Dzarl : After 800 Year'S

Dzarl : After 800 Year'S
Chapter 4 : Tertusuk malah OP


__ADS_3

Kembali ke para anggota PaPDI yang sedang sibuk menangani Gate Dzarl laba-laba.


Sudah ditembaki beberapa kali oleh P90 namun tetap saja Dzarl laba-laba itu kebal terhadap peluru yang ditembakkan.


Mereka sempat kecewa karena membawa senjata tak berguna. Sebenarnya yang salah mereka, karena membawa peluru bisa, seharusnya mereka membawa peluru khusus Dzarl. Itu pasti mempan pada laba-laba itu.


Coal yang lengah menjadi sasaran tusukan dari Dzarl laba-laba, diperut ia ditusuk dan didorong hingga menabrak diding kelas.


Coal langsung mengeluarkan darah dari mulutnya dan tak lama kemudian, dia tertunduk diam lemas seperti pingsan. Bagi yang menganggap Coal akan mati, itu salah.


Coal yang tadinya tertunduk lemas tak berdaya, langsung mengangkat kepalanya dengan mulut yang masih dipenuhi darah, dia melihat Dzarl itu dengan tatapan senang.


Namun, ada yang aneh dari raut wajah Coal, wajahnya tak mengekspresikan kesakitan tetapi ia malah tersenyum.


Tak lama kemudian, Coal langsung menggigit bagian tangan Dzarl laba-laba yang menusuknya.


Sontak mereka semua terkaget dengan perilaku Coal yang aneh.


Dzarl laba-laba yang digigit oleh Coal itu langsung menarik tangan yang menusuk ke perut Coal dan mundur dengan kulit tangan yang sobek karena gigitan.


Coal yang sudah tak ditusuk lagi, tiba-tiba mengeluarkan asap dengan langkah kaki terpincang-pincang maju dengan kepala yang menghadap keatas mengelapkan darah yang berada di mulutnya dengan kain baju tangannya. Perlahan-lahan dia mendekati Dzarl laba-laba.


Ia juga sempat tersenyum senang ke arah Dzarl laba-laba itu, seperti dia merasa ada yang menemaninya untuk bermain.


Dengan tubuh yang masih berasap, Coal langsung membogem mentah ke kepala Dzarl laba-laba itu dengan tenaga yang kuat, angin yang sedang berhembusan langsung mengikuti arah tinju dari Coal.


Dzarl yang terkena tinju langsung terpelanting dan jatuh tersungkur ke tanah.


Coal terlihat sangat senang setelah meninju Dzarl laba-laba itu, dia tertawa puas yang terlihat menyeramkan.


Dengan tanpa ampun Coal menyerang Dzarl itu dengan terus meninju tanpa satu serangan lain. Dia meninju bagian mana saja, dari kepala, perut, dada, dan bahkan punggung.


Para anggota lain hanya melihat saja dengan memasang wajah yang keheranan, mengapa mendadak Coal menjadi seperti ini?


Setelah beberapa menit, akhirnya Dzarl laba-laba itu berhasil di tumbangkan. Wujud dari Dzarl laba-laba itu, kembali ke wujud manusia. Orang telanjang dada dan hanya memakai celana kolor hitam.


" Hahh, menyebalkan!! " Teriak Coal kecewa sebelum akhirnya ia ikut jatuh pingsan.


" Coal! Hei para anggota medis sini. " Ucap Rendi dengan tangan yang melambaikan tangan ke para tim medis.


" Baik. " Jawab mereka semua, para tim medis langsung berdiri dan menghampiri Rendi.


" Bawa Coal dan orang ini ke rumah sakit"


Mereka langsung membawa Coal dan orang yang berubah menjadi Gate Dzarl ke rumah sakit.


Beberapa saat kemudian, merekapun sampai di rumah sakit besar. Saat sudah sampai disana, para tim medis lainnya langsung memindahkan tubuh Coal ke ranjang berjalan.


Begitu juga dengan orang yang berubah menjadi Dzarl tadi, dia juga di bawa para tim medis lainnya.


Coal langsung dipindahkan ke instalasi gawat darurat ( IGD ) dan langsung dijalankan operasi.

__ADS_1


Sedangkan untuk orang tadi berubah menjadi Gate Dzarl, karena dia mengalami koma, jadi dia dimasukan ke ruangan rawat inap. Dan juga mereka harus mengautopsi dia, agar tau siapa identitasnya.


Saat Coal akan menjalankan operasi, para tim medis langsung terkaget.


" Apa ini? " Ucap salah satu dokter dengan suara yang tertutup masker.


" Ada apa! "


" Organ yang terkena tusukan langsung meregenerasi. "


" Hah? " Karena tak percaya mereka semua langsung berkumpul dan melihat keanehan yang terjadi.


