Flower of Virtues

Flower of Virtues
11: Terlambat


__ADS_3

Asuka menghindari semua serangan malaikat itu yang sekarang memakai zirah robot-nya itu, terlihat sangat kuat bahkan Asuka sampai dibidik oleh kedua tapak-nya yang melepaskan beberapa roket, Asuka menangkap semua roket itu lalu ia melempar-nya ke atas menggunakan akar bunga-nya. Akina dan Melantha melihat Asuka yang diserang beberapa kali oleh malaikat tersebut, "Apakah dia benar-benar malaikat...?!" Tanya Akina.


"Dia adalah malaikat yang sudah terpengaruh oleh Chip, sepertinya Chip yang mempengaruhi malaikat tersebut memiliki tipe yang berbeda. Terdapat sebuah Chip yang dapat mengubah seorang malaikat menjadi robot dengan menciptakan zirah yang dapat melindungi mereka sendiri." Kata Melantha sehingga Asuka melancarkan beberapa serangan ke depan karena ia melihat malaikat itu melepaskan beberapa kabel panjang yang mencoba untuk mengikat-nya tetapi Asuka dengan mudah memotong semua kabel itu.


"Kita harus membantu-nya." Akina menghampiri Asuka, "Kau benar, aku akan membantu dari belakang karena kemampuan melati-ku lebih pantas untuk mendukung dibandingkan bertarung!" Melantha melepaskan aroma melati yang melindungi tubuh mereka, sekarang Asuka tidak perlu lagi menahan semua serangan-nya itu karena ia memberanikan diri untuk maju ke depan walaupun kabel itu menyentuh-nya dan melepaskan listrik... serangan itu tertahan dengan aroma melati.


"Jasmine Scent... Kemampuan melati yang dapat melindungi kalian dari segala efek negatif dan serangan apapun itu! Sekarang majulah! Hancurkan malaikat itu!" Seru Melantha yang melepaskan aroma lain-nya untuk meningkatkan kecepatan dan kekuatan mereka. Akina melempar tombak-nya ke arah malaikat itu sehingga tombak itu menusuk malaikat tersebut dan Asuka berputar lalu menendang tombak itu.


"Dance of Cyclone Rose!" Kedua mata Asuka memancarkan cahaya merah muda lalu ia memegang erat kedua pedang-nya, setelah itu ia berputar seperti angin ****** beliung lalu maju ke depan sehingga malaikat itu tidak bisa menahan serangan putaran Asuka itu, ketika ia berputar... kelopak mawar terlepas dari tubuh-nya dan mencoba untuk menghancurkan zirah yang melindungi malaikat tersebut.


Asuka hanya bisa berputar selama sepuluh detik, ketika ia selesai berputar... ia malah terjatuh dengan kedua penglihatan-nya yang memperlihatkan dunia berputar, "Asuka, kamu baik-baik saja?" Akina mulai membantu Asuka untuk berdiri lalu ia menatap ke depan dimana zirah dari malaikat itu sudah hancur dan Akina bisa melihat aliran listrik yang menyelimuti tubuh-nya itu.


"Apa yang dia rencanakan sekarang...? Aliran listrik itu..." Melantha mencoba mengingat kembali tentang pengalaman-nya bertarung melawan seorang robot dan juga seseorang yang sudah terpengaruh penuh oleh sebuah Chip. Mereka semua tercengang ketika melihat zirah dari malaikat itu mulai membentuk kembali dan mengeluarkan kabel yang langsung mengikat tubuh Asuka.


"Yaah.... geli... seharusnya Akina lebih pantas seperti ini, Asuka akan suka." Kata Asuka, tubuh-nya merasa geli dan ia bisa melihat kabel itu mengalirkan listrik yang akan menyambar tubuh Asuka, "Hehhhh!? Jangan berbicara seperti itu, Asuka!" Akina mengembungkan kedua pipi-nya lalu ia memotong semua kabel itu menggunakan tombak-nya, setelah itu ia maju ke depan dan melancarkan beberapa tusukan yang mampu mendorong malaikat itu mundur.

__ADS_1


"Ini tidak akhirnya, Melantha! Bagaimana cara-nya agar kita bisa mengalahkan-nya...?" Tanya Akina, ia tidak bisa menggunakan kemampuan bunga wisteria-nya karena racun dari bunga tersebut hanya berguna kepada makhluk hidup, bukan robot seperti diri-nya itu. Asuka kembali bangkit lalu ia menepuk punggung Akina, "Akina. Ayo serang bersama-sama." Kata Asuka.


Akina mengangguk lalu ia melompat mundur dan melempar tombak itu ke arah malaikat tersebut, Asuka melompat lalu mendarat di atas tombak tersebut dan melancarkan beberapa serangan lain-nya sehingga tombak itu menusuk dada malaikat tersebut, Asuka melompat ke atas dan Akina menarik tombak tersebut sehingga mereka secara bersamaan melancarkan serangan kombinasi yang mampu membawa malaikat itu ke atas udara.


Mereka berdua mengibarkan sayap mereka lalu terbang menuju arah malaikat itu dan melakukan serangan kombinasi lain-nya sehingga Melantha terkesan melihat serangan kombinasi mereka, kerja sama yang cukup biak sehingga langit-langit dipenuhi dengan partikel merah mudah dan perak. Asuka menusuk-nya ke atas lalu Akina melempar tombak itu dari atas sehingga tombak itu menusuk punggung malaikat tersebut dan membawa-nya menuju daratan.


