itu ramai.
Saat Rian sedang berjalan untuk duduk di kursi kantin tersebut, tak sengaja dia bertubrukan dengan seseorang.
(Bruk...)
Tak sengaja minuman yang orang itu pegang tumpah ke baju Rian. Minuman itu adalah sebuah kopi coklat yang di wadahi gelas plastik.
"Kau tidak apa-apa?" Tanya orang itu, saat dia melihat ke wajah Rian, dia langsung panik. "Bajumu kotor" orang itu tiba-tiba langsung panik melihat baju Rian kotor, dia menengok kanan kiri mencari tisu.
Seorang gadis bertubuh mungil itu benar-benar panik terutama saat dia melihat orang yang ditabraknya adalah Rian. Seorang anak dari pendiri sekaligus Presdir perusahaan Knight of Fantasi. Dia mungkin berfikir hidupnya akan tidak tenang setelah ini.
Setelah dia menemukan tisu, dia bergegas menghampiri Rian dan langsung mengelapkan baju Rian yang terkena noda itu dengan tisu.
Rian langsung terkaget disana.
"Tidak apa-apa, tidak masalah"Ucap Rian dengan bersikap tetap tenang.
"Aku benar-benar minta maaf" Gadis itu terus menggosok-gosok nodanya dengan sungguh-sungguh.
"Nodanya tak akan hilang jika hanya memakai tisu saja"Ucap Rian.
"Benar, kalau begitu lepas bajumu aku akan mencucinya" gadis itu lalu berdiri.
"Ti-tidak usah tidak usah" ucap Rian menggelengkan kepalanya.
Gadis itu kemudian terdiam, wajahnya menghadap kebawah lantai. Dia tak enak telah menabrak Rian.
"Aku juga minta maaf, udah ngalangin jalan" ucap Rian."kalau begitu, sebagai gantinya aku beliin kopi yang baru" ucap Rian yang sama merasa tak enak ke Gadis itu.
"Sindy... Kelas VIII D, benarkan?" Rian membaca name tag nya.
"Iya, itu namaku"
"Ayo..." Ucap Rian sebelum menarik tangan Sindy.
"Kemana?" Tanya Sindy bingung kenapa tangannya ditarik.
"Kemana lagi..." Ucap Rian yang tetap menarik tangan dia. "Bi, kopi seduh satu, yang kayak dia" Ucap dia dengan melambaikan tangannya.
"Ya" sahut bibi kantin itu.
Tak beberapa lama kopi jadi, Rian memberikannya ke Sindy. "Kita sama-sama salah, jadi jangan minta maaf"ucap Rian sembari memberikan kopi itu ke Sindy.
"Terimakasih" Sindy menerima kopi itu dan membungkukkan badan lalu pergi dari sana.
"Hei, Rian ayo" panggil lelaki berambut keriting, dia adalah Herman yang sudah berada duduk di meja, dipinggirnya ada seorang lelaki berponi klimis bernama Uji, dan didepan meja ada Ray yang sebelumnya sudah bergabung beberapa saat lalu.
Rian lalu menghampiri mereka bertiga dan duduk disebelah Ray. Mereka ternyata sudah memesan makanan dan kini mereka sedang memakannya.
"Lu terlalu baik Rian" ucap Herman dengan menunjuk dia dengan sendok.
__ADS_1
"Emangnya aku harus gimana?" Tanya Rian.
"Dahlan lupakan"Herman kembali makan dan setelah itu mereka tak saling berbicara. Mereka fokus memakan makanan mereka.
"Lu gak makan" tanya Herman ke Rian.
"Ini lagi mesen" ucap Rian.
"Oh"
#
Setelah beberapa saat selesai makan, mereka beranjak dari meja kantin, dan pergi ke mushola sekolah untuk sholat.
Saat sudah sampai, mereka melakukan ibadah sholat berjamaah dengan murid lainnya di mushola sekolah.
