Flower of Virtues

Flower of Virtues
42: Sejarah Kuno


__ADS_3

Mereka masuk ke dalam ruang bawah itu lebih dalam lagi karena Chiara baru saja memberitahu mereka bahwa perjalanan mereka masih panjang, ruangan bawah tanah ini hanya dipenuhi dengan sejarah yang belum diketahui sebelumnya dan dilarang untuk diungkapkan kepada seluruh ras termasuk malaikat itu sendiri. Asuka bisa melihat beberapa tulisan aneh dan bubuk yang terlihat berkilauan, tidak ada debu kecuali bubuk yang berkilauan aneh itu.


"Ruangan ini gelap tetapi setiap kita masuk lebih dalam lagi, aku tidak melihat apapun kecuali bubuk berkilauan ini, sebenarnya ruangan ini apa? Apakah kita benar sedang berada di kuil percobaan?" Tanya Akina, Chiara menggelengkan kepalanya karena mereka masih jauh menuju kuil percobaan itu.


"Ruangan bawah tanah ini hanyalah jalur dan jalan untuk kita pergi menuju kuil tersebut, kuil itu terletak di atas langit, dengan sayap malaikat kita yang terbatas maka kita tidak akan sampai titik langit yang paling atas dimana kita tidak akan sampai menuju kuil itu." Jawab Chiara sehingga ia bisa melihat banyak sekali tulisan kuno dimana-mana, ia pernah berkunjung bersama Rosalia tetapi ia tidak pernah berpikir ketika mengunjungi gua ruangan bawah tanah itu untuk kedua kalinya bisa memiliki perasaan takut dan seram ketika melihat semua tulisan itu.


"Tulisan ini... pada era masa kuno..." Kata Azusa karena kedua matanya dapat menganalisis sesuatu, sejak ia menemukan tulisan itu... ia merasa sangat penasaran sampai ia melakukan beberapa analisa menggunakan kedua matanya, mereka semua langsung menatap Azusa karena ia bisa mengerti dengan bahasa kuno yang aneh itu, "Azusa... Azusa mengerti?" Tanya Asuka.


"Azusa mengerti kok... mungkin tulisan yang Azusa baca ini tidak terlalu penting, hanya menceritakan sejarah Xuusuatouri yang berada di era dulu sekali." Kata Azusa, mereka langsung mengangguk dan tidak menghiraukan sehingga Chiara berhenti di depan sebuah pintu yang sangat besar, semua malaikat itu berhenti dan terlihat kesal ketika sebuah pintu menghalang mereka. Mereka mencoba untuk menghancurkan-nya tetapi pintu itu memiliki segel yang kuat, Chloe bisa mengetahuinya sendiri.


"Terdapat segel kuno yang sangat kuat melindungi pintu itu, apakah kau mengetahui hal seperti ini, Chiara?" Tanya Chloe, Chiara menggelengkan kepala-nya lalu ia mencoba untuk mengingatkan kembali ketika pergi bersama Rosalia menuju tempat ini, ia dapat membukanya dengan mudah ketika mengatakan sesuatu yang belum pernah ia dengar. Chiara sendiri sempat kebingungan apa yang coba Rosalia katakan di hadapan pintu itu sampai pintu tersebut mulai berkilauan dan terbuka lebar.


"Kalau tidak salah aku pernah melihat guru-ku mengatakan sesuatu di hadapan pintu itu, entah dia mengatakan apa tetapi cara berbicara-nya itu terdengar seperti bahasa kuno. Apa mungkin semua tulisan kuno yang berada di ruangan ini dapat membuka pintu tersebut?" Tanya Chiara, mereka sontak kaget karena sebuah pintu sempat menghalangi jalan mereka dan menghabiskan waktu mereka lebih lama lagi.


Asuka baru saja sadar bahwa Azusa tiba-tiba menghilang, ia menoleh ke belakang dan melihat Azusa yang mencoba untuk membaca seluruh tulisan kuno itu sendirian. Mereka tidak bisa membaca-nya jadi mereka hanya perlu mengandalkan Azusa yang dapat membaca semua tulisan itu karena bantuan dari sistem dan teknologi, mereka merasa sangat penasaran dengan apa yang Azusa baca sampai mereka memberitahu dirinya untuk menceritakan apa yang dia baca secara rinci.

__ADS_1


"Azusa, apa yang Azusa baca?" Tanya Asuka.


"Semua tulisan ini adalah sejarah yang menceritakan beberapa tahun lama-nya ke belakang... bahkan aku bisa melihat banyak sekali orang yang masih hidup sekarang, Azusa juga bisa melihat Mama yang berpartisipasi dalam pertarungan ini. Sejarah ini menceritakan tentang konflik yang cukup besar sejak dulu kalau tidak salah bubuk berkilauan ini bernama [Stardust], ruangan ini menceritakan tentang sihir kuno yang bernama Stardust." Azusa mengambil beberapa bubuk berkilauan yang berserakan dimana-mana lalu ia melemparnya ke arah seluruh tulisan itu sehingga ruangan yang sedikit gelap itu mulai dipenuhi dengan cahaya luar angkasa.


