
Sage menatap layar virtual besar yang menunjukkan seluruh desa yang ada di planet [Heavenly], ia berencana untuk menguasai planet tersebut lalu ia akan menguasai enam planet lain-nya dengan teknologi dan sistem yang ia ciptakan. Semua orang akan mengabdikan diri-nya menjadi seorang dewa malaikat yang mengubah era malaikat menjadi era canggih.
Teknologi dan sistem ia ciptakan agar ia bisa menunjukkan kepada seluruh semesta bahwa Xuusuatouri-lah semesta yang sangat maju dengan teknologi yang dapat melakukan apapun suatu hari nanti. Teknologi yang dapat menciptakan sesuatu termasuk makhluk hidup sendiri, tidak ada yang bisa mengalahkan kecerdasan Sage bahkan para Elf sendiri yang tinggal berdekatan dengan Xuusuatouri.
"Dengan ini... sebentar lagi planet Heavenly akan berada di genggaman tangan-ku dengan teknologi dan sistem yang aku ciptakan! Korrina dan Yuffie sendiri tidak akan bisa mengalahkan teknologi dan sistem sehebat ini!!!" Sage bangkit dari atas kursi-nya lalu ia tertawa terbahak-bahak karena ia menatap inti dari teknologi dan sistem yang dapat membuat semua-nya terjadi dengan mudah, inti atau bisa disebut sebagai [Core System].
Sage saat ini berhenti bekerja karena sebentar lagi ciptaan-nya akan selesai, ia menatap tujuh tabung yang terdapat Android yang terlihat seperti ras asli sedang beristirahat dan sebentar lagi mereka akan bangkit lalu mematuhi perintah-nya. Sage pergi menghampiri layar virtual yang menunjukkan tujuh planet yang terdapat di Xuusuatouri.
"Heavenly, Humilition, Patiently, Industrialation, Charition, Temperancely, dan Chastition. Tujuh planet yang terdapat di semesta Xuusuatouri sebentar lagi akan merasakan arti dari teknologi dan sistem yang akan membuka mata kalian semua bahwa teknologi adalah masa depan para malaikat!!!" Seru Sage keras sehingga layar besar di hadapan-nya mulai menunjukkan wajah yang sedang tersenyum.
"Bagus... Bagus sekali, Sage. Kau benar-benar melakukan semua pekerjaan-mu sendirian ya, aku merasakan kebahagian melainkan penyesalan karena aku salah ketika memandang diri-mu." Layar yang menunjukkan wajah itu mulai berbicara, Sage menghadapi layar tersebut lalu ia berlutut di atas lantai sambil menunjukkan ekspresi yang dipenuhi dengan kehormatan.
"Tuan-ku... The Virus, aku pasti akan mengharapkan banyak pujian dari-mu karena aku sudah melakukan semua pekerjaan yang kau tugaskan kepada-ku. Semua ini adalah revolusi baru untuk kita para ras malaikat yang akan merasa tenang dan damai dengan merasakan teknologi dan sistem!" Wajah yang muncul di layar itu bernama [The Virus] dan dia adalah tuan dari Sage juga penyebab dari perkembangan teknologi maju yang cepat.
"Aku akan membantu diri-mu agar pekerjaan-mu bisa berjalan dengan cepat..." The Virus mulai masuk ke dalam Chip yang terpasang di kepala-nya, "Alat yang bernama Chip ini cukup membantu juga ya, Sage... kau benar-benar bisa diandalkan dalam melakukan semua tugas yang aku perintahkan."
"Sudahlah, aku tidak ingin dipuji terus oleh diri-mu karena aku saat ini sedang fokus untuk menyempurnakan seluruh teknologi dan sistem yang aku telah ciptakan!" Sage melanjutkan pekerjaan-nay dan Virus mulai tersenyum jahat karena ia mendapatkan seorang malaikat yang benar-benar mengerti dengan ideal untuk mengembangkan teknologi dan menggunakan kekuatan itu untuk mengubah Xuusuatouri menjadi sesuatu yang berbeda... revolusi.
__ADS_1
"Tetapi... sayang sekali ya, kau benar-benar harus menyingkirkan seluruh Guardian yang menjaga bunga kebajikan itu di planet ini agar teknologi dan sistem-mu bisa menginjak tingkat sempurna, kita tidak akan bisa melanjutkan tujuan kita jika kau diam saja seperti ini dan terlalu meremehkan mereka semua." Virus itu terus memberitahu Sage bahwa ia harus membasmi seluruh Guardian secepat mungkin jika ia ingin [Heavenly] menjadi planet kekuasaan, planet pertama yang dipenuhi dengan teknologi dan sistem dimana planet lain-nya pasti akan tercengang dengan revolusi dari planet itu.
"Aku akan mengurus mereka semua, tenang saja, aku tidak akan mengecewakan diri-mu dan itu adalah sebuah janji. Aku ingin membuat revolusi baru untuk Xuusuatouri agar semua penghuni bisa melihat bahwa semesta ini sangat mulia dan canggih karena teknologi itu!" Sage mulai melacak seluruh Guardian dan banyak sekali yang masih hidup di planet Heavenly, saat ini mereka semua berlindung dan bersembunyi agar tidak ada satupun robot dapat membunuh-nya.
