Dzarl : After 800 Year'S

Dzarl : After 800 Year'S
Chapter 28 : Berangkat sekolah


__ADS_3

Rian terbangun disebuah lokasi yang sedang terjadi perang, dan dia ada berdiri ditengah-tengah perang tersebut.


Anehnya, seolah tak ada yang menyadari keberadaan dia, tak ada yang melihat dia atau minimal bertubrukan dengan dia.


Rian melirik ke kanan kiri melihat semua orang sedang beradu senjata. Pekikan kuda terdengar disana, suara teriakkan orang-orang juga ada disana.


Saat dia sedang fokus melihat semua yang terjadi didepan kedua matanya itu, sebuah tangan mendarat di bahu Rian.


Dia lalu menoleh kebelakang, melihat sebuah tangan kasar ada di bahunya itu. Dia mendongakkan kepalanya, melihat siapa itu. Saat dia melihat siapa itu, dia langsung terkejut.


Seorang pria yang mirip dengan dirinya berdiri tepat dibelakangnya, menaruh tangan ke bahu Rian.


Dia lalu tersenyum sinis melihat Rian, seolah dia memiliki niat jahat ke Rian.


Aura yang terpancar dari dia sangatlah menakutkan, pasti itu akan membuat siapapun yang melihat dia akan sangat ketakutan.


Bersamaan dengan sebuah letupan api dasyat, seorang pria itu tertawa kejam dengan keras.


***********


"Rian..." Suara seseorang yang sedang menggoyangkan badan Rian, mencoba membangunkannya yang tertidur di atas meja belajar.


Suara perempuan yang sangat lembut, dia adalah Risa yang ada tepat di pinggir Rian.


Mereka sedang di rumah Rian, karena sekarang jam 2, saat Risa sedang mengajari Rian.


Rian terbangun, matanya terbuka dan dia langsung melihat sepasang mata di depannya dengan sangat dekat dan saling menatap dengan mata dia.


"Ahhh maaf, aku ketiduran." Rian langsung mengangkat kepalanya, bangun ke posisi duduk tegak di kursi.


Risa juga mundur sedikit, namun dia lalu mendekat kembali Rian.


"Tidak apa-apa." jawab Risa. "Kita lanjutkan, tadi sampai mana?" Tambah Risa yang langsung menunjuk ke buku.


Mereka lanjut belajar, Risa terlihat serius dalam mengajari Rian. Begitu juga dengan Rian, dia terlihat serius saat ini. Sebelumnya dia tak pernah belajar sampai segiat ini, entah itu datang dari mana yang membuatnya menjadi rajin begini.


#


Jam telah menunjukkan pukul 3 lebih, Risa pun selesai mengajari Rian. Dia mengambil tas yang berada di pinggir kanan dia dan akan mencoba berpamitan dengan Rian.


Dia lalu melangkah ke pintu akan pergi dari sana, namun langkah itu terhenti dengan dengan Rian yang memanggil dirinya.


"Risa..." Panggil Rian.


Risa menoleh ke Rian, melihat dia sedang menghadap ke arahnya.


"Ada apa?" Sahut Risa dengan suara kecil.


"Eeee, apakah kita boleh be-bertukar nomor ponsel?" Ucap Rian sedikit canggung.


"Untuk apa?" Tanya dengan nada datar dari Risa.


"Tidak hanya saja, siapa tahu kita perlu itu."Ucap Rian.


"Tidak bisa." tanggap datar Risa.


"Kenapa?" Rian terkaget dengan tanggapan Risa yang datar begitu saja.


"Pertama, aku tak memiliki ponsel. Kedua, bukankah rumah kita ini dekat." jawab Risa.


"Mmm benar juga ya." Rian menganggukkan.


Beberapa hari sebelumnya Risa pindah ke kontrakan didekat, tidak. lebih tepatnya tepat dipinggir rumah Rian. Tentu saja ini bukanlah keinginan Risa melainkan Ayah Rian yang menyuruhnya.

__ADS_1


Bukan tanpa alasan, dia menyuruh Risa untuk pindah kesana adalah agar itu lebih mudah bagi Risa untuk mengajar Rian, dia tak perlu butuh waktu untuk pergi ke rumah Rian. Dan juga, ayahnya ingin Rian saling akrab dengan Risa.


"Kalau begitu, permisi." Risa lalu membuka pintu.


"Tunggu..." Ucap Rian mengehentikan langkah Risa.


"Ada apa!" Langkahnya berhenti di tengah pintu.


"Apa kau besok sibuk?" Tanya Rian.


"Tidak, memangnya kenapa?"


"Sepulang sekolah kita jalan-jalan, yuk!" Ajak Rian.


"Hah?"


"Kalau kau tak mau yaudah, nggak papa"


"Baiklah aku akan meluangkan waktu." Risa lalu keluar dan menutup pintu.


(Brakk) bunyi pintu yang ditutup.


'tunggu kenapa dia mengajakku jalan' batinnya. Wajahnya memerah saat mengingat itu.


Dia langsung pura-pura melupakan itu dan berlari masuk ke rumahnya.


#


Keesokan harinya...


Rian sudah siap dengan baju seragam sekolahnya, dia memakai baju seragam Pramuka karena hari ini hari Jum'at.


