Flower of Virtues

Flower of Virtues
43: Kebenaran itu Menyakitkan


__ADS_3

"Patung ini sebenarnya bukan patung melainkan makhluk hidup asli dari Starmonigaru yang sudah disegel, tubuhnya besar tetapi ini adalah ukuran biasanya." Azusa mengetuk patung itu beberapa kali sehingga Asuka membawanya mundur karena ia takut bahwa Azusa tidak sengaja menghancurkan patung itu dan kemungkinan besar jika patung itu hancur maka Starmonigaru akan kembali lepas.


"Tidak apa-apa, Kakak. Patung itu tidak akan bisa dihancurkan, jangan perlu takut bahkan dengan serangan kuat yang memiliki daya kehancuran besar tidak akan bisa menghancurkan patung segel ini." Azusa mulai menghantam-nya beberapa kali, mereka merasa sangat lega sekarang sampai Chiara sendiri bingung kemana ia harus pergi karena ruangan itu dipenuhi dengan pintu yang berbeda-beda, ia melupakan arah karena sejak itu jalannya masih gelap... berbeda dengan sekarang.


"Aku penasaran, apakah makhluk ini bisa lepas dari segel-nya?" Tanya Chloe, Azusa memberitahu mereka bahwa patung ini dapat hancur jika seseorang melakukan beberapa mantra panggilan terutama mantra itu hanya bisa disebut oleh dewa agung dari sihir Stardust atau memiliki sihir Stardust yang sangat kuat sampai bisa menghancurkan segel itu, Azusa menunjuk sebuah tembok yang menunjukkan Starmonigaru yang diikat oleh rantai-rantai besar.


"Tenang saja, Starmonigaru saat ini tidak akan bisa kemana-mana, jiwanya sendiri yang berada di Stardust Realm sudah terikat cukup ketat sampai ia tidak bisa melakukan apapun kecuali tidur dan mengamuk." Azusa menatap mereka semua lalu tersenyum karena ia merasa senang untuk bisa membicarakan sejarah bersama mereka semua, Chiara terlihat bingung ketika ia melihat seluruh pintu yang berbeda itu, ia membukanya satu-satu dan ruangan di balik pintu itu sangat gelap bahkan bubuk berkilauan itu masih belum cukup untuk meneranginya.


"Apakah kita baru saja terjebak...?" Tanya Chiara, setiap pintu memiliki perkataan yang sama dimana Chiara mulai membacanya karena tulisan itu bukan lagi tulisan kuno melainkan tulisan biasa yang mengatakan bahwa setiap ruangan di balik pintu terdapat sebuah jalur yang akan membawa mereka menuju kuil percobaan.


Sekarang Chiara bisa mengerti dengan ruang bawah tanah ini, itu artinya yang dimaksud ujian oleh Rosalia adalah mereka harus bisa mengunjungi kuil percobaan itu dengan sendiri, hanya mengandalkan kerja sama bukan dirinya yang pernah mengajak Chiara langsung memasuki kuil percobaan itu sehingga sihir bunga matahari-nya masih jauh dari kata sempurna. Mereka semua membaca tulisan itu dan sebagian dari mereka tidak mengerti, hanya Chiara dan Azusa saja karena mereka pernah diberitahu oleh Rosalia.


"Baiklah semuanya, dengar... kita harus masuk ke dalam pintu yang berbeda untuk menghadapi ujian kita yang sebenarnya, Rosalia pernah memberitahu-ku bahwa di balik pintu ini akan menentukan takdir kita sebagai seorang Guardian yang menjaga bunga kebajikan. Aku akan mengharapkan kalian semua keberuntungan dan kebaikan untuk bisa melewati pintu dan tantangan-nya, kita akan bertemu nanti di ruangan sempit yang memiliki portal emas di tengahnya." Chiara membuka pintu di hadapannya lalu ia masuk ke dalam ruangan itu.

__ADS_1


Chloe sendiri sempat bingung ketika ia membuka pintu di hadapannya lalu masuk dan ia sudah tiba lagi di ruangan sempit yang memiliki portal emas di tengahnya, ia baru saja sadar bahwa dia adalah seorang Legenda bukan seorang Guardian jadi dia tidak akan menghadapi beberapa ujian dan tantangan seperti mereka, "Tempat ini aneh juga..." Chloe melihat sekeliling dan ia bisa melihat beberapa pintu yang berbeda juga portal emas di hadapannya itu.


Asuka masuk ke dalam pintu itu dan ruang gelap yang ia lihat itu mulai menjadi terang, ia bisa melihat banyak sekali cahaya bahkan ketika ia menoleh ke belakang, pintu yang ia buka sebelumnya sudah hilang. Ruangan itu terasa sejuk dan mampu membuat Asuka sempat khawatir, ia tidak tahu harus apa karena ia tidak memiliki arah, ia berlari ke depan tetapi tidak ada yang terjadi melainkan ia hanya terjebak di dalam ruangan putih itu.


"Asuka dimana... apa yang harus Asuka lakukan...?" Ketika Asuka mulai berbicara, beberapa cahaya emas muncul di sekitar Asuka dan membentuk sebuah tulisan yang mengatakan bahwa dirinya harus bisa melepaskan seluruh rasa penasaran dan mengetahui kebenaran yang belum ia ketahui sejak awal. Asuka tidak mengerti apa yang dimaksud dengan tulisan itu sehingga Azusa muncul di belakangnya dengan wajah yang terlihat khawatir karena di ruangan sebelumnya ia melihat sebuah tulisan.


