
Seminggu telah berlalu setelah pernikahan mereka, menyambut pagi akan selalu menjadi bagian terindah di setiap harinya. Kevin yang selalu menjadi orang pertama bangun, dan akan setia duduk di sisi ranjang hanya untuk menatap istrinya yang sedang terlelap. Menyentuh, mencium seluruh bagian wajah sang istri agar cepat ikut terjaga dari lelapnya.
Sama seperti pagi ini, setelah pergulatan mereka menjelang dini hari, Kevin tidak lagi memejamkan matanya. Memilih untuk membersihkan sisa-sisa percintaan mereka lalu bersiap untuk segera kembali ke Bali.
Stelan jas mahal sudah melekat di tubuhnya, hari ini dia harus kembali ke Bali karena ada beberapa pekerjaan yang memang harus di tangani langsung olehnya.
Tangan Kevin kembali terulur untuk menarik selimut berwarna abu-abu itu agar bisa menghalau udara dingin yang menyapu tubuh polos istrinya. Senyum kembali terlihat di di wajahnya saat jemari nya menyentuh tanda kepemilikan yang dia tinggalkan di atas dada sang istri.
Tatapannya kembali berfokus pada tubuh yang sudah seperti candu baginya. Tidak ada wanita yang bisa membuatnya ketagihan dengan s*x seperti Flora. Apa memang seperti ini jika melakukan hubungan ranjang dengan wanita yang sudah resmi menjadi istri. Entahlah, selama satu minggu ini Flora bahkan jarang dia izinkan keluar dari kamar mereka karena harus terkurung bersamanya di dalam kamar mewah ini dan menghabiskan berjam-jam waktu bermandi peluh di atas ranjang mewah mereka.
Semua ruangan kamar yang dulu sering mereka gunakan untuk sekedar menonton anime atau membaca komik semasa remaja, kini sudah di jejaki oleh aktivitas percintaan mereka. Meja rias, kamar mandi bahkan sofa sempit di dalam ruangan ini tidak luput dari jejak panas yang selalu membuat mereka melayang.
Tidak pernah seharipun waktu dia lewatkan tanpa menyentuh tubuh mungil Flora. Semua terasa begitu indah, ingin rasanya terus seperti ini. Tidak ingin membiarkan sang istri jauh dari jangkauannya, namun keadaan seakan memaksa mereka harus terbiasa.
Satu pesan chat di salah satu aplikasi yang ada di ponselnya kembali masuk, namun Kevin memilih mengabaikannya. Wajah tenang Flora seakan lebih menarik dari pada apapun, dan dia masih ingin menikmati wajah cantik yang masih terlelap itu sepuas hatinya.
"Aku mencintaimu Flo." Ucap Kevin masih terus menyusuri lekukan wajah sang istri dengan jemarinya.
Kini tubuhnya sudah ikut berbaring di sisi ranjang di samping Flora, wajahnya hanya berjarak beberapa inci dari wajah istrinya. Dia mengabaikan stelan jas mahal itu kusut dan memilih menikamati hembusan nafas hangat yang keluar dari bibir istrinya.
"Love You Sayang." Ucapnya lagi. Tatapannya masih memandang lekat ke arah sang istri.
"Aku cinta kamu juga." Jawab Flora namun masih menutup matanya rapat. "Sampai kapan kamu akan berada di sana dan menatapku hm, pergilah kamu akan ketinggalan penerbangan nanti." Lanjutnya.
Kevin tersenyum, ternyata istrinya ini tidak benar-benar terlelap. Kini kecupan sudah mendarat di bibir sang istri. Kecupan yang kemudian berubah menjadi ******* lembut. Benda kenyal nan mungil itu selalu membuatnya tidak bisa menahan diri lama-lama.
__ADS_1
"Apa tidak sebaiknya kamu ikut ke Bali juga ?" Tanya Kevin. Sejenak dia melepaskan ******* di bibir mungil istrinya hanya untuk mencari keberuntungan. Pertanyaan yang sama sejak semalam kembali dia utarakan, berharap candu nya ini akan ikut bersamanya ke Bali. Namun lagi-lagi Flora hanya menggeleng.
Tangan lentik Flora kini meraih tangan yang sedang mengusap pipinya lembut, lalu mengecup tangan kokoh itu berulang kali.
"Pergilah, kita akan membicarakan ini nanti. Perusahaan membutuhkanmu." Ucapnya. "Dan akupun harus kembali bekerja, banyak pasien yang menungguku." Jawab Flora.
