Flower of Virtues

Flower of Virtues
29: Pesan Seorang Ibu


__ADS_3

"Mama dan Papa saat ini aman tetapi mereka di tahan, seorang Malaikat dan tuannya mengurung mereka di dalam pusat teknologi. Awalnya Azusa bersama Mama tetapi Mama bertemu dengan Chiara yang terpengaruh dengan Chip." Azusa mulai berbicara, ia sekarang sudah tidak terlalu peduli, Asuka terus mendengar percakapan tersebut karena ia merasa sangat penasaran.


"Semua teknologi dan sistem ini bisa terjadi karena disebabkan oleh sebuah alat yang bernama [Core], Core tersebut saat ini sedang dalam kendali penuh oleh seorang Malaikat bersama dengan tuannya bernama [The Virus]. Semua teknologi dan sistem yang bisa berkembang cukup pesat seperti ini itu semua disebabkan oleh Core." 


"Core dapat menjalankan tugasnya lebih cepat, misalnya seperti perkembangan teknologi dan sistem yang berjalan sangat cepat. Azusa dengar dari Mama jika ingin mengakhiri semua kegilaan tentang teknologi dan sistem yang berdampak negatif maka seseorang harus bisa menghancurkan Core itu untuk mengakhiri segalanya." Kata Azusa, Asuka hanya diam sambil mendengarkan pembicaraan-nya yang penting itu karena baru saja mendapatkan beberapa informasi yang akan ia beritahu nanti kepada teman-temannya.


"Tetapi Kakak, jika Core itu kita hancurkan dengan tangan kosong maka kita akan terkena sambar dengan listrik besar yang dapat menghancurkan organ tubuh kita. Saat ini Azuka yakin bahwa Mama memberitahu Azusa cara untuk menghancurkan Core itu dengan menggunakan bunga kebajikan yang sudah membuka potensi tersembunyi." Azusa diam-diam mengeluarkan sebuah alat yang ia curi dari Chiara yaitu [Messenger System].


"The Virus saat ini sedang mempengaruhi seorang Malaikat yang bernama Egas, dia telah menjadi boneka yang digunakan oleh Virus untuk melakukan semua pekerjaannya. Teknologi dan sistem yang digunakan dengan cara negatif itu disebabkan oleh The Virus, sekarang hampir seluruh Heavenly sudah terpengaruh dengan sistem dan teknologi."


"Dalam hitungan hari atau minggu saja, dampak aneh akan terjadi dimana para Malaikat bisa saja menghilang atau berubah menjadi kebalikannya yaitu Fallen Angel. Azusa takut bahwa Kakak akan berubah menjadi salah satunya, Azusa juga tidak mau Kakak menghilang karena Azusa sangat menyayangi Kakak." Perkataan Azusa membuat Asuka tersenyum lebar, ia mengusap kepalanya lalu memberi dirinya sebuah kecupan di pipi.


"Kakak, Mama baru saja memberikan alat ini kepada Azusa. Mama bilang untuk memainkan-nya ketika Azusa sedang bersama Kakak." Azusa berhasil memberitahu Asuka dengan benar, ekspresi-nya masih terlihat sama seperti biasa yaitu datar dan polos, Azusa mulai tersenyum karena ia memiliki keturunan dan kesamaan yang sama dengan Kakaknya, "Cerita yang cukup panjang ya... sekarang Asuka mengerti siapa yang harus dibunuh, The Virus... Asuka pasti akan menghentikannya."


Azusa menatap alat itu lalu ia bisa melihat tombol merah, ia menekan tombol tersebut lalu sebuah hologram yang menunjukkan Rosalia muncul. Azusa dan Asuka duduk di atas kasur lalu mereka menutup diri mereka dengan selimut. Azusa menempati alat yang berbentuk kotak itu di atas kasur dan mereka bisa melihat Rosalia yang berdiri sambil menatap Asuka, "Apakah ini... sudah dimulai... aku bisa melihat lampu merah yang menyala-nyala."

__ADS_1


"Apakah Malaikat ini Mama?" Tanya Asuka sambil menyentuh hologram yang tidak bisa ia sentuh begitu saja, Azusa mengangguk lalu ia memberitahu Asuka bahwa Rosalia ingin sekali berbicara dengan Asuka tentang berbagai hal, masalah seperti ini ia yakin bahwa masih ada harapan untuk Heavenly dan Xuusuatouri.


"Asuka... Jika kamu melihat pesan ini maka Ibu meminta maaf sebesar-besarnya karena sudah meninggalkan-mu di hutan sendirian. Itu adalah pilihan yang cukup bertentangan bagiku karena aku tidak bisa melakukan apapun untuk menjamin keselamatan anak-anakku. Teknologi dan sistem sekarang sudah menyebar dalam skala yang besar, hanya para Guardian yang bisa menghentikan semua kegilaan ini."