Dia membuka pintu, disana sudah banyak orang berlalu lalang berjalan di depan rumah.


Dia menoleh ke pintu rumah Risa yang tepat ada dipinggir rumahnya. Pintu tertutup, didalam juga sudah gelap yang berarti Risa sudah pergi sekolah lebih dulu.


"Hei, Rian. Sekolah..." Ucap seorang Ibu-ibu yang sedang menyapu halaman.


"Iya, Bu. Mari." jawab Rian dengan sopan.


"Iya iya."


Dia terus berjalan, melewati orang-orang yang terus menyapanya. Walau dia bosan dengan hal itu, tapi dia harus menghadapi mereka dengan terpaksa. Mau bagaimana lagi.


Beginilah kalau jadi orang terkenal di masyarakat.


Jarak antara rumah dan sekolahnya sekitar 30 menitan. Dia kesekolah tak selalu berjalan kaki, dia kadang naik angkutan umum disana.


Saat sudah berjalan cukup jauh, seseorang menyapanya dengan memanggil nama Rian. Kini suaranya lembut dan juga malu-malu.


"K-Kak... Rian!" panggil dengan suara kecil namun karena dekat Rian bisa mendengarnya.


Rian lalu menoleh kebelakang, disana sudah ada Sindy yang mengikutinya dari belakang. Wajah dia menunduk kebawah dan langkahnya mencoba menyamakan dengan Rian.


"Se-selamat pagi, kak..." Sapa Sindy dengan kaku.


"Yo. Selamat pagi juga Sind." sahut Rian.


Sindy terkekeh kecil saat Rian menyapanya balik.


"Hehh, kenapa?" Tanya Rian yang tersenyum walau tak tahu apa yang membuat Sindy terkekeh.


"Tidak lupakan." ucap Sindy masih terlihat senyum.

__ADS_1


"Apa kita akan sekolah?" Tanya Sindy.


"Kau ingin bolos?"


"Benarkah?" Sindy tak percaya.


"Ayo. Tapi boong, Itu tidak baik tahu." Ucap Rian yang tersenyum melihat tingkah Sindy yang seperti percaya perkataannya tadi.


"Dahlah, ayok!" karena sudah dekat dengan sekolah, Rian berlari duluan mendahului Sindy. Diikuti Sindy, dia mengikuti Rian dari belakang punggung berlari.


Saat sudah masuk gerbang, mereka menjadi pusat perhatian para siswa lain kedua kalinya, semua siswa siswi melihat mereka, tak sedikit juga siswi yang terlihat iri melihat Sindy berjalan dengan Rian.


Bagaimana tidak, selain dia adalah anak dari Presdir perusahaan terkenal, wajah Rian yang tampan itu pastilah akan membuat siapapun mengaguminya, dia juga terkenal dengan ramah pada siapapun, dia tak seperti orang-orang yang merasa dirinya kaya, dia tak menindas orang-orang, cenderung dia tak peduli dengan hal yang seperti itu.


Perhatian mereka tak bertahan lama, setelah sebuah mobil sedan masuk ke halaman sekolah. Pintu dibuka, dan keluar seorang lelaki memakai baju seragam. Dia adalah Ray.


Ray tak jauh berbeda dengan Rian, dia adalah anak dari CEO H.Y Corp, dia tampan, pintar dan juga dia tak pernah menindas siapapun karena menurutnya itu akan mencoreng nama baik keluarganya, tapi dia memiliki sifat dingin kepada orang.


Namun menurut Rian dia tidak dingin, tapi dia sebenarnya tidak bisa berkomunikasi karena dia adalah orang yang kaku, tak bisa membuat suasana menjadi seru.


"Kebetulan... ayok." Rian langsung menarik tangan Sindy dan berlari.


"Heh?"


"Ayok, kita tak ingin menjadi pusat perhatian kan!" Ucap Rian.


Mereka terus berlari hingga Sindy sampai di kelas, Rian lalu pergi melangkah ke kelasnya yang berjarak sekitar enam kelas dari sana.


Saat Sindy masuk.


(Duk) sebuah penghapus papan tulis dilemparkan ke kepala Sindy.


"Aduh..." Sindy memegangi kepalanya yang terkena penghapus itu.


Empat orang menghampirinya, mereka ada orang yang sama dengan yang membully nya kemarin, namun kali ini tak ada Sarah, dia belum terlihat dikelas.


"Hei, jangan dekat-dekat dengan Rian lagi kamu!" Ucap salah satu dari keempat orang. "Hanya karena dia melindungimu kemarin bukan berarti kamu berhak dekat dengan dia" tambah dia.


"A-aku tidak mendekatinya..." Jawab Sindi dengan wajah melas.


"Halah boong juga." salah satu orang mendorong Sindy hingga dia terdorong kebelakang.


-


-


-


-


-


∆\=\=\=∆


Mohon maaf jika ceritanya terlalu rumit, sulit dimengerti atau juga nggak jelas.


Mohon maaf juga jika ada banyak kekurangan.


Jika ada penulisan yang typo mohon maklum.


Jan lupa like jempolnya, share bagikan, tinggalkan komentar anda dan kalau bisa vote serta jadikan favorit.


Follow juga.

__ADS_1


Ya.


Terimakasih.


__ADS_2