Flower of Virtues

Flower of Virtues
13: Pengembangan


__ADS_3

Kepala desa itu meninggalkan sebuah catatan di atas meja-nya ketika Melantha mencoba untuk membaca-nya, catatan itu awalnya ia tulis untuk bisa dilihat oleh Guardian lain-nya... kepala desa yang bernama [Astrid], dia menulis seluruh informasi yang ia ketahui tentang teknologi yang dikembangkan oleh Sage. Mereka tidak bisa menghabiskan waktu lebih lama lagi di desa ini karena bala bantuan bisa saja datang kapanpun sehingga Melantha sendiri mengkhawatirkan tentang malaikat Technoven yang akan datang.


Catatan itu memberitahu Melantha bahwa malaikat yang tinggal di kota Technoven atau bisa disebut sebagai malaikat Technoven memiliki kekuatan dan kemampuan yang tidak terbayangkan karena bantuan dari teknologi dan sistem yang bersatu dengan tubuh-nya, malaikat itu seolah-olah menjadi seorang Cyborg... setengah robot dan malaikat, semua pikiran mereka terlah sepenuhnya tercuci sehingga hanya Sage saja yang dapat mengendalikan mereka semua.


Malaikat Technoven dapat mengendalikan seluruh teknologi sehingga mereka sendiri memiliki tubuh yang kebal dan juga pemulihan yang cepat karena sel yang dimiliki teknologi tersebut. Melantha membaca-nya dengan cepat sehingga ia dipenuhi keringat karena membaca informasi tentang Malaikat Technoven yang benar-benar mengerikan karena mereka tidak bisa dikalahkan begitu saja asalkan mereka bisa mencari kelemahan mereka. Semua malaikat dan bahkan robot memiliki kelemahan.


Core dan Chip, kelemahan semua robot, Android, dan Cyborg itu berasal dari Core yang terletak secara acak di dalam tubuh mereka. Walaupun Astrid pernah mencoba untuk menghancurkan tubuh robot tetapi satu detik kemudian tubuh robot tersebut kembali pulih, "Hoaaammm..." Asuka tertidur sehingga Akina terkejut ketika melihat Asuka yang tertidur begitu saja, ia mulai mengganti posisi-nya dimana wajah Asuka masuk ke dalam dada-nya.


"Asuka... astaga..."


 Core yang terletak di dalam diri mereka itu tidak bisa disentuh begitu saja karena Core itu memiliki api dan listrik kuat yang dapat menyambar dan membakar siapapun, Astrid menulis informasi penting lain-nya bahwa Guardian dapat menghancurkan Core itu dengan menggunakan kemampuan bunga mereka.


"Kemampuan bunga...? Apa yang dia maksud? Sebagian dari kemampuan bunga kita tidak mempan kepada robot seperti mereka." Kata Akina karena bunga wisteria-nya tidak terlalu berguna ketika melawan robot, Melantha menemukan halaman yang dimaksud dengan kemampuan bunga yang dapat menghancurkan Core tersebut, "Akina... sepertinya semua bunga kebajikan dapat melakukan-nya, Seeds of Virtues!" Melantha mulai mengambil sebuah gelas sehingga gelas itu langsung berubah menjadi biji melati.


Akina terkejut ketika melihat-nya sehingga ia mulai mengambil sebuah kaca lalu melakukan kemampuan yang sama sehingga kacang tersebut berubah menjadi biji bunga wisteria. Kemampuan yang cukup mengesan sehingga Melantha menjelaskan kegunaan dari biji itu yang dapat menciptakan sebuah buah kebajikan yang sama juga digunakan untuk bertarung akan sangat menguntungkan.

__ADS_1


Mereka menyimpan biji itu di dalam saku mereka untuk digunakan dalam pertarungan nanti, Melantha melanjutkan membaca catatan tersebut sehingga tulisan itu sekarang mulai menjelaskan Chip... ternyata prediksi Melantha benar karena Chip itu memiliki tipe yang berbeda-beda, Chip yang lemah itu bernama [Chip of Control] Chip yang dapat mencuci otak malaikat dan mereka akan melakukan tugas apapun.


Setiap Chip sudah di program oleh Sage dan setiap Chip pasti akan memiliki tujuan yang sama yaitu dua, membangun teknologi di setiap desa dan wilayah juga mencari Guardian yang berkeliaran di Heavenly. Akina sungguh tidak menyangka bahwa ia akan mengetahui seorang malaikat yang kejam seperti Sage, ia benar-benar memiliki tujuan yang cukup besar dan dengan mudah-nya bisa ia capai dalam waktu yang dekat.


[Chip of Mutant], Chip yang memunculkan sebuah zirah untuk melindungi wadah atau malaikat yang sudah terpasang Chip tersebut. Sepertinya Chip yang dimaksud adalah Chip yang terpasang di kepala Astrid sehingga ia bisa berubah menjadi robot yang terlihat mengerikan jika di pikir-pikir lagi dari nama-nya itu benar-benar cukup masuk akal karena Chip itu mengubah Malaikat menjadi robot mutan yang tak terkendali.


