
Pernikahan adalah tentang kepercayaan, pengorbanan, dan memaafkan. Tidak ada hubungan yang tidak memiliki rintangan di dalamnya. Namun yakinlah, cinta yang kuat akan selalu mengalahkan segalanya.
"Berjanji Untuk saling menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Berjanji untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan."
Janji suci telah terucap beberapa menit yang lalu, pemberkatan pernikahan sudah selesai, Flora duduk di salah satu kursi dekat dengan Ibu mertuanya yang terus mengusap lembut punggung tangannya.
Tatapannya tertuju pada laki-laki yang juga sedang menatap lekat ke arahnya. Matanya ber kaca-kaca melihat laki-laki yang kini menjadi suaminya. Tidak ada yang tahu seberapa besar cintanya untuk laki-laki yang sedang mempersembahkan sebuah lagu untuknya ini.
Lambaian tangan dari para tamu undangan juga suara yang ikut menikmati lagu yang sedang di nyanyikan Kevin semakin menambah romantisnya suasana di taman itu.
The time we spent apart
Will make our love grow stronger
But it hurts so bad
I can't take it any longer
I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you
Sharing in everything you
I wanna grow old with you
"I Love You." Ucap Kevin di sela-sela nyanyiannya.
A thousand miles between us now
It causes me to wonder how
Our love tonight
Remains so strong
It makes our risk
Right all along
__ADS_1
The time we spent apart
Will make our love grow stronger
But it hurt so bad I can't take it any longer
I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you
Sharing in everything you do
I wanna grow old with you
Things can come and go
I know but
Baby I believe
Makes it clear to me
I wanna grow old with you
I wanna die lying in your arms
I wanna grow old with you
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you
Sharing in everything you do
I wanna grow old with you
I wanna die lying your arms
I wanna grow old with you
__ADS_1
I wanna be looking in your eyes
I wanna be there for you
Sharing in everything you do
I wanna grow old with you
Suara Kevin masih mendominasi di taman ini, tatapan laki-laki itu bahkan tidak pernah berpaling dari wajah istrinya yang sudah berkaca-kaca di ujung sana.
"I Love You" Lirih Flora di dalam hatinya.
Kekesalan yang sejak pagi ini mengganggunya, menguar entah kemana. Wajah itu, wajah yang selalu dia rindukan. Wajah yang tidak pernah dia lupakan hampir sepanjang usianya, kini sedang menatap nya penuh cinta. Tatapan cinta yang beberapa tahun ini tidak lagi dia dapati, kini telah kembali dia nikmati.
Riuh tepuk tangan membuat Flora tersadar, tatapannya teralihkan. Tangan mulusnya mengusap sudut matanya yang berembun. Bahagia ? yah ini adalah hari bahagia sepanjang usianya. Menikah dan memulai hidup yang baru bersama-sama laki-laki di ujung sana, sudah menjadi impiannya sejak dulu.
"Berapa pun banyak kata maaf yang aku ucapkan, aku tahu tidak akan bisa menebus kesalahan yang aku buat. Namun satu hal yang kamu tahu Flora, Cinta ini masih sama saat aku mengikutimu berlarian di pesta pernikahan Aunty Keyla dulu. Cinta ini masih sama saat kita bersepeda bersama menuju sekolah dengan seragam putih dongker kita. Cinta ini masih sama saat kamu memelukku karena takut terjatuh dari atas motor, saat kita berangakat bersama menuju sekolah dengan seragam putih abu-abu kita, dan cinta ini masih sama besarnya saat kamu melambaikan tangan padaku di ruangan laboratorium dengan jas putih kebanggaan kita dulu. Terimakasih sudah memberiku kesempatan ini, sungguh aku sangat mencintaimu sejak dulu, dan cinta itu masih sama sampai hari ini, dan aku berjanji sampai kita menua nanti cinta ini akan tetap sama." Ucap Kevin.
Kilas balik dari perjalanan cinta yang dia kira tidak akan sampai ke tahap ini kembali melintas. Sejuta maaf terus saja dia utarakan di dalam hatinya karena begitu bodoh telah menorehkan luka pada gadis yang masih menjadi satu-satunya gadis yang menguasai seluruh hatinya.
Flora sudah terbenam dalam pelukan ibu mertuanya, kisah manis mereka dulu yang selalu membuatnya sesak, ternyata di ingat dengan jelas oleh laki-laki yang menjadi raja ke dua di hatinya itu. Kisah manis yang di fikir hanya dirinya yang menyimpannya rapi, ternyata di ingat Kevin dengan begitu baik.
"Terimakasih untuk kesempatan ini nak." Usap Anggun di punggung menantunya. Rambut panjang Flora terurai menutupi punggung putih mulusnya yang terbuka. Dia saangat tahu seberapa besar luka yang di beri putranya untuk gadis yang sedang terisak dalam dekapannya ini. "Sudah ini hari bahagia kalian, jangan nangis lagi." Sambung Anggun sambil mengusap lembut pipi Flora.
Gadis kecil yang dulu selalu antusias mendengar ceritanya tentang pasien di rumah sakit, kini telah menjadi menantu nya. Gadis cadel yang dulu selalu mengganggunya dengan berbagai pertanyaan mengenai kedokteran kini menjadi istri dari Putra semata wayangnya.
Kevin melangkah mendekat ke arah dua wanita berharga dalam hidupnya, lalu duduk di samping istrinya.
Flora menoleh menatap laki-laki yang sudah duduk di sampingnya, tangan yang dulu selalu menghapus air matanya kini kembali terasa begitu lembut di pipinya di sertai kata maaf.
Flora menghambur memeluk laki-laki yang sudah menjadi suaminya.
Tangan yang sudah tiga tahun, enggan untuk menyentuhnya, kini kembali mengusap punggungnya lembut di sertai kecupan di puncak kepalanya.
"Maafkan aku, Aku cinta kamu." Dua kalimat singkat ini seakan tidak pernah habis di ucapkan laki-laki yang kini memeluknya dengan begitu erat.
Tidak, bukan hanya Kevin yang bersalah, dia pun sama. Meskipun yang dia lakukan tidak se fatal Kevin, namun pemicu dari semua kesalahan yang Kevin lakukan berasal dari sikapnya.
"Maafkan aku juga, maaf sudah egois. Maaf hanya mementingkan keinginan ku." Lirih Flora.
Kevin semakin mengeratkan pelukannya, membiarkan gadis yang sudah resmi menjadi istrinya ini membasahi jas dan kemeja putih yang melekat di tubuhnya.
"Tapi aku masih marah." Ucap Flora.
"Aku tahu, tapi jangan sekarang ngamuknya." Jawab Kevin sambil tersenyum hangat.
__ADS_1
"Yah dan siapkan saja dirimu nanti." Ucap Flora.
Kevin meringis membayangkan malam pengantinnya nanti yang akan di kacaukan oleh gadis bar-bar yang masih di dekapnya erat ini. Namun bukanlah masalah, yang terpenting hari ini berjalan sesuai rencananya.