"Masih banyak, Sage... ini masih jauh dari kata selesai, kau harus bisa mengakhiri semua ini! Jika kau tidak bisa menangkap mereka setidaknya masukan sebuah Chip ke dalam kepala mereka agar mereka bisa mengikuti perintah-ku dan melakukan pekerjaan penting... kekuatan mereka bisa dijadikan sebagai tenaga untuk Core itu." Ucap Virus, Sage mengangguk dan ia mengeluarkan beberapa Chip lalu memasukkan-nya ke dalam tujuh orang itu agar mereka dapat melepaskan Chip yang akan langsung menempel di kepala seseorang.
"Sekali lagi... Kau benar-benar bekerja jauh dari ekspektasi yang aku harapkan." Virus tersenyum lalu Sage mulai melakukan tahap terakhir untuk membangkitkan mereka semua, Virus merasa terkesan bahwa ia bertemu dengan orang yang benar-benar gila dengan sistem dan teknologi, "Kau benar-benar mengalahkan seorang [Inventor], dia tidak ada tandingan-nya untukmu karena teknologi dan sistem yang kau kembangkan."
"Baiklah! Semuanya sudah selesai...!!! Bangkitlah ciptaan-ku!!!" Sage menghantam tombol merah yang besar sehingga seluruh Android yang ia ciptakan di dalam tabung itu mulai bergerak lalu melebarkan kedua mata mereka dan menghancurkan tabung tersebut, mereka semua menghampiri Sage lalu berlutut kepada-nya.
""Kami siap untuk melaksanakan tugas, Ayah!""
"Ini benar-benar revolusi untuk Xuusuatouri, teman-ku." Virus tersenyum.
***
Melantha dan Akina masuk ke dalam desa itu lalu mereka melakukan serangan mendadak yang dapat menghancurkan semua robot itu, Akina memunculkan tombak [Chastity]-nya lalu ia melemparnya ke depan sehingga menghancurkan beberapa robot yang berada di hadapan-nya itu.
__ADS_1
Semua robot itu benar-benar bukan tandingan mereka semua, Melantha sendiri hanya perlu melempar pisau-nya beberapa kali sampai menghancurkan semua robot itu tetapi ketika semua robot itu hancur maka mereka akan meledak, ledakan itu untungnya tidak melukai siapapun kecuali menghancurkan beberapa rumah di desa tesebut.
"Jumlah mereka banyak sekali... aku khawatir dengan kota ini yang akan menjadi asap jika kita terus meledak-kan mereka." Kata Akina sehingga Melantha menggunakan kemampuan melati-nya untuk menghembus semua ledakan itu sampai atas udara sehingga ledakan itu sekarang berada di atas udara karena aroma melati yang ia ubah menjadi sihir angin.
Sekarang hanya Akina yang menyerang semua robot itu sedangkan Melantha mengurusi semua ledakan itu agar tidak menghancurkan desa ini juga melukai semua malaikat yang terpengaruh dengan Chip. Asuka mengambil semua Chip yang terletak di belakang kepala mereka dengan kecepatan udara, ia melepaskan beberapa kelopak bunga untuk bisa melakukan perpindahan dengan kelopak tersebut.
Semua Chip itu Asuka kumpulkan lalu ia simpan di dalam saku-nya, mereka semua yang sudah tercabut dari Chip langsung pingsan dan tidak bisa bergerak selama satu menit, sekarang Asuka hanya perlu mengambil satu Chip yang berada di kepala desa ini. Asuka dan kepala desa itu mulai saling berhadapan, ia bisa merasakan sesuatu yang berbeda karena kepala desa itu mulai melawan.
"Asuka menyarankan malaikat untuk berhenti melawan. Asuka ingin membantu." Asuka memunculkan kedua katana-nya lalu ia melancarkan beberapa serangan untuk mencoba membuat-nya pingsan tetapi malaikat itu tiba-tiba melakukan pergerakan yang terlihat aneh... pergerakan layak-nya seperti robot, "Mmm? Asuka merasakan sesuatu yang aneh..."
Asuka mendengar suara bunyi... bunyi itu terdengar tidak jauh melainkan bunyi itu berasal dari malaikat yang berada di hadapan-nya sendiri. Asuka hanya diam dan tidak merubah ekspresi apapun, ia bisa melihat sinar merah yang terpancar keluar melalui tengkuk malaikat tersebut, "Apa Asuka harus membawa minum? Merah... haus ya?"
Baammmm!!!
Asuka melompat ke belakang dan berhasil menghindari satu serangan yang dilancarkan melalui tengkuk-nya itu, Asuka melihat malaikat itu mulai berubah karena Chip yang memancarkan cahaya merah di belakang kepala-nya. Malaikat yang berada di hadapan-nya berlutut lalu Chip yang mempengaruhi-nya mulai membesar sehingga menciptakan zirah robot untuk melindungi tubuh dari malaikat tersebut.
"...Asuka, aku melawan-mu." Asuka menatap tajam robot tersebut lalu ia memegang erat kedua katana-nya.
__ADS_1
"Bersiap melawan."