Flower of Virtues

Flower of Virtues
4 - Menanyakan Tempat


__ADS_3

"Hehhh... ternyata kamu ingin pergi mengunjungi pusat teknologi yang mengembangkan Android dan Cyborg itu 'kah? Bukannya terlalu bahaya...? Aku pernah mendengar banyak informasi bahkan semua Android dan Cyborg itu di program hanya untuk membunuh seseorang yang memiliki bunga kebajikan itu, singkatan-nya adalah---"


"Pemilik bunga kebajikan tidak memiliki singkatan apapun, Asuka memanggil Asuka dengan sebutan Guardian, Guardian yang Asuka maksud adalah kita semua... Asuka dan Akina yang memiliki bunga kebajikan itu dipanggil sebagai Guardian. Asuka diberitahu oleh peri bahwa semua malaikat pasti mengenali istilah Guardian itu." Akina sempat terkejut ketika melihat Asuka yang mengetahui banyak tentang istilah pemilik dari bunga kebajikan itu.


Saat ini, Asuka tidak tahu jalan dan bahkan ia juga tidak mau lagi bertemu dengan Cyborg dan Android yang terus berdatangan... semakin ia melewati beberapa kota maka semakin banyak Cyborg dan Android kuat yang terus berdatangan lalu menyerang diri-nya, ia melupakan semua pikiran-nya dengan meminum minuman yang di pesankan oleh Akina.


Setidaknya Akina merasa bersyukur bahwa Asuka baik-baik saja karena tadi-nya ia dikepung oleh sepasang malaikat jahat yang hanya ingin melecehkan malaikat lain-nya. Asuka menghabiskan minum-nya dengan cepat sehingga Akina terkejut ketika melihat-nya, ia bisa melihat Asuka menoleh ke arah minuman Akina yang masih penuh dan belum habis.


"Kalau kamu mau, minum saja... aku sudah kenyang." Akina menawarkan minuman itu kepada Asuka sehingga ia bisa melihat kedua mata Asuka berbinar-binar karena ia baru saja mendapatkan minuman gratis dari seorang gadis yang baru saja menyelamatkan diri-nya.


Asuka menghabiskan minuman itu dalam tiga detik, entah kenapa Akina seperti melihat lubang hitam yang memiliki penampilan gadis imut seperti dirinya. Asuka menatap Akina dengan ekspresi yang terlihat penasaran, Akina mulai bingung kenapa Asuka menatap diri-nya seperti itu sehingga ia bisa melihat Asuka mulai mendekat dengan ekspresi datar-nya itu, "Akina..."


"Ada apa, Asuka...? Masih haus? Aku akan membelikan---" Akina melebarkan kedua mata-nya ketika Asuka menjilat bibir Akina yang dipenuhi dengan busa merah muda yang berasal dari minuman-nya itu.


Akina tercengang ketika melihat Asuka baru saja menjilat bibir-nya sehingga ia sekarang mulai menghisap pipi Akina lalu menjilat-jilatnya karena Asuka bisa merasakan sesuatu yang manis ketika menjilat bibir dan menghisap pipi-nya yang begitu lembut, "A-A-Asuka... hentikan... itu geli..." Akina mulai tersipu sehingga ia tidak bisa menghentikan Asuka yang masih menjilat pipi-nya, entah kenapa Akina tidak merasa keberatan karena jilatan-nya itu memulihkan tenaga-nya sendiri.

__ADS_1


Asuka berhenti mencicipi Akina lalu ia menatap-nya dengan ekspresi yang terlihat polos, "Apakah banyak busa-busa di pipi dan mulut-ku 'kah...? Uhh, Asuka, kamu seperti kucing ya."


"Nya." Asuka mulai menunjukkan sisi kucing-nya dan Akina terkejut ketika melihat-nya, "Ehh...? Kamu ini kucing atau malaikat sih?"


***


Asuka dan Akina berjalan di tengah-tengah desa itu untuk mencari peta atau menanyakan seseorang yang dapat membantu mereka berdua untuk menunjukkan jalan atau jalur terdekat yang dapat membawa mereka berdua menuju pusat teknologi, Akina hanya mengetahui tentang tempat itu karena ia pernah melihat-nya di televisi... sudah tidak bisa lagi disebut sebagai desa atau bangunan karena pusat teknologi berada di sebuah kota yang besar.


Akina mulai memberitahu Asuka tentang satu-satunya kota yang berada di planet besar bernama [Heavenly], kota yang dia maksud adalah dimana pusat teknologi itu berada... kota yang bernama [Technoven] ini adalah salah satu kota pertama yang terdapat di semesta Xuusuatouri ini.


