
Tidak ada lagi satupun Cyborg atau Android yang menyerang karena Asuka menyamar menjadi sebuah bunga mawar dimana tidak ada satupun Android yang dapat menggunakan kedua mata-nya yang canggih untuk mencari keberadaan seseorang karena mereka belum pernah melihat kemampuan Asuka yang dapat berkamuflase menjadi sebuah bunga mawar.
Asuka sudah tidak memiliki siapapun kecuali dirinya sendiri, salah satunya cara untuk menjalani hidup-nya yang baru adalah melindungi semua bunga kebajikan yang ada serta mengumpulkan teman-teman yang mau dilindungi oleh dirinya sendiri, jadi tujuan-nya sekarang adalah untuk pergi menuju desa yang paling dekat.
Dalam perjalanan-nya, dia mencoba untuk tidak selalu merasa terpuruk dan sedih karena kehilangan seseorang yang mengasuh dirinya dari kecil serta memperlakukan-nya dengan baik seperti ibu kandung-nya sendiri.
Sebuah gerbang yang besar mulai terlihat dan menghalang jalan-nya sekarang, terdapat dua penjaga malaikat yang sedang menjaga gerbang itu agar tidak ada satupun penyusup yang berani masuk. Salah satu-nya cara untuk masuk ke dalam desa itu adalah melewati pintu gerbang, tidak ada cara lain... Jika ingin menggunakan cara lain maka dia akan mati.
Sudah saatnya untuk Asuka menunjukkan kemampuan berbicara-nya, ia berhenti berkamuflase menjadi sebuah bunga sampai kedua penjaga itu tercengang ketika sadar bahwa Asuka adalah salah satu dari pemilik bunga kebajikan, mereka berdua menyambut Asuka dengan sangat hangat tanpa harus Asuka memulai pembicaraan.
"Sepertinya anda adalah harapan malaikat...!" Kata penjaga itu yang menggunakan helm emas.
"Berjanji-lah untuk terus hidup sampai akhir!" Kata penjaga itu yang tidak memakai helm apapun.
"Asuka, nama Hanami Asuka, Asuka datang untuk bertambah kuat dan membeli baju... Asuka juga ingin mengumpulkan banyak teman baik." Asuka berbicara dengan imut sampai kedua penjaga itu terjatuh karena cara berbicara-nya yang sangat imut.
Benar-benar malaikat yang turun dari surga, mulut dari salah satu penjaga itu juga mulai dipenuhi dengan air liur karena ia melihat Asuka seperti stroberi yang masih muda, karena merasa terganggu... Asuka menunjukkan ekspresi yang terlihat jijik dan merendahkan sampai ia menginjak kepala mereka berdua dengan sekaligus.
"Rendahan... Asuka tidak suka malaikat rendah... Asuka akan memberikan kalian pelayanan siksaan..." Kata Asuka dengan ekspresi yang sedang menatap seseorang yang sangat rendah, kedua penjaga itu seharusnya marah tetapi tidak karena mereka merasa senang untuk bisa diberi pelayanan sadis dari-nya.
"Ahhh... Sadistiicccc~"
"Lebih keras, Asuka..."
"Heh... Rendah..." Asuka berjalan pergi meninggalkan mereka berdua karena dia tidak mau menghiraukan mereka lebih lama lagi, kedua penjaga itu langsung sedih dan merasa terharu karena ditinggal oleh malaikat merah muda kecil seperti dirinya.
Cara pertama untuk bertahan hidup bagi Asuka adalah tempat untuk bisa tidur dan juga makanan yang bisa dimakan, dia lebih memilih pergi ke tempat penginapan terlebih dahulu lalu memesan sebuah ruangan yang menyediakan kasur besar karena ketika dia tidur... Dia tidak akan bisa diam.
__ADS_1
"Satu ruangan dengan makanan manis... Daging ayam yang dilapisi dengan selai stroberi 'kan?"
"Ya..."
"Harganya jadi sepuluh perak suci... Harga yang cukup murah bukan? Makanan yang kami sediakan semua-nya gratis jika anda sudah memesan sebuah ruangan." Kata gadis pemilik penginapan itu, Asuka menunjukkan ekspresi yang terlihat kagum sampai mulut-nya terbuka lebar dan membuat segitiga.
"Anda terlalu senang sepertinya---"
Asuka memberi kecupan di pipi-nya sebagai ucapan terima kasih, gadis itu langsung memerah ketika menerima ciuman Asuka yang sangat tiba-tiba. Untungnya ketika Asuka melihat kantong yang terbuat dari daun bunga mawar, ia melihat beberapa koin emas yaitu emas suci yang dapat ditukarkan menjadi seratus perak suci.
"Apakah malaikat punya kembalian...?" Tanya Asuka sambil mengambil satu emas suci.
"*-*-*-Tentu saja...!"
Asuka memberi emas suci itu kepada pemilik penginapan tersebut dan ia mendapatkan sembilan puluh perak suci atas kembalian-nya, ketika sudah mendapatkan kunci untuk kamarnya, ia segera masuk ke dalam kamar-nya lalu berbaring di atas kasur-nya sambil berguling-guling beberapa kali.
