
Sage merasa kesal ketika melihat seluruh pasukan Robot dan Android-nya mulai berkurang ketika bertarung melawan seluruh malaikat yang berada di Helaria, ia tidak menyangka bahwa mereka masih bisa bertahan. The Virus memperingati dirinya sejak awal bahwa menyerang desa Helaria secara langsung hanya akan memberi kedua belah pihak kerugian, walaupun penduduk desa Helaria berkurang setidaknya mereka semua dapat menghancurkan beberapa Malaikat Technoven yang awalnya sedang melindungi kota itu sendiri.
Sage tidak akan menyerah sampai ia menaklukkan Heavenly dengan teknologi dan sistem, teknologi adalah masa depan untuk Xuusuatouri jadi semua orang seharusnya melihat perjuangannya yang ia lakukan dan mengabdikan dirinya sebagai dewa malaikat yang mencoba untuk mengubah Xuusuatouri. Heavenly telah berubah menjadi sesuatu yang berbeda sekarang bahkan beberapa Malaikat Agung bisa melihat planet Heavenly yang dulunya berwarna biru muda sekarang mulai diselimuti dengan beberapa kegelapan.
"Sebenarnya apa yang Rosalia pikirkan untuk menikahi seorang Malaikat seperti dirinya...? Lihatlah apa yang telah diperbuat dengan Heavenly, planet itu sebentar lagi akan terkena kutukan dari [Fallen Angel], setelah Heavenly sudah ditaklukkan oleh Sage maka planet kita yang selanjutnya."
"Aku tidak akan membiarkan teknologi dan sistem yang berdampak negatif mempengaruhi planet Patiently, kita sudah memiliki teknologi dan sistem itu sendiri tetapi semua itu kita gunakan dengan benar."
"Inilah yang terjadi, malaikat yang mengetahui cinta akan terpengaruh dengan hal tersebut. Tidak ada obat untuk cinta bahkan Malaikat Agung seperti Rosalia yang memiliki julukan Malaikat paling suci bisa menjadi seorang malaikat yang sudah rusak karena Sage, sungguh malang... dia tidak bisa memilih pasangan dengan benar."
"Apa yang bisa Malaikat perbuat jika sudah mengetahui Cinta...? Mereka akan melakukan apapun yang mereka inginkan, kita hanya harus berharap dan berdoa bahwa Heavenly bisa kembali dan perbuatan Sage bisa dihentikan. Kita hanya perlu mendukung Guardian yang masih selamat di dalam sana."
Helaria saat ini sudah bukanlah desa melainkan medan pertarungan yang besar, kedua belah pihak mengalami kerugian yang sama yaitu kekurangan terhadap anggota karena pertarungan yang mengancam nyawa. Semua Robot dan Android yang tidak bisa memenangkan pertarungan hanya akan meledak untuk bisa membunuh musuh yang ia lawan, itu adalah cara yang cukup efektif agar jumlah dari Malaikat bisa berkurang.
Beberapa Guardian juga bahkan terbunuh karena terlalu percaya diri dan yakin ketika berhasil mengalahkan Android dan Malaikat Technoven tetapi sebenarnya kemenangan mereka hanya akan memberikan hasil kematian yang diberi oleh para Andorid dan Malaikat Technoven yang melakukan ledakan terhadap diri mereka sendiri.
__ADS_1
Sage ingin mengakhiri semua pertarungan ini dengan cepat jadi ia bergegas menuju ruangan pertempuran lalu membuka sebuah kaca yang saat ini sedang melindungi tombol merah, ia mulai menekan tombol yang pertama sehingga gedung dari pusat teknologi itu membuka atapnya lalu sebuah pesawat terbang melesat keluar dari gedung tersebut dan terbang menuju Helaria.
"Kau benar-benar tergoda dengan kekuatan, kau sendiri tidak bisa menahan rasa kesabaran-mu itu... jika kau menjalankan semuanya dengan cepat dan penuh rasa panik maka rencana yang kita rancang hanya akan gagal." Kata Virus itu, Sage tidak mendengarnya karena pikiran mulai bercampur aduk, ia tidak bisa memikirkan apapun kecuali menghancurkan Helaria dengan menekan tombol merah itu yang berfungsi untuk menambah bantuan.
"Jika ada kesempatan kenapa aku harus menyia-nyiakan hal itu!? Pesawat itu sudah menampung banyak sekali Robot, Android, dan Malaikat Technoven yang sudah sepenuh siap untuk membunuh mereka semua, walaupun mereka tidak sempurna seperti Yumari setidaknya mereka dapat melakukan pekerjaan mereka dengan mudah. Para Malaikat itu... aku yakin mereka sudah kelelahan karena terlalu lama bertarung!" Sage tertawa terbahak-bahak.
Rosalia mendengar apa yang baru saja ia katakan, ia juga merasa bersyukur bahwa Sage tidak mengetahui fakta bahwa Rosalia adalah penyebab kenapa Azusa mengikuti pihak yang benar, setidaknya ia sekarang sudah aman dari perintah Sage dan akan terus melindungi Asuka dari belakang. Rosalia menyentuh dada-nya sendiri karena ia merasa sangat khawatir dengan Asuka dan Azusa yang harus terus bertarung di Helaria demi bertahan hidup dan melindungi Heavenly.
