
Pertarungan masih tetap berlangsung di desa Helaria ini, seluruh Robot dan Android yang berada di tingkatan paling bawah itu telah hancur oleh Chloe karena ia mencoba untuk menghabiskan seluruh robot dan Android yang benar-benar menyebalkan itu, ia hanya perlu menghancurkan Chip dan Core-nya itu bahkan ia sudah mengalahkan dua Malaikat Technoven karena mengetahui dimana letak Chip yang terpasang itu.
Selama ini seluruh pertarungan yang terjadi di Helaria bisa terlihat jelas oleh Sage yang sedang menonton di depan layar virtual-nya itu yang besar, ia awalnya menikmati popcorn dan minuman dingin-nya tetapi ia menjatuhkan itu semua karena dipenuhi dengan perasaan kesal ketika melihat seluruh pasukannya yang sudah mengalami banyak peningkatan dan perkembangan.
Sage sendiri bisa melihat Azusa yang selama ini tidak menyerang Asuka, ia malah menyerang seseorang yang berada di pihak yang sama. Entah kenapa ia merasa menyesal karena sudah melakukan beberapa program yang tidak sempurna untuk dirinya, kemungkinan besar hal ini terjadi karena Rosalia juga sehingga ia tidak memiliki pilihan lain selain membunuh anak-nya juga, demi masa depan ia harus bisa memilih pilihan apapun itu untuk bisa meraih masa depan yang cerah untuk Xuusuatouri.
"Kau memang bodoh ya, menciptakan seorang Malaikat setengah Android seperti Azusa, kekuatannya hebat loh dan pengetahuan yang dia miliki juga bahkan luas karena dia dapat mengumpul informasi dengan hanya melihatnya. Ia juga dapat melihat pergerakan musuh karena bantuan dari mata Android-nya itu." Virus mulai berbicara, perkataannya itu hanya memanas Sage saja sampai ia menghantam meja di depannya berkali-kali ketika melihat seluruh Malaikat Technoven itu kalah begitu saja karena seorang Legenda juga seluruh robot dan Android itu tidak bertahan selama beberapa menit sebelum Chip dan Core-nya di hancurkan.
"Ini benar-benar bodoh...!!! Semua yang aku lihat itu mustahil...!!! Tidak...!!! Tidak...!!! Dasar sialan...!!!" Seru Sage keras sehingga ia menghancurkan meja di hadapannya lalu ia pergi menghampiri Rosalia yang saat ini sedang tidur, ia mulai membangunkan Rosalia dengan mencekik leher-nya, "Apa yang telah aku perbuat!? Apa yang telah kau perbuat kepada Azusa!? Kenapa dia sekarang memihak pihak yang salah!?"
"A-Ack... A..." Rosalia tidak bisa bernafas ketika Sage mencekik dirinya dengan cara yang kasar, ia mulai melepaskan dirinya lalu pergi meninggalkan ruangan-nya itu karena ia hanya ingin melampiaskan seluruh amarah dan kebencian-nya kepada Rosalia sehingga Rosalia saat ini menyentuh lehernya karena ia merasa sesak, "C-Cepatlah... datang..."
***
Chloe mengayunkan pedangnya dan ia berhasil menghancurkan Chip yang terpasang di punggung malaikat Technoven yang berada di hadapannya itu, ia menoleh ke belakang dan melihat Diablo mencoba untuk menyerang-nya menggunakan kedua lengannya yang membentuk gergaji. Sepertinya ia sekarang hanya harus menghentikan Android yang benar-benar menyebal, Android ini bahkan memiliki model iblis, itu artinya ia datang ke tempat yang salah.
__ADS_1
"Kau cukup berani ya, iblis seperti-mu memiliki kelemahan besar ketika bertarung di dunia yang dipenuhi dengan kesucian ini. Mungkin aku akan mendapatkan pengalaman lebih ketika bertarung melawan dirimu!" Chloe melancarkan beberapa serangan tetapi Diablo berhasil menahan semua serangan tersebut, Diablo meluncurkan satu tinju yang ditambah dengan kecepatan roket tetapi Chloe secara refleks berhasil menghindari serangan tersebut.
Mereka mulai terbang ke atas lalu saling bertukar serangan tetapi setiap serangan yang mereka lakukan meleset lagi dan lagi. Chloe memegang erat pedang-nya lalu ia mengayunkan-nya beberapa kali sehingga bilah pedangnya memancarkan cahaya emas yang melepaskan beberapa gelombang tebas ke arah Diablo. Diablo menghilang lalu ia muncul tepat di hadapan Chloe dan menghantam wajahnya sampai ia terdorong ke belakang.
Chloe bergerak cepat lalu ia tiba tepat di belakangnya sambil melancarkan satu serangan tetapi serangan itu dapat di tahan dengan lengan kanan Diablo yang dapat berubah menjadi pedang tajam, Chloe tersenyum karena pertarungan ini akhirnya dapat membuat dirinya serius karena iblis akan bertambah kuat karena kemampuan alami-nya jika pertarungan berjalan cukup lama, walaupun dia itu Android setidaknya ia dapat merasakan aura membunuh yang sangat besar.
