Flower of Virtues

Flower of Virtues
50: Hiduplah untuk Melihat Masa Depan


__ADS_3

Gelombang itu meledak ketika mengenai tubuh Rosalia yang memiliki pertahanan besar untuk menghentikan gelombang itu menembus dirinya dan mengenai Azusa. Ledakan yang ditimbulkan oleh gelombang itu besar sekali bahkan Azusa bisa melihat tepat di hadapannya, untungnya Akina memeluk dirinya lalu menciptakan bunga wisteria yang mampu untuk melindungi mereka semua.


Asuka dan Azusa baru saja melihat kedua orang tuanya melindungi anak-anaknya, Virus tersenyum jahat karena ia mendapatkan sasaran yang cukup layak dibandingkan Asuka, Azusa, dan Akina. Rosalia dan Sage terjatuh di atas tanah, Akina terkejut ketika merasakan aura kehidupan mereka mulai turun bahkan Sage sudah tidak bisa diselamatkan karena ia menerima serangan gelombang itu paling depan.


Akina mencoba untuk menggunakan [Fallen Time] tetapi gagal begitu saja, "Akina... Fallen Time... tidak akan menghidupkan kami kembali... kami sudah terlalu suci untuk merasakan kekurangan dari... sihir Fallen Angel... aku adalah malaikat Agung... aku kebal dengan sihir Fallen Angel-mu itu... karena Sage adalah suami-ku, otomatis dia... memiliki kesucian seorang Malaikat Agung." Rosalia mulai berbicara dengan tubuh yang dipenuhi dengan darah.


Asuka dan Azusa menghampiri mereka lalu ia meraih tangan mereka sehingga Asuka terkejut ketika melihat Sage yang sudah tiada, tubuhnya gosong karena menerima serangan gelombang itu. Rosalia masih bertahan tetapi bunga mawar yang menyelimuti tubuhnya mulai layu sampai Asuka sendiri mulai tersengat ketika mencoba untuk menyentuh tubuhnya yang dipenuhi dengan racun dan kekuatan dahsyat di dalamnya.


Gelombang tadi benar-benar kuat sehingga Asuka masih bisa merasakan sumber kekuatan dari gelombang itu di dalam tubuh Rosalia, kekuatan yang berada di dalam tubuhnya terus melukai dirinya dari dalam dan perlahan-lahan merengut nyawanya. Azusa dan Asuka tidak menerima apa yang baru saja ia lihat sehingga mereka dengan susah payah mencoba untuk memulihkan Rosalia tetapi pemulihan itu berakhir ketika Rosalia memegang kedua tangan mereka.


"Mama... riwayatku... tamat disini... Virus... itu... memiliki kekuatan dan aliran listrik mematikan... hampir seperti Virus yang menyerang sistem... tidak akan hilang... di dalam tubuhku... terdapat kekuatan dan listrik besar yang terus melukai Mama... menyakitkan tetapi setidaknya tidak sesakit melihat kalian mati..." Rosalia mulai menangis karena ia senang bahwa dirinya sempat untuk menyelamatkan mereka berdua.


"Banyak sekali... teman... adikmu... yang ingin mengorbankan... nyawa-nya hanya untuk melindungi malaikat harapan seperti-mu, Asuka... ingat... kau memegang lebih banyak banyak... kau tidak memegang satu... tetapi banyak..." Tubuh Rosalia mulai mengeluarkan aliran listrik yang menimbulkan beberapa lubang di tubuhnya sendiri, "Aku... benar-benar bangga... kepada kalian berdua... setidaknya... di akhir-akhir kehidupan ini... Mama bisa... melihat kalian untuk terakhir kalinya..."


"Berbeda... dengan... Sage yang sudah... menyakiti kalian semua... dan merusak Heavenly... dia menyesal... dia dalam hatinya... penuh dengan penyesalan... ia tidak sempat... untuk mengatakan selamat tinggal dan meminta maaf kepada anak-anaknya... jadi... aku mohon, anak-anak... maafkan Ayah kalian..." Rosalia tersenyum, Asuka dan Azusa mulai menangis karena mereka sudah mencoba segala cara untuk memulihkan Rosalia tetapi tidak bisa bahkan Akina merasa bersalah ketika melihatnya.


Akina tidak dapat melindungi kebahagian Asuka, ia sekarang sudah dipenuhi dengan rasa sedih karena menerima fakta tentang Ayah-nya yang jahat dan Ibu-nya yang mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan mereka berdua, "Mama... tidak merasa menyesal... satu nyawa... setidaknya dapat... menyelamatkan nyawa anak-anakku... dan teman baiknya..."


"Mama... kenapa... kenapa Mama harus mengorbankan nyawa demi Malaikat bodoh seperti Asuka...?! Mama tidak bisa mati disini, Asuka ingin berbicara... Asuka ingin mengenal kalian lebih dekat... Asuka tidak pernah merasakan kasih sayang kalian... Asuka mohon... bertahan...!" Asuka tidak bisa menahan tangisan-nya, ia awalnya sudah bertemu dengan kedua orang tuannya tetapi kedua orang tuanya berada di ambang kematian karena mencoba untuk melindungi anak-anaknya.