Asuka terlihat sangat terkejut untuk bisa melihat wajah Rosalia, entah kenapa ia bisa merasakan perasaan yang sangat berbeda ketika menatap dirinya. Azusa mulai mendekati Asuka lalu ia bersandar di bahunya dan memejamkan kedua matanya karena Azusa sudah mengantuk dan ia tidak bisa menahan rasa mengantuk itu.


"Pilihan-ku tentang meninggalkan dirimu di hutan itu, Ibu mohon kamu bisa memaafkan diriku, Asuka. Selama ini pilihan itu cukup menyakitkan tetapi sekarang aku merasa bersyukur untuk bisa menitipkan-mu kepada seseorang, seseorang yang mengasuh-mu sampai kau sudah besar seperti ini. Ibu bersyukur bahwa Asuka tidak terpengaruh dengan teknologi atau sistem jika ibu tidak memilih pilihan itu maka Xuusuatouri sudah pasti akan menjadi semesta yang kehilangan dengan keseimbangan-nya sendiri."


"Asuka... aku mohon, takdir masa depan untuk Xuusuatouri yang cerah ini terdapat di dalam dirimu sendiri. Ibu sudah meminta bantuan kepada Azusa dan Chiara untuk membantu dirimu bertambah kuat agar kamu sudah siap untuk mengunjungi Technoven. Tenang saja, ibu baik-baik disini dan sekarang ibu hanya perlu menunggu kedatangan putri pertama-ku..." Rosalia mulai menangis karena ia sangat merindukan Asuka, ia belum pernah melihat dirinya lagi sejak bertahun-tahun dan tangisan-nya itu membuat Asuka terdiam seketika.


"Aku ingin melihat Asuka yang sudah besar... Ibu ingin lihat Asuka yang bertambah kuat dengan bunga kebajikan-nya itu, ibu ingin Asuka adalah harapan bagi bangsa Malaikat. Mawar adalah kekuatanmu karena ibu memberikannya kepadamu karena kamu sejak lahir sangat menyukai bunga mawar, mawar itu melambangkan kecantikan dan kekuatan jika di lihat melalui duri duri yang dimiliki mawar."


"Sekarang, nak. Ibu akan menunggu-mu disini. Ibu baik-baik saja kok, jangan khawatir... hal yang harus kau khawatirkan adalah Heavenly yang sedang proses menuju ambang kehancuran karena teknologi dan sistem itu. Semoga beruntung, Asuka... keberuntungan dan kebaikan akan selalu berada di sisi-mu... aku yakin itu." Rosalia tersenyum dan senyuman itu membuat Asuka diam seketika, hologram itu mulai menghilang karena pesan-nya telah sepenuhnya tersampaikan.


Pada akhirnya Asuka hanya bisa mengetahui ibu-nya sendiri bukan Sage, mungkin Azusa dan Rosalia berencana untuk tidak memberitahu Sage ayah-nya yang sudah berubah menjadi penyebab dari semua konflik yang terjadi ini. Asuka mengambil kotak itu lalu Azusa mulai mengambilnya, ia kembali bangun ketika Asuka membuat sebuah pergerakan.

__ADS_1


"Azusa masih bangun?"


"Mmm... Kakak tidak mau diam... bagaimana...? Apakah Kakak sudah melihat pesan itu?"  Tanya Azusa.


"Asuka sudah mengetahui Mama, Mama cantik dan indah. Asuka tidak sabar untuk bertemu dengan Mama, Asuka juga dipercayai oleh Mama bahwa Asuka adalah harapan untuk semuanya, Asuka akan melakukan yang terbaik untuk menghancurkan Core dan The Virus. Latihan terakhir juga akan Asuka selesaikan dengan cepat untuk bisa menyelamatkan Mama dan Papa." Kata Asuka.


Azusa bisa melihat Asuka mengatakannya dengan wajah yang polos dan datar, setidaknya Azusa merasa senang melihat Kakaknya yang bersemangat seperti itu, ia dipenuhi dengan motivasi. Azusa juga memberitahu Asuka bahwa ia ingin bertambah kuat sama seperti Asuka sehingga ia menunjukkan bunga kebajikannya yaitu mawar hitam. Mawar itu membuat Asuka terkesan karena warna dari mawar itu ternyata hitam.


"Wahh... hitam... Asuka suka."


"Punya Kakak lebih cantik dan indah." Kata Azusa.


 "Azusa..."


"Hmm...?"

__ADS_1


"Tetap bersama Kakak ya? Kakak menyayangi Azusa, sangat sayang." Asuka memeluk Azusa erat sehingga Azusa tersenyum karena ia baru saja merasakan perasaan hangat ketika Asuka berbicara seperti itu sambil memeluk dirinya.


"Azusa juga menyayangi Kakak."


__ADS_2