Flower of Virtues

Flower of Virtues
31: Bertahan atau Mati


__ADS_3

Asuka terkejut ketika melihat banyak sekali malaikat Technoven yang berdatangan, Azusa bahkan memberi tahu dirinya bahwa jumlah dari semua robot, Android, dan Malaikat Technoven itu lebih dari ribuan. Semuanya menyerang secara bersamaan agar bisa menguasai Heavenly lebih cepat, mereka semua mulai mengerahkan senapan besar yang terbentuk melalui punggung mereka semua.


"Jangan sisakan! Satupun! Jika kalian tidak bisa menang maka bunuh saja!!!" Seru Yumari, seluruh robot dan Android mengerahkan seluruh kekuatan mereka dengan meluncurkan laser emas yang mengenai daratan sehingga menghancurkan beberapa rumah dan bangunan. Seluruh Malaikat yang bersantai itu mulai panik dan melarikan diri tetapi semua Android dan robot itu mengejar mereka semua.


"Sial...! Kita harus bertarung untuk bisa bertahan!" Seru Chiara keras, ia mengeluarkan beberapa bibit bunga matahari lalu ia melemparnya ke atas sehingga ia memunculkan beberapa bunga matahari yang mengeluarkan gelombang emas ke arah seluruh Android dan Robot itu. Tidak ada pilihan lain selain bertarung karena mereka bisa melihat banyak sekali Malaikat yang terbunuh bahkan para Guardian pengecut itu terpenggal kepala mereka.


"Kakak..." Azusa mulai bersembunyi di belakang Asuka, ia bisa melihat Yumari yang berhadapan dengan dirinya, kali ini Asuka melihat sesuatu yang berbeda dari penampilan Yumari yang terlihat lebih menakutkan sekarang karena mengalami peningkatan besar. Asuka mengeluarkan kedua katana-nya lalu ia mencoba untuk tidak bergerak karena ia juga harus melindungi Azusa yang bersembunyi di belakang Asuka.


"Ternyata kau tidak sempurna ya, Azusa... Kau di program untuk menghancurkan seluruh Guardian tetapi kau malah mengikuti Guardian lain, Guardian yang seharusnya dihancurkan bernama Hanami Asuka. Apa karena dia itu kakakmu?" Tanya Yumari sambil tersenyum jahat, suaranya sekarang terdengar lebih mengerikan, seperti seorang robot yang di program untuk membunuh apapun yang menghalangi mereka semua.


"Azusa di program untuk bertemu dengan Kakak, semua program yang di masukan Papa ke dalam diriku adalah kesalahan terbesar-nya, dia pantas untuk mati dan Mama menyelamatkan diriku dengan melakukan program untuk bertemu dengan Kakak!" Kata Azusa, perkataannya membuat Asuka sempat bingung karena ia baru saja berbicara tentang Papa-nya juga, Yumari tidak memiliki pilihan lain selain bertarung.


"Kalau begitu... lihatlah, Azusa. Apa yang terjadi jika kau berkhianat seperti itu, kau sudah tidak memiliki kesempatan untuk kembali karena hari ini adalah hari dimana Kakakmu sendiri akan merasakan kematian! Kepalanya akan menjadi pajangan untuk tuan Sage!!!" Yumari melesat menuju arah Asuka tetapi tubuhnya langsung terikat dengan akar mawar yang muncul dari dalam tanah, Akina bisa melihat Yumari yang bertarung tetapi ia tertahan dengan beberapa Android yang mencoba untuk mengepung dirinya.


"Azusa... tetap disitu. Asuka akan bertarung!" Asuka mengibarkan sayapnya lalu ia terbang menuju arah Yumari dan mengayunkan kedua katananya secara bersamaan tetapi Yumari dapat dengan mudah menahan semua serangan itu dengan membentuk dua perisai di kedua lengannya menggunakan kabel yang sangat tebal, setiap serangan Asuka yang mengenai perisai tersebut mampu membangkitkan sumber tenaga listrik yang besar.


"Kau tidak ada kesempatan!!! Sage sudah meningkatkan diriku! Aku sudah mengalami peningkatan terbe---" Asuka mengikat mulutnya menggunakan akar bunganya lalu menendang-nya mundur, Asuka mengubah kedua katana-nya menjadi dua senapan lalu ia mencoba untuk menembak beberapa peluru mawar ke arah Yumari. Semua peluru yang mengenai perisai itu mulai pental ke segala arah.

__ADS_1


"Cukup menyebalkan." Asuka mulai menganalisis lawannya dan ia harus berhati-hati dengan bertarung melawan Yumari dalam jarak yang dekat karena ia tidak mau terikat dengan kabel-nya itu, Yumari maju ke depan sehingga Asuka bisa melihat kedua kakinya menumbuhkan pedang yang tajam, ia mencoba untuk melancarkan beberapa tendangan dan pukulan tetapi Asuka berhasil menahan lengannya kanan.


Asuka melemparnya ke atas dan Yumari mencoba untuk menganalisis pergerakan-nya sehingga ia melihat Asuka yang melesat ke depan dan mencoba untuk melancarkan beberapa serangan tetapi Yumari berhasil menghindarinya sehingga ia tercengang ketika melihat Asuka yang berada di hadapannya berubah menjadi bunga mawar, yang asli berada di atas selama ini karena kelopak bunga yang melayang tepat di belakang Yumari.


