Flower of Virtues

Flower of Virtues
17: Istirahat


__ADS_3

Asuka dan Akina masuk ke dalam sebuah restoran yang terlihat sangat mewah, Akina bisa mendengar perut Asuka yang terus bersuara... mungkin dia bersemangat karena lapar dan ingin memakan semua makanan yang belum pernah ia lihat sebelum-nya. Akina tidak memiliki pilihan lain selain memesankan beberapa makanan untuk Asuka dan kedua teman-nya yang baru saja masuk.


Asuka duduk di atas kursi dengan kedua kaki-nya yang ia gerakan beberapa kali, ia mulai menatap mereka berdua yang baru saja datang, ia bisa melihat ekspresi Melantha yang terlihat sangat kesal... sesuatu mungkin terjadi kepada diri-nya sehingga Asuka mulai mendekati wajah-nya dengan Melantha sampai ia terkejut, "Ahh...! Jangan membuat aku terkejut seperti itu, Asuka... apa yang kamu pikirkan sih?"


"Ekspresi... Melantha punya masalah? Asuka bisa merasakan-nya." Kata Asuka sambil menunjukkan ekspresi polos-nya itu, Melantha menundukkan kepala-nya karena ia tidak ingin membahas soal para Guardian pengecut itu yang tidak mau di ajak bekerja sama, "Melantha saat ini sedang dalam masa-masa itu."


"Hehhhh... Sedih, pasti sakit ya."


"Tidak, woi! Dia bercanda!" Seru Melantha sambil menunjukkan wajah yang memerah, ia kembali bersandar dengan tembok karena ia tidak mau membicarakan tentang hal itu, ia ingin menenangkan pikiran-nya dengan memakan makanan yang dipesan oleh Akina.


"Ha ha ha... Asuka ingin ketawa." Melantha dan Chloe tercengang ketika melihat ekspresi Asuka masih terlihat seperti biasa-nya, tawa-nya terdengar palsu melainkan ia tertawa hanya untuk membuat situasi menjadi sedikit lebih nyaman. Chloe tidak pernah melihat Asuka menunjukkan perasaan atau ekspresi-nya secara alami melainkan dia terus terlihat datar dan polos terkadang juga bibir-nya membentuk segitiga untuk menunjukkan rasa penasaran.


Akina duduk di sebelah Asuka dan Asuka langsung bersandar di paha-nya sambil menatap wajah Akina yang tertutup dengan dada-nya itu, "Asuka, jangan ribut... kalau kamu mau tidur di paha-ku bilang saja asalkan jangan membuat banyak keributan." Kata Akina sehingga perut-nya mulai merasa geli ketika Asuka menempelkan wajah-nya itu dengan perut-nya, ia perlahan-lahan menyentuh kulit perut-nya itu sambil memainkan pusar-nya.


"Mmmmm... A-Asuka..." Akina mencoba sekuat mungkin untuk merasa perasaan geli itu tetapi tidak bisa, ia berusaha untuk tidak mengeluarkan suara yang aneh karena restoran ini dipenuhi dengan banyak sekali malaikat yang sedang menikmati makanan mereka masing-masing. Untungnya Chloe dan Melantha tidak sedang memperhatikan Akina melainkan mereka melihat keluar jendela, "Banyak sekali populasi Malaikat ya... aku khawatir jika malaikat Technoven itu menyerang." Kata Melantha.

__ADS_1


"Jangan mengatakan hal seperti itu, omongan-mu adalah harapan-mu... bagaimana jika harapan-mu terjadi dan para Malaikat Technoven itu menyerang?" Tanya Chloe sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, "Maaf-maaf, hanya saja aku kesal dengan para Guardian yang tidak mau bertanggung jawab, malaikat egois seperti mereka... aku sangat membenci-nya!"


Asuka mulai berhenti mempermainkan Akina, ia duduk kembali di atas kursi-nya sambil menatap mereka semua, "Malaikat egois...? Apa yang kau maksud soal itu?" Tanya Akina, Melantha menghantam meja pelan sambil menunjukkan ekspresi kesal karena kesempatan menang yang ia harapkan mulai berkurang ketika para Guardian itu tidak mau bekerja sama untuk menghentikan Sage bersama dengan teknologi yang ia kembangkan itu.


"Sebenarnya Helaria ini adalah desa yang cukup besar, desa yang digunakan sebagai tempat untuk berlindung dari para Malaikat Technoven itu. Aku melihat beberapa Guardian yang berkeliaran, melakukan aktivitas keseharian mereka tanpa mengetahui bahwa waktu kita semua terbatas karena teknologi yang terus berkembang itu." Melantha melihat seorang pelayan mulai menempati banyak sekali makanan yang ia pesan.


"Banyak sekali, Akina..." Kata Chloe, ia mungkin tidak bisa memakan semua-nya, "Untuk lubang hitam yang berjalan." Kata Akina sambil terkekeh sehingga Asuka mulai memakan semua itu dengan cepat karena perut-nya terus bersuara. Melantha mencoba untuk melanjutkan pembicaraan-nya tetapi ia tidak fokus karena semua makanan lezat itu menggoda diri-nya.


"Kita lanjut setelah menghabiskan semua makanan ini!" Kata Melantha, mereka mengangguk lalu mulai menyantap semua makanan itu sampai tenaga dan energi mereka kembali pulih. Hari ini sepertinya mereka akan memenuhi waktu dengan beristirahat dan bersantai karena tubuh mereka membutuhkan kedua hal itu bahkan Legenda seperti Chloe saja ingin berhenti bertarung selama satu hari untuk memulihkan tenaga-nya juga.