Mata indah yang selalu membuat Kevin berdebar kini sudah terbuka dan menatap lembut ke arahnya, membuat sesuatu yang tidak seharusnya bangkit di pagi hari kembali terasa sesak di celana panjang berbahan kain miliknya.
"Berhenti Vin, kamu akan ketinggalan pesawat." Ucap Flora dengan lenguhan yang ikut keluar dari mulutnya saat bibir Kevin mulai menjelajahi lehernya.
"Aku akan terbang dengan Jet milik Opa, satu kali lagi ya" Bujuk Kevin mulai menanggalkan jas mahal yang sudah melekat rapi di tubuhnya.
"Tidak pagi ini, aku benar-benar lelah Vin, kita bahkan berhenti hampir dini hari." Mohon Flora.
Kevin menatap Flora penuh permohonan, karena sesuatu yang sudah bangkit di pusat tubuhnya harus segera di tuntaskan. Ayolah tidak lucu jika saat di pesawat nanti dia uring-uringan hanya karena tidak tepuaskan.
"Iya ini akan cepat." Ucap Kevin dengan penuh semangat lalu membawa tubuh polos Flora menuju kamar mandi lalu melanjutkan aktivitas menyenangkan itu di bawah kucuran air shower di dalam kamar mandi mewah mereka.
***
Kevin menggemggam tangan Flora lalu membawa istrinya keluar dari dalam kamar mereka. Dres berwarna kuning selutut terlihat pas di tubuh mungil Flora, Hels dan tas brand ternama semakin menyempurnakan penampilannya pagi ini.
"Pagi Opa." Sapa Flora saat mereka masuk ke dalam ruang makan.
"Pagi nak." Balas Sanjaya.
__ADS_1
Senyum di wajah tuanya kembali terlihat saat melihat cucu menantunya yang terlihat rapi pagi ini.
"Mau ke rumah sakit ?" Tanya Sanjaya.
Flora mengangguk mengiyakan.
"Om Gerry dan Aunty Keyla kemana Bu ?" Kali ini Kevin yang bertanya.
Flora ikut menoleh, benar saja wanita cantik kesayangan Papinya itu tidak nampak terlihat di ruang makan pagi ini. Pantas saja meja makan terasa begitu sunyi, ternyata karena tidak ada lagi suara yang menggodanya.
"Lagi packing barang, Om dan Aunty akan kembali ke Prancis pagi ini. Kamu di sini dulu sama Opa ya Vin ? Ibu dan Ayah juga harus pulang ke Bali." Ucap Anggun
"Tapi ada pekerjaan yang harus Kevin tangani sendiri, dan pagi ini rencannya Kevin akan berangkat ke Bali." Jawab Kevin.
"Lalu Flora ?" Tanya Anggun.
"Flora tetap di sini temanin Opa." Jawab Flora mulai menyiapkan sarapan untuk suaminya.
"Benarkah nak ?" Tanya Sanjaya.
"Tentu Opa." Jawab Flora sambil tersenyum ke arah laki-laki tua yang juga menatapnya penuh binar.
Keyla dan Gerry yang baru tiba di ruang makan ikut menikmati sarapan mereka dengan lahapnya. Ini pagi terakhir mereka di Indonesia, beberapa jam lagi mereka akan terbang ke Paris karena Gama yang sejak dua hari lalu merengek meminta mereka kembali.
Flora dan Opa Sanjaya ikut mengantarkan Kevin dan yang lainnya menuju Bandara. Setelah satu minggu bersama kini saatnya kembali ke tempat tinggal masing-masing. Wajah Tua yang selalu sendirian kini mulai menampakkan kesedihannya karena akan kembali di tinggalkan. Rumah mewah penuh kenangan miliknya akan kembali sunyi tanpa anak-anak dan cucunya.
__ADS_1
"Aku akan cepat mengurus kepindahan kami Pa, lagi pula study Gama tidak akan lama lagi selesai." Ujar Gerry sembari berjongkok di depan Sanjaya.
"Cepatlah kembali, Papa tidak lagi sekuat dulu. Perusahaan keluarga membutuhkan mu." Ucap Snajaya. Gerry mengangguk, tangan tua yang tidak lagi se kokoh dulu di genggamnya erat, bersamaan dengan kata maaf karena harus kembali meninggalkan laki-laki tua ini sendirian di rumah besar itu.