
Beberapa menit sebelum kejadian di rumah sakit.
Seorang dengan APD ( alat pelindung diri ) sedang berjalan di sebuah lorong rumah sakit.
Jika dilihat lagi, ditangan kirinya terdapat suntikan kecil dengan diisi sebuah cairan bening yang memenuhi seperempat dari suntikan tersebut.
Dia terus berjalan santai, sesekali saat dia berpapasan dengan suster atau dokter dia menunduk kearah mereka.
Tak ada yang mencurigakan selain suntikan yang dipegang di tangannya. Apa itu, apakah itu sesuatu cairan berbahaya.
Dia pun sampai disebuah ruangan bertuliskan VIP. Disana terdapat nama dari penghuni kamar tersebut. Chandra Taufik atau kita kenal dengan sebutan Coal.
Dia lalu langsung masuk ke ruangan tersebut. Disana dia sudah menemukan Coal yang sedang terbaring di kasur putih, infus dan juga peralatan lainnya menempel di lengan.
Ruangan disana gelap karena gorden yang ditutup dan lampu yang dimatikan entah kenapa.
Lalu, orang berAPD itu tanpa ragu langsung menyuntikan benda yang dari tadi dia pegang itu ke samping kanan leher Coal.
Setelah benda itu disuntikan, Coal langsung kejang-kejang dan mengeluarkan asap putih dari tubuhnya.
Lalu orang yang berAPD itu melepas maskernya itu dan berkata.
" Selamat bersenang-senang. " Dari sini wajahnya terlihat, dia adalah Heru.
***********
Kembali ke Rian dan Risa. Mereka terkejut atas kedatangan Dzarl berkepala kuda.
Risa yang melihat itu langsung berdiri didepan Rian dan mencoba mengeluarkan kekuatannya.
" Tetap dibelakang ku. " Ucap Risa. Namun, saat Risa akan mengeluarkan kekuatannya, tangannya langsung digenggam dan ditarik oleh Rian.
" Ayo. "
" Tapi..." Belum sempat akan melawan Dzarl. Risa langsung ditarik lari oleh Rian.
Mereka berdua pun ikut lari seperti yang lainnya, dengan tergesa-gesa kabur lewat gerbang rumah sakit.
Hingga saat mereka sudah ada di dekat gerbang Rumah sakit, Rian tak sengaja akan tertabrak oleh motor.
" Woi jalan pake mata donk! " Teriak marah dari seorang pengendara motor tersebut. Dia adalah Aldi yang sedang mengantarkan paket yang diperintahkan oleh Pak CEO.
" Maaf pak. "
__ADS_1
Saat akan melanjutkan perjalanan, Aldi melihat titik tersebut tepat mengarah ke anak yang hampir ia tabrak.
Dia yang baru sadar akan hal itu langsung berbalik arah menghampiri Rian.
" Ehh... Tunggu-tunggu. "
" Ada apa lagi pak, kan saya udah minta maaf. " Ucap Rian dengan nada terdengar kesal.
" Ini ada paket untukmu. " Ucap Aldi yang langsung mengangkat koper abu itu dari depan motor Vario merahnya.
" Paket ? " Rian tetap menerimanya walaupun dia kebingungan akan hal itu.
Dia melihat sekeliling koper abu itu dan baru membukanya. Didalamnya terdapat sebuah jam tangan hitam. Bentuk dari jam itu mirip dengan jam Smartwatch galaxy 404.
Tanpa ragu Rian memakai jam itu ketangannya. Dan hal secara mengejutkan, Dzarl muncul dan langsung menyerang mereka bertiga.
Tak diam disana, Aldi langsung mengeluarkan pistol kecil yang langsung ditembakkan ke Dzarl tersebut.
Hal itu cukup berpengaruh terhadapnya. Dzarl itupun langsung menyerang balik ke Aldi dengan pukulan.
Namun, usahanya gagal karena Aldi adalah orang yang cukup terlatih. Dia menghindari serangan tersebut dengan menunduk dan kali ini giliran Aldi yang membalas.
Aldi dengan sedikit kesempatan langsung meninju perut Dzarl tersebut. Namun, itu tidak berpengaruh untuk Dzarl, malahan tangan Aldi yang meninju menjadi kesakitan karena kulit Dzarl itu terlalu keras.