Asuka menoleh ke belakang lalu melihat Azusa yang sedang menundukkan kepalanya, "Azusa... apa Azusa mengerti apa yang dimaksud dengan tulisan--- Tunggu, bagaimana bisa Azusa berada di tempat ini? Apa Azusa asli!?" Asuka mundur beberapa langkah lalu Azura menghampiri Asuka dan memeluk kedua kakinya, mencoba untuk membuat dirinya percaya. Asuka langsung percaya ketika ia merasakan kekuatan mawar kebajikan yang sama di dalam dirinya, mereka mulai duduk di atas lantai cahaya itu.


"Azusa tadi berada di ruangan yang sama persis seperti ini, cahaya dimana-mana bahkan Azusa melihat sebuah tulisan yang mengatakan bahwa Azusa harus bisa memberitahu kebenaran untuk menyelesaikan ujian dan tantangan ini." Asuka sekarang mengerti dengan kebenaran itu, ia mulai mengingat tentang gadis yang bernama Rosalia itu adalah Mama-nya, itu artinya Azusa mengenal kedua orang tuanya tetapi ia tidak ingin memberitahu Asuka karena Rosalia memerintah-nya seperti itu.


Mereka tidak akan pernah bisa bebas dari ruangan itu sebelum melakukan ujian tersebut, tulisan itu mengatakan tentang kebenaran dan seorang Guardian harus bisa menerima dan mengetahui kebenaran yang sebenarnya. Asuka sendiri merasa sangat penasaran dengan Sage, di pikirannya selalu saja terdapat orang tuannya, mungkin itu semua penyebab kenapa ia diberi tulisan itu, kebenaran harus ia ketahui dan hanya Azusa sendiri yang mengetahuinya.


"Azusa, selama ini Asuka masih penasaran tentang Mama dan Papa, Azusa baru saja memberitahu Asuka tentang gadis yang bernama Rosalia itu adalah Mama, jika Azusa mengetahui Mama maka Papa juga pasti Azusa tahu ya?" Asuka mulai meremas kedua pipi Azusa untuk mencoba membuat dirinya mengaku, Azusa hanya diam sambil mengembungkan kedua pipinya, sistem mulai mencoba untuk mengingat kembali ingatan tentang apa yang baru saja Rosalia katakan.

__ADS_1


"Selama ini Azusa di program oleh Mama dan Papa untuk tidak memberitahu Kakak tentang kebenaran tetapi ruangan ini memaksa kita untuk mengetahui kebenaran yang sebenarnya, Kakak. Azusa dan Chiara di kirim oleh Mama ke sini untuk bisa membantu kalian, awalnya Mama memberitahu Azusa untuk tidak memberitahu Kakak tentang identitas Mama dan Papa tetapi sekarang tidak ada pilihan lain..." Azusa memejamkan kedua matanya untuk mengumpulkan informasi.


Asuka terlihat bingung awalnya tetapi ia bisa mengerti apa yang dimaksud oleh Azusa, setidaknya sekarang Asuka tidak akan merasa penasaran tentang Rosalia dan Sage, kedua orang tua kandungnya. Azusa mengumpulkan informasi tentang Rosalia agar ia bisa menjelaskan-nya dengan pelan-pelan kepada Asuka, "Rosalia..."


"Hanami Rosalia adalah nama dari Mama Azusa dan Asuka, Azusa lahir karena Papa bercinta dengan Mama lalu malaikat lain sehingga Azusa lahir dan memiliki berbagai DNA... sejak kecil Azusa sudah di jadikan bahan percobaan untuk menjadi Android seperti Azusa sekarang sedangkan Kakak... Awalnya Papa yang masih waras sudah mengira bahwa di masa depan nanti sesuatu yang buruk akan terjadi jadi Mama dan Papa meninggalkan Kakak di dalam hutan agar Kakak bisa aman dengan sistem dan teknologi itu." Kata Azusa.


Asuka sempat tidak mengerti apa yang dibicarakannya karena ia hanya ingin langsung mengetahui tentang kebenaran itu, jantungnya berdetak cepat karena rasa takut, ia juga berharap bahwa semua kebenaran yang akan dikatakan oleh Azusa itu benar karena mulai takut entah kenapa. Perasaan-nya mengatakan bahwa semua yang Azusa katakan itu benar, Asuka di tinggal sendirian bersama Peri itu adalah pilihan yang tepat sampai ia bisa menjadi seorang Malaikat yang polos seperti itu.


"Azusa, cepat... Asuka tidak bisa menunggu lebih lama lagi." Asuka menggenggam erat kedua tangan Azusa lalu Azusa menatap wajah Asuka dengan ekspresi yang terlihat sedih karena ia tidak ingin memberitahu Asuka tentang Sage.


"Baiklah, nama dari Papa kita... Papa... Papa adalah penyebab dari semua kegilaan yang terjadi di Heavenly, semua teknologi dan sistem negatif ini bisa berkembang pesat karena ulah Papa kita yang bernama..."


"...Hanami Sage."

__ADS_1


__ADS_2