"Asuka!"


"Asuka akan mencoba! Cyclone Rolling Rose..." Asuka terbang menuju malaikat itu sambil berputar seperti bola, kecepatan Asuka mulai bertambah cepat seolah-olah ia adalah meteor yang jatuh menuju bumi. Asuka mengenai malaikat itu sehingga terjadi kehancuran besar di daratan dan menciptakan lubang yang besar, Asuka melompat mundur lalu ia menatap tubuh-nya yang kotor.


"Asuka, kita berhasil!" Akina menghampiri Asuka lalu ia memeluk-nya, "Asuka tidak bisa bernafas... terlalu besar dan terlalu empuk." Kata Asuka sehingga Akina terkekeh lalu berhenti memeluk diri-nya, Melantha menghampiri mereka berdua untuk memberitahu mereka bahwa serangan mereka tidak akan melukai malaikat yang berada di dalam zirah itu.


"Kemungkinan besar ya, serangan kalian hanya akan menghancurkan Chip yang berada di kepala-nya itu... Malaikat itu terluka tetapi zirah robot-nya itu dapat menyembuhkan seluruh luka-nya karena sebuah Chip tidak akan berguna jika tidak memiliki sebuah wadah. Jika malaikat itu mati maka Chip tersebut akan hancur." Kata Melantha sehingga Asuka mulai mendekati lubang itu dan menatap ke dalam, sebuah kabel melesat menuju arah-nya tetapi satu kelopak bunga muncul di sebelah-nya dan berhasil memotong semua kabel itu.


"Asuka ingin berbicara!" Kata Asuka sehingga malaikat itu melompat keluar lalu berlutut di hadapan Asuka, "Kau... kalian... para Guardian seharusnya bersembunyi... jangan sia-siakan nyawa kalian..." Zirah yang menutup kepala malaikat itu mulai terbuka sehingga menunjukkan seorang malaikat yang sedang menangis dan mencoba sekuat mungkin untuk membebaskan diri-nya dari Chip tersebut.

__ADS_1


Melantha dan Akina menghampiri Asuka tetapi ia menunjuk mereka semua untuk tidak mendekati diri-nya karena zirah itu pasti akan kembali menyerang mereka semua, saat ini Asuka tidak menggerakkan tubuh-nya sedikitpun dan tidak memiliki niat untuk menyerang karena zirah itu dapat mendeteksi sebuah perasaan dan emosi dari dalam tubuh seseorang., "Pergi... tinggalkan Heavenly... kalian... tidak... bisa... revolusi Malaikat telah dimulai... teknologi akan mempengaruhi segala-nya..."


"Semua... desa... dalam tahapan menuju... era yang baru... hanya teknologi dan sistem... malaikat... malaikat setengah teknologi... Aggghhh... kalian... kalian harus berbicara dengan... seorang malaikat... yang bernama As... astrea... dia akan... memberitahu kalian... tentang sisi gelap dan kelam dari perkembangan... teknologi ini... dia... berada di desa ini... terpengaruh dengan Chip... yang lemah..." Zirah itu mengeluarkan banyak sekali kabel yang bergerak secara tidak beraturan, Asuka hanya diam dan tidak menggerakkan tubuh-nya karena kabel itu pasti akan mengikat-nya lalu menyambar tubuhnya dengan listrik yang memiliki volt tinggi.


Chip yang terletak di tengkuk Malaikat itu memancarkan cahaya merah besar sehingga terdengar sebuah bunyi aneh, "M-Mundur... tahap... kehancuran..."


"Asuka!!!" Akina meraih tangan Asuka lalu menarik-nya mundur sehingga malaikat itu memejamkan kedua mata-nya dan zirah yang melindungi dirinya mulai melepaskan lebih banyak kabel, Akina menciptakan sebuah barrier besar yang dapat melindungi diri-nya dan Asuka. Melantha melepaskan aroma melati dalam jumlah besar untuk menahan serangan yang akan dilakukan oleh malaikat tersebut.


Baaammmm...!!!


Malaikat itu meledak bersama zirah yang ia kenakan karena pengaruh dari Chip yang melakukan tahap kehancuran dari hitungan mundur, Akina terkejut ketika melihat-nya karena ledakan itu bisa saja membunuh Asuka jika ia tidak menyelamatkan diri-nya. Asuka menatap ledakan tersebut dengan wajah polos-nya karena ia tidak bisa melakukan apa-apa kecuali melihat... menyelamatkan Malaikat itu saja tidak bisa.


Ledakan itu membangunkan seluruh malaikat yang terpengaruh dengan Chip sehingga mereka tercengang ketika melihat-nya karena anggota tubuh malaikat itu mulai berpisah sampai kepala-nya mendarat tepat di hadapan Asuka, "Asuka telat untuk menyelamatkan-nya, Asuka harusnya menyelamatkan diri-nya jika sempat. Asuka tidak memaafkan malaikat Technoven itu...."


Akina memeluk Asuka erat karena ia sangat bersyukur bisa menyelamatkan Asuka, "Syukurlah, Asuka... aku kira aku akan kehilangan-mu, awalnya aku sudah curiga dengan Chip yang memancarkan cahaya merah itu, ledakan yang terjadi karena hitungan mundur itu. Kau tidak perlu menyalahkan diri-mu sendiri karena kita semua sudah mencoba untuk mengembalikan-nya."

__ADS_1


"Hm... Asuka berterima kasih pada Akina..."


"...Terima kasih sudah menyelamatkan Asuka."


__ADS_2