Chip tersebut juga bahkan memiliki opsi hitung mundur untuk melakukan ledakan, sepertinya Astrid hanya mengetahui dua Chip karena ia menulis catatan itu berdasarkan pengalaman yang ia alami. Chip dapat dihancurkan dengan mudah asalkan mereka tahu dimana letak-nya tetapi Chip yang mengubah seseorang menjadi robot itu cukup menyulitkan karena catatan itu tulisan-nya mulai tidak bisa Melantha baca, "Astrea, kenapa tulisan-nya menjadi kacau seperti ini?"


"Kakak seperti-nya mengantuk... jika tulisan dia kacau maka dia menulis sambil tertidur." 


"Heh...?" Melantha kembali membaca-nya dan ia langsung mengerti dengan kelemahan Chip yang mengubah seseorang menjadi robot atau teknologi itu. Melantha melebarkan kedua matanya sehingga tubuhnya mulai bergetar ketakutan, ia menjatuhkan buku itu karena kelemahan Chip itu tidak memiliki kelemahan yang masuk akal kecuali membunuh-nya.


"Kelemahan-nya tidak ada, tidak ada yang aku maksud itu tidak ada cara untuk menghancurkan Chip itu kecuali membunuh malaikat tersebut..." Kata Melantha sehingga Akina dan Astrea melebarkan mata mereka ketika mendengar Chip itu tidak memiliki kelemahan apapun kecuali dengan membunuh wadah-nya. Melantha sudah membaca seluruh catatan itu sampai halaman akhir dan seperti-nya mereka harus bergegas cepat menuju Technoven.


"Asuka tidak akan membiarkan Melantha dan Akina terkena Chip itu. Chip itu harus hancur... Chip itu harus dimakan... Chip itu adalah parasit... jangan sampai Asuka, Akina, dan Melantha lengah karena Chip itu. Asuka tidak ingin kehilangan Akina dan Melantha." Asuka tiba-tiba berbicara sambil memejamkan kedua mata-nya, ia mulai menatap mereka berdua dengan ekspresi polos-nya.

__ADS_1


Akina dan Melantha terkejut ketika mendengar-nya dari Asuka dia benar-benar peduli dengan teman yang baru saja ia kenal beberapa hari, "Lindungi satu sama lain... Asuka akan berada di sisi kalian." Asuka bangkit dari atas sofa sehingga membuat Akina dan Melantha terkejut karean Asuka terlihat seperti ingin menyelamatkan Heavenly dari teknologi yang tidak berguna itu, Akina dan Melantha menatap satu sama lain lalu mereka mengangguk untuk terus mengikuti Asuka sampai Technoven.


"Jika kamu mengatakan itu, Asuka... maka tujuan-ku sejak awal memang seperti itu. Aku akan bersama-mu sampai tujuan kita tercapai!" Kata Akina sehingga Asuka menatap Akina lalu mengangguk dan segera memeluk-nya erat, "Cinta... Asuka cinta Akina, hehehe..."


Akina tersenyum lalu ia mengelus kepala-nya dan menatap Melantha yang hanya diam karena pikiran-nya mulai bertentangan... jika dia diam saja maka nyawa-nya masih tetap terancam, semakin lama mereka membiarkan Technoven maka masalah akan bertambah semakin buruk dan mengerikan, "Sepertinya aku tidak memiliki pilihan lain... aku tidak bermaksud untuk bersikap baik atau apapun itu tetapi aku juga akan ikut bersama kalian." Melantha mendekati mereka sehingga Asuka ikut memeluk-nya.


"Asuka senang... Asuka memiliki teman-teman baik kalau begitu... mari kita bergerak seka---" Rumah kepala desa itu tiba-tiba hancur ketika satu tinju mendarat di rumah tersebut sehingga menyebabkan getaran besar di sekitar desa tersebut sampai membuat seluruh panik ketika melihat seorang malaikat yang dapat membesarkan lengan kanan-nya itu yang terbuat dari teknologi.


"Terlalu banyak berbicara... kalian terlambat untuk melarikan diri sekarang!" Desa Surhaven mulai diserang oleh robot yang jauh lebih kuat sekarang karena malaikat Technoven yang baru saja menghancurkan rumah kepala desa itu menerima sebuah pesan dari Chip yang menempel di kepala Astrid, ia tersenyum dengan sadis karena berhasil mengalahkan tiga Guardian itu dengan mudah.


Ia mengangkat tangan-nya kembali, malaikat itu langsung melebarkan kedua mata-nya ketika melihat Akina yang menciptakan barrier besar untuk melindungi mereka semua dari serangan mendadak itu, "Keberadaan-mu terasa jelas, Malaikat Technoven!" Melantha diam-diam mengeluarkan biji melati-nya lalu ia melempar-nya ke atas lantai sehingga biji itu hancur lalu menciptakan bunga melati yang memiliki mulut dan taring, bunga tersebut bergerak menghampiri malaikat itu.


"Kalian seperti-nya sudah mengetahui cara untuk menggunakan Seed of Virtues ya... tetapi kemampuan itu lemah untuk-ku!" Malaikat itu menunjuk bunga melati itu menggunakan kedua tapak-nya sehingga melepaskan gas berwarna coklat yang membuat bunga itu layu, "Bersiap untuk membuat kalian layu, para Guardian---"


Asuka muncul di hadapan Malaikat itu lalu ia menebas wajah-nya sampai ia terlempar ke belakang.

__ADS_1


"Asuka tidak suka melihat Malaikat mengangguk waktu Asuka..."


"...Asuka akan membuatmu membayarnya!"


__ADS_2