Aldi langsung terhempas kebelakang karena sebuah pukulan baru saja menimpa mukanya.
Namun, itu bukanlah keberuntungannya, sudah beberapa kali jarinya menekan pelatuk namun tak ada satu peluru pun yang keluar.
" Ahh, Aku lupa mengisi peluruku. Buacchh... " Diwaktu yang sama sebuah pukulan menimpa lagi Aldi.
Sekarang dia sudah tak memiliki cukup tenaga untuk bangun. Dzarl itu pun mulai menghampiri Aldi yang sudah diambang sekarat.
"Mmm lemah sekali" ucap Heru yang sedang memakan popcorn dari ember plastik yang dia peluk. Dia sedang berada di atas gedung rumah sakit terduduk santai di pagar semen.
" Huuuaaa!!! " dari belakang, Rian langsung memeluk Dzarl untuk menahannya.
"Hu, keren sekali" ucap dia saat melihat apa yang Rian lakukan.
Namun, kekuatan Rian tak seberapa, Dzarl itu langsung menarik Rian dan menjatuhkannya kebawah dengan sekuat tenaga.
Melihat itu Risa berencana menyerang Dzarl itu, namun dia pasti akan ditangkap oleh Aldi yang adalah anggota dari PaPDI. Dia tahu karena baju kaos hitam yang Aldi kenakan bertuliskan PaPDI UMBRELLA.
Risa pun menjadi bingung, antara akan menolong Rian dan dia akan ditangkap oleh Aldi atau dia harus diam saja menyaksikan hal ini.
__ADS_1
" Apa yang harus aku lakukan? " Risa kebingungan.
Kini Rian sudah tak sadarkan diri, wajahnya sudah dilumuri oleh darah yang keluar dari luka di dahi dan hidungnya pun mengeluarkan darah.
"Rian..." Risa menghampiri Rian yang sudah dilumuri darah. Dia terbaring diatas aspal sembari menahan sakit.
"Ini memang salahku..." Rian tersenyum, tak lama kemudian penglihatannya mulai kabur, sebuah warna hitam mulai menguasai penglihatannya. Tak lama kemudian dia pun pingsan.
Tanpa memperdulikan Rian, Dzarl itu sedang menghampiri Aldi yang mencoba bangun, dia berjalan perlahan menghampiri Aldi. Saat jaraknya sudah dekat dengan Aldi, Dzarl itu menendangnya hingga dia terguling diaspal.
Dzarl itu berjalan menghampirinya lagi, kaki Dzarl itu sudah ancang-ancang siap akan ditendangkan ke Aldi, dia sudah mengambil ancang-ancang untuk menendang dia.
Tapi, tiba-tiba sebuah Katana sudah menusuk lebih dulu Dzarl dari
belakangnya, disana ada Rian sedang menggenggam gagang Katana tersebut.
Katana yang ditusukkan oleh Rian itu memiliki tiga lonceng kecil di bawah gagangnya, di pinggir bilah terdapat sebuah ukiran ular yang menjulurkan lidah.
Rian terlihat aneh, dia mengeluarkan asap hitam dari tubuhnya dan ada aura kejahatan menyelimuti Rian, seperti ada siluet iblis jahat dari aura yang keluar dari badan Rian ini.
"Wah, dia keluar? Disini?" Heru menjatuhkan popcorn-nya itu kebawah, dia terlihat kaget dan tak percaya jika hal itu akan terjadi didepan kedua mata kepalanya sendiri. "Ternyata memang dia, dugaan ku ternyata tepat" Imbuh dia tersenyum sembari melihat Rian.
***********
(Kringg... Kringg...) Bel telepon masuk.
"Ya. Unit Pasukan Pemburu Dzarl Indonesia ada yang bisa kami bantu" ucap Rendi setelah mengangkat telepon.
Lalu tak lama kemudian telepon ditutup, Rendi lalu memandangi mereka semua disana.
"Misi baru, titik patokannya dia rumah sakit Dr. Ridwan"ucap Rendi ke mereka semua.
"Oke, kita akan kesana" jawab Pak Sandi yang memutarkan kemudi.
Mobil lalu langsung berbelok arah, ke sebuah rumah sakit Dr. Ridwan. Sebuah rumah sakit dimana Aldi, Rian dan Risa berada, dan juga ada Heru disana.
-
-
-
-
__ADS_1
-
-