Flower of Virtues

Flower of Virtues
32: Jangan Menghalang


__ADS_3

Yumari terbang ke atas dan Azusa mulai mengikutinya dengan memunculkan katana yang memiliki bilah panjang di tangan kanan-nya itu. Asuka masih berlutut di atas tanah, ia mencoba untuk memulihkan lengan kirinya itu tetapi akan memakan banyak waktu sehingga ia bisa melihat desa ini dipenuhi dengan pertarungan dahsyat yang berakhir penuh dengan kehancuran.


Asuka bisa melihat Akina yang bertarung melawan Android dengan model Legenda yang bernama Osamu itu, Chloe saat ini menahan beberapa Android dan Robot tetapi ia sekarang berhadapan dengan Android kuat lainnya yang memiliki model seperti iblis yaitu Diablo. Asuka bisa melihat Melantha melayang ke atas untuk mengeluarkan sihir melati-nya agar ia bisa membantu rekan-rekannya itu, Chiara mencoba untuk melindungi seluruh Guardian itu tetapi berakhir melawan seorang Android Malaikat yang bernama Menma.


Saat ini Akina ingin sekali mengakhiri pertarungan-nya melawan Osamu karena ia ingin menyelamatkan Asuka yang terlihat kesakitan, untungnya ia bisa melihat Azusa yang bertarung dengan Yumari sekarang, ia hanya harus mengakhiri semua pertarungan ini dan bertahan sampai seluruh Android dan Robot itu terkalahkan karena ia yakin bahwa seluruh malaikat yang berada di Helaria pasti bias bertahan.


Akina memegang erat tombaknya, ia mencoba untuk tidak mengeluarkan terlalu banyak kekuatan karena tombak kebajikan dan tongkat aliran listrik yang ia miliki untuk bisa mengalahkan Osamu secara langsung, ia hanya perlu mencari titik kelemahannya dan menyerang pada waktu yang tepat. Akina melepaskan aura-nya yang berwarna perah lalu ia menghilang dengan cepat.


Akina muncul di belakang Osamu lalu ia menghantam kepalanya itu menggunakan tombak-nya sampai ia terdorong ke depan, ketika Osamu menoleh ke belakang wajahnya langsung tertusuk dengan tombak yang ia pegang itu tetapi kerusakan yang mengenai wajah Osamu tidak ada artinya bagi seorang Android yang dapat menumbuhkan kembali tubuhnya. Tubuh Akina mulai memancarkan sinar perak lalu ia melancarkan beberapa serangan kombinasi menggunakan tombak-nya itu.


Osamu mencoba untuk menyerang balik tetapi kecepatan Akina terlalu cepat sehingga ia meluncurkan satu serangan dimana tombak itu menembus kepala Osamu dan mengeluarkan beberapa kabel melalui puncak kepalanya. Osamu memegang erat tombak itu lalu ia tersenyum kepada Osamu dan melancarkan satu tendangan yang mengenai perutnya sampai ia terlempar ke belakang.


Akina berputar lalu ia melebarkan sayapnya dan terbang melaju menuju arah Osamu, ia bersama Osamu mulai saling bertukar serangan bahkan Akina sontak kaget ketika tubuhnya bisa berubah menjadi senjata yang sangat mematikan terutama kedua lengannya itu yang mengeluarkan gergaji dengan aliran listrik besar. Osamu melancarkan satu tendangan tetapi Akina menahannya dengan tombak itu lalu mereka saling bertukar serangan lagi.


Akina muncul di belakang Osamu tetapi ia secara refleks melancarkan satu serangan sehingga Akina menghilang dengan cepat, kedua matanya tidak dapat melihat pergerakan Akina yang setara dengan kecepatan cahaya, ia sendiri terkadang tertipu dengan Akina yang terus bermunculan di sekitarnya itu. Osamu melihat sekeliling sehingga Akina yang asli berada di atas sambil meluncurkan tombak yang menembus perutnya.

__ADS_1


Mereka terjatuh menuju daratan tetapi Akina terbang ke arah lain lalu menyambut Osamu dari arah kanan, kedua mata Osamu memancarkan cahaya merah tetapi Akina melakukan pergerakan yang menipu mata-nya itu dengan melepaskan beberapa kelopak bunga wisteria yang mulai membentuk dirinya yang asli, ia berhasil menghantam wajah Osamu sampai ia terdorong ke belakang.


"Bertarung dengan seorang Android yang memiliki mode Legenda seru juga, kau bisa menjadi bola kasti untuk-ku." Akina memutar tombak-nya lalu ia tersenyum serius, ia masih belum bisa menemukan titik kelemahannya itu, ia mulai menunjuk Osamu dengan tombak-nya yang mulai memancarkan cahaya perak yang cukup menyilaukan.


"Aku akan menghancurkan tubuhmu sampai aku bisa melihat Chip dan Core yang berada di dalam tubuhmu...!" Tombak yang ia pegang meluncurkan laser kecil yang memiliki daya kehancuran besar, laser kecil itu mengenai punggung Osamu sehingga menimbulkan ledakan cahaya besar yang menarik perhatian mereka yang sedang bertarung.


Chloe terkesan ketika melihat peningkatan terbesar Akina, latihan yang ia lakukan ternyata memberi hasil yang cukup memuaskan. Ledakan itu berakhir dengan menghancurkan tubuh Osamu menjadi kepingan kecil tetapi tubuhnya itu kembali terbentuk, Akina sempat melihat sesuatu yang bersinar di bagian pinggang-nya itu, mungkin itu Core yang harus ia hancurkan dengan aliran tongkat itu.


