
*** Bijaklah dalam memilih bacaan yaa, untuk yang belum menikah apalagi masih di bawah umur mohon di skip saja 😁 ***
*****
"Kenapa bengong, katanya mau mandi. Sana !" Ucap Flora kesal. Tatapan membunuh kembali ia layangkan pada suaminya yang kini menatap nya dengan tatapan entahlah.
"Flo." Tahan Kevin di tangan istrinya.
"Apaan ? dasar mesum. mandi yang bersih, aku ngga mau di sentuh jika masih ada sisa-sisa wanita lain di tubuh kamu." Sambungnya lagi, lalu dengan santainya dia kembali melangkah meninggalkan Kevin yang berdiri seperti patung di depan kamar mandi. "Ambil handuk sana, aku ngga mau kamu suruh-suruh nanti." Ucap Flora lagi.
Kevin ikut melangkah masuk menuju ruang ganti yang ada di dalam kamaranya, lalu mengambil dua buah handuk dari sana.
"Kamu akan ke dinginan, maafkan aku." Ucap Kevin sembari melampirkan satu handuk ke bahu telanjang Flora, kemudian melangkah amsuk ke dalam kamar mandi.
Sebuah senyum manis terlihat di bibir Flora, laki-laki itu entah kenapa masih saja membuatnya berdebar.
*******
Malam ini adalah awal yang baru baginya, dia ingin memulai semuanya hari ini. Bukan melupakan kisah manis mereka dulu, namun dia ingin menghapus sedikit kenangan buruk mereka beberapa tahun ini, agar bisa melangkah dengan tenang ke depannya.
Flora berdiri di balkon kamar, menatap taman yang dulu selalu dia gunakan untuk menghabiskan waktunya bersama Kevin sajak mereka beranjak remaja. Dan hari ini, taman itu menjadi bagian dari sejarah hidupnya. Terlihat bunga-bunga juga kursi tamu masih berada di sana, menandakan bahwa yang terjadi hari ini memang benar-benar kenyataan.
Pernikahan, ikatan suci yang selalu dia impikan sejak dulu telah terwujud. Apakah dia bahagia ? Tangan lentik nya terangkat menyentuh dada yang berdebar, yah dia sangat bahagia hari ini. Angin malam berhembus menerpa wajah cantiknya, dengan mata tertutup Flora masih menikmati sebuah perasaan membuncah yang masih saja hinggap di relung hatinya, dan dia masih ingin menikmati hal itu dengan sepuasnya.
Kevin berdiri mematung, menatap punggung gadis yang bahkan sudah dia hafal bentuknya sejak dulu. Kaus putih miliknya yang kebesaran itu, terbalut di tubuh mungil Flora.
Karena begitu mendadaknya hari ini, dia bahkan lupa menyiapkan baju ganyi untuk istrinya. Tapi buat apa ? bukan kas sebentar lagi semua pakaian itu akan dia paksa lepas dari tubuh istrinya.
Rambut panjang yang tadinya basah kini sudah kering dan di biarkan terurai begitu saja, dia sangat tahu gadisnya ini tidak terlalu menyukai rambutnya di ikat.
"Maafkan aku untuk kejadian hari ini, maaf sudah membuatmu menangis hari ini." Ucap Kevin.
Flora tersentak saat tangan Kevin terasa melingkar sempurnah di pinggang rampingnya, namun dia tetap membiarkan apa yang ingin di lakukan oleh suaminya ini.
"Selamat ulang tahun, dan terimakasih sudah menjadi istriku." Ucap Kevin lagi sambil mengecup kepala Flora.
__ADS_1
Gadis itu bergeming, menikmati hembusan nafas yang terasa hangat di puncak kepalanya. Dinginnya angin malam mulai tersamarkan, saat laki-laki yang baru menjadi suaminya hari ini semakin mengeratkan pelukan di tubuh mungilnya.
"Aku mencintaimu." Ucap Kevin lagi.
"Aku mencintaimu." Ulangnya masih terus mencium kepala Flora sepuas hatinya.
Flora membalik tubuhnya, menatap lekat lalu menyentuh wajah tampan itu dengan jemarinya. "Tapi aku tidak mau meminta maaf karena sudah mengamuk hari ini." Ucapnya.
Kevi tertawa keras melihat wajah cantik namun judes di hadapannya. "Aku tahu, mana pernah kamu minta maaf setelah mengamuk." Ucapnya. "Aku mencintaimu." Ucapnya lagi di iringi kecupan lembut di bibir Flora.
Sebuah senyum terlihat di ujung bibir Kevin, saat merasa ciumannya terbalas. Gadis yang berada dalam dekapannya ini menyambut ciumannya dengan baik.
"Apa ini yang ke dua kalinya ?" Tanya Kevin saat mereka memutuskan ciuman panas itu. Nafas keduanya memburu, rona merah di pipi polos Flora tercetak dengan begitu jelas.
Kevin kembali melakukan apa yang dia inginkan, memagut ******* dan semua di sambut baik oleh istrinya. Ciuman amatiran Flora semkain menbangkitkan gairahhnya.
"Aku menginginkanmu." Suara serak Kevin kembali terdengar.