"Asuka... slash..." Asuka berputar lalu ia berhasil mengenai serangan yang memiliki tanda silang di belakang punggung Yumari, ia mulai berputar dan melakukan serangan putaran angin topang yang mampu menghancurkan tubuh Yumari karena putaran-nya sangat cepat sehingga mereka berdua mengenai daratan secara bersamaan.


"Uwahhh... Kakak hebat, yey, Kakak~" Azusa bertepuk tangan, mata kanannya memancarkan cahaya hijau karena saat ini ia mencoba untuk menganalisis semua pergerakan Yumari bersama dengan seluruh Android dan Robot yang menyerang desa Helaria. Walaupun jumlah mereka banyak tetapi setidaknya para Malaikat lebih berpengalaman dalam bertarung, Akina mendapatkan banyak lawan dan ia mudah menghentikan mereka semua menggunakan tongkat aliran listriknya itu.


Asuka melompat ke belakang lalu ia menatap ke depan dan melihat Yumari yang bangkit, tubuhnya terbelah menjadi dua tetapi tubuhnya mengeluarkan kabel yang saling menyatu lagi sehingga menciptakan tubuh yang baru. Yumari masih belum terkalahkan karena ia tidak akan bisa mati sampai Chip dan inti tubuhnya di hancurkan, Asuka tiba bisa melihat inti tubuhnya dan bahkan Chip-nya, ia bahkan mencoba untuk menghancurkan-nya tadi ketika kabel-kabel nya itu bersatu tetapi gagal karena serangan tersebut diserap oleh semua kabel itu.


"Bisa bergerak? Apakah kamu bisa menunjukkan ekspresimu lebih jelas lagi kepadaku...?" Tanya Yumari sehingga ia menyentuh dagu Asuka untuk membantu dirinya berdiri tegak, ia tidak bisa bergerak karena aliran listrik yang tersebar di dalam tubuhnya itu. Asuka menatap wajahnya dan sebuah kabel besar muncul di belakang punggung Yumari lalu menghantam dirinya sampai mengenai beberapa rumah di sebelahnya.


"Aku adalah Malaikat Technoven sempurna yang sudah di program untuk bertarung melawan siapapun! Kekuatan dan peningkatan apapun yang kau dapatkan, masih belum cukup---" Bunga mawar muncul tepat di belakang Asuka lalu bunga itu meluncurkan banyak sekali kelopak bunga yang berputar cepat dan duri akar itu mulai meluncur menuju arah Yumari sehingga tubuhnya mulai tertusuk dan hancur dengan perlahan.


"Kau tidak pernah belajar ya, tubuhku akan membentuk kembali! Sama seperti sel!" Yumari bergerak cepat lalu ia menendang wajah Asuka sampai ia terjatuh di atas tanah, setelah itu ia menginjak punggung Asuka dengan sangat keras, "A-Ack..."


Yumari menendang perut Asuka sehingga ia terdorong ke belakang, ia bisa melihat ekspresi Asuka yang mencoba untuk menahan rasa sakit dibagian punggung dan perutnya itu, "Ayolah, walaupun kamu tidak di asuh dengan Ayah dan Ibu-mu setidaknya tunjukkan emosi atau perasaan yang kau tahan itu." Yumari tersenyum lalu ia menginjak lengan kanan Asuka sampai ia bisa melihat Asuka yang masih menahan rasa sakitnya itu, ia tidak menjerit tetapi itu membuat Yumari kesal karena ia ingin Asuka menjerit sebelum mengakhiri dirinya.

__ADS_1


Yumari mengangkat tubuh Asuka lalu ia menghajar-nya menggunakan kedua lengan dan kakinya agar ia bisa menjerit kesakitan dan meminta ampun kepada dirinya itu, Yumari mencekik leher Asuka lalu ia melemparnya ke depan sehingga ia mengenai tembok yang runtuh di belakangnya, "Perasaan sakit jika di tahan akan bertambah sakit, aku mengijinkan-mu untuk  menangis dan teriak tetapi kau malah ingin membuatku memaksa-mu dengan cara yang kasar."


Asuka kembali bangkit, "Asuka tidak akan kalah---" Asuka melebarkan matanya ketika melihat Yumari berada di sebelah-nya sambil melancarkan satu serangan yang terarah kepada lengan kirinya itu, tendangan itu mengenai tepat di lengan kirinya sehingga terdengar suara tulang patah keras, Asuka merasakan kesakitan yang dahsyat sekarang sampai ia tidak bisa mengatakan apapun kecuali menahan rasa sakit dari tulang lengan kirinya yang patah.


 "Kakakkkkk!!!" Teriak Azusa keras.


"A-Ahh..." Asuka mencoba untuk menggerakkan lengan kirinya tetapi ia tidak bisa, tulangnya benar-benar patah dan ketika ia mencoba untuk menggerakkan-nya dengan cara paksa maka hanya rasa sakit yang terus ia rasakan.


"A-Ack..." Asuka perlahan-lahan maju ke depan sambil memegang lengan kirinya itu, Yumari tersenyum melihat Asuka yang mengeluarkan beberapa suara kesakitan dari mulutnya, ia ingin melihat apa yang akan terjadi kepada dirinya sekarang jika lengan kirinya itu patah dan tidak bisa di gerakan. 


Asuka berlutut di atas tanah karena ia tidak bisa menahan rasa kesakitan itu, ia mulai menjerit keras, "AAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!"


"Kakak!!!" Azusa melesat maju menuju arah Yumari.


"Ohh...? Ternyata adik kecil ingin merasakan rasa sakit dari patah tulang ya..."


"...dekati diriku, dek."

__ADS_1


__ADS_2