
"Hanami Sage." Perkataan yang baru saja keluar dari mulut Azusa membuat Asuka terkejut setengah mati ketika mendengarnya bahkan Azusa sendiri sontak kaget melihat Asuka yang dapat menunjukkan ekspresi-nya seperti malaikat bisa, entah kenapa ekspresi-nya terlihat sangat kaget karena ia tidak menerima fakta bahwa Sage adalah ayah-nya, itu tidak mungkin.
"Apa...? A-Apa yang Azusa coba katakan...?" Tanya Asuka, ia mencoba untuk menanyakan untuk berjaga-jaga agar semua yang Azusa katakan itu hanya lelucon yang dapat membuat Asuka tertawa atau tenang tetapi perkataan itu sama sekali tidak lucu untuk Asuka karena ia menunggu bertahun-tahun untuk mengenal Ayah dan Ibunya tetapi ia mengetahui kebenaran tentang Sage yang membuat masalah di Heavenly adalah Ayah kandungnya.
"Ini bukan waktunya untuk bercanda ya...? Asuka dan Azusa berada di situasi genting, jangan bercanda." Entah kenapa perasaan Asuka mengatakan bahwa semua itu benar, hanya saja Asuka tidak bisa menerima fakta dan kebenaran tentang Azusa yang benar-benar Ayah kandung-nya, ia sudah beberapa kali menggali lebih dalam lagi tentang perasaan dan jiwanya sehingga perasaannya sendiri yang percaya tetapi pikirannya tidak menerima fakta itu.
"Malaikat itu... Sage... Sage sudah menyebabkan banyak kehancuran karena teknologi dan sistem itu... bagaimana bisa Mama menikah dengan dirinya, tidak... Sage sudah menyebabkan banyak kerugian untuk Heavenly. Tidak mungkin Mama akan menikah dengan Sage." Kata Asuka dengan ekspresi yang terlihat serius, kali ini ia dapat menunjukkan ekspresi-nya di hadapan Azusa.
"Malaikat Agung seperti Mama seharusnya bisa memilih seseorang... memilih pasangan yang baik, bagaimana bisa Sage itu Papa jika Asuka dan Azusa baik seperti ini? Kenapa Azusa dan Asuka itu bisa dipilih menjadi seorang Guardian yang melindungi mawar kebajikan yang berbeda-beda." Tanya Asuka, Azusa mulai mendekati Asuka lalu memberi dirinya pelukan agar ia bisa tenang dengan situasi yang ia hadapi sekarang, kebenaran terkadang memang menyakitkan.
"Sage sudah membunuh banyak malaikat bahkan Melantha bisa mati karena Sage, tidak mungkin... Asuka tidak percaya bahwa Sage adalah Papa, Mama sendiri seorang malaikat agung seharusnya bisa memilih pasangan yang benar... Itu tidak mungkin, Asuka tidak percaya dengan apa yang Sage sudah lakukan kepada Heavenly!" Azusa bisa mendengar Asuka yang terus berbicara dengan suara yang terdengar sedih, ia tidak ingin menerimanya tetapi perasaannya terus mendorong dirinya untuk menerima kebenaran itu.
"Azusa katakanlah sesuatu! Azusa berbohong 'kan?"
"Azusa tidak berbohong, justru Azusa yang sudah tinggal bersama mereka berdua." Azusa mulai menyentuh kening-nya sehingga kedua matanya memancarkan sinar merah yang mengeluarkan sebuah layar virtual di hadapannya, layar virtual itu menunjukkan isi ingatan Azusa sampai Asuka terkejut ketika melihat Rosalia dan Sage yang sedang berbicara.
__ADS_1
Asuka benar-benar sedih ketika melihatnya, ia tidak menyangka bahwa Sage adalah Ayah kandungnya yang asli. Hal itu membuat dirinya terdiam sampai Azusa merasa bersalah juga untuk memberitahu itu tetapi semua itu harus dilakukan sampai ruangan itu mulai membawa mereka menuju ruangan dimana Chloe berada. Chloe sempat kaget ketika melihat mereka berdua datang entah darimana itu.
"Kalian berhasil---" Chloe bisa melihat Asuka yang meneteskan beberapa air mata melalui kedua matanya, ia mulai menangis sambil memeluk Azusa, ia menangis keras dan tersedu-sedu karena ia harus mengalahkan Ayahnya sendiri untuk bisa membawa kedamaian bagi Heavenly dan masa depan yang cerah untuk Xuusuatouri. Sekarang Asuka mengerti bahwa rasa sakit dari kebenaran dan fakta itu lebih menyakitkan dari serangan apapun yang ia rasakan sebelum.
"A-Asuka...?" Chloe menatap mereka berdua dan Azusa mulai memberitahu Chloe tentang dirinya yang sudah mengetahui tentang Ayah kandungnya yang asli, Chloe sontak kaget ketika Azusa memberitahu dirinya bahwa Sage adalah Ayah kandung dari kedua malaikat yang berada di hadapannya itu. Chloe mulai menundukkan kepalanya lalu membiarkan Asuka menangis agar bisa puas dan lebih merasa tenang.
