Emergency Love, Flora

Emergency Love, Flora
Rutinitas Pagi


__ADS_3

Pagi yang indah dengan sedikit sinar mentari menembus sela-sela gorden yang menutupi jendela. Sebuah senyum manis kembali terpatri di bibir mungil Flora kala mendapati satu tangan kokoh memeluk pingangnya posesif. Jangan di tanya lagi siapa gerangan pemilik tangan ini, sebuah cincin yang melingkar di jari manis tangan itu, sudah bisa memberi jawabannya.


Perlahan tubuh yang memunggungi, kini sudah menghadap ke arah suaminya. Jemari lentik dengan cincin emas yang serupa melingkar di jari manis, mulai mengelus lembut wajah tampan di hadapannya.


Kevin Alexander, laki-laki yang dia inginkan selama hampir sepanjang usianya. Laki-laki yang selalu saja menginterupsi setiap kata yang memang belum fasih di ucapkan oleh gadis kecil berusia tiga tahun dulu, kini masih terlelap di sampingnya.


"Aku mencintaimu di sepanjang usiaku." Cicitnya pelan agar tidak mengganggu wajah tenang bercampur letih yang begitu lelap di hadapannya.


Cup...


"Jangan menggodaku sayang." Suara bariton yang masih saja membuat dada nya berdebar membuat jemarinya berhenti.


Sebuah senyum hangat terlihat di wajah tampan Kevin, jemari lentik yang hendak beranjak dari wajahnya di genggamnya dengan erat.


"Vin...


"Hm...


"Ada yang mau aku omongin." Ucap Flora.


"Apa ?" Tanya Kevin.


Flora mulai menceritakan pesan yang masuk ke dalam ponselnya di hari pernikahan mereka. Dan makan siang juga pesan yang sama kemarin pun dia ceritakan pada Levin tanpa ada yang terlewati.


Kevin menegang saat mendengar cerita Flora, karena dia pun mendapatkan sms yang sama di hari pernikahan mereka. Ketakutan kini mulai mengganggunya. Dia fikir sms yang dia terima saat pernikahan mereka satu minggu yang lalu, hanyalah sms iseng dari pesaing bisnisnya, namun saat mengetahui Flora juga mendapati sms yang sama membuatnya khawatir. Terlebih lagi orang itu sudah berani mengirim makan siang untuk istrinya.


"Jangan khawatir, aku akan segera mengurusnya." Ucap Kevin mencoba untuk memberikan rasa aman pada istrinya, meski tidak bisa di pungkiri rasa takut kini mulai menyelimuti.


Jika niat buruk itu hanya tertuju padanya, mungkin tidak akan terlalu mengkhawatirkan namun kini wanita yang dia cintai juga menjadi sasaran orang yang belim dia ketahui siapa. Tubuh mungil Flora kini di dekapnya erat, lalu menghirup dalam-dalam wangi menenangkan yang menguar dari tubuh istrinya.


"Ada apa Vin ?" Tanya Flora seakan merasakan jika laki-laki yang kini mendekat tubuhnya erat sedang merasa gelisah.


"Aku baik-baik saja. Kamu tenang saja, aku akan segera mengurus ini secepatnya." Ucap Kevin segera.


Flora mengerinyit menatap wajah suaminya dengan lekat. Yah meskipun rasa penasaran dengan identitas pemilik nomor itu, namun dia tidak terlalu merasakan khawatir yang berlebihan seperti yang terlihat di wajah suaminya ini.

__ADS_1


"Kamu yang tenang. Aku baik-baik saja kok. Mungkin ada seseorang yang ingin mengerjaiku saja. Kamu jangan terlalu khawatir ya." Ucap Flora sambil mengusap lembut pipi suaminya.


"Jangan menggodaku, aku lelah." Ucap Kevin.


Flora berdecak kesal.


"Siapa juga yang menggodamu, aku hanya ingin menenangkan mu bukan menggoda. Kamunya aja yang kelewat mesumnya." Ucapnya.


"Mesum sama istri sendiri ngga apa-apa kan ?" Seringai mesum kini terlihat juga di sertai dengan kabut gairah di manik nya kini terlihat jelas.


***


"Ah sial, ini masih sangat pagi dan kamu sudah membuatku kelelahan seperti ini." Rutuk Flora kesal sembari menarik selimut putih yang sudah acak-acakan untuk menutupi tubuh polosnya.


"Tapi kamu juga suka kan ?" Goda Kevin. Helaian rambut istrinya yang sudah berantakan di atas bantal di rapikannya, juga anak rambut yang menempel di dahi Flora di usapnya lembut.