"Indahnya..." Akina melihat sekeliling dan terkesan ketika melihat seluruh bubuk berkilauan itu mulai membentuk sebuah gambar yang tertera di sebuah tembok luas dan kosong. Mereka semua terkejut ketika bubuk itu mulai menggambarkan sebuah naga besar yang memiliki kulit berwarna biru dan wajah yang terlihat sangat menyeramkan, naga itu juga terlihat seperti sedang melawan beberapa makhluk hidup yang terlihat cukup asing.


Akina tercengang ketika ia melihat kedua orang tuanya yang berpartisipasi dalam bertarung melawan naga itu, "S-Sebenarnya apa ini...?" Tanya Akina.


"Pertarungan yang terjadi sejak zaman dulu, naga itu kalau tidak salah bernama [Starmonigaru]. Naga ini adalah naga yang bisa disebut dengan sebutan [The Ancient Majestic Creature] yang tinggal di setiap dimensi sihir, mereka semua tidak akan bisa keluar dari dimensi sihir itu karena tubuh asli mereka yang berada di semesta besar yang bernama Touri ini sudah disegel." Azusa mengetahui sejarah itu karena dia sejak awal sudah membaca seluruh tulisan kuno itu sampai tamat dan ia hanya perlu menjelaskan-nya kepada mereka yang terlihat kebingungan.


"Azusa, apakah itu...?" 


"Ya, malaikat itu adalah Mama, Kakak. Mama bernama Rosalia dan sejak zaman kuno, Mama sudah lahir tetapi Mama belum menemukan pasangan-nya. Banyak sekali marga dan ras yang bertarung terutama keluarga Comi, Phoenix, Shiratori, dan yang lainnya. Mereka semua bertarung dengan bekerja sama menjadi satu." Azusa sekarang sudah mengerti cara untuk membuka pintu besar itu, ia hanya perlu menghampiri pintu tersebut lalu menyentuhnya menggunakan kedua tapak tangannya.


"Apa yang terjadi dengan naga yang bernama Starmonigaru itu?" Tanya Chloe.

__ADS_1


"Starmonigaru sudah kalah, segel adalah satu-satunya cara untuk menghentikan naga itu. Tubuhnya di segel tetapi jiwanya masih berkeliaran di sebuah wilayah sihir yang bernama [Stardust Realm]." Perkataan Azusa entah kenapa membuat mereka lega karena mereka merasa sangat takut ketika mendengar makhluk yang bernama Starmonigaru itu.


"Makhluk ini benar-benar mengerikan, Starmonigaru dapat berubah bentuk menjadi apapun bahkan ukuran tubuhnya bisa ia besarkan dan kecilkan, tidak ada batasan untuk penambahan ukuran itu jadi secara otomatis... naga itu dapat mengubah ukuran menjadi ukuran yang lebih besar dari alam semesta itu sendiri." Kata Azusa, perkataannya membuat mereka semua tercengang karena makhluk itu benar-benar mengerikan, mereka lega bahwa makhluk itu sudah disegel.


Azusa mulai mengatakan sesuatu menggunakan bahasa kuno itu sehingga pintu besar itu mulai memancarkan sinar yang sama dengan luar angkasa lalu terbuka lebar, Chiara akhirnya merasa lega bahwa Azusa dapat membuka pintu itu dengan mudah, mereka juga mendapatkan beberapa pengetahuan tentang sejarah kuno. Ruangan di balik pintu sangat gelap bahkan kedua mata malaikat mereka tidak dapat menyinarinya.


"Kenapa ruangan ini gelap...? Apakah mataku bermasalah...?" Tanya Akina, sebagai seorang malaikat yang terbiasa melihat sesuatu yang gelap menjadi sesuatu yang terang itu cukup aneh. Asuka sendiri tidak bisa melihat kegelapan itu menggunakan matanya sehingga Azusa menghampiri ruangan pojok untuk mengambil beberapa bubuk berkilau.


"Kegelapan ini adalah segel, itu artinya kita hanya dapat melihat cahaya dengan bubuk Stardust ini." Azusa mulai melempar seluruh debu itu sampai seluruh debu itu mulai memenuhi ruangan dan meneranginya sampai mereka tercengang ketika melihat sebuah patung naga besar yang memiliki kepala mengerikan, "A-Azusa... itu apa!?" Tanya mereka semua sambil menunjuk patung tersebut.


"Tunggu, kau pernah ke tempat ini tetapi kau tidak pernah tahu tentang patung itu?!" Tanya Chloe, Chiara menggelengkan kepalanya karena ia hanya mengikuti Rosalia saja jadi ia tidak terlalu penasaran dengan tulisan di dinding dan ruangan itu sejak awalnya gelap tetapi ia tidak pernah mengetahui bahwa ruangan besar dan luas itu akan memiliki patung naga yang mengerikan itu.


Azusa menghampiri patung tersebut lalu mengetuk-nya menggunakan tangannya, "Ini adalah patung segel, bisa di bilang patung ini adalah naga yang bernama..."


"...Starmonigaru."

__ADS_1


__ADS_2