"Hiks... Hweeehhhhhhhhhhhhhh... Azusaaaa....!!!" Teriak Asuka keras sambil menangis, mau tidak mau Asuka harus bisa menghentikan Sage untuk bisa membawa kebaikan untuk Heavenly dan masa depan cerah untuk Xuusuatouri.
***
Chiara berlutut di atas lantai hitam sambil memegang kepalanya, ia bisa mendengar suara di pikiran dan kedua telinganya itu yang mencoba untuk mengendalikan dirinya menjadi seorang Fallen Angel yang tidak terkendali tetapi Chiara memiliki banyak pengalaman terhadap mengontrol dirinya sendiri sehingga ia terus berpikir untuk melindungi Xuusuatouri dan memilih pihak kebenaran walaupun itu salah di mata orang setidaknya keadilan adalah keadilan.
Ruangan hitam itu memiliki sebuah tulisan yang memberitahu Chiara untuk bisa mengontrol setengah dari sisi keburukannya atau setengah wujud dari Fallen Angel, tidak menghabiskan waktu yang cukup lama sebelum Chiara melepaskan seluruh kekuatannya untuk menghapus seluruh suara yang muncul di dalam pikirannya. Suara itu tiba-tiba hilang dan Chiara menatap lengan kanannya yang diselimuti dengan kegelapan.
"Percuma saja... aku sudah menahan semua kesakitan itu sendiri, ayah dan ibuku dibunuh dan aku mendapatkan setengah tubuh dari Fallen Angel ini karena meminum darah mereka. Percuma saja, aku melakukan ini sendiri! Aku memutuskan semuanya sendiri jadi ujian seperti ini itu mudah!!!" Seru Chiara sehingga ia mulai tertawa dan sadar bahwa sekarang ia berada di ruangan yang sama bersama Chloe dan yang lainnya.
__ADS_1
"Kamu tertawa kenapa, Chiara? Apakah ujian itu cukup membuat-mu gila seperti ini?" Tanya Chloe sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat terganggu, Chiara tersipu ketika ia sadar bahwa ujian yang ia hadapi tadi selesai begitu saja karena ia berhasil menghindari hasutan suara yang mencoba untuk mengubah dirinya menjadi Fallen Angel yang benar-benar tidak terkendali.
"Ahh... semuanya sudah disini ya, kalau begitu kita harus menunggu Akina." Chiara melihat sekeliling lalu ia bisa melihat Asuka yang terlihat diam sambil bersandar di sebelah Azusa, entah apa yang baru saja terjadi kepadanya tetapi ia tidak akan menanyakannya karena mungkin itu sesuatu yang seharusnya tidak ia tanyakan begitu saja atau hal itu akan menyinggung perasaan Asuka.
Yang tersisa adalah Akina sekarang, ia juga mengalami ujian yang sama tetapi lebih sulit karena dirinya sendiri memang memiliki riwayat kutukan Fallen Angel jadi banyak sekali suara yang bisa ia dengar bahkan teriakan dan jeritan orang kesakitan bisa ia dengar, penglihatannya juga bahkan menunjukkan beberapa Malaikat dan makhluk hidup yang mati di hadapannya seolah-olah semua yang ia lihat itu baru saja diberitahu oleh suara misteri bahwa ia bisa menghentikan semua jeritan dan kesakitan itu.
Akina tidak bisa menggerakkan tubuhnya bahkan pikirannya tidak berpikir seperti biasanya melainkan ia hanya berpikir tentang sesuatu yang tidak logis, kutukan Fallen Angel-nya itu yang ia dapat kontrol bisa saja tidak terkendali jika Akina tidak fokus dan tidak bertemu dengan beberapa malaikat termasuk mendapatkan kekuatan dari [Seven Heavenly Virtues], ujian itu cukup mudah bagi Akina sekarang karena ia mulai mengingat Asuka yang sudah memberi dirinya jalan menuju cahaya.
Pemilik asli dari tujuh kebajikan itu juga bahkan menyentuh punggung Akina dan menyuruhnya untuk tetap maju sehingga Akina melebarkan kedua matanya ketika melihat Asuka yang mengulurkan lengan kanannya dan mencoba untuk mengajak dirinya keluar dari semua perkataan negatif yang ia dengar, "Asuka... Asuka..."
Akina tersenyum lalu ia menggenggam erat tangan Asuka sehingga ia menarik dirinya sampai Akina langsung tiba di ruangan sempit itu, tepat di hadapan Asuka yang saat ini terlihat putus asa dan suram. Akina sempat terkejut karena ia awalnya berpikir bahwa ekspresi langka yang baru saja ia lihat dari Asuka adalah salah satu ujian yang diberikan oleh ruangan tadi tetapi ia bisa melihat Azusa yang terlihat sedih juga.
"Ada apa---"
"Semuanya sudah disini sekarang, ayo kita masuk ke dalam portal sekarang!"
__ADS_1