Flower of Virtues

Flower of Virtues
14: Bantuan


__ADS_3

"Kau berani-beraninya melawan-ku ya... Guardian seperti-mu tidak akan bisa melukai-ku lagi!!!" Seru malaikat itu sehingga ia melepaskan asap coklat melalui mulut-nya, Asuka mulai berputar seperti ****** beliung untuk mendorong semua asap itu ke belakang. Setelah itu Akina maju dan berhasil menusuk perut malaikat Technoven itu sehingga ia tersenyum jahat karena apa yang mereka lakukan itu tidak ada artinya.


"Sungguh tidak berguna... apakah kalian sudah membaca cacatan informasi itu dengan benar? Malaikat Technoven seperti-ku memiliki pemulihan besar karena bantuan dari sistem dan teknologi. Perkenalkan, namaku adalah Yumari... Sage mengirim-ku ke sini untuk mengurus kalian semua!!!" Tubuh Yumari mulai diselimuti dengan zirah robot sehingga ia mengeluarkan banyak sekali kabel di tubuh-nya yang bergerak menuju arah mereka semua.


Asuka memotong semua kabel itu lalu ia melesat menuju arah Yumari dan mencoba untuk memenggal leher-nya tetapi gagal ketika hembusan nafas Yumari berubah menjadi asap coklat yang membuat kedua katana-nya menjadi layu. Akina tersenyum serius lalu ia melempar tombak-nya ke arah Yumari sehingga menusuk dada-nya cukup dalam.


"S-Sial..." Mulut Yumari mulai mengalir darah yang deras karena serangan Akina cukup mempan kepada diri-nya sendiri karena tombak itu tidak mengandung sihir kemampuan bunga kebajikan. Akina bergerak maju ke depan tetapi tubuh Yumari mulai menjadi besar sehingga menciptakan robot raksasa yang langsung memegang tubuh Akina.


"Mau apa, hah?! Dasar malaikat kebajikan tidak berguna!!!" Yumari mengayunkan lengan-nya ke arah tanah tetapi Asuka berhasil memotong lengan kanan-nya itu sehingga ia melanjutkan serangan itu dengan melepaskan beberapa kelopak bunga ke arah-nya tetapi semua kelopak bunga itu langsung layu ketika Yumari melepaskan asap coklat lain-nya, "Asuka benci asap itu!!!"


Kedua mata Asuka memancarkan warna merah lalu ia berputar menggunakan kedua katana-nya dan melaju cepat ke arah kepala Yumari sehingga ia kembali mengecil lalu menggagalkan serangan Asuka dengan menyemburkan asap coklat, walaupun kedua katan-nya layu... setidaknya beberapa pukulan mengenai wajah-nya sehingga ia terdorong ke belakang dan Akina berada di atas-nya melancarkan satu tombak yang mengenai perut-nya.


Yumari menabrak daratan karena tombak tujuh kebajikan surgawi itu yang cukup merepotkan, "Grrgghh... Aku tidak menyangka bahwa Guardian seperti kalian sekuat ini!" Yumari mengeluarkan sebuah lensa mata dari saku-nya lalu ia menggunakan-nya dan mengaktifkan-nya sehingga sekarang ia dapat menganalisa semua pergerakan mereka dengan muda, Asuka maju ke depan dan ia akan melawan-nya menggunakan seni bela diri.


"Hyaaaaa...." Ucap Asuka pelan sehingga ia terjatuh, "Heh...?" Yumari terlihat kebingungan sehingga Akina berhasil menendang-nya lalu melempar tombak lain-nya ke arah kepala Yumari tetapi ia berhasil menghindari-nya karena terdapat sebuah Chip yang terletak di puncak kepala-nya, terhalang dengan rambut panjang-nya itu.

__ADS_1


"Kenapa Malaikat Technoven seperti-ku bisa lengah karena cara bertarung bodoh seperti itu... seharusnya aku bisa membunuh mereka sekarang tetapi mereka adalah malaikat kuat yang tidak bisa aku remeh-kan begitu saja." Yumari melihat Akina yang melesat menuju arah diri-nya, ia mengayunkan tombak-nya beberapa kali tetapi Yumari berhasil menghindari diri-nya karena lensa mata-nya itu mengandung sistem yang memberitahu dirinya tentang pergerakan Akina dan lensa itu juga membantu Yumari untuk menghindar dengan mudah.


"Sekarang aku mendapatkan-mu!!!" Yumari mencekik leher Akina lalu ia melempar-nya ke atas sehingga kedua tapak-nya mengeluarkan roket seperti yang mengeluarkan [Boost] untuk membantu diri-nya bergerak cepat menuju arah Akina, kedua sikut-nya juga menumbuhkan roket lain-nya agar ia bisa melakukan pergerakan lebih cepat dengan kekuatan yang lebih dahsyat lagi.


"K-Kecepatan apa ini...!?" Ketika Akina mencoba untuk menahan, ia terlambat karena kedua lengan-nya melancarkan serangan bertubi-tubi yang bergerak cukup cepat sampai Akina bisa melihat [Boost] yang keluar dari kedua roket-nya itu. Pukulan Yumari terasa sangat keras juga cepat sampai Akina tidak bisa menahan-nya juga kepala-nya mulai terasa pusing sampai kerangka-nya retak.


"Jangan lukai, Akina!!!" Asuka muncul di belakang Yumari lalu ia menendang punggung-nya sehingga ia melepaskan Akina yang sudah pingsan. Akina terjatuh menuju daratan tetapi Melantha berhasil menyelamatkan-nya lalu ia dengan cepat menyembuhkan luka-luka Akina yang terlihat sangat parah karena kepala-nya dipenuhi dengan darah yang mengalir deras, "Akina... bertahan-lah."