Chloe melancarkan beberapa serangan yang setara dengan kecepatan cahaya, serangan itu berhasil di tahan oleh Diablo tetapi tidak bisa melihat apapun karena cahaya yang terlepas dimana-mana itu. Chloe mulai bergerak cepat dan mengikuti semua yang ia lepaskan agar ia bisa melakukan beberapa perpindahan, semua serangan ia lancarkan sampai tubuh Diablo perlahan-lahan hancur.
"Tidak buruk..." Mereka melesat menuju arah satu sama lain lalu melancarkan beberapa serangan yang mampu ditahan dan dihindari, walaupun mereka dapat memperkuat pertahanan mereka... mereka hanya berakhir terluka, luka mereka dapat pulih kembali karena Diablo memiliki tubuh Android sedangkan Chloe memiliki sihir yang bernama [War Seraph] yang dapat menyembuhkan luka-luka rekan maupun diri sendiri dalam jangka 2 meter.
Serangan pedang mereka yang saling beradu mampu mengeluarkan beberapa dorongan besar yang mampu mendorong mundur semua awan di sekitar mereka, Chloe bisa menebak bahwa Core-nya berada di tanduknya itu dan Chip-nya ia masih belum mengetahui karena ia belum sempat untuk menghancurkan tubuh Diablo menjadi kepingan kecil.
Kedua lengannya yang hancur itu mulai meluncurkan gelombang hitam pekat, Chloe memegang erat pedangnya lalu ia melancarkan beberapa serangan kombinasi yang mampu memotong semua gelombang itu dengan mudah, Diablo maju ke depan dan ia tiba-tiba melihat Chloe yang menghilang begitu saja. Selama ini melompat ke atas dan mengayunkan pedangnya yang mengenai kepala Diablo sambil membelah-nya menjadi dua.
Diablo terjatuh menuju daratan tetapi tubuhnya kembali pulih, Chloe mulai memejamkan kedua matanya, "Battle Aegis!" [Battle Aegis] adalah sihir perlindungan yang mampu melindungi dari serangan apapun selama beberapa detik, ia maju ke depan dan menerima beberapa serangan gelombang dari Diablo, ia tidak merasa kesakitan karena bantuan dari sihir-nya itu yang cukup membantu.
__ADS_1
Mereka berdua saling menyerang, serangan mereka yang saling berbenturan mampu menciptakan bunyi ledakan dahsyat yang membuat tempat bergetar, pertarungan saling bertukar serangan berlanjut di udara. Chloe bisa melihat kecepatan dan kekuatan Diablo yang bertambah bahkan pedang yang ia sempat hancurkan mulai kembali terbentuk dengan bahan yang lebih kuat dan keras sekarang.
"Terima kasih, Legenda. Sungguh menyenangkan bertarung dengan-mu tetapi sekarang adalah akhirnya!!!" Ayunan pedang Diablo menciptakan beberapa naga iblis hitam yang menyerang Chloe tetapi ia menghapus semua naga itu dengan mengerahkan cahaya yang keluar melalui bilah pedang-nya itu, semua naga yang keluar melalui bilah pedangnya itu dapat dengan mudah Chloe hapus sampai ia tersenyum serius.
"Sekarang, giliran-ku! Aku akan memperbarui sistem-mu...!!! Memperbaruinya sampai kau mengetahui arti dari kehancuran!!!" Chloe melepaskan seluruh kekuatan dan aura-nya untuk mengenai serangan terakhir yang langsung menghancurkan Diablo karena ingin menghancurkan tubuhnya itu menjadi kepingan kecil sampai Core dan Chip-nya ikut hancur. Pedangnya memancarkan cahaya emas lalu Chloe melesat menuju arah Diablo dengan tatapan yang sangat tajam.
"Crosswide Blade!" Chloe melancarkan serangan berbentuk silang ke arah musuh lalu ia melancarkan serangan itu dengan kecepatan cahaya sampai Diablo tidak bisa melakukan apapun karena cahaya itu masuk ke dalam tubuhnya sendiri, Chloe melakukan kombinasi terhadap dua seni pedang yang bernama [Crosswide Blade] dan [Sword Art: Supreme Slash].
Diablo merasa tubuhnya seolah-olah terbakar bahkan sistem memberitahu dirinya bahwa tubuh Android-nya tidak akan bisa bertahan jika merasakan [Overheat], teknologi-nya bisa mendadak mati dan itu bukan pertanda yang baik untuk Diablo. Serangan Chloe yang begitu cepat mampu menghancurkan tubuh Diablo menjadi kepingan kecil sehingga ia sendiri bisa melihat Chip dan Core-nya itu sudah ia hancurkan.
Chloe mengakhiri serangannya dengan memenggal kepala-nya lalu mendorong seluruh tubuhnya menuju daratan dan melempar pedang-nya ke arah Diablo, setelah itu ia menginjak kenop pedangnya sambil menatap wajah Diablo yang berubah menjadi besi, "er... rror... ledakan... mundur... mulai..."
Baaaammmm...!!!
Ledakan itu sangat kecil bahkan Chloe tidak bisa merasakannya, ia turun dari atas pedang itu lalu ia mengangkatnya dan menatap ke depan. Ia bisa melihat banyak sekali Malaikat Technoven yang sudah siap untuk mengalahkan Chloe karena ia pasti sudah lelah ketika bertarung melawan Diablo.
__ADS_1
"Terserah-lah, aku akan melawan kalian kapanpun..."
"...maju kalian satu-satu!"