Makanan yang disediakan oleh pemilik penginapan itu juga terasa sangat lezat, kemanisan dari makanan yang dipesan oleh Asuka terasa cukup untuk membuat dirinya bersemangat, sekarang dia mulai merasa percaya diri untuk menjelajahi desa itu.
Melalui jendela besar ia melompat keluar untuk menjelajahi desa itu, Asuka bisa melihat bahwa desa itu dipenuhi dengan bangunan-bangunan yang sangat unik... Warna yang berbeda-beda dan tanaman indah dimana-mana, karena rasa terkesan-nya... Ia melamun di tengah jalan sambil melihat sekitar-nya yang dipenuhi dengan malaikat.
Beberapa dari malaikat itu memakai pakaian yang terlihat seperti seragam, mungkin saja terdapat akademi sihir di dalam desa itu jadi dia ingin mencoba untuk masuk jika dia tahu dimana tempat-nya tetapi sekarang Asuka memilih untuk beradaptasi di desa tersebut sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat terkesan.
Tidak lama kemudian, Asuka lupa jalan untuk pulang... Peralihan adalah salah satu kelamahan-nya, dia mencoba untuk berjalan mundur tetapi menabrak beberapa malaikat yang menghalang dirinya, aura jahat bisa dirasakan oleh Asuka yang artinya bahwa malaikat itu berniat menghalang hanya untuk mengambil apa yang dimiliki oleh Asuka.
"... ..." Asuka melirik ke belakang sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat datar.
"Hei, gadis kecil... Kau sepertinya tersesat di sekitar sini..." Semua malaikat itu mencoba untuk mendekati Asuka, tetapi ia tidak melakukan pergerakan apapun kecuali diam.
__ADS_1
"Kau terlihat ketakutan sepertinya... Tempat sepi seperti ini akan sangat pantas untuk dirimu menikmati sesuatu... Kau harus memilih takdir-mu sendiri, gadis kecil..."
"Asuka tidak suka malaikat jahat... Asuka akan melawan..." Asuka mulai mengacungkan kedua lengan-nya tetapi ia dihentikan dengan kedatangan seorang malaikat yang melempar tombak-nya ke depan, tombak itu tertancap tepat di depan mereka semua hingga seorang gadis malaikat muncul tepat di atas tembok itu lalu ia menarik-nya keluar dan menghantam mereka mundur.
"Whoa..." Asuka terlihat terkesan ketika seorang gadis malaikat datang dan menyelamatkan, tetapi dia masih merasa sedikit kecewa untuk tidak memberi mereka pelajaran yang pantas mereka dapatkan yaitu kematian.
"I-Itu...!!! Itu malaikat kebajikan Akina...!!! Lari...!!!" Teriak semua malaikat yang mencoba untuk melakukan sesuatu buruk kepada Asuka, gadis malaikat yang bernama Akina itu mampu membuat mereka semua ketakutan setengah mati.
Akina menghela nafas-nya panjang, dia merasa kecewa bahwa desa seindah ini masih memiliki beberapa malaikat yang melakukan tindakan buruk seperti mencuri dan melakukan sesuatu yang negatif, Asuka menatap Akina dengan ekspresi yang sangat terkesan sampai Akina menyangka bahwa dia membeku karena melihat kedatangan-nya.
"Ummm... Apakah kamu baik-baik saja, malaikat kecil?" Tanya Akina sambil tersenyum.
"Malaikat cantik... Akina... Akina... ya... Asuka akan mengingat nama itu...! Akina, Asuka...!!! Hanami Asuka!!!" Seru Asuka sambil menunjukkan ekspresi yang terlihat bersemangat.
"Sepertinya dia masih berbicara seperti anak kecil ya... Apakah dia benar-benar anak kecil--- Tidak mungkin, ukuran-nya itu... Tidak mungkin anak kecil memiliki ukuran sebesar itu." Ungkap Akina sambil menatap dada Asuka, wajah-nya terlihat ragu-ragu ketika menatapnya sampai Asuka mulai menyadarinya lalu ia mendekat.
"Namaku adalah Akina ya... Shimatsu Akina, sepertinya Hana-mi Asuka... Itu nama-mu bukan? Hanami Asuka." Akina tersenyum.
Akina yang menyebut nama Asuka dengan pelan dan lembut mampu membuat dirinya merasa lebih terkesan lebih dari sebelum-nya, Asuka merasakan perasaan yang sangat senang ketika ia melihat seorang malaikat cantik yang menyapa dengan baik serta lembut.
Asuka langsung memeluk Akina dengan sangat erat sampai wajah Akina mulai merona karena malaikat yang baru saja ia selamatkan dan temukan tiba-tiba berterima kasih dengan memeluk dirinya erat.
"Akina...!!! Asuka sangat berterima kasih, Asuka menyukaimu...!"
"Hehhh!? Suka!? Apa yang kau maksud, Asukaaa----" Mereka berdua terjatuh di atas tanah karena tenaga Asuka yang tiba-tiba bertambah besar, Asuka tiba-tiba tertawa ketika berada dipelukan-nya... Hal itu membuat Akina merasa terkejut ketika melihat tawa-nya yang pelan, wajahnya seolah-olah tidak terlihat berdosa.
"Menyukai-ku sebagai teman ya...? Hm, mari kita berteman..."
__ADS_1
"...Asuka."