Asuka tidak bisa mengenai satu serangan kepada Yumari karena ia dapat melihat pergerakan Asuka bahkan ketika ia berubah menjadi kelopak bunga dan melakukan beberapa perpindahan... Yumari masih bisa menebak pergerakan-nya sehingga leher Asuka tercekik dengan menggunakan tangan kanan-nya, "Asuka... aku akan mendapatkan banyak keuntungan jika aku mendapatkan diri-mu... terutama kepala-mu itu."


Lengan kanan Yumari mulai bertambah besar sehingga cekikan-nya mulai terasa lebih keras, "Uwaaaaaa..." Asuka mengerang kesakitan karena ini pertama kali-nya ia bisa merasakan kesakitan sehebat itu, ia mulai kesulitan untuk bernafas dan Asuka sudah kehabisan rencana... sampai kedua penglihatan-nya mulai buram tetapi ia melihat seorang malaikat datang dan menghantam kepala Yumari sampai ia mengenai daratan.


"Uwaaa... Hebat, Asuka suka dengan itu---" gadis itu tiba-tiba hilang begitu saja, Asuka melihat sekeliling lalu ia menoleh kepada Yumari dimana semua tombak itu menghilang menjadi partikel emas. Ia melihat Yumari melayang ke atas dengan tubuh yang dipenuhi dengan luka, serangan tadi tidak cukup untuk membunuh-nya sehingga Asuka mulai mencari cara untuk mengalahkan diri-nya.


Asuka terkejut ketika melihat Akina yang sudah pulih kembali, ia terlihat seperti mengajak-nya untuk melarikan diri karena melawan malaikat Technoven sekarang itu sama saja seperti bunuh diri, mereka harus bisa mempelajari tentang malaikat tersebut. Asuka berubah menjadi kelopak bunga dan kelopak itu meluncur menuju arah Akina lalu membentuk kembali Asuka, "Bagaimana dengan desa ini...? Asuka tidak bisa meninggalkan-nya."

__ADS_1


"Tenang saja, Asuka. Serahkan desa ini kepada-ku karena sekarang aku adalah kepala desa yang baru!" Kata Astrea, Asuka mengangguk lalu ia memberi diri-nya kecupan, "A-Apa yang kamu lakukan!?" Yumari mulai memanggil seluruh robot-nya untuk bergabung dengan diri-nya agar ukuran-nya bisa bertambah lebih besar lagi, bergabung dengan tiga robot saja sudah membuat ukuran-nya itu sama besar dengan pohon.


"Aku tidak akan membiarkan kalian lari!!!" Seru Yumari, ia menciptakan dua pedang yang keluar melalui kedua tapak kanan-nya lalu ia mencoba untuk melukai mereka tetapi mereka berhasil menghindari semua serangan itu. Astrea mencoba untuk menahan-nya tetapi tidak bisa karena ia hanyalah Malaikat biasa yang tidak bisa bertarung, "Sekarang kesempatan kalian untuk lari...!!!" Seru Astrea sehingga Yumari mengayunkan pedang-nya itu ke arah Astrea.


"Crosswise Blade!" Seorang gadis melompat menuju pedang itu lalu ia melancarkan serangan berbentuk silang ke arah pedang itu sampai pedang itu hancur, "Lari, para Guardian! Lari sekarang juga...!!!" Seru gadis itu sehingga ia melepaskan cahaya melalui pedang-nya yang mampu menyilaukan kedua mata Yumari.


"Cahaya sialan... Aghhhh!!!" Yumari menutup kedua mata-nya, Asuka bersama teman-teman pergi meninggalkan desa itu dengan pergi melewati hutan yang cukup lebat. Melantha melepaskan aroma mawar menuju jalur hutan yang berbeda agar Yumari menyangka bahwa mereka melarikan diri ke arah yang salah, gadis itu mulai menatap Astrea yang terlihat putus asa, "Kau juga ikut bersama mereka... sekarang adalah kesempatan-mu untuk lari!"


"Tidak... aku tidak akan lari, aku harus melindungi mereka semua! Kau saja yang lari!" Seru Astrea, gadis itu tidak memiliki pilihan lain karena ia tidak mau menghabiskan waktu lain-nya sebelum Yumari melihat diri-nya dan mengejar-nya. Gadis itu melarikan diri menuju arah yang sama dengan Asuka, Yumari membuka kedua mata-nya lalu ia mencium aroma melati dari arah selatan.


"Tidak ada jalan lari untuk kalian, sialan!!!" Yumari menginjak tubuh Astrea sampai hancur lalu ia pergi menghampiri jalan yang salah, "Semua-nya cepat lari dengan cepat!" Seru gadis itu yang mulai menyusul ketiga malaikat itu yang lari dengan mengerahkan seluruh kecepatan mereka.


"T-Tenang... hah... hah... aroma itu membawa Yumari menuju hutan yang salah..." Melantha berhenti berlari lalu ia duduk di bawah pohon karena mereka sudah meninggalkan desa tersebut, jarak-nya cukup jauh juga jadi mereka memilih untuk beristirahat terlebih dahulu, "T-Terima kasih... karena sudah menyelamatkan kami..." Kata Akina yang mencoba untuk mengumpulkan nafas.


"Asuka... tidak pernah melihat Malaikat yang tidak memiliki cincin emas di atas kepala-nya... sayap juga." Kata Asuka karena ia melihat gadis itu tidak memiliki cincin emas di atas kepala-nya dan sayapnya juga tidak ada.

__ADS_1


"Ahh... itu karena aku bukan Malaikat, aku adalah ras Legenda dan aku sengaja untuk mengunjungi Xuusatouri, nama-ku adalah..."


"...Chloe Fietta."


__ADS_2