"Aku rasa satu hari ini cukup beristirahat agar tubuh dan mental kita bisa lebih tenang lagi." Kata Akina, ia menatap Melantha yang terlihat kesal... entah kenapa ia ingin berlatih dan meningkatkan kemampuan melati-nya agar ia bisa menjadi Guardian berguna ketika pertarungan lain-nya di mulai, kemampuan melati-nya itu tidak berguna ketika digunakan untuk bertarung, "Aku benar-benar muak... diam di barisan belakang hanya untuk melihat kalian terluka."


"Terima kasih, Asuka... kamu memang hebat ya dalam membuat seseorang senang, kalau begitu... mari kita semua sama-sama bertambah kuat agar bisa menghentikan kegilaan Sage dalam mengembangkan teknologi-nya itu!" Melantha tersenyum lalu ia mengulurkan lengan-nya kanan, mereka melakukan hal yang sama lalu mengangkat lengan mereka untuk menunjukkan semangat mereka, semangat yang membuat mereka yakin dalam menghentikan pengembangan teknologi itu.


"Baiklah... aku akan melanjutkan perkataan-ku sebelumnya tentang para Guardian pengecut dan tidak bertanggung jawab itu, mereka sudah diberkahi dengan bunga kebajikan yang dapat digunakan untuk melakukan apapun yang mereka inginkan, seorang Malaikat yang terpilih oleh bunga kebajikan... itu artinya malaikat itu adalah tanda harapan dan juga masa depan cerah untuk Xuusuatouri." Kata Melantha yang mulai mengambil segelas air lalu meminum-nya, mereka masih mencicipi makanan-nya mereka sambil mendengarkan Melantha berbicara.

__ADS_1


"Apa yang mereka bicarakan itu hampir membuat tinju-ku menghajar wajah mereka, tidak ada kata bersyukur keluar dari mulut mereka ketika bunga kebajikan memilih mereka juga mengangkat mereka sebagai seorang Guardian untuk menjaga inti bunga kebajikan yang terdapat di dalam diri mereka masing-masing. Mereka TERPAKSA... TERPAKSA LOH...!!!" Amarah Melantha mulai keluar, Chloe menepuk punggung-nya beberapa kali untuk mencoba menenangkan diri-nya, "Seharusnya mereka tahu hukum Xuusuatouri... hukum kesucian dari malaikat... apa yang akan terjadi kepada kita semua jika bunga kebajikan hilang...? Kita akan menjadi malaikat suci yang terbalik."


"Fallen Angel ya..." Kata Chloe.


Melantha mengangguk, "Ya... jika seluruh bunga kebajikan tidak ada maka kita akan berubah menjadi Fallen Angel alami yang tidak bisa kita kendalikan dengan mudah, pikiran kita otomatis akan mengalami pengulangan sehingga tujuan kita sebagai malaikat mulai terbalik. Bukannya menjaga kesucian dari Xuusuatouri melainkan melakukan sesuatu yang buruk... aku yakin Sage akan memasang Chip kepada kita."


Mereka mulai terdiam ketika mendengar itu, Chloe sendiri tidak bisa mengatakan apapun karena tidak mau membicarakan sesuatu yang dapat memicu kemarahan Melantha lebih tinggi lagi, "Sebenarnya kita memiliki kesempatan menang besar jika semua Malaikat ingin bekerja sama untuk mengalahkan para Malaikat Technoven itu, semua malaikat yang berada di Heavenly bekerja sama menjadi satu untuk menerobos masuk ke dalam pusat teknologi!"


"Bekerja sama itu adalah salah satu-nya cara untuk meningkatkan kesempatan kita dalam meraih kemenangan tetapi para Malaikat itu... tidak selalu bisa diajak bekerja sama, Melantha. Sebagian dari mereka takut dan lebih memilih untuk melakukan sesuatu yang mereka inginkan... egois kata lain-nya." Kata Akina sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat serius, ia mulai mengambil garpu-nya untuk mengambil daging yang berukuran panjang.


"Apa yang kamu katakan itu benar, Akina. Ketika aku mencoba untuk mengajak mereka untuk bekerja sama melawan Malaikat Technoven... jawaban mereka tidak jauh dari kata takut dan tidak mau menyia-nyiakan nyawa malaikat mereka karena tugas malaikat untuk menjaga kesucian itu lebih baik---" Chloe dan Melantha tercengang ketika melihat Asuka yang memakan ujung daging Akina lalu ia menghisap bibir Akina sehingga mereka berciuman di depan Chloe dan Melantha.


"E-Ehh...?" Chloe sendiri terkejut ketika melihat-nya, "O-Oi... apa yang kalian lakukan... Asuka hentikan...!" Kata Melantha, wajah-nya mulai memerah karena ciuman Asuka terlihat lembut sampai ia ingin mencoba-nya.


Akina terkejut sampai ia tidak bisa melakukan apapun karena Asuka menahan kedua lengan-nya sambil menghisap bibir-nya itu, "Mmm..." Akina mulai pingsan karena ia merasakan perasaan malu yang terlalu berlebihan ketika Asuka menghisap bibir-nya terlalu lama, Asuka berhenti lalu ia menatap Akina sambil mengangkat jari telunjuk dan tengah-nya.

__ADS_1


"Lezat... daging dan bibir Akina sama-sama Lezat..."


Asuka tersenyum, "...Asuka suka."


__ADS_2