"Asuka... kamu imut sekali!!!" Akina meremas kedua pipi Asuka, "Pipi Asuka kenyal... tetapi Asuka juga ingin meremas sesuatu..." Asuka mulai meremas dada sehingga ia langsung menunjukkan ekspresi-nya yang terlihat kaget, ia hampir saja teriak tetapi secara refleks kedua tapak-nya menghalang mulutnya agar ia tidak teriak karena jika dia teriak maka seluruh malaikat yang sedang beristirahat di dalam rumah mereka pasti akan mencari tahu suara itu.


Akina mulai memberitahu Asuka untuk tidak mengulang-nya lagi karena itu adalah bagian paling sensitif-nya, Asuka mengangguk lalu ia meminta maaf dengan cara meraih tangan Asuka lalu menempati-nya di dalam perut-nya sendiri, "Asuka merasa sangat sensitif di bagian ini... maaf ya, Akina... Asuka salah." Entah kenapa suara-nya yang lembut itu membuat Akina merasa bersalah karena ia terlihat seperti anak kecil dengan dua melon pajangan di dada-nya itu.


"Tidak apa-apa kok, Asuka... sepertinya kamu tidak pernah merasakan tubuh wanita lain-nya--- astaga, lembut sekali! Apa ini!?" Akina mulai merasakan sensasi kelembutan berlebihan di tapak kanan-nya perut Asuka terasa seperti kulit bayi yang belum di sentuh sebelum-nya, sangat lembut dan halus sampai ia mengusap-nya beberapa kali dan membuat Asuka mengerang pelan, "Akina... Asuka ingin di manja seperti ini terus."

__ADS_1


"Nanti ya." Akina tersenyum, ia bersikap baik kepada Asuka karena ia berpikir bahwa Asuka itu terlihat seperti malaikat polos. Ia awal-nya ingin sekali menanyakan beberapa hal kepada diri-nya tetapi ia takut pertanyaan-nya dapat membuat Asuka tersinggung, Akina mulai menggenggam tangan Asuka lalu ia pergi menghampiri pusat desa untuk menanyakan jalan dan juga peta.


Asuka tersenyum, ia mulai melihat Akina seperti peri yang membesarkan diri-nya dan mengajarkan diri-nya tentang beberapa hal. Padahal mereka baru saja bertemu selama satu hari tetapi mereka terlihat seperti adik dan kakak tetapi dengan hubungan seperti pasangan, beberapa menit kemudian mereka akhirnya tiba di depan rumah pusat desa itu, Akina mulai mengetuk pintu-nya sehingga seorang gadis mulai membuka pintu itu.


"Selamat siang..." Akina menundukkan kepala-nya dan Asuka ikut menundukkan kepala-nya juga, "Ahh, selamat siang~! Ayo-ayo, masuk dulu..." Gadis itu mengajak mereka berdua untuk masuk karena gadis itu bisa mengetahui bahwa Akina dan Asuka adalah seorang Guardian, itu artinya mereka akan menerima-nya dengan senang hati karena mereka adalah harapan bagi semesta Xuusuatouri.


Gadis itu juga bahkan bisa mengetahui bahwa Akina dan Asuka tidak berasal dari desa ini, gadis itu mulai menanyakan mereka, kenapa datang ke tempat seperti ini... seharusnya Guardian seperti mereka menyembunyikan identitas mereka jika tidak maka Cyborg dan Android bisa saja memburu kalian atau tidak malaikat yang disogok dengan uang pasti juga pasti akan mencoba untuk menculik dan membunuh seorang Guardian.


"Masalah-nya itu... kami datang untuk menanyakan jalan dan jalur yang lebih cepat untuk bisa sampai di kota Technoven, Asuka disini memiliki tujuan untuk mengunjungi kota itu karena ia memiliki urusan disana, entah itu apa tetapi seperti-nya tujuan yang dia maksud itu berbahaya." Kata Akina, ia masih belum mengerti kenapa Asuka ingin pergi ke tempat seperti itu, gadis itu tidak akan memberi mereka peta dan jalan itu sebelum Asuka memiliki alasan tertentu kenapa ia ingin mengunjungi tempat berbahaya seperti itu.


"Asuka... beritahu kami, aku awal-nya tidak mengerti... kamu sendiri bahkan tidak memberitahu-ku soal tujuan-mu pergi menuju Technoven itu." Akina menatap Asuka yang terlihat diam saja, Asuka mengubah mulut-nya menjadi V ke atas karena ia tidak memiliki pilihan lain selain menyebarkan perkataan pria yang mengasuh-nya kepada mereka, "Asuka percaya orang baik... Asuka percaya kalian jadi Asuka akan memberitahu kalian tujuan itu..."


Akina seharusnya menanyakan sejak awal, "Kamu pasti bisa merinci-nya kok."


"Hm... Asuka coba..."

__ADS_1


__ADS_2