"Dulu... dulu sekali... aku sudah... aku sudah memiliki pilihan tepat... meninggalkan-mu dan membiarkan... seseorang mengasuh dirimu agar kamu tidak terpengaruh oleh Ayah dan The Virus itu... setidaknya... Asuka... masih bisa bertahan sekarang... Asuka adalah harapan... pembawa cahaya untuk kegelapan... Mama tidak menyesal... asalkan Asuka bisa terus hidup... untuk melihat masa depan..."


"Kenapa... Kenapa Mama harus melakukan ini untuk Asuka? Kehidupan Asuka tidak terlalu berarti untuk ini... Mama adalah malaikat Agung..." Air mata Asuka mulai menyentuh Rosalia, ia mulai tersenyum, "Asuka... dan Azusa... adalah malaikat yang akan menggantikan Mama, kalian... pasti bisa membawa masa depan yang cerah untuk Xuusuatouri..."


"Aku mempercayai kalian... aku juga mencintai kalian..." Rosalia tersenyum lalu ia memejamkan kedua matanya sehingga tubuhnya berubah menjadi partikel emas, tubuh Sage mulai diselimuti dengan tubuh emas itu sehingga ia juga berubah menjadi partikel emas. Asuka mengepalkan kedua tinjunya lalu ia memegang erat daratan, "Aaaaaahhhhhhhh...!!! Mama...!!! Papa...!!!"


Akina menunjukkan ekspresi yang terlihat kesal karena ia bisa mendengar suara tawa Virus, ia tertawa terbahak-bahak karena melihat Malaikat Agung yang melindungi Heavenly telah sepenuhnya terkalahkan. Itu artinya ia harus membunuh semua malaikat tersisa itu dan melanjutkan serangannya menuju planet selanjutnya, Akina melesat menuju arah kepala Virus tetapi ia membuka mulutnya lebar.

__ADS_1


Akina menahan serangan gelombang merah yang keluar dari mulutnya menggunakan kedua lengannya, setidaknya ia dapat menahan serangan gelombang itu dengan bantu kedua tangan dan kedua sayapnya. Gelombang itu meledak dan mendorong Akina mundur sehingga ia terjatuh di atas tanah karena ia tidak mengetahui cara untuk mendekati dirinya sehingga Asuka kembali bangun, kali ini beberapa bunga mawar mulai tumbuh di sekitarnya.


"Kau...!!! KAU AKAN MEMBAYARNYA...!!! KAU AKAN MEMBAYAR SEMUANYAAAAAGGGHH!!!" Asuka menjerit keras sehingga rambutnya memancarkan cahaya merah mudah lalu rambutnya mulai bertambah panjang sehingga melewati kedua kakinya, kedua matanya memancarkan sinar merah mudah dan sekarang ia menggunakan zirah berwarna merah muda, ia mengeluarkan kedua katana-nya lalu ia melesat maju menuju arah Virus.


"Kekuatan itu...!? Wujud itu...!?" Chiara tercengang ketika melihat Asuka yang bisa memiliki wujud asli dari bunga kebajikan mawar, "The True Guardian of Rose!!!"  Seru Chiara keras, Asuka melihat kepala Virus mengeluarkan banyak serangan melalui mulutnya tetapi Asuka berhasil menghindari serangan itu lalu ia mengarah tubuh bagian dadanya karena intinya berada di dalam dadanya itu.


Virus menggerakkan kedua lengannya untuk menyerang Asuka tetapi kedua lengannya langsung hancur ketika menerima sebuah serangan dari tombak suci besar, Virus tercengang ketika melihat itu sehingga ia menoleh ke atas dan melihat seorang malaikat yang memancarkan cahaya ilahi di sekitar tubuhnya. Malaikat itu memunculkan tujuh tombak dan ia melemparnya ke arah Virus agar perhatiannya bisa teralih kepada dirinya jadi Asuka bisa menyerang intinya.


Semua malaikat Agung tercengang ketika melihat malaikat yang memancarkan cahaya ilahi itu, "Malaikat itu...!? Jangan-jangan...!?"


"H-Hikari..." Akina tersenyum ketika melihat Hikari akhirnya datang untuk menyelesaikan semua masalah ini, Hikari adalah pemilik asli dari kekuatan tujuh kebajikan surgawi dan kekuatannya tidak terbatas asalkan para malaikat masih hidup dan semesta Xuusuatouri masih utuh. Kekuatan di bawah persentase 10% saja sudah cukup untuk menghancurkan tubuh Virus yang besar itu dengan meluncurkan semua tombak itu ke arah Virus.


"Sial! Sial! Sial! Kenapa kau ikut campur!?" Seru Virus.


"Xuusuatouri adalah kekuatanku, apa yang kau harapkan, Virus?" Tanya Hikari yang terus menusuk seluruh tubuh Virus menggunakan tombak kebajikannya itu. Asuka tiba di hadapan dada Virus lalu ia menghancurkan-nya dan melihat zirah emas itu, ia segera mengeluarkan Virus yang asli dari dalam tubuh itu lalu ia melancarkan serangan kombinasi yang mampu mengubah tubuhnya menjadi bunga mawar.