Setelah melakukan ibadah, mereka akan pergi kembali ke kelas. Karena Ray memiliki kelas yang berbeda, oleh karena itu dia duluan pergi setelah memakai sepatu.
"Oke aku duluan" ucap Ray ke mereka yang sedang memakai sepatu.
"Yo" jawab semua.
Setelah Rian dan yang lainnya sudah memakai sepatu, mereka akan kembali ke kelas.
Mereka lalu berjalan kembali ke kelas, jam juga sudah menunjukan pukul setengah satu, pertanda akan masuk dan pelajaran akan kembali dimulai.
(Bruk...) Suara sesuatu yang menabrak meja.
Saat mereka bertiga sedang berjalan, terdengar suara tubrukan sesuatu ke meja. Karena penasaran mereka lalu mencari sumber suara itu.
Ada di kelas VIII D. Kelas gadis yang bernama Sindy itu. Disana di depan kelas yang sudah dipenuhi orang-orang yang sedang menyaksikan sesuatu.
Mereka lalu mencoba melihat apa yang sedang terjadi dikelas itu yang membuat tontonan bagi siswa siswi.
Hingga akhirnya mereka berhasil dapat melihat itu. Terlihat seorang siswi sedang dibully di kelas itu. Ada lima orang yang sedang membully gadis tersebut, orang yang membully nya semua adalah perempuan.
Salah satu dari mereka Rian mengenalnya, dia adalah gadis yang berada paling depan diantara gadis yang sedang membully lainnya.
"Dia kan Sarah" Rian menunjuk arah gadis yang menurutnya dia kenal.
"Ya, itu memang dia. Keponakan dari donatur terbesar disekolah ini dan juga sepupu dari Ray, dia adalah Sarah" ucap Herman.
"Aku tidak tau kalau dia seperti itu orangnya" ucap Rian keheranan dengan sifat asli Sarah itu.
"Ya. Dia dianggap baik oleh guru-guru dan orang yang dia hormati seperti kau dan Ray. Tapi, dia sebenarnya adalah setan yang suka membully siapapun" Herman menjelaskan.
"Hmmm, kenapa tak ada yang melaporkan ini?" Tanya Rian.
"Percuma, kan sudah kubilang dia dianggap oleh guru-guru sebagi orang yang baik-baik" jawab Herman.
"Bagaimana dengan Ray?" Tanya Rian.
"Tak ada yang berani melaporkannya ke Ray" Jawab Herman.
"Ini sudah keterlaluan" terlihat Rian memampangkan kesal ke Sarah.
Disisi Sarah, dia sedang membully Sindy. Jadi orang yang selama ini dia bully adalah Sindy.
Terlihat Sindy sudah tak berdaya, dia terduduk dibawah bangku tak berdaya, kepalanya ditaburi remahan nabati, ada luka di pipinya.
Sarah mengambil sebuah kopi yang berada di meja dipinggirnya tadi, dia mengambilnya lalu membuka tutup gelas tersebut. Dia akan membanjurkannya ke Sindy.
Saat tangan dia sudah berada di atas kepala Sindy, dia akan menumpahkan ke Sindy.
Saat tangannya akan membalikan gelas itu untuk menjatuhkan air kopi, sebuah tangan sudah dulu menahan tangan Sarah.
Semua terkaget termasuk Sarah, disana dia melihat Rian menahan tangannya itu untuk membanjur Sindy.
"Kau sudah keterlaluan, Sarah" ucap Rian yang terlihat kesal.
-
-
-
-
-
∆\=\=\=∆
Mohon maaf jika ceritanya terlalu rumit, sulit dimengerti atau juga nggak jelas.
Mohon maaf juga jika ada banyak kekurangan.
Jika ada penulisan yang typo mohon maklum.
Jan lupa like jempolnya, share bagikan, tinggalkan komentar anda dan kalau bisa vote serta jadikan favorit.
Follow juga.
Ya.
__ADS_1
Terimakasih banyak.