Beberapa menit kemudian, pesawat yang dilepas oleh Sage telah tiba di atas desa Helaria, pesawat itu mulai membuka pintu belakang-nya sehingga seluruh Robot, Android, dan Malaikat Technoven yang berada di dalam pesawat itu mulai bergegas untuk menyerang mereka semua. Kedatangan mereka membuat seluruh penduduk Helaria terkejut dan merasa kesal karena pertarungan ini tidak ada akhirnya.
"Kau pasti bisa, Melantha! Kau harus tetap fokus dan mengeluarkan sihir area yang menguntungkan untuk kami semua dan merugikan untuk mereka semua!" Kata Akina yang mulai melancarkan beberapa serangan kepada mereka semua, ia juga sempat melihat Azusa dan Yumari yang masih bertarung.
Azusa melompat ke belakang, tubuhnya entah kenapa terasa berat bahkan ketika ia mencoba untuk melakukan beberapa pergerakan, ia selalu saja tertahan. Mungkin karena sistem dan tubuh Android-nya yang melarang dirinya untuk melawan Yumari, Sage masih bisa mengendalikan dirinya untuk tidak melakukan perlawanan apapun kepada Yumari, lebih baik dia diam dan menunggu sampai Yumari menghancurkan dirinya.
"Lakukan... perlawanan sekarang... Azusa ingin melawan." Azusa mencoba untuk mengayunkan katana-nya itu ke arah Yumari tetapi pergerakan-nya sangat lambat sehingga Yumari hanya perlu menahan serangan itu menggunakan jari kelingking-nya karena Android penghianat seperti dirinya tidak akan bisa melakukan perlawanan apapun kepada pihak yang benar.
__ADS_1
"Sepertinya Sage benar-benar menghukum dirimu ya... sistem yang berada di dalam dirimu bahkan melarang-mu untuk menyerang-ku. Awalnya aku berpikir pertarungan kita akan berjalan menyenangkan tetapi beberapa menit kemudian... kau hanya mengecewakan diriku!" Yumari muncul di hadapan Azusa lalu ia memegang kerah bajunya dan mulai melancarkan beberapa pukulan wajah yang mengenai wajahnya sendiri.
Yumari mengakhiri serangannya dengan menghantam wajahnya sampai setengah dari wajahnya yang bagian kirinya mulai menunjukkan wajah Android-nya, sebentar lagi dia akan menjadi barang rongsok yang tidak bisa lagi digunakan, "Kau ada produk gagal, seharusnya kau sadar bahwa kau bukan Malaikat murni, aku akan membiarkan kakak-mu melihat kematian dari adiknya sendiri!!!" Yumari melempar-nya ke depan lalu ia meluncurkan beberapa dorongan besar melalui kedua tapaknya itu.
"Error... Azusa... mengalami error..." Azusa mulai menghancurkan mata di bagian kiri-nya karena ia tidak membutuhkan alat itu, ia mencoba untuk mengeluarkan beberapa alat yang terpasang di dalam tubuhnya agar ia bisa bergerak dengan bebas, Yumari menghentikan dirinya dengan menendang wajahnya ke atas lalu memegang erat kedua kakinya dan menghantam tubuhnya di atas daratan beberapa kali.
Yumari melemparnya ke depan lalu ia mengepalkan tinju kanan-nya, "Pengkhianat seperti-mu pantas untuk mati! Produk gagal seperti-mu akan aku hancurkan dengan satu serangan...!!!" Lengan kanan Yumari mengeluarkan beberapa senapan, ia mulai menunjuk ke depan dan tapak kanannya yang menciptakan bola berwarna merah.
"Hahhhhhh!!!" Seluruh senapan di lengan kanannya mengeluarkan asap coklat di tambah lagi dengan tapaknya yang meluncurkan gelombang merah, gelombang besar itu meluncur menuju arah Azusa yang mengalami kondisi kritis di bagian tubuhnya, ia tidak bisa bergerak jadi ia lebih memilih untuk melindungi dirinya menggunakan kedua lengannya yang mulai menciptakan beberapa mawar hitam.
Tekanan dari gelombang itu sangat besar bahkan Azusa terlihat kaget, Yumari mulai tertawa terbahak-bahak sehingga ia bisa melihat Asuka yang maju ke depan lalu melindungi Azusa dari depan dengan menciptakan beberapa bunga mawar merah di hadapan-nya. Gelombang itu menerobos ke depan dan menghancurkan seluruh bunga mawar yang mencoba untuk melindungi mereka berdua, pada akhirnya Asuka terkena gelombang tersebut.
"Agggggghhhhhhhhhhh!!!! Aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh!!!" Asuka menjerit keras ketika gelombang itu mengenai dirinya, Yumari tersenyum jahat bahwa ia mengenai sasaran yang lebih menguntungkan dibandingkan Azusa. Gelombang itu pada akhirnya meledak karena tidak bisa menerobos tubuh Asuka yang cukup kuat untuk melindungi adiknya sendiri.
Baaaammmmm....!!!
__ADS_1