" Dia bukanlah manusia. " Ucap seseorang dari arah bawah kaki Coal dengan nada datar, dia berbicara seperti itu.


Pakaian nya berbeda dari orang-orang disana, jika para dokter dan tim medis lainnya memakai baju biru, lain halnya dengan dia yang memakai seragam hitam lengkap dengan rompi anti peluru, helm, dan masker.


"" Heehhhhh ?? "" Keheranan mereka semua yang langsung melihat Pak Sandi.


" Apa? " Tanyanya dengan membalas tatapan mereka dengan wajah datar.


" Anda tak boleh disini. " Salah satu dari mereka maju menghampiri Pak Sandi.


Nada bicaranya yang sengaja dikeraskan untuk mengusir dia yang asal masuk.


Namun, langkahnya dihentikan oleh dokter yang ada di depannya. Tangan dokter itu diangkat kepinggir untuk menghentikan langkah kaki orang itu.


" Berhenti, dia adalah Komandan dari pasukan PaPDI. " Ucap dokter dengan menghadap Pak Sandi.


Pak Sandi hanya terbatuk kepinggir sebagai rasa menyombongkan diri.


" Tapi... "


" Tenang saja dia dioperasi atau tidak, itu tak akan mempengaruhi bayaran kalian kan?" Ucap Pak Sandi yang langsung memotong bicara dari dokter tadi.


Tanpa protes apapun, mereka lalu membatalkan operasi dan Coal di bawa ke ruang rawat inap VIP.


Setelah itu Pak Sandi keluar dari ruangan operasi.


Saat dia keluar dari rumah sakit, dia langsung dicegat di tangga keluar.


" Bagaimana dengan Coal? " Tanya Rendy.


Pak sandi lalu melihat ke arah mereka semua. Tampak mereka menatap Pak Sandi dengan serius, menunggu jawaban dari dia.


"Tenang, dia baik-baik saja " jawab Pak sandi dengan memberikan kabar baik.


Mereka lalu dapat menghela nafas lega dan saling menatap satu sama lain.


(Drrreeett.... Drrreeett) bunyi ponsel Pak Sandi.


" Iya pak... Siap " hanya itu yang terdengar dari ucapan pak sandi yang sedang menjawab telpon seluler.

__ADS_1


( Krriiiingggg... Krrrrrinnnngggg... ) Bunyi deringan bel dari dalam mobil ada yang menelpon.


Mendengar itu, Rendi langsung berlari masuk mobil untuk menghampiri siapa yang menelpon.


" Unit Pasukan Pemburu Dzarl Indonesia, ada yang bisa kami bantu " Ucap Rendi.


" Iya siap, silahkan beritahu titik koordinatnya atau titik patokan " imbuhnya menanyakan lokasi.


" Siap! Kami akan segera kesana " Ucap dia sebelum akhirnya menutup telepon.


" Kita punya misi lagi? " Ucap Nia.


" Hahhh, ayolah baru saja akan istirahat " Ucap Danu. Salah satu anggota.


" Sudah jangan mengeluh, ayo siap-siap " Ucap dengan tegas Pak Sandi.


Mereka pun lalu masuk ke mobil. Saat Pak Sandi akan masuk ke mobil, Dia memanggil Aldi untuk menghampirinya.


" Aldi! " Panggil Pak Sandi.


Aldi lalu menengok ke arah Pak Sandi dan berlari menghampirinya.


" Ada apa pak ? " Tanya Aldi yang sudah menghampiri Pak Sandi.


" Kau dipanggil oleh Pak CEO H.Y Corp "


" Hah? Bagaimana mana bisa?" ucap bingung Aldi, mengapa CEO perusahaan memanggilnya.


" Entahlah, kau pergilah kalau tentang misi, biarkan kami yang urus "


Tanpa berlama-lama Aldi langsung pergi. Namun saat dia akan pergi, langkahnya terhenti.


" Gimana cara saya kesana Pak? " Tanya Aldi yang menengok kebelakang.


" Pulang dulu ke rumah bawa motormu, baru pergi ke Pak Presdir " ucap Pak Sandi lewat jendela mobil. " Karena itu ayo naik ke mobil, kebetulan kita akan lewat rumahmu."


" Oh, iya Pak " Aldi lalu berlari untuk masuk ke dalam mobil.


"Semua siap!?" Tanya Pak Sandi.


""Siap!!""jawab semua anggota dengan tegas.


Pak Sandi lalu menyalakan sirine dan setelah itu, dia langsung menancap gas.


(Brummmm....) Suara mobil box melaju dengan cepat.


-


-


-

__ADS_1


-


-


__ADS_2