"INI SEMUA UNTUK MAMA DAN PAPA!!! SERANGAN UNTUK MENENTUKAN MASA DEPAN BAGI XUUSUATOURIII!!! AAAGGGHHHHHHHH!!!" Asuka menusuk Core itu menggunakan kedua katanya lalu ia mengatakan 'Seeds of Virtues' dengan nada yang keras sehingga Core itu perlahan-lahan berubah menjadi bunga mawar yang terlihat indah.


"TIDAAAAAAAKKKKKKK!!! SEMUA INI MUSTAHIL!!! TEKNOLOGI..."


"...ITU SEGALAAAAGGHHHH ERROR ERROR ERROR----" Core itu hancur bersama dengan eksistensi sistem Virus, tubuh sempurna-nya juga bahkan hancur dan berubah menjadi berbagai macam bunga yang mulai menghujani Heavenly, Asuka mulai bernafas berat ketika ia berhasil mengalahkan Virus, setidaknya ia menyelamatkan Heavenly... ia berubah kembali menjadi wujudnya dan perlahan-lahan terjatuh menuju Heavenly seperti meteor.


Hikari untungnya menyelamatkan Asuka dengan menggendong dirinya lalu ia membawa Asuka kembali menuju Akina, pertarungan terakhir telah berakhir dan Malaikat bertahan hidup. Semua itu disebabkan karena bekerja sama, semua Malaikat yang terkendali dengan Chip itu mulai sadar sehingga mereka bisa melihat hujan bunga yang memiliki aroma wangi sekali.


Dengan ini, Heavenly aman dari ancaman teknologi dan sistem yang berdampak negatif. Heavenly telah lahir kembali dengan sesuatu yang terlihat lebih indah sekarang karena serangan Asuka tadi mampu menumbuhkan banyak bunga kebajikan di planet Heavenly. Seluruh malaikat agung bisa melihatnya dan mereka sungguh terkesan dengan putri Rosalia yang sudah menyelamatkan planet Heavenly dan Xuusuatouri.


Satu hari telah berlalu, Asuka dikenal oleh seluruh malaikat bahwa dia adalah pahlawan yang sudah merebut kembali arti dari kesucian. Teknologi dan sistem mulai bermunculan, kali ini dengan dampak positif seperti mesin yang dapat menanam beberapa tumbuhan. Seluruh malaikat akhirnya hidup damai dan melanjutkan aktivitas mereka dengan memenuhi kesucian untuk Heavenly.

__ADS_1


Akina mengajak Asuka untuk menanjak sebuah gunung yang besar, ia membawa dirinya menuju sebuah gunung besar yang dapat melihat wilayah Heavenly. Asuka terkejut ketika melihat wilayah Technoven sekarang dipenuhi dengan bunga kebajikan bahkan ia bisa melihat bunga mawar yang memiliki ukuran gunung di hadapannya, "I-Indah sekali..."


"Ya 'kan...?" Akina tersenyum lalu ia mulai mencium bibir Asuka, mereka mulai berciuman dan saling menggenggam tangan. Petualangan mereka baru saja dimulai, mereka hanya harus bersiap untuk mengatasi masalah yang akan bermunculan di Xuusuatouri nanti, setelah mereka mengunjungi kembali Technoven... mereka tidak lupa untuk menghampiri bunga mawar yang besar itu untuk menunjukkan rasa hormat mereka kepada Sage dan Rosalia.


"Mama... Papa... Asuka akan terus hidup... Asuka akan menjadi harapan untuk Xuusuatouri, Asuka akan hidup sampai bisa melihat masa depan yang akan dihadapi Xuusuatouri!" Asuka tersenyum lalu ia menempati bunga mawar di atas batu nisan Sage dan Rosalia.


"Itu adalah janji!"


~ARC 1 - END~


"Jadi... Akina, apakah Akina pernah memikirkan sebuah anak atau keturunan?" Tanya Asuka, Akina terkejut ketika mendengar ucapan yang keluar dari mulutnya.


"Apa yang kamu pikirkan sekarang... Kita baru saja selesai mengalahkan iblis yang terus menyerang loh tetapi kenapa kau membahas soal itu...?" Akina mulai tersipu.


"Asuka hanya ingin keturunan dengan Akina---" Akina mulai menyentuh bibirnya, "Kita tentukan caranya nanti ya, aku mencintaimu, Asuka~" Akina mencoba untuk mencium bibir Asuka tetapi seseorang muncul tepat di belakang Asuka.


"Yo!" Seorang gadis mulai menyapa mereka, untungnya ia tidak melihat mereka yang hampir saja berciuman. Akina secara refleks menoleh ke belakang, "K-K-Korrina?! Ada butuh apa ke sini?!"


"Aku meminta bantuan kalian..."


"Untuk apa?"


"Mengalahkan Rxeonal, aku membutuhkan kekuatan kalian!"


(Telat tapi tak apa :v)


~ARC 2 - ANGELS VS DEMONS~

__ADS_1


~Coming soon~


__ADS_2