Peluh juga nafas yang masih belum teratur karena olahraga pagi yang menyenangkan di atas ranjang mewah mereka seakan menjadi saksi dari aktivitas yang masih saja terasa nikmati itu.


"Terimakasih." Kecup Kevin di dahi Flora yang masih ada beberapa titik keringat yang tertinggal di sana. "Mandi yuk." Ajaknya.


Kevin mengangguk lalu segera berlalu masuk ke dalam kamar mandi. Hari ini dia harus kembali terbang ke Bali untuk mengurus pengalihan cabang Bali ke kantor pusat yang ada di Jakarta. Bali resort dan hotel akan kembali menyatu dengan SN Company yang ada di Jakarta.


Sebntar lagi HN Group akan berpindah kepemimpinan ke tangannya, namun sebelum meninggalkan perusahaan keluarganya, bukankah dia harus memastikan semuanya terurus dengan baik ?


Celana hitam berbahan kain juga blouse putih sudah melekat di tubuh Flora. Sapuan make up tipis semakin menambah kadar manis di wajahnya.


Istri siapa sih yang cantik nya kebangetan ini ? woi istri gue tuh. Jangan lirik-lirik. Kevin membatin kesal.


"Udah ?" Tanya Kevin saat melihat Flora sudah beranjak dari tempat duduk yang membuatnya resah sejak setenga jam yang lalu.


Flora mengangguk dengan senyum tanpa dosa di wajahnya. Yah iyalah, menunggu istri berdandan itu wajib di lakukan dan itu bukanlah dosa yah pak suami. Berikan waktu untuk istrimu untuk berdandan biar mata mu tidak lagi berminat liri-lirik mantan. Upss.. Othor Curhat habis bahan hihihi


"Bisa ngga setenga jam lagi keluar dari kamar." Mohon Kevin.


"Kenapa ?" Tanya Flora heran sekaligus polos tak mengerti.

__ADS_1


"Habisnya kamu manis banget, maunya di cicipi terus." Ucap Kevin memohon.


Mata Flora membulat bersamaan dengan tas branded yang ada di tangannya kini bertengger di kepala Kevin. Kesal, tentu saja kesal dengan tingkat kemesuman suaminya ini. Yah Tuhan bagaiaman bisa dia bersahabat dengan laki-laki ini dulu.


Eh tunggu dulu, mata Flora menyipit melihat ke arah suaminya yang kemesummanbya sudah berada di tingkat dewa.


"Saat aku tidak sengaja tertidur di ranjang kamu dulu, kamu ngga pernah mesumin aku kan ?" Tanya Flora dengan tampang menakutkan.


"Gila ya ! Nuduh yang benar dong." Teriak Kevin tidak terima.


Sumpah demi apa pun dia tidak pernah berfikiran jorok pada istrinya ini dulu.


"Santai aja dong, habisnya tingkat kemesuman kamu sekarang membuatku merinding." Ucap Flora santai lalu menyelonong keluar dari kamar mereka meninggalkan Kevin yang terus saja berceloteh kesal karena pertanyaan istrinya.


Opa Sanjaya tidak lagi berada di rumah, laki-laki tua itu sudah berangkat sejak satu jam yang lalu. Itulah yang Flora dengar dari salah satu asisten yang ada di rumah besar ini.


Satu jam yang lalu, huh dia masih mendesah manja di dalam kamar mandi itu. Ronde ke dua yang tidak boleh terlewatkan di bawa kucuran air shower wajib di lakukan sebelum ritual mandi yang sebenarnya.


"Untung nikmat, kalau ngga pasti sudah aku lempar keluar dari jendela kamar suami mesum ku itu." Gumamnya.


"Siapa ? Siapa yang mau kamu lempar ?" Tanya Kevin masih dengan tampang kesal karena di tuduh mesumin istrinya sendiri.


Flora terkekeh lucu melihat tampang merajuk dari suaminya.


"Ngga usah marah gitu dong, yah salah sendiri kamu sekarang mesumnya kebangetan." Ucapnya masih dengan kekehan lucu yang meluncur di bibirnya.


"Cih, yah kalau dulu kamu sudah menjadi istriku, pasti sejak dulu aku sudah mesumin kamu." Ucap Kevin.


Cup


Kecupnya di bibir Flora yang menegerucut.


"Love you Flo, besok pagi lagi ya." Ucapnya lagi dengan mata menatap jail ke arah Flora yang berdecak kesal namun juga bersamaan dengan senyum di bibir istrinya itu.


Tentu sajja mengawali pagi dengan suntikan semangat di atas ranjang memang kenyenangkan..

__ADS_1


Hayo ngaku 🤣🤣


__ADS_2