"Jadikan aku milikmu." Ucap Flora. Tangan yang sejak tadi hanya bisa meremas ujung kaus yang melekat di tubuh Kevin, kini telah berpindah saat dengan tiba-tiba suaminya mengangkat tubuh mungilnya menuju ranjang.
Kevin bangun dari atas tubuh Flora, lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping gadis itu. Menggenggam erat tangan mungil yqng terasa pas di dalam tangannya.
"Aku mencintaimu." Ucap Flora pelan seakan mengerti apa yang menjadi alasan Kevin tidak lagi melanjutkan aktivitas panas mereka beberapa saat lalu.
"Jangan memaksakan diri, aku tahu, mungkin apa yang sudah ku lakukan mampu menghapus segala perasaan yang kamu punya. Aku mengerti Flora." Ucap Kevin pelan, rasa sesak menghimpit dadanya namun dia kembali menguatkan hatinya. Tidak gampang untuk bisa sampai di titik ini, dan dia tidak akan merusak malam ini.
"Kamu salah, sebanyak apapun kecewa beberapa tahun ini sama sekali tidak mampu menghapus rasa yang sudah sejak dulu terbentuk." Jawab Flora. "Aku masih mencintaimu sama seperti dulu." Ucapnya sambil memiringkan tubuhnya menghadap laki-laki yang berbaring di sampingnya.
Flora menutup matanya, saat tangan Kevin menyentuh pipinya lembut. Ciuman panas yang sempat tertunda kembali berlanjut, namun kali ini jauh lebih lembut dari sebelumnya. Walaupun begitu tetap saja bisa kembali membakar gairah yang sempat meredup beberapa saat lalu.
"Aku akan melakukannya." Bisik Kevin
Flora tidka menjawab, tubuhnya bergetar. Sungguh ini pengalaman pertamanya, dan sedikit rasa tidak nyaman mulai terasa di inti tubuhnya.
"Katakan jika aku menyakitimu." Ucap Kevin lagi sat mendengar ringisan dari bibir istrinya.
__ADS_1
"Cepat lakukan sialan, kamu menyiksa ku." Umapt Flora saat Kevin menghentikan dorongan di inti tubuhnya dan memilih ******* bagian tubuhnya yang lain.
"Kamu akan merasa sakit jika aku memakasa masuk." Ucap Kevin pelan.
"Sejak tadi memang sudah terasa sakit. Aaaa sakit..." Teriak Flora saat Kevin menghentak masuk ke dalam tubuhnya. "Sialan aku akan membunuh si Gina bodoh itu, katanya nikmat. Nimmat apanya tubuhku terasa terbelah." Omelnya sambil terengah-engah. Wajahnya memerah menahan perih di pusat gairahnya.
Kevin berhenti, dia tidak melakukan gerakan apapun lagi. Selain karena merasa kasihan dengan istrinya, dia juga menahan sesuatu yang hampir meledak di pusat gairahnya. Melakukan aktivitas menyenangkan ini dengan istri sendiri ternyata jauh lebih nikmat.
"Sakitnya akan berganti nikmat kok." Jawab Kevin sambil terkekh lucu mendengar Flora yang terus saja menggerutu.
"Yah aku tahu kamukan sudah berpengalaman melakukan
Hmmppp... hmmmpp...
Kevin segera membungkam mulut cerewet Flora, dia tahu kemnaa omelan istrinya ini akan berlanjut. Dan demi apapun dia tidak ingin menyudahi aktivitas yang di juluki surga dunia ini hanya karena mood yang akan kembali berantakan akibat dari ocehan istrinya.
Ringisan kesakitan tidak lagi terdengar dari mulut Flora. Hanya ******* dan lenguhan yang terdengar jelas di dalam kamar mewah penuh kenangan itu.
Hawa dingin yang keluar dari pendingin ruangan seakan tidak lagi mampu menghalangi panasnya gairah. Peluh dari tubuh keduanya mulai bercucuran dan ikut menyatu di atas ranjang yang sudha acak-acakan.
Pekikan tertahan dari bibir Flora kembali terdenga saat puncak kenikmatan yang kesekian kalinya kembali menyapa. Tidak lagi ingin menunda lebih lama, Kevin semakin mempercepat ritme gerakannya dan akhirnya ambruk di tubuh polos istrinya.
Ucapan terimakasih juga kecupan di sana sini, kembali dia lancarkan.
"Turun sana kamu berat. aaa..." Teriak Flora saat tubuh Kevin dia paksa keluar dari atas tubuhnya.
"Kamu sih, aku akan memeriksnya."
"Jangan coba-coba melakukannya. Sial perih banget."
Kevin menggelengkan kepalanya, tolong siapapun beritahu istrinya, ini malam lertama mereka dan suruh makhluk cantik di smapingnya ini untuk berhenti mengumpat. Malam pengantin yang tidak romantis. Dengan hati-hati dia menarik selimut yang sudah berantakan lalu menutupi tubuh polos mereka dengan kain tebal berwarna putih itu.
Kevin kembali tersenyum, Flora terus menggerutu karena perih di inti tubuhnya masih saja terasa.
"Maafkan aku." Ucap Kevin lalu menarik tubuh polos Flora lalu memeluknya erat.
__ADS_1