Mereka terbang ke atas langit lalu saling bertukar serangan yang memiliki kecepatan setara, Akina pernah mengingat perkataan kakak-nya bahwa Legenda yang sekarat atau terluka cukup parah maka mereka akan membangkitkan kemampuan alami atau bangsa mereka sendiri yang bernama [Legend's Boost], sebuah kemampuan yang dapat meningkatkan atribut sampai tingkat paling tinggi dan penambahan-nya sangat cepat juga berlebihan jika terus dilanjutkan.


Osamu sempat menghantam perut Akina sampai ia memuntahkan banyak darah, pukulan-nya itu terasa kasar bahkan perutnya mulai merasa nyeri karena terkena aliran listrik yang keluar melalui tinju tersebut. Ia bisa melihat Osamu yang mencoba untuk melancarkan serangan lain tetapi ia berhasil menghilang dengan menjadi cahaya putih dan ia muncul tepat di atasnya selagi meluncurkan satu serangan yang meleset karena Osamu muncul tepat di atas udara sambil menyilangkan kedua lengannya.


Akina mulai mengubah cara bertarung-nya karena ia tidak ingin pergerakan-nya bisa diketahui dengan mudah oleh Osamu jadi dia menghilangkan seluruh tombak-nya itu lalu menggunakan bunga kebajikannya itu, ia mengeluarkan beberapa bunga wisteria yang berubah menjadi aura ungu yang membentuk bola, ia melempar semua itu ke depan sehingga seluruh bola ungu tersebut mulai mengepung Osamu.


"Kau mencoba untuk menggunakan bunga kebajikan itu kepadaku!? Jangan bercanda!!!" Tubuh Osamu mengeluarkan beberapa senapan yang mengeluarkan gas ungu tetapi semua aura itu mulai bergerak dan menghindari semua gas tersebut, Akina hanya perlu fokus dalam menggunakan sihir yang bisa digunakan sekali karena ia tidak ingin melanjutkan pertarungan lebih lama lagi melawan seorang Legenda.

__ADS_1


Osamu tidak bisa melakukan apapun untuk menghilang semua aura itu jadi dia lebih memilih untuk menghancurkan semua itu dengan gelombang hijau yang keluar melalui mulutnya, semua aura wisteria itu berhasil menghindari semua serangan itu dengan mudah tanpa harus dikendalikan oleh Akina. Akina saat ini sedang diam karena ia mencoba untuk memfokuskan pikirannya, ia harus menghancurkan pelindung-nya itu.


Akina melepaskan lebih banyak bola ungu itu lagi yang mengepung Osamu sehingga ia mulai panik dan mencoba untuk melarikan diri tetapi semua bola itu mengikut Osamu, "Kalau begitu bagaimana jika aku langsung mengakhiri kehidupan-mu!?!?" Osamu melesat menuju arah Akina tetapi ia mulai mengepalkan tinju kanannya sehingga seluruh bola itu mulai mengenai tubuhnya dan mengeluarkan asap yang memiliki warna seperti bunga Wisteria.


Akina terbang tinggi ke atas lalu ia memunculkan kembali tombak-nya, ia mengayunkan tombak-nya beberapa kali sampai melepaskan cahaya tebasan yang mulai mengepung Osamu, ia juga mengeluarkan tombak kebajikan lainnya lalu ia melemparnya ke depan sehingga sekarang Osamu tidak bisa melarikan diri, ia juga masih terjebak di dalam asap ungu itu.


Osamu yang berada di dalam asap itu mulai mengalami beberapa kendala kritis bahkan sistem yang berada di dalam kepala-nya mulai memberitahu dirinya bahwa seluruh tenaga di dalam tubuhnya mendadak tidak berfungsi karena tubuh Android itu mulai berkarat ketika terkena asap ungu tersebut, walaupun racun tidak berguna untuk Android atau robot setidaknya Akina dapat mengubah tubuh mereka menjadi berkarat sehingga mengganggu sistem yang ada di dalam tubuhnya itu.


"Sial...!!! Bagaimana bisa ini terjadi...!?" Osamu terbang ke atas lalu ia dikejutkan dengan beberapa tebasan cahaya yang mulai mengenai tubuhnya, ia tidak bisa bergerak karena sebagian anggota tubuhnya tidak berfungsi karena berkarat, Akina meluncurkan kedua tombak itu yang mengenai kepala dan tubuh Osamu sampai ia bisa melihat Chip yang terpasang di dalam matanya itu.


"T... Error... dak.... A... error... aku...." Osamu terkejut ketika melihat Akina melesat maju lalu mengeluarkan tongkat aliran listriknya itu, ia menghantam Chip yang ia lihat lalu melanjutkan-nya dengan menghantam tubuh Osamu, setelah itu ia mengakhirinya dengan menghantam Core yang ia lihat di bagian pinggang-nya itu.


"Error... error... eeeerrrroooorrrrrr...." Osamu mendadak terkena kematian sistem ketika Chip dan Core-nya sudah hancur, semua tubuhnya terjatuh di atas tanah dan Akina menghancurkan semua tubuh itu dengan meluncurkan gelombang cahaya perak.


Baammm...!

__ADS_1


"Sekarang... aku harus..." Akina bisa melihat beberapa Android dan Malaikat Technoven yang mengepung dirinya.


"...beri aku